Dampak Bed Rest Saat Hamil

DokterSehat.com – Biasanya dokter akan menyarankan bed rest saat terjadi gangguan pada kehamilan. Bed rest merupakan kondisi yang mengharuskan seseorang untuk total beristirahat. Selama beristirahat secara total ibu harus membatasi aktivitas sehari-hari seperti bekerja atau aktivitas seksual.



Bed rest pada ibu hamil bertujuan untuk mengurangi risiko terjadinya kelahiran prematur. Namun, sampai sekarang belum ada penelitian yang membuktikan keefektivitasan bed rest terhadap kelahiran prematur.

Adanya gangguan kehamilan menjadi alasan kebanyakan dokter untuk menyarankan bed rest sebab memang tidak banyak terapi yang bisa mencegah kelahiran prematur dan komplikasi lain pada ibu hamil yang mengalami gangguan atau mempunyai leher rahim yang pendek.

Hasil penelitian menunjukkanh ampir 40 persen dari 646 wanita hamil diminta membatasi kegiatannya di trimester kedua dan ketiga kehamilan, baik itu bekerja, melakukan pekerjaan rumah tangga, hingga kegiatan seksual ketika hamil.

Dari penelitian tersebut diketahui hasil, 37% ibu hamil yang melakukan bed rest melahirkan bayi prematur, dibanding 17% ibu hamil yang tidak menjalani bed rest. Hasil ini menunjukkan bahwa bed rest tidak mencegah terjadinya kelahiran prematur pada populasi berisiko tinggi. Tapi, menjalankan bed rest yang terlalu lama justru meningkatkan rasa cemas dan stres para ibu hamil, bayi lahir dengan berat badan rendah, dan memicu kelahiran prematur.

Bed rest pada ibu hamil yang berlebihan juga meningkatkan risiko pembekuan darah, dan berkurangnya kekuatan otot dan tulang. Saat ini Para dokter yang tergabung dalam The American College of Obstetricians and Gynecologist mengatakan bahwa bed rest seharusnya tidak menjadi rekomendasi untuk gangguan kehamilan pada ibu hamil yang berisiko tinggi mengalami persalinan prematur. Beraktivitas ringan dan tidak berlebihan akan menjaga kekuatan dan kesehatan ibu hamil sampai saat proses persalinan.