Dampak Bayi Tabung bagi Sang Ibu

DokterSehat.Com – Bagi pasangan yang selama ini telah berupaya keras untuk memiliki momongan, melakukan segala cara dan teknik untuk segera mendapatkan bayi mungil, maka ada teknologi baru yang mungkin bisa dicoba yaitu teknologi kesuburan in vitro atau program bayi tabung. Tapi apakah program seperti ini aman bagi calon orangtua juga bayi? Adakah dampak bayi tabung yang signifikan bagi mereka yang telah mencobanya?



Jika Anda memutuskan untuk mencoba program ini maka harus menjadi catatan penting bahwa program ini memiliki efek sampingnya juga. Prosedur yang disodorkan memerlukan persetujuan Anda tapi disana Anda juga memiliki pilihan. Untuk itu Anda harus tahu dampak dari program ini bagi kesehatan tubuh Anda. Yang harus Anda ketahui adalah program bayi tabung ini merupakan suatu cara mempertemukan sel telur dan sperma menggunakan bantuan teknologi manusia.

Beberapa dampak bayi tabung yang terlihat adalah meningkatnya risiko Ovarian Hyper Stimulation Syndrome atau OHSS, akibat obat yang dikonsumsi selama stimulasi ovarium. Selain itu infeksi juga bisa terjadi setelah proses pengumpulan sel telur. Dampak lainnya adalah reaksi anestesi dan kerusakan pada struktur ovarium termasuk usus dan kandung kemih.

Beberapa wanita, meskipun tidak semuanya, mengalami gejala menopause selama proses pertama program bayi tabung ini. gejala ini muncul akibat sel telur yang telah dibuahi menempel di dinding uterus. Perubahan hormone pada masa kehamilan termasuk normal, namun ada beberapa tanda khusus dari program bayi tabung ini. wanita yang mengalami masa kehamilan melalui program ini seringkali merasakan urinasi yang panas, sakit kepala, payudara yang mengeras, sensasi kram di bagian bawah perut dan perubahan suasana hati yang tidak menentu.

Baca Juga:  Kulit Bayi Menguning dan Muntah lewat Mulut dan Hidung

Meskipun efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi selama proses bayi tabung ini muncul tetapi tidak membahayakan bagi ibu. Reaksinya biasanya termasuk sedang, meski kadang ada juga yang mengalami gejala berat akibat melakukan program ini seperti sakit kepala yang luar biasa dan gangguan penglihatan. Anda juga akan mengalami memar-memar di tangan akibat suntikan yang dilakukan berulang kali sebagai bagian dari perawatan masa kehamilan bayi tabung.

Dampak bayi tabung positif

Bioteknologi memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan, misalnya dengan dikembangkannya teknik bayi tabung yang dapat membantu pasangan suami-istri untuk mendapatkan keturunan serta pemanfaatan  bakteri dalam rekayasa genetika sehingga dihasilkan insulin buatan.

Dampak bayi tabung negative

Dampak negatif penerapan bioteknologi terdapat pada berbagai aspek kehidupan seperti etika dan moral, lingkungan hidup, sosial dan ekonomi serta kesehatan. Seperti menyisipkan gen makhluk hidup ke dalam makhluk hidup lainnya (transplantasi gen) dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum alam dan sulit untuk diterima masyarakat.

Pada bayi tabung terdapat kadar yang berbeda. Bagi wanita muda berumur dua puluh tahun (20 tahun) yang dilahirkan dengan proses bayi tabung, kadar darah embrionya adalah 76,0%. Ini merupakan nilai yang lemah karena saat proses pembuahan, ia berada di luar rahim selama satu jam atau kurang.

Padahal telah diketahui bahwa darah embrio bagi orang-orang dewasa tidak memiliki fungsi apa-apa. Ditambah lagi, pencernaan yang terjadi di luar rahim menyebabkan peningkatan kadar darah embrio tersebut menyebabkan peningkatan kadar darah embrio tersebut dalam tubuh manusia.