Daging Kambing Penyebab Kematian?

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat bahwa setelah memakan daging kambing dapat menyebabkan kematian. Entah dari mana asal muasal mitos ini sehingga menyebakan ketakutan tersendiri bagi masyarakat untuk menyantap daging kambing.

3579349613_d1e949e021_b

Seringkali, kita mendengar pengalaman dari banyak orang yang menganjurkan untuk tidak memakan daging kambing karena dengan alasan kandungan kolesterol yang tinggi dan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Hal ini dialami oleh salah satu pembaca DokterSehat, Steven (47). Melalui surat pembaca, dia menuturkan bahwa pernah mengalami demam tinggi hingga harus dibawa ke rumah sakit setelah mengonsumsi daging kambing.

Kandungan Daging Kambing
Secara medis, daging kambing merupakan daging yang mengandung lemak jenuh sama seperti daging merah lain dan daging ayam atau unggas lainnya. Bahkan, menurut penelitian yang dilakukan oleh Alabama Cooperative Extension System (ACES), daging kambing justru mengandung komposisi gizi yang lebih banyak daripada daging-daging lainnya.

Kandungan Daging Kambing

Bukan Penyebab Darah Tinggi
Seperti yang dituturkan Dr. Handrawan Nadesul di Jakarta Convention Centre minggu lalu, ketakutan untuk memakan daging kambing tersebut tidak dapat dibuktikan penyebabnya secara medis. Darah tinggi tidak disebabkan oleh daging kambing secara langsung. Adapun faktor penyebab darah tinggi adalah tingginya kolesterol dan penyakit lain di dalam darah seseorang. Namun, perlu diketahui lebih lanjut bahwa daging kambing mempunyai kadar specific dynamic action (SDA) yang lebih tinggi ketimbang daging lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan kalori yang lebih banyak untuk dicerna.

Daging kambing bukanlah penyebab utama munculnya penyakit darah tinggi atau kolesterol. Akan tetapi, perlu dicermati pengolahan, pemilihan bagian daging, dan pengaturan porsi sesuai dengan kondisi kesehatan sebelum mengonsumsi daging kambing.
Apakah anda masih takut untuk menyantap daging kambing?