Dada Ayam, Makanan Nikmat yang Menyehatkan

DokterSehat.Com – Salah satu bagian daging ayam yang sangat disukai oleh banyak orang adalah dada ayam. Banyak pakar diet yang bahkan menyarankan konsumsi daging ayam jika kita ingin menurunkan berat badan. Bagian daging ayam yang tidak terlalu banyak mengandung lemak ini ternyata memiliki berbagai nutrisi yang menyehatkan dan memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Apa sajakah manfaat yang bisa kita dapatkan jika mengkonsumsi dada ayam.

doktersehat-sehat-pria-nutrisi-tellur-susu-vitamin-kalsium-daging-telur

Baik untuk kesehatan jantung
Beberapa jenis makanan dari bahan daging-dagingan memiliki kandungan homosistein yang tinggi sehingga bisa meningkatkan resiko terkena serangan jantung. Namun, bagi pasien penderita masalah kesehatan jantung, dada ayam ternyata tidak memiliki kandungan homosistein yang tinggi sehingga cukup aman untuk mereka konsumsi.

Baik untuk kesehatan tulang
Pakar kesehatan menyebutkan jika dada ayam adalah salah satu makanan yang aman dikonsumsi bagi mereka yang mengalami osteoporosis atau arthritis. Hal ini dikarenakan adanya kandungan protein yang cukup tinggi pada dada ayam sehingga akan sangat baik bagi kesehatan tulang dan meredakan berbagai masalah kesehatan tersebut.

Baik untuk kesehatan gigi
Dada ayam ternyata memiliki kandungan fosfor dan mineral yang cukup tinggi sehingga akan mendukung kesehatan gigi, liver, ginjal, dan sistem saraf.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Di dalam dada ayam, kita bisa menemukan selenium dan mineral yang akan mampu mendukung sistem kekebalan tubuh memberikan perlindungan yang lebih baik. Sistem lainnya layaknya hormon dan juga kelenjar tiroid juga akan bekerja dengan lebih maksimal karena adanya nutrisi sehat ini.

Bersifat antidepresan
Dada ayam ternyata memiliki kadar asam amino yang cukup tinggi yang disebut sebagai triptofan. Triptofan ini ternyata bisa memberikan efek antidepresan dengan cara meningkatkan kadar hormon serotonin pada otak. Dengan rutin mengkonsumsinya, maka mood kita akan stabil, stress bisa dicegah, dan bisa membuat tidur menjadi lebih lelap.