Cuti Melahirkan yang Panjang Bisa Membuat Bayi yang Lahir Menjadi Lebih Sehat

DokterSehat.Com – Belakangan ini mulai banyak kampanye yang dilakukan oleh banyak pihak untuk memperjuangkan hak cuti melahirkan dengan durasi yang jauh lebih panjang bagi ibu hamil. Alasannya tentu saja adalah agar ibu bisa benar-benar memberikan waktu kasih sayangnya secara maksimal pada usia awal-awal kehidupan sang bayi. Memang, telah ada beberapa perusahaan swasta yang memberikan cuti melahirkan yang panjang, yakni sekitar 6 bulan. Bagi pakar kesehatan, durasi yang lama ini ternyata bisa mempengaruhi kualitas kesehatan dan tingkat kelangsungan hidup para bayi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-nutrisi-gizi-bayi-balita

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Arijit Nandi dan timnya dari McGill University, Montreal, Kanada, dilakukan dengan mempelajari data 300 ribu bayi yang terlahir dari Negara dengan penghasilan rendah dan Negara berkembang dari benua Afrika, Asia, dan Negara-negara Amerika Latin. Data dari bayi ini juga mencakup kebijakan cuti melahirkan di berbagai Negara tersebut dan hasilnya adalah. Ada 55 kematian yang terjadi tiap seribu kelahiran, ada 31 kematian bayi yang terjadi pada satu bulan pertama kehidupan, dan ada 23 kematian bayi yang terjadi pada usia 2 bulan hingga setahun kehidupannya.

Nandi menyebutkan jika semakin bertambahnya bulan yang bisa digunakan ibu untuk cuti setelah melahirkan bisa menurunkan 13 persen resiko kematian pada bayi pada Negara berkembang dan Negara berpenghasilan rendah. Hal ini dikarenakan dengan adanya lebih banyak waktu untuk mengurus bayi, maka resiko ibu terkena stress dan depresi karena pekerjaan pun menurun sehingga produksi ASI bisa tetap melimpah. Tak hanya itu, ibu pun akan memiliki waktu yang jauh lebih banyak untuk memberikan ASI secara eksklusif dan memeriksa kondisi bayi secara rutin.

Baca Juga:  Pecandu Alkohol Beresiko Terkena Pankreatitis

Di Indonesia, kebijakan cuti melahirkan di sebagian besar perusahaan atau bahkan instansi biasanya hanya 3 bulan. Hal ini sangat kontras dari Negara-negara maju yang bisa memberikan cuti melahirkan hingga 6 bulan, setahun, atau bahkan ada yang tiga tahun. Ada pula perusahaan yang ikut meminta sang ayah melakukan cuti sehingga bayi yang terlahir bisa mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya sehingga menjadi lebih sehat.