Cukup Banyak Bayi yang Tertukar di Rumah Sakit Ini

DokterSehat.ComRoyal London Hospital di Inggris termasuk dalam salah satu rumah sakit yang terbesar di Eropa. Rumah sakit ini dikenal luas karena pelayanan yang baik dan kapasitasnya yang besar sehingga menjadi pilihan utama bagi banyak ibu yang ingin melahirkan. Sayangnya, kapasitas yang besar ini juga menjadi masalah bagi rumah sakit ini karena belakangan cukup sering ditemukan kasus bayi yang tertukar disana. Entah karena ketidaksengajaan atau karena keteledoran para tenaga medis di rumah sakit tersebut, banyak orang tua yang mengeluhkan kasus dimana bayi yang diberikan pada mereka tertukar dengan bayi milik orang tua lainnya. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-sifilis-kongenital-bayi-Harlequin-Ichthyosis-mikrosefali

Komisi Kualitas Pelayanan dari Negeri Ratu Elizabeth atau QCQ menyebutkan jika ada kesalahan prosedur yang cukup fatal pada rumah sakit ini dimana bayi yang dilahirkan dan ditempatkan pada boks bayi ternyata tidak diberi tanda pengenal apapun. Alhasil, banyak perawat yang akhirnya salah mengambil bayi yang akan diberikan pada orangtuanya.

Selain membuat orang tua tidak bisa mendapatkan anak kandungnya, kejadian tertukarnya bayi ini ternyata melanggar peraturan yang berlaku di negara tersebut tentang penculikan anak yang baru dilahirkan. Karena kemungkinan tertukarnya cukup tinggi, maka pendataan anak juga akan menjadi kacau. Yang lebih parah adalah, andai anak-anak membutuhkan perawatan khusus atau obat-obatan tertentu, tertukarnya bayi tentu bisa membuat bayi tidak mendapatkan obat atau perawatan yang tepat sehingga bisa membahayakan kondisi kesehatannya.

Ada banyak sekali dugaan mengapa hal ini bisa terjadi di rumah sakit yang cukup terkenal ini. Selain dugaan minimnya jumlah bidan atau staf di departemen persalinan, ada pula kemungkinan manajemen rumah sakit yang kurang baik karena banyak pasien yang melaporkan ketidakramahan para staff tersebut. Satu hal yang pasti, Barts Health NHS Trust, pihak yang bertanggung jawab pada pelayanan di rumah sakit ini menyebutkan jika rumah sakit yang melayani kelahiran 4.645 bayi di tahun 2015 saja ini membutuhkan perbaikan pelayanan dengan segera agar kasus ini tidak terjadi di masa depan.