Cuaca Panas Bisa Picu Serangan Jantung

Doktersehat.com – Cuaca panas ternyata tak dapat dianggap remeh.  Kondisi ini menurut para ahli dapat menimbulkan risiko dan ancaman bagi kesehatan. Ahli jantung terkemuka, Dr Chauncey Crandall, mengungkapkan bahwa cuaca panas dapat membunuh, terutama karena dapat mengakibatkan masalah pada jantung.



Belum lama ini Badan Pencegahan dan Pengendali Penyakit Amerika Serikat,CDC (Centers for Disease Control and Prevention) mengeluarkan pernyataan, agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas olahraga dalam cuaca musim panas. Karena menurut penjelasan resmi yang dikeluarkan oleh CDC, latihan khusus pada cuaca panas dapat menyebabkan dehidrasi atau gangguan serius dan stroke. Peringatan ini terutama ditujukan bagi atlet di sekolah yang kerap mengikuti kejuaraan dan latihan pada cuaca panas.

Kematian akibat latihan olahraga pada kondisi cuaca panas adalah tragedi, yang semestinya bisa dicegah. Karenanya guru dan orang tua agar mengenali gejala terkait dengan gangguan kesehatan akibat cuaca panas yang ekstrim.

Menurut Asosiasi Jantung Amerika Serkat (AHA), puncak kematian pasien dengan serangan jantung tidak hanya terjadi musim dingin, namun juga di musim panas. Dr Crandall mengatakan bahwa temuan ini tidak terlalu mengejutkan, karena ia sering melihat kekambuhan pasien dengan masalah jantung yang dipicu oleh panas.

“Ketika tubuh terlalu panas, hipertermia dapat terjadi,” katanya. Hipertemia adalah suatu kondisi di mana inti tubuh menjadi terlalu panas.

“Kondisi ini, ditambah dengan dehidrasi, mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit, dan sebagai hasilnya, seseorang dapat mengalami syok kardiogenik,” katanya.

Pada saat ternjadinya syok kardiogenik, jantung tiba-tiba menjadi lemah dan tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. “Ini dapat menyebabkan kegagalan multi-organ yang dapat memicu serangan jantung atau kematian jantung mendadak,” kata Dr Crandall, yang menjabat sebagai Direktur Program tTansplantasi Jantung dari Palm Beach Cardiovascular Clinic, Florida.

Menurut Crandall, kelompok yang sangat rentan menderita serangan jantung akibat cuaca panas adalah orang-orang yang tidak terbiasa terhadap panas ekstrem, seperti negara-negara di bagian utara.

Kelompok usia tertentu, kata Crandall, juga memiliki risiko lebih tinggi. “Orang tua telah kehilangan kemampuan untuk mendinginkan suhu tubuh mereka. Kelenjar keringat mereka telah kering, sehingga kemampuan tubuh mereka untuk mempertahankan suhu inti tubuh sudah tidak bekerja dengan baik seperti ketika mereka masih muda,” katanya.

Data dari Centers for Disease Control (CDC), AS menyebutkan, panas yang berlebihan menyebabkan kematian 8.015 orang antara tahun 1979 dan 2003. Penghitungan ini lebih tinggi daripada mereka yang kehilangan nyawa akibat dari angin topan, petir, banjir, dan gempa bumi.

Baca Juga:  Konsumsi Teh Berlebihan Picu Sakit Tulang

Menurut Dr Crandall, salah satu bahaya terbesar dari suhu panas adalah dehidrasi. Kurangnya cairan tubuh dapat mengakibatkan ketidakteraturan detak jantung yang mengancam jiwa yang dikenal sebagai fibrilasi atrium.

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa cuaca panas meningkatkan risiko serangan jantung. Crandall memperingatkan pasien jantung agar berhati-hati dan mencari tempat yang dingin saat cuaca panas terjadi. Bahaya lainnya, lanjut Crandall adalah bahwa panas yang ekstrim menyebabkan pembuluh darah melebar. Kondisi ini dapat sangat membahayakan bagi orang yang sedang menggunakan obat umum seperti obat tekanan darah.

“Mereka bisa pingsan. Kita melihat kejadian ini sepanjang waktu,” kata Crandall.

Gejala

Crandall mengungkapkan, cuaca panas juga dapat memicu sengatan panas atau heatstroke. Penderitanya biasanya memiliki beberapa gejala seperti, kurang berkeringat, dengan kulit terasa panas dan kering ketika disentuh, mual dan muntah, kulit memerah, napas cepat, jantung berdetak cepat, sakit kepala, kejang otot serta hilangnya kesadaran.

Gejala pertama yang biasanya muncul adalah kram panas yang terjadi pada, kaki, tangan dan perut. Jika tidak segera diobati, gejala yang terjadi berikutnya adalah sakit kepala, pusing atau sakit kepala ringan, mual, dan kulit yang terasa dingin dan lembab. Jika gejala ini tidak ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa.

“Salah satu hal paling penting untuk mengenali tentang heatstroke, dan lainnya yang berhubungan dengan masalah panas adalah bahwa kodisi sebetulnya dapat dihindari,” kata Dr Crandall.

Berikut tips sederhana dari Dr Crandall dalam menghadapi cuaca panas:

• Pakailah pakaian yang longgar.

• Pastikan Anda terhidrasi dengan baik. Minum 1-3 gelas air sebelum ke luar ruangan, dan kemudian melanjutkan minum air setiap 20-menit, bahkan jika Anda merasa sedang tidak haus.

• Jika Anda sedang mengonsumsi obat hipertensi atau jantung, perlu diingat bahwa Anda mungkin akan merasa efek panas yang lebih tajam dan harus segera mengambil tindakan pencegahan. Anda bisa meminta bantuan dokter jika merasa butuh penyesuaian.

• Pakailah topi bertepi lebar.

• Hindari alkohol dan minuman berkafein, karena minuman ini dapat menarik air keluar dari tubuh.

• Berhati-hatilah berjalan atau berolahraga di panas. Tetap berolahraga di tempat yang teduh bila memungkinkan.

• Hindari sinar matahari pada siang hari hingga jam 3 sore, karena panas matahari sangat intens ketika jam-jam tersebut.

Sumber : kompas.health.com & ptphapros.co.id/