Coklat dan Pengaruhnya dalam tubuh

Share Artikel ini melalui: Twitter Facebook MySpace Digg Digg friendster wordpress technorati
Diterbitkan pada tanggal 14 - 02 - 2009 | 2 komentar

DokterSehat – COKELAT merupakan bahan makanan yang populer di seluruh dunia. Dapat dipastikan cokelat digemari oleh semua lapisan masyarakat, dari anak-anak hingga lanjut usia. Eksotisme cokelat memang luar biasa. Bagi sebagian orang, terutama ahak muda, cokelat merupakan simbol kasih sayang.

Beberapa penelitian menunjukkan, konsumsi cokelat memicu pelepasan hormon serotonin di otak. Hormon ini mampu memberikan perasaan senang dan mood yang baik. Itulah sebabnya di perasaan hari Valentine (14 Februari), cokelat merupakan hadiah yang paling banyak diberikan kepada orang-orang terkasih (pacar, suami-istri, atau anak dan orangtua).

Cokelat bukan hanya sedap untuk dikonsumsi, tetapi juga memiliki khasiat yang luar biasa. Dalam bahasa Latin, pohon cokelat disebut Theobroma cacao, yang berarti makanan dari Tuhan. Disebut demikian karena selain rasanya enak, cokelat dipercaya dapat memperpanjang usia. Cokelat jugs diklaim dapat mencegah berbagai penyakit jantung clan aneka kanker. Benarkah cokelat mempunyai khasiat sedahsyat itu?


RAMUAN SUKU INDIAN

Tanaman kakao telah dikenal sejak zaman dahulu sebagai salah satu ramuan yang berkhasiat bagi kesehatan. Penggunaan kakao secara tradisional dipopulerkan oleh suku Olmec, Maya, dan Aztec, yaitu suku-suku Indian kuno. Penggunaannya dalam dunia ramuan dapat sebagai bahan tunggal atau campuran dalam ramuan lain.

Pada akhir abad ke-16, beberapa tabib telah menggunakan kakao sebagai obat penyembuh demam, meruclakan keletihan, dan jugs untuk menyadarkan orang pingsan. Hingga pertengahan abad ke-20 telah ditemukan lebih dari 100 manuskrip berisi resep-resep kuno yang merekomendasikan kakao sebagai bahan penyembuh.

Pada masa kini, kakao lebih dikenal sebagai bahan dasar pembuat cokelat. Dewasa ini produk olahan cokelat sangatlah beragam, mulai dari cokelat asli, cokelat susu, cokelat wafer, dan lain sebagainya.

Konsumsi cokelat yang sangat tinggi sering dituding merugikan kesehatan. Hal ini disebabkan tingginya lemak dalam cokelat. Dunia kesehatan pun mengakui, sebenarnya masih banyak pangan lain yang lebih menyehatkan daripada produk olahan cokelat. Namun, mengapa popularitas cokelat tidak pernah pudar? Ada apa di dalam cokelat?


ZAT GIZI LENGKAP

Cokelat adalah produk turunan dari tanaman kakao yang aslinya berasal dari Amerika Tengah. Bagian tanaman yang diambil untuk memproduksi cokelat adalah biji yang terdapat di dalam buah kakao. Satu buah kakao mengandung 30 hingga 40 biji.

Biji cokelat yang telah dipanen kemudian difermentasi, dikeringkan, dipanggang, dan dipres untuk diambil minyaknya. Fermentasi merupakan perlakuan yang berpengaruh terhadap aroma khas cokelat.

Komponen utama yang berperan dalam pembentukan aroma adalah tanin. Minyak cokelat juga terkenal dengan istilah cocoa butter. Ampas minyak cokelat yang berbentuk pasta kemudian didinginkan, digiling, clan diayak hingga diperoleh bubuk cokelat atau cocoa powder. Bubuk cokelat masih mengandung zat gizi cukup lengkap, terutama karbohidrat, protein, serat, dan beberapa mineral.

Bubuk cokelat juga masih mengandung lemak dalam jumlah kecil. Komponen minor lain dalam bubuk cokelat adalah teobromin, kafein, polifenol, clan air. Bubuk cokelat kemudian dijadikan bahan baku dalam pembuatan cokelat komersial, yaitu sebagai pembentuk adonan. Agar rasa dan aromanya lebih baik, ke dalam bubuk cokelat ditambahkan cocoa butter. Kandungan cocoa butter dalam produk cokelat berkorelasi positif dengan mutu produk dan tentu saja dengan harganya.


TIMBULKAN EFORIA, PERBAIKI MOOD

Cokelat mengandung zat stimulan, yaitu sedikit kafein dan teobromina, keduanya tergolong famili methylxantine. Setiap satu ons cokelat susu mengandung kafein yang sama dengan
satu cangkir kopi yang sudah dikurangi kadar kafeinnya. Dapat disimpulkan bahwa kadar kafein cokelat sangat kecil, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekalipun. Sementara efek teobromina terhadap jantung tidaklah sekuat kafein, sehingga orang yang sakit jantung pun masih boleh menikmati lezatnya cokelat.

Produk olahan cokelat mengandung stimulan feniletilamin yang memiliki efek antidepresan, sama seperti yang dimiliki oleh amfetamin. Zat tersebut mengandung komponen farmakologi n-asetiletanolamin, yang terkait dengan cannabis atau marijuana, yang mampu memicu keluarnya anandamid, suatu opiat endogen yang berkhasiat menimbulkan eforia.

Itulah sebabnya, cokelat dapat memperbaiki suasana hati orang yang mengonsumsinya. Hal itulah yang menyebabkan makanan olahan cokelat, sering disebut sebagai makanan kasih sayang, yaitu makanan yang mampu membuat orang menjadi senang dan bahagia.

Ditulis oleh Prof. DR. Made Astawan

VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.9.11_1134]
Rating: 0 (from 0 votes)




Artikel Sejenis

2 komentar | beri komentar

  1. avatar comment-top

    thanks….
    atas information..
    sukses selalu buat anda..
    semoga bisa terus untuk berbagi informasi kepada semua orang

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 1 Thumb down 0

    comment-bottom
  2. avatar comment-top

    Minyak Mawar/ Rose Oil ( harga 3.000 / ml)
    Minyak Melati/ Jamine Oil ( harga 3.500 / ml)
    Minyak Lavender/ Lavender Oil( harga ( 4.200 / ml)
    Minyak Teh hijau/ Green Tea Oil ( harga 4.800 / ml)
    Minyak Strawbery/ Strawberry Oil ( harga 3. 000/ ml)
    Minyak Floral/ Floral Oil ( harga 2900 / ml)
    Minyak Kamboja/ Frangipani ( harga 4.600 / ml)
    Minyak Kenanga/ Cananga Oil ( harga 4.400 / ml)
    Minyak Citrus/ Citrus Oil ( harga 2.900 / ml)
    Minyak Kopi/ Coffee Esensial Oil ( harga 4.400 / ml)
    Minyak Coklat/ Cacao Essensial Oil ( harga 4.800 / ml)
    Minyak Kayu manis/ Cinnamon Oil ( harga 4.200 / ml)
    Minyak Cendana/ Sandalwood Oil ( harga 17.000 / ml)
    Minyak Bunga Sedap Malam/ Tuberose Oil ( harga 4.700 / ml)
    Minyak Papermint/ Pappermint Oil ( harga 3.000 / ml)
    Minyak Bunga Kantil/ Magnolia Oil ( harga 4.700 / ml)
    Minyak Jahe/ Ginger Oil ( harga 4.700/ ml)
    Minyak Adas/ Foeniculi Oil ( harga 2.800/ ml)
    Minyak Tea Tree/ Tea Tree Oil ( harga 4.800/ ml)
    Minyak Nilam/ Patchouli Oil ( harga 4.700/ ml)
    Minyak Akar Wangi/ Vetivera Oil ( harga 4.600/ ml)
    Minyak Menthol/ Menthol Oil ( harga 3.000/ ml)
    Minyak Pala/ Nutmeg Oil ( harga 4.700/ ml)
    Minyak Cengkih/ Clove Oil
    Minyak Kapulogo/ Cardamon Oil
    Minyak Kemangi/ Ocimum Oil
    Minyak Kayu Putih/ Cajeput Oil
    Minyak Kamomil/ Chamomile Oil
    Minyak Merica Hitam/ Black Pepper Oil/ Piper Nigrum Oil
    Minyak Panili/ Vanili Oil
    Minyak Wortel/ Carrot Oil
    Minyak Lajaguya/ Lajagua Oil
    Minyak Sere/ Cymbopogon Oil
    Minyak Sirih/ Piper Bettle Oil
    Minyak Bergamot/ Bergamot Oil ( harga 4.700/ ml )
    Minyak Lily/ Lily Oil ( harga Rp 4.800/ ml )
    Minyak Anggur/ Grape Seed Essensial Oil ( harga Rp 3.200/ ml)
    Minyak Ylang-Ylang/ Ylang-Ylang Essensial Oil ( harga Rp 4.600/ ml)
    Minyak Rosemary/ Rosemary Essensial Oil ( harga Rp 3.800/ ml)

    http://www.eterisnusantara.indonetwork.co.id
    085729611636/ 02743009181

    Setuju atau Tidak Setuju: Thumb up 0 Thumb down 0

    comment-bottom

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Memberi Komentar

Improve the web with Nofollow Reciprocity.