Cokelat Panas Ternyata Tidak Sesehat yang Kita Pikirkan

DokterSehat.Com – Di malam Minggu seperti sekarang ini, banyak orang yang ingin melakukan beberapa hal yang bisa membuat pikiran lebih rileks dan terbebas dari stress. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi stress tersebut adalah dengan mengkonsumsi cokelat panas. Menurut pakar kesehatan, cokelat panas ternyata kaya akan kandungan theobromine yang bisa membuat otot-otot tubuh menjadi lebih rileks. Dengan mengkonsumsinya, maka kita pun bisa lebih baik dalam mengatasi stress dan insomnia.

doktersehat-cokelat-minum-panas

Sayangnya, dibalik manfaat sehat dari cokelat panas ini, ada bahaya yang tersembunyi dari minuman yang sangat nikmat tersebut. Bahaya ini adalah kandungan garam yang ada pada cokelat panas tersebut tanpa kita sadari. Karena adanya kandungan garam inilah kita bisa merasakan sensasi gurih pada cokelat panas tersebut.

Pakar kesehatan dan gizi bernama Katherine Jenner dari Consensus Action on Salt and Health menyebutkan bahwa telah ada beberapa penelitian yang menunjukkan adanya kandungan garam di dalam cokelat bubuk. Yang cukup mengejutkan adalah, kandungan garam di dalam cokelat bubuk ini ternyata jauh lebih tinggi dari yang ditemukan pada sebungkus keripik kentang.

Garam adalah salah satu penyebab dari berbagai masalah kesehatan yang sayangnya kerap tidak kita sadari. Karena membuat rasa makanan atau minuman menjadi lebih nikmat, kita kerap tidak menyadari betapa tingginya kandungan garam yang kita konsumsi setiap hari. Jika kita mengkonsumsinya secara berlebihan, kita pun akan meningkatkan tekanan darah dan juga resiko terkena penyakit ginjal, penyakit jantung, penyakit otak, stroke, atau bahkan demensia. Melihat adanya fakta ini, ada baiknya kita memang tidak berlebihan dalam mengkonsumsi cokelat panas atau makanan yang kaya garam tersebut.

Baca Juga:  Cara Menggurangi Gatal Di Kulit Kepala

Pakar kesehatan sendiri menyebutkan bahwa ada baiknya kita menurunkan asupan garam menjadi sekitar 6 gram per hari demi mencegah berbagai penyakit berbahaya.