Ciri ciri Penyakit Kelamin

DokterSehat.Com – Penyakit kelamin atau dikenal sebagai penyakit menular seksual adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau kuman. Jika tidak diatasi tepat waktu, gejala penyakit kelamin ini dapat menyebabkan kerusakan sebagian besar alat kelamin.



Ciri-ciri penyakit kelamin

1. Keluarnya cairan Yang tidak normal dari saluran kencing dan atau liang senggama (Keputihan Yang banyak, berbau amis, berwarna putih kehijauan). Misalnya: Gonore, Trikomonas, Jamur Gonore (Kencing Nanah)

2. Rasa nyeri atau sakit pada saat kencing atau saat berhubungan seksual. Misainya: Gonore.

3. Rasa gatal di alat kelamin atau sekitarnya. Contohnya: Jamur

4. Lecet, luka kecil (kadang ada yang tidak terasa sakit) Yang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Misainya: Sipilis, Chancroid.

5. Timbul kelainan kulit di kelamin atau di sekitarnya berupa kutil, atau menyerupai bunga kol. Contohnya: Jengger (Kondiloma), Limpogranuloma, Granuloma Inguinale.

6. Perubahan warna kulit dan mata, misalnya pada Hepatitis B/C.

Ciri-ciri penyakit kelamin pria

Penderita pria biasanya mengeluhkan sakit pada waktu kencing. Dari mulut saluran kencing keluar nanah kental berwarna kuning hijau. Setelah beberapa hari keluarnya nanah hanya pada pagi hari, sedikit dan encer serta rasa nyeri berkurang. Bila penyakit ini tidak diobati dapat timbul komplikasi berupa peradangan pada alat kelamin.

Ciri-ciri penyakit kelamin wanita

Pada wanita, penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang jelas atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama sekali, sehingga wanita mudah menjadi sumber penularan GO. Kadang penderita mengeluh keputihan dan nyeri waktu kencing. Dapat timbul komplikasi berupa bartolitis, yaitu membengkaknya kelenjar Bartholin sehingga penderita sukar jalan karena nyeri. Komplikasi dapat ke atas menyebabkan kemandulan, bila ke rongga perut menyebabkan radang di perut dan usus. Selain itu baik pada wanita atau pria dapat terjadi infeksi sistemik (seluruh tubuh) ke sendi, jantung, selaput otak dan lain-lain. Pada ibu hamil, bila tidak diobati, saat melahirkan mata bayi dapat terinfeksi, bila tidak cepat ditangani dapat menyebabkan kebutaan.