Ciri-Ciri Perubahan Fisik Wanita Selama Kehamilan

doktersehat-kehamilan

DokterSehat.Com– Tubuh wanita akan mengalami banyak perubahan selama sembilan bulan kehamilan. Beberapa perubahan fisik ini terlihat, seperti perut yang membesar dan penambahan berat badan, sementara yang lain sudah biasa dikenal, seperti rahim yang membesar, mual dan sakit punggung. Namun, beberapa perubahan tubuh mungkin tidak terduga dan membuat beberapa wanita terkejut.

Menurut Kim Trout, bidan perawat bersertifikat di Philadelphia, salah satu perubahan yang sering membuat beberapa wanita hamil terkejut adalah peningkatan ukuran payudara.

Perubahan tak terduga kedua adalah varises di alat kelamin. Wanita mungkin mengharapkan varises hanya di kaki mereka selama kehamilan, tetapi vena di dekat vagina dan vulva juga bisa menjadi bengkak dan biasanya muncul di trimester ketiga.

Meskipun vena yang membengkak di area ini bisa tidak nyaman, mereka cenderung menghilang setelah melahirkan.

Berikut adalah ciri-ciri dari ujung kepala hingga unjung kaki mengenai beberapa perubahan fisik lain yang mungkin dialami tubuh wanita saat ia hamil, seperti melansir Live Science.

1. Kesehatan mulut

Gusi berdarah adalah keluhan kehamilan yang umum, dan ini berpotensi menjadi infeksi seperti radang gusi. Wanita lebih rentan terhadap infeksi selama kehamilan karena sistem kekebalan tubuh melemah.

Tetapi beberapa wanita takut pergi ke dokter gigi saat hamil. Namun sebenarnya aman mendapatkan perawatan sinar-X gigi selama kehamilan selama perut dilindungi dengan benar dari radiasi.

2. Rambut dan kuku

Seorang wanita mungkin akan memiliki rambut yang bagus selama kehamilan karena estrogen meningkatkan panjang fase pertumbuhan folikel rambut yang menghasilkan rambut lebih tebal dan lebih sehat.

Tidak hanya memiliki lebih banyak rambut, tetapi juga lebih banyak pertumbuhan rambut di tubuhnya, terkadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti bibir atas, perut, punggung dan puting.

Ketika kadar estrogen turun setelah melahirkan, wanita dapat mencukur lebih banyak rambut. Mereka mungkin melihat gumpalan rambut rontok setelah mandi atau menyikat gigi, yang merupakan kejadian normal.

Sebagian besar wanita menemukan rambut mereka kembali ke pertumbuhan dan tekstur normal dalam waktu empat hingga enam bulan setelah melahirkan.

Selain rambut, kuku cenderung menjadi kasar selama kehamilan, kondisi ini membuat kuku lebih rapuh. Perubahan kuku disebabkan oleh peningkatan aliran darah ke jari tangan dan kaki karena peningkatan kadar estrogen.

seperti rambut, kuku juga cenderung tumbuh lebih cepat ketika seorang wanita hamil, menjadikannya baik untuk manikur dan pedikur sebelum melahirkan.

3. Kulit

Perubahan kulit sangat umum selama kehamilan, tetapi yang cenderung paling mengganggu wanita adalah stretch mark. Garis-garis merah muda dan keunguan ini biasanya terlihat pada perut, payudara, bokong atau paha wanita, yang cenderung menyebabkan gatal.

Stretch mark lebih mungkin terjadi pada wanita yang mengalami obesitas, memiliki kenaikan berat badan yang cepat selama kehamilan, atau memiliki janin besar. Stretch mark mungkin disebabkan oleh kerusakan kolagen atau jaringan ikat yang mendukung kulit, di daerah di mana kulit telah mengalami pertumbuhan yang cepat dan meregang.

Trout merekomendasikan menggunakan cocoa butter untuk membantu meredakan rasa gatal dari stretch mark, tetapi dia juga mencatat bahwa mungkin tidak ada cara untuk mencegahnya. Kondisi biasanya menyusut setelah melahirkan dan menjadi samar di kulit.

Wanita yang hamil mungkin sering memiliki kulit yang cerah, ini karena meningkatnya sirkulasi darah ke kulit. Tapi tidak semuanya cerah ketika datang ke perubahan kulit selama kehamilan. Perubahan pigmen juga dikenal sebagai melasma atau chloasma.

Bercak-bercak kecokelatan kulit yang gelap mungkin muncul di wajah di sekitar mata dan di atas pipi dan hidung, karena peningkatan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.

Selain itu, kadar hormon yang berfluktuasi dapat menghasilkan garis gelap di bagian tengah perut yang menjalar dari pusar ke tulang kemaluan. Dikenal sebagai linea negra, perubahan pigmen ini biasanya lebih sering terjadi pada wanita dengan kulit gelap dan biasanya memudar setelah melahirkan.

Perubahan pigmen juga dapat menyebabkan bintik-bintik, tahi lalat menjadi gelap dan membesar selama kehamilan.

Jerawat juga bisa memburuk selama kehamilan atau mengakibatkan jerawat pada wanita yang memiliki kulit cerah sebelum kehamilan. Perrubahan hormon yang menyebabkan kulit mengeluarkan lebih banyak minyak kemungkinan menyebabkan rasa nyeri.

4. Payudara

Payudara wanita mungkin terasa lebih penuh dan lembut saat hamil, dan puting lebih sensitif terhadap sentuhan. Untuk penanganan tambahan, beberapa wanita bisa tidur dengan bra hamil di malam hari.

Selain itu, areola, kulit di sekitar puting, akan menggelap dan membesar di awal kehamilan. Payudara seorang wanita mungkin mulai mengeluarkan kolostrum, cairan susu. Ini biasanya terjadi selama trimester ketiga tetapi bisa terjadi lebih awal.

5. Pusar

Saat perut wanita mengembang pada akhir trimester kedua atau selama ketiga, pusarnya cenderung menonjol atau keluar.

6. Suhu tubuh

Perempuan akan cenderung merasa lebih hangat dan banyak berkeringat selama kehamilan karena peningkatan tingkat metabolisme dan peningkatan aktivitas kelenjar keringat. Agar tetap sejuk, terutama di musim panas, disarankan mengenakan pakaian longgar dan minum banyak air setiap hari.

Seorang wanita harus meminum cukup air ketika air kencingnya terlihat kuning atau jernih, bukan seperti warna teh. Namun, beberapa vitamin pranatal dapat mengubah warna kuning kemerahan.

7. Sendi dan ligamen

Selama pemeriksaan pranatal pertama wanita, panggulnya akan diperiksa untuk memutuskan apakah cukup lapang untuk melahirkan bayi.

Tetapi alam juga menyediakan cara untuk membantu menciptakan lebih banyak ruang di dalam dan di sekitar panggul wanita, dan itu dengan mengeluarkan hormon kehamilan, termasuk yang dikenal sebagai relaxin, untuk melonggarkan sendi dan ligamen (pita jaringan ikat).

Relaxin tidak hanya melemaskan ligamen di panggul wanita untuk mempersiapkan persalinan dan melahirkan, tetapi juga meregangkan sendi dan ligamen di seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan nyeri punggung dan linu panggul, atau nyeri di sepanjang saraf skiatik – yang dimulai di punggung bawah dan menjalar melalui bagian belakang dan bawah kaki.

Relaxin, kata Trout, juga bertanggung jawab atas perubahan yang dihasilkan dari perut yang lebih besar dan kelengkungan tulang belakang wanita yang meningkat. Trout merekomendasikan yoga kepada wanita hamil, terutama pose kucing dan pose sapi, yang baik untuk ketidaknyamanan tubuh bagian bawah.

8. Kaki

Beberapa wanita mengatakan kaki mereka membesar selama kehamilan, dan peningkatan hormon pertumbuhan mungkin menjadi alasannya. Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki juga bisa terjadi karena tubuh memproduksi cairan tambahan yang mungkin menyatu di dua area ini.