Ciri-ciri Bayi cacingan dan pencegahannya

Dokter Sehat – Balita cacingan jangan sampai diremehkan, cacingan bisa menghambat pertumbuhan anak baik secara fisik maupun kecerdasannya. Anak cacingan bisa menjadi kekurangan gizi dan mengalami masalah di bagian pencernaan, oleh sebab itu, penting mengenali gejala anak cacingan sejak awal.

14

Secara umum, balita cacingan biasanya sulit sekali mengalami kenaikan berat badan sehingga kalau dibiarkan bisa menyebabkan anak menjadi kurang gizi. Balita yang terkena cacingan juga sering mengalami diare dan sakit atau nyeri di bagian perut. Tidak hanya itu, anak cacingan bisa juga mengalami anemia karena kekurangan darah akibat diserap oleh cacing terutama cacing tambang. Ciri lain anak cacingan adalah hilangnya nafsu makan dan munculnya rasa lemas serta loyo.

Perlu diketahui bahwa cacing ini bisa berpindah dari satu organ tubuh ke organ tubuh yang lain, hal ini bisa menyebabkan kerusakan pada organ tersebut. Misalnya jika anak mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh bisa saja itu pertanda bahwa ada cacing yang sudah menyebar sampai ke bagian paru-parunya, cacing di organ tubuh lain selain perut bisa menimbulkan gejala seperti benjolan atau bengkak, demam maupun kejang.

Ciri-ciri anak cacingan juga tergantung dari jenis cacing yang ada di dalam tubuhnya, cacing jenis gelang misalnya umumnya tidak menimbulkan gejala yang spesifik. Namun cacing gelang tertentu bisa membuat masalah pada mata atau menyebabkan gejala asma, cacing kremi menyebabkan adanya rasa gatal di organ kelamin anak dan akan semakin bertambah gatal kalau malam hari. Biasanya cacing jenis ini akan terlihat saat anak membuang feses, melalui tinja memang dapat diketahui apakah anak positif menderita cacingan atau tidak.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dilakukan :

1.Faktor lingkungan dan tempat tinggal
Faktor lingkungan adalah satu faktor yang menyumbang besar terhadap penyakit cacingan, demi menjaga kesehatan pada bayi, lakukanlah beberapa hal seperti : memeriksa sumber air disekitar rumah agar tetap bersih, menjaga kebersihan rumah serta kebun rumah anda dari kotoran hewan yang berada di area pekarangan. Selain itu juga ajak semua warga untuk membudayakan dan mencintai lingkungan bersih, dan sehat.

Baca Juga:  Dokter Arwin Ali Purbaya Akib

2.Faktor orang tua
Kesehatan bayi terhadap penyakit cacingan dipengaruhi oleh kebersihan serta pola kehidupan orang tua itu sendiri. Maka oleh karna itu orang tua harus berusaha selalu untuk hidup bersih dan sehat dengan melakukan hal kecil seperti : mencuci bersih semua bahan-bahan makanan yang akan dimasak juga dikonsumsi, biasakan mencuci tangan sebelum memasak, mencuci peralatan dapur, mencuci hingga bersih peralatan bayi yang akan digunakan dan telah digunakan, memotong kuku dengan rutin, serta hindari memberikan daging yang tidak matang pada bayi.

3.Faktor pada bayi itu sendiri
Selain dari kedua tadi, faktor lingkungan dan faktor orang tua, faktor bayi itu sendiri juga dapat menjadi faktor penyebab cacing masuk ke dalam tubuh bayi dengan sangat mudah. Anda dapat melakukan hal ini untuk menghindari cacing masuk pada tubuh bayi, seperi : biasakan bayi mandi sebanyak 2 kali dalam sehari, berikan antiseptik khusus bayi pada bak mandinya, tidak lupa memotong kuku tangan serta kaki bayi, jika keluar rumah biasakan menggunakan alas kaki, menggunakan selalu baju yang bersih, bila baju yang bayi gunakan telah terlihat kotor maka bersegeralah untuk menggantinya, usahakan anak anda untuk tidak bermain di area tanah karena bukan tidak mungkin tanah tersebut telah terkontaminasi oleh kotoran hewan bahkan manusia, berikan kebiasaan baik pada bayi untuk mencuci tangan si bayi setelah bermain dan sebelum makan, lalu berilah bayi obat cacing secara rutin agar bayi tidak terserang penyakit cacingan dan membiasakan buang air di toilet.

Faktor-faktor yang ada di atas adalah beberapa cara yang mudah untuk mengurangi cacingan pada bayi, jadi tidak ada salahnya jika anda melakukan hal-hal tersebut demi buah hati anda terbebas oleh cacing parasit yang dapat merugikan bayi anda.