Ciri-Ciri Anak Yang Sedang Mengalami Depresi

DokterSehat.Com – Seringkali kita berpikir jika masalah depresi hanya akan melanda mereka yang sudah berusia remaja atau dewasa. Memang, berbagai permasalah hidup dari masalah dalam dunia sosial atau bahkan di dunia kerja bisa membuat seseorang terkena depresi. Namun, dunia anak-anak yang terkesan penuh keasyikan dan bermain-main ternyata juga tetap memberikan resiko depresi bagi anak. Sebagai orang tua, kita pun harus lebih cermat melihat anak-anak yang menunjukkan gejala terkena depresi sehingga kita pun bisa memberikan solusi yang tepat bagi anak.

doktersehat-anak-sakit-termometer

Anak-anak bisa mengalami depresi karena faktor lingkungan sekitar, atau bahkan yang sebenarnya cukup sering terjadi adalah sikap orang tua yang kurang memuaskan atau cenderung menekan anak. Biasanya, anak akan memberikan ciri-ciri berupa kecenderungan takut memandang atau menatap anda saat berbicara. Dalam beberapa kasus, anak bahkan akan cenderung menghindar dan malas menjawab beberapa pertanyaan dari orang tua. Pada tahapan ini, anak memang sedang melewati fase stress yang biasanya akan segera menghilang jika orang tua mau membuka diri dan memberikan perhatian lebih pada anak. Satu hal yang pasti, jangan paksakan anak untuk membicarakan masalah mereka karena hal ini justru bisa membuat mereka semakin tertekan.

Anak yang mengalami depresi juga akan cenderung kehilangan semangat, gairah, atau minat pada kegiatan sehari-harinya. Selain dalam hal belajar, anak juga bisa berubah menjadi malas melakukan permainan atau olahraga yang biasanya mereka lakukan dengan gembira. Padahal, normalnya anak memiliki jiwa penuh energi dan semangat. Namun, anak yang depersi akan cenderung lesu dan tidak berenergi sama sekali.

Anak yang terkena depresi juga akan cenderung lebih mudah murung, menangis, atau bahkan marah dengan hal-hal yang terkesan sepele. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka nilai akademik anak juga biasanya akan ikut terpengaruh dan menurun drastis. Sebagai orang tua, jangan langsung menyalahkan anak jika hal ini terjadi. Cobalah untuk melakukan pendekatan yang persuasif dan menenangkan anak sehingga Ia mau berbicara mengenai masalah apa yang sedang dihadapi. Dengan komunikasi yang intens antara orang tua dan anak, diharapkan masalah depresi pada anak ini bisa segera ditangani dan anak pun akan kembali hidup dengan riang gembira.