Ciprofloxacin – Dosis dan Kegunaan Dewasa, Modifikasi Dosis (2)

Nama: Ciprofloxacin



Infeksi uretra dan serviks karena Gonococcal

  • Tanpa komplikasi: 250-500 mg peroral sekali saja

Infeksi Antraks

Obat yang digunakan setelah pajanan antraks:

  • Inhalasi, yaitu obat diserap melalui saluran napas(profilakis /setelah pajanan): 500 mg peroral setiap 12 jam atau 400 mg IV setiap 12 jam selama 60 hari
  • Kutaneus/kulit: 500 mg PO setiap 12 jam atau 400 mg IV setiap 12 jam selama 60 hari

Modifikasi Dosis

Gangguan ginjal

  • Pada kadar CrCl >50 mL/menit: Penyesuaian dosis tidak dibutuhkan
  • Pada kadar CrCl 30-50 mL/menit: 250-500 mg PO setiap 12 jam
  • Pada kadar CrCl <30 mL/menit: Extended-release, 500 mg PO setiap 24 jam
  • Pada kadar CrCl 5-29 mL/menit: 250-500 mg PO setiap 18 jam atau 200-400 mg IV setiap 18-24 jam

Beberapa dokter menyarankan menurunkan dosis tapi tidak menurunkan frekuensi pemberian

  • Pada pasien hemodialisis (cuci darah): 0.25-0.5 g PO setiap 12 jam atau 2-0.4 g IV setiap 24 jam
  • Pada pasien Peritoneal dialysis: 0.25-0.5 g peroral setiap 8 jam atau 2-0.4 g IV setiap 24 jam

Pertimbangan dosis

  • ProQuin extended release sebaiknya diminum bersama dengan makanan utama, dan sebaiknya ketika makan malam
  • Cipro extended release dapat diminum dengan atau tanpa makanan; minum cairan secukupnya

Bakteri yang mampu dilawan oleh ciprofloxacin:

Aeromonas hydrophila, Bacillus anthracis, Bacteroides fragilis, Campylobacter jejuni, Citrobacter freundii, Citrobacter diversus, Enterobacter cloacae, Enterococcus faecalis, Escherichia coli, Haemophilus ducreyi, Haemophilus influenzae, Haemophilus parainfluenzae, Klebsiella pneumoniae, Legionella pneumophila, Morganella morganii, Moraxella catarrhalis, certain mycobacteria, Neisseria gonorrhoeae, Proteus mirabilis, Providencia spp, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhi, Serratia spp, Shigella spp, methicillin-sensitive Staphylococcus aureus (MSSA), Staphylococcus epidermis, Staphylococcus saprophyticus, Streptococcus pneumoniae, Vibrio cholerae, Yersinia enterocolitica

Terapi lini pertama untuk bakteri: B anthracis, C freundii, C jejuni, Enterobacter spp, Hafnia alvei, S typhi, Salmonella spp, Shigella spp; lain-lain (contoh: K pneumoniae, M morganii, V cholerae, Y enterocolitica )