Chloramphenicol – Dosis, Indikasi, dan Kontraindikasi

Nama: Chloramphenicol
Nama dagang: Chloramphenicol IV, Chloromycetin
Kelas: Antibiotik
Sediaan:



  • Kapsul 250 mg
  • Sirup 125 mg (tiap 5 ml)
  • Salep Mata 1%
  • Tetes Mata 0,5% dan 1%
  • Tetes Telinga 1%

Dosis dan Indikasi untuk Dewasa
Infeksi Serius yang disebabkan Bakteri Tertentu

  • Dosis obat: 50 mg/kg/hari IV terbagi setiap 6 jam, pada kasus pengecualian, pasien dengan organisme resisten atau infeksi berat akan membutuhkan dosis yang ditingikatkan sampai 100 mg/kg/hari; turunkan dosis tinggi ini sesegera mungkin ketika ada perbaikan
  • Indikasi lain dan penggunaan: dapat digunakan sebagai alternatif terapi meningitis, tifoid, atau infeksi riketsia

Dosis dan Indikasi untuk Anak
Infeksi sistemik

  • Anak-anak dan bayi: seperti dewasa, konsentrasi yang adekuat untuk sampai ke cairan serebrospinal membutuhkan dosis sampai 100 mg/kg/hari, namun perlu diturunkan sampai 50 mg/kg/hari secepat mungkin
  • Anak dan bayi dengan fungsi metabolisme yang belum matang: 25 mg/kg/hari terbagi setiap 6 jam

Untuk neonatus (bayi kurang dari 28 hari)

  • Dosis loading: 20 mg/kg IV sekali, berikan dosis rumatan 12 jam setelah dosis loading
  • Dosis rumatan
  • <7 hari: 25 mg/kg/hari IV setiap 24 jam
  • >7 hari, <2000 gram: 25 mg/kg/hari IV setiap 24 jam
  • >7 hari, >2000 gram: 50 mg/kg/hari IV terbagi setiap 12 jam

Informasi Lain
Puncak: 10 – 20 mg/L

Efek samping
Kejadian dengan frekuensi <1%
Mimpi Buruk

  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Diare
  • Stomatitis
  • Enterocolitis
  • Mual
  • Muntah
  • Penekanan sumsum tulang
  • Anemia aplastik
  • Neuropati perifer
  • Optik neuritis
  • Sindrom Gray

Peringatan
Peringatan keras: Chloramphenicol mampu menyebabkan diskrasias serius dan fatal, meliputi anemia aplastik, anemia hipoplastik, trombositopenia, dan granulositopenia, yang terjadi jangka pendek maupun jangka panjang setelah terapi

Kontraindikasi

  • Hipersensitivitas
  • Jangan menggunakan obat oral maupun oles, bukan digunakan untuk pencegahan infeksi
  • Jangan gunakan ketika menyusui
Baca Juga:  Asam Alfa Lipoat (ALA) - Informasi Kesehatan (Lanjutan) (3)

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori C
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, maka tidak boleh digunakan, atau hentikan penggunaan obat.