Celecoxib – Dosis, Indikasi, dan Efek Samping (1)

Nama: Celecoxib
Nama Dagang: Celebrex
Kelas: NSAID (Nonsteroid anti inflamation drugs)
Obat NSAID lainnya: asam asetilsalisilat, aspirin, diklofenak, etodolak, fenoprofen, etodolac, ibuprofen, ketorolac, nabumetone, salsalate, sulin, tolmetin
Tersedia dalam bentuk: kapsul 50 mg, 100 mg, 200 mg, 400 mg



Dosis dan Indikasi untuk Dewasa
Untuk Nyeri akut dan Dismenor Primer
Berikan 400 mg peroral untuk dosis awal, lalu dilanjutkan dosis 200 mg jika perlu pada hari pertama, 200 mg setiap 12 jam jika perlu pada hari berikutnya

Untuk Spondilitis Ankilosa
Dosis 200 mg peroral sehari sekali atau terbagi setiap 12 jam,, jika tidak ada efek setelah 6 minggu, dapat ditingkatkan 400 mg/hari; jika tidak ada respon adekuat evaluasi setelah 6 minggu pemberian 400 mg/hari, hentikan terapi

Untuk osteoartritis
Dosis 200 mg peroral sekali sehari atau terbagi setiap 12 jam

Untuk Artiritis Rematoid
Dosis 100 – 200 mg peroral setiap 12 jam

Untuk Poliposis Adenatosus Familial
Dois 400 mg peroral setiap 12 jam, diberikan bersamaan dengan makanan

Modifikasi dosis
Gangguan Hati:

  • Sedang (Child-Pugh kelas B): kurangi dosis 50%
  • Berat (Child-Pugh kelas C): tidak direkomendasikan

Gangguan Ginjal
Kontraindikasi relatif untuk digunakan

Dosis dan Indikasi untuk Anak
Untuk Juvenile Rheumatoid Arthritis

  • Usia <2 tahun: Keamanan dan kemanjuran tidak diketahui
  • Usia > 2 tahun dan 10-25 kg: 50 mg PO setiap 12 jam
  • Usia > 2 tahun dan> 25 kg: 100 mg PO setiap 12 jam

Pertimbangkan manajemen alternatif pada pasien yang mengalami kekurangan metabolisme CYP2C9

Dosis Modifikasi

  • Metabolisme CYP2C9 yang kurang
  • Pertimbangkan mengurangi dosis awal sebesar 50%; pertimbangkan terapi alternatif pada pasien yang metabolisme CYP2C9 yang kurang
Baca Juga:  Oral Seks Apakah Aman Bagi Kesehatan?

Efek Samping
Frekuensi > 10%

  • Sakit kepala (10-16%)
  • Hipertensi (13%)

Frekuensi 1-10%

  • Demam (9%)
  • Dispepsia (8,8%)
  • infeksi saluran pernapasan atas (8.1%)
  • Arthralgia (7%)
  • Batuk (7%)
  • Muntah (6%)
  • Diare (5,6%)
  • Gastroesophageal reflux (5%)
  • Sinusitis (5%)
  • Nyeri perut (4.1%)
  • Mual (3.5%)
  • Nyeri punggung (2,8%)
  • Insomnia (2,3%)
  • Faringitis (2,3%)
  • Perut kembung (2.2%)
  • Ruam (2.2%)
  • Pusing (2%)
  • edema perifer (2%)

Frekuensi <1%

  • Anemia
  • eritema multiforme
  • dermatitis eksfoliatif
  • Hepatitis
  • Penyakit kuning
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Nekrolisis epidermal toksik

Frekuensi Tidak Diketahui

  • Peningkatan serum aspartat konsentrasi aminotransferase