Cegah Penyakit Jantung Dan Stroke Dengan Diet Mediterania

DokterSehat.Com – Diet Mediterania kembali mendapat perhatian karena dampaknya yang bagus untuk penyakit jantung dan stroke. Konsumsi kacang-kacangan dan minyak zaitun dalam menu Mediterania sangat efektif menjaga jantung tetap sehat.

5

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 7000 orang yang rentan terserang penyakit jantung dan stroke memberikan hasil bagus. Terbukti diet mediterania lebih efektif menurunkan risiko penyakit mereka dibandingkan dengan diet rendah karbohidrat.

Studi yang diterbitkan secara online di The New England Journal of Medicine ini melibatkan sekelompok wanita dan pria usia 55 sampai 80 tahun. Mereka secara acak menjalani diet rendah karbohidrat atau satu dari dua variasi diet Mediterania: Satu kelompok mengonsumsi diet kaya extra-virgin olive oil (lebih dari 60 ml per hari) dan lainnya mengonsumsi banyak kacang-kacangan (lebih dari 29 ml walnut, almond, dan hazelnut per hari).

Diet Mediterania menganjurkan lebih banyak mengonsumsi sayuran segar, minyak olive, ikan, biji-bijian, kacang, buah, dan sayuran. Selain itu, dianjurkan mengurangi konsumsi produk susu dan makanan olahan.

Studi yang dibiayai oleh pemerintahan spanyol ini memastikan setiap kelompok partisipan mendapatkan sesi olahraga teratur. Para peneliti juga memeriksa jumlah konsumsi minyak zaitun dan kacang-kacangan dengan tes laboratorium. Satu hal yang tidak dibatasi oleh para peneliti adalah jumlah kalori atau target saat sesi olahraga.

Studi ini lebih awal dihentikan setelah para partisipan dipantau pola makanannya selama 4,8 tahun. Karena manfaat dari diet mediterania sudah terlihat jelas. Secara keseluruhan, orang yang mengonsumsi diet kaya minyak zaitun dan kacang-kacangan mempunyai 30 persen risiko lebih rendah terkena serangan jantung dan stroke.

Diet Mediterania menurunkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida sementara meningkatkan pelindungan terhadap kolesterol baik. Hal ini juga membantu kemampuan tubuh untuk memproses gula yang masuk ke dalam tubuh.

Baca Juga:  Harapan Hidup Penderita Kanker Paru Cenderung Rendah

Sebagian besar partisipan sebelumnya banyak mengkonsumsi obat-obatan untuk kolesterol dan tekanan darah tinggi. Para peneliti tidak merubah perawatan itu, tetapi sebagai langkah pertama untuk mencegah masalah jantung, diet sehat lebih baik daripada obat-obatan. Karena hanya memiliki sedikit efek samping, kata pemimpin penelitian Dr. Ramon Estruch dari Hospital Clinic di Barcelona, Spanyol kepada Fox News (26/02/2013).