Cegah Kanker Serviks Dengan Melakukan IVA

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh wanita di seluruh dunia adalah kanker serviks. Sepertiga dari total penderita penyakit kanker di tanah air adalah penderita kanker serviks. Jumlah penderita kanker serviks di Indonesia sendiri adalah yang tertinggi di dunia. Badan Kesehatan Dunia WHO menyebutkan bahwa kanker serviks adalah kanker paling ganas dari semua jenis kanker yang ada. Karena alasan inilah pemerintah Indonesia sedang berusaha sebaik mungkin melawan penyakit ini.

Cegah Kanker Serviks Dengan Tes IVA

Sebagai informasi, kanker serviks atau yang juga dikenal sebagai kanker leher rahim disebabkan oleh virus yang disebut sebagai Human Papiloma Virus (HPV). Pada awalnya, kanker ini memang hanya akan menyerang leher rahim. Namun, jika kanker ini semakin parah, maka kanker ini akan menyebar ke seluruh tubuh. Yang menjadi masalah adalah, kanker ini cenderung tidak menunjukkan gejala khusus hingga akhirnya baru diketahui saat kondisinya sudah cukup parah. Agar kita tidak terkena penyakit mengerikan ini, ada baiknya kita rutin melakukan pemeriksaan kesehatan yang mampu mendeteksi adanya kanker serviks.

Cara Mencegah Dengan Metode IVA

Salah satu cara terbaik untuk mendeteksi dini kanker serviks adalah dengan melakukan IVA atau Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. WHO menyebutkan bahwa metode IVA mampu mendeteksi adanya lesi tingkat pra kanker dengan sensitivitas 66 hingga 99 persen. IVA sendiri dilakukan dengan metode yang cukup sederhana yakni dengan dokter atau mereka yang sudah ahli dengan metode inspeksi ini memeriksa leher rahim secara langsung dengan menggunakan olesan asam asetat. Olesan asam asetat ini biasanya akan menunjukkan perubahan warna pada leher rahim yang bisa menjadi tanda apakah ada kanker serviks atau tidak.

Baca Juga:  Seperti Apakah Tanda-Tanda Awal Dari Kanker Serviks?

Kapan Sebaiknya Tes IVA Dilakukan
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa idealnya wanita melakukan pemeriksaan IVA setidaknya setiap 3 tahun pada saat usianya 35 hingga 60 tahun. Hanya saja, jika fasilitas kesehatan yang ada belum memungkinkan, maka pemeriksaan ini bisa dilakukan sekali setiap 5 atau 10 tahun diantara usia 35 hingga 55 tahun atau setidaknya dilakukan sekali pada saat usia diantara 35 hingga 40 tahun. Jika hasil tes IVA ini menunjukkan tanda positif, maka kaum hawa sebaiknya mulai rutin melakukannya setiap tahun.

Syarat Melakukan IVA
IVA tetap bisa dilakukan pada wanita yang sudah pernah berhubungan intim namun tidak dalam kondisi sedang menstruasi, tidak sedang hamil, dan 24 jam sebelumnya tidak melakukan aktifitas seksual apapun. Untuk melakukan pemeriksaan IVA, kita dapat mendatangi sarana kesehatan resmi seperti puskesmas, klinik pratama, ataupun rumah sakit terdekat.

Demi mencegah datangnya kanker serviks, ada baiknya kita menerapkan gaya hidup sehat sebagaimana yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan melalui Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Selain itu, kaum hawa juga sebaiknya menghindari perilaku seks yang tidak sehat, khususnya seks bebas, tidak lagi merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol, serta selalu menjaga kebersihan organ vitalnya dengan baik.