Cegah Diabetes dengan Rajin Jalan Kaki

DokterSehat.Com– Setiap orang pasti tidak ingin mengalami diabetes. Penyakit diabetes adalah momok bagi siapa saja, tidak perduli kaum pria atau perempuan. Menyerang siapa saja, pada usia berapapun. Hidup dengan diabetes sangat tidak nyaman. Selain menyebabkan komplikasi, penderita diabetes juga tergantung pada obat dan harus menjalani diet seumur hidup. Oleh karena itu, kiat perlu mencegahnya.

jalan_lari_hutan_doktersehat

Caranya cukup mudah, yakni dengan jalan kaki. Aktivitas yang ringan ini bisa mengurangi resiko terkena dibetes. Seperti yang dilansir oleh dibetic.org.au. Jalan kaki ini ternyata bisa menurunkan kadar gula darah dalam tubuh, karena mengurangi produksi glukosa dari hati pada orang yang gemuk, meningkatkan sensitivitas insulin hingga 12-24 jam setelah melakukan aktifitas fisik dan meningkatkan high density liporpotein (HDL – kolesterol yang baik) dalam darah.

Sebuah studi di Australia memperoleh hasil bahwa orang yang berjalan kai antara 85 menit sampai 3 jam per minggu, bisa mengurangi resiko terkena diabetes hingga 31%. Intensitas berjalan yang rutin (5 hari per minggu) setidaknya selama 3 jam per minggu bisa mengurangi resiko terkena diabetes pada remaja sampai 31–42 %.

Berjalan kaki juga dihubungkan dengan penurunan berat badan yang bisa mengurangi resiko terkena diabetes. Remaja yang dikategorikan overweight atau tidak aktif melakukan aktifitas fisik memiliki 3 kali kemungkinan lebih besar terkena dibetes dibandingkan remaja yang memiliki berat badan normal.

Dengan berjalan kaki 30 menit per hari dapat meningkatkan kontrol glukosa, yang bisa membantu otot menyerap gula darah dan ini mencegah penyumbatan aliran darah. Efek ini bisa bertahan selama berjam-jam ataupun beberapa ahri, tapi tidak permanen, sehingga diperlukan jalan kaki yang teratur untuk mengontrol gula darah.

Kesehatan cardiovaskular atau jantung yang lebih baik, karena orang dengan diabetes juga memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Jadi dengan berjalan kaki, anda juga bisa mengurangi resiko terkena penyakit jantung.

Untuk awalnya, mulailah dengan berjalan kaki selama 5-10 menit pada hari pertama. Kemudian tambahkan 5-10 menit per minggu, lalu tingkatkan lagi hingga mencapa tujuan selama 45 menit sampai 1 jam, 5 samapi 7 hariperminggu. Karena itu adalah waktu yang ideal untuk pemeliharaan gula darah. Namun manfaat kesehatan mulai bertambah saat anda berjalan kaki 30 menit per hari.

Baca Juga:  Film Porno Bisa Rusak Otak

Di antara mereka yang secara fisik kurang aktif dan beresiko tinggi terkena diabetes, orang-orang yang lebih sering berjalan kaki ternyata lebih jarang mengalami diabetes. Berjalan kaki yang direkomendasikan adalah 10.000 langkah setiap hari. Dalam setiap 2.000 langkah setara dengan satu mil (1,6 km).

Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care, disebutkan bahwa aktivitas fisik sangat penting untuk mencegah diabetes. Bahkan, kegiatan ringan seperti berjalan kaki bisa menjadi investasi yang baik untuk kesehatan.

Beberapa studi memang telah mengaitkan antara kebiasaan berjalan kaki dengan rendahnya risiko diabetes, namun sejauh ini belum pernah disebutkan berapa langkah yang harus dilakukan.

Amanda Fretts, ketua peneliti dari University of Washington, melakukan penelitian dengan meminta 1.800 orang menggunakan pedometer di pinggang mereka selama seminggu untuk mengetahui dengan jelas berapa langkah mereka berjalan tiap harinya.

Para responden dalam penelitian ini berasal dari komunitas asli di Arizona, Oklahoma, serta North dan South Dakota, yang dikenal memiliki tingkat aktivitas fisik rendah serta beresiko tinggi diabetes.

Hampir seperempat dari kelompok responden diketahui sangat jarang bergerak, hanya berjalan 3.500 langkah setiap hari, sementara separuhnya berjalan kurang dari 7.800 langkah per hari.

Pada awal penelitian, seluruh responden tidak menderita diabetes. Tetapi setelah 5 tahun dievaluasi kembali, 234 orang terkena diabetes. Sekitar 17 persen dari orang yang jarang bergerak menderita diabetes. Sementara dari kelompok yang berjalan kaki lebih dari 3.500 langkah setiap hari hanya 12 persen yang diabetes.

“Hasil studi kami memang tidak mengejutkan karena beberapa studi lain telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang ringan bisa menurunkan risiko diabetes,” kata Fretts.

Ia menjelaskan, aktivitas fisik yang dilakukan akan mencegah kegemukan sebagai salah satu faktor risiko diabetes. Aktif bergerak juga memiliki efek pada inflamasi, glukosa dan molekul lain di dalam tubuh yang bisa menurunkan risiko diabetes.