Cefadroxil – Dosis, Indikasi, dan Peringatan

Nama: Cefadroxil
Nama dagang: Duricef, Ultracef
Kelas: Sefalosporin generasi pertama
Sediaan: kapsul 500 mg, larutan suspensi 250 mg/5 ml, larutan suspensi 500 mg/ml, tablet 1 mg
Obat lain yang termasuk sefalosporin generasi pertama: cefadroxil, cefazolin, cephalexin



Dosis dan Indikasi untuk Dewasa
Untuk Faringitis
1 g peroral (PO) setiap hari atau dibagi setiap 12jam selama 10 hari

Infeksi Struktur Kulit
1 g PO setiap hari atau dibagi setiap 12jam

Radang Amandel (Tonsilitis)
1 g PO setiap hari atau dibagi setiap 12jam selama 10 hari

Infeksi Saluran Kemih
2 g PO setiap hari atau dibagi setiap 12jam

Endokarditis
Profilaksis (untuk prosedur gigi, prosedur saluran pernapasan atas): 2 g PO 1 jam sebelum prosedur

Gangguan ginjal
1 g awalnya lalu dilanjutkan 500 mg dosis pemeliharaan pada interval:
CrCl 25-50 mL / menit: setiap 12jam
CrCl 10-25 mL / menit: setiap hari
CrCl <10 mL / menit: setiap 36jam

Indikasi & Penggunaan Lainnya
Untuk infeksi bakteri E. coli, P. mirabilis, Klebsiella spp, Staphilococcus, streptokokus grup A beta-hemolitik

Dosis dan Indikasi untuk Anak
endokarditis
Profilaksis (untuk prosedur gigi, prosedur resp atas): 50 mg / kg PO 1 jam sebelum prosedur, tidak lebih dari 2 g

Untuk infeksi yang terkait bakteri tertentu
30 mg / kg / hari PO dibagi setiap 12 jam

Faringitis streptokokus
30 mg / kg PO setiap hari selama 10 hari; tidak melebihi 1 g / dosis

Efek Samping
Dengan kejadian 1-10%

  • Diare

Dengan kejadian <1%

  • Sakit perut
  • pencernaan yg terganggu
  • Mual
  • muntah
  • Ruam
  • urtikaria
  • kolitis pseudomembran
  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Reaksi anafilaksis
  • peningkatan transaminase
  • neutropenia

Peringatan
Kontraindikasi
Riwayat hipersensitivias

Perhatian
Sesuaikan dosis pada pasien dengan gangguan ginjal (dosis tinggi dapat menyebabkan toksisitas pada saraf pusat); penggunaan yang terlalu lama justru mengakibatkan superinfeksi.

Baca Juga:  N-Asetil Sistein (4) - Penelitian Terkait Manfaat

Kehamilan dan Menyusui
Keamanan untuk kehamilan: kategori B
Jenis kategori obat untuk kehamilan:

  • Kategori A: secara umum dapat diterima, telah melalui penelitian pada wanita-wanita hamil, dan menunjukkan tidak ada bukti kerusakan janin
  • Kategori B. mungkin dapat diterima oleh wanita hamil, telah melalui penelitian pada hewan coba namun belum ada bukti penelitian langsung pada manusia.
  • Kategori C: digunakan dengan hati-hati. Penelitian pada hewan coba menunjukkan risiko dan belum ada penelitian langsung pada manusia
  • Kategori D: digunakan jika memang tidak ada obat lain yang dapat digunakan, dan dalam kondisi mengancam jiwa.
  • Kategori X: jangan digunakan pada kehamilan.
  • Kategori NA: tidak ada informasi

Pada ibu menyusui, obat dapat diekskresikan melalui ASI, maka gunakan dengan hati-hati.