Cedera Kepala- Apa saja yang perlu kita ketahui?

DokterSehat.com – Angka kejadian cedera kepala masih cukup tinggi. Dari seluruh kejadian, 10% penderita meninggal sebelum tiba di rumah sakit. 80% dari penderita yang sampai di rumah sakit dikelopmpokan sebagai cedera kepala ringan, 10% sebagai cedera kepala sedang dan 10% sisanya adalah cedera kepala berat. Lebih dari 100.000 penderita menderita berbagai tingkat kecacatan akibat cedera kepala setiap tahunnya. Oleh karena itu pengurangan yang kecil saja dalam mortalitas dan morbiditas penderita cedera kepala akan memberikan dampak yang besar dan berarti dalam kesehatan masyarakat.



Cedera kepala diklasifikasikan dalam berbagai aspek. Secara praktis dikenal 3 deskripsi klasifikasi yang berdasar: mekanisme, beratnya dan morfologi.

Pada beratnya cedera, glasgow coma scale (GCS) digunakan secara umum dalam deskripsi penderita cedera otak. Penderita yang mampu membuka kedua matanya secara spontan, mematuhi perintah dan berorientasi memiliki GCS total sebesar 15, sementara yang keseluruhan otot ekskremitasnya lemas dan tidak dapat membuka mata sama sekali memiliki GCS minimal atau sam dengan 3.GCS sama dengan atau kurang dari 8 didefinisikan sebagai cedera otak berat, GCS 9-13 cedera otak sedang, GCS 14-15 cedera otak ringan.

Cedera otak sedang dan berat memerlukan perawatan di RS, sedang sebagian besar penderita cedera otak ringan dilakukan observasi selama bebapa jam di rs dan diperiksa ulang selanjutnya bila kondisi tetap normal (dikatakan penderita aman) observasi diteruskan keluarga di luar RS selama 24 jam pertama.

Dua puluh empat jam pertama adalah waktu yang kritis dan pasien harus tinggal bersama keluarga atau kerabat dekat pasien sedikitnya dalam waktu itu. Bila kelak timbul gejala- gejala berikut seperti tertera di bawah ini maka harus segera kembali ke RS atau menghubungi dokter.

  1. Mengantuk berat atau sulit dibangunkan (harus dibangunkan setiap 2 jam periode tidur).
  2. Mual dan muntah
  3. Kejang
  4. Perdarahan atau keluar cairan dari hidung atau telinga
  5. Sakit kepala hebat
  6. Kelemahan atau rasa baal pada lengan dan tungkai
  7. Bingung atau perubahan tingkah laku
  8. Salah satu pupil mata (bagian mata gelap) lebih besar dari yang lain, gerakan-gerakan aneh bola mata, melihat dobel atau gangguan pengelihatan lainnya.
  9. Denyut nadi yang sangat lambat atau sangat cepat, atau pola nafas yang tidak teratur.
Baca Juga:  Fakta Medis Dibalik Tidur Lebih Berkualitas dengan Lampu yang Mati

Bila timbul pembengkakan pada tempat cedera, letakan kantung es di atas selembar kain/handuk pada kulit tempat cedera. Bila pembengkakan semakin hebat walau telah dibantu dengan kantung es, segera hubungi RS.

Pasien boleh makan dan minum seperti biasa namun tidak diperbolehkan minum minuman yang mengandung alkohol sedikitnya 3 hari setelah cedera. Jangan minum obat tidur atau meminum obat penghilang nyeri yang lebih kuat dari acetaminofen sedikitnya 24 jam setelah cedera. Jangan meminum obat yang mengandung aspirin.

Ditulis oleh: dr. Sukinto
Sumber: ATLS (Advance Trauma Life Support)
Kontribusi oleh: dr. Nellyn Angela