<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; Penyakit Berbahaya</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/category/penyakit-berbahaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 08:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Minyak ikan dapat mengurangi resiko kanker payudara</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/07/14/minyak-ikan-dapat-mengurangi-resiko-kanker-payudara/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/07/14/minyak-ikan-dapat-mengurangi-resiko-kanker-payudara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 06:53:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kanker payudara]]></category>
		<category><![CDATA[minyak ikan]]></category>
		<category><![CDATA[omega 3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1366</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com-Menurut penelitian yang dipublikasikan di dalam jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers &#38; Prevention Wanita postmenopausal yang mengkonsumsi suplemen minyak ikan selama 10 tahun terakhir memiliki resiko lebih rendah terkena kanker payudara. Menurut penelitian yang dilakukan di Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle, Washington  bahwa konsumsi teratur suplemen minyak ikan yang mengandung asam lemak omega 3, EPA, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat.com</a>-Menurut penelitian yang dipublikasikan di dalam jurnal <em>Cancer Epidemiology, Biomarkers &amp; Prevention</em> Wanita postmenopausal yang mengkonsumsi suplemen minyak ikan selama 10 tahun terakhir memiliki resiko lebih rendah terkena kanker payudara.</p>
<p>Menurut penelitian yang dilakukan di Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle, Washington  bahwa konsumsi teratur suplemen minyak ikan yang mengandung asam lemak omega 3, EPA, dan DHA, dipercaya dapat mengurangi 32% kanker payudara. Salah satu teori yang dipercaya adalah minyak ikan dapat mengurangi pembengkakan yang akan menjadi kanker.</p>
<p><a href="http://www.nutraingredients-usa.com/Research/Fish-oil-may-cut-breast-cancer-risk" title="sumber" >Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/07/14/minyak-ikan-dapat-mengurangi-resiko-kanker-payudara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buah delima berpotensi untuk mengurangi resiko kanker prostat</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/07/14/buah-delima-berpotensi-untuk-mengurangi-resiko-kanker-prostat/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/07/14/buah-delima-berpotensi-untuk-mengurangi-resiko-kanker-prostat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 04:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[antioksidan]]></category>
		<category><![CDATA[delima]]></category>
		<category><![CDATA[prostat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1362</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com-Efek anti kanker prostat dari buah delima dan ekstraknya dihubungkan dengan penghentian enzim yang ada dalam hati yang dapat memicu kancer. Buah delima, merupakan sumber antioksidan, diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung, baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa buah tersebut juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Penelitian terbaru juga menunjukkan sebuah peran dalam memelihara kesehatan sendi dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat.com</a>-Efek anti kanker prostat dari buah delima dan ekstraknya dihubungkan dengan penghentian enzim yang ada dalam hati yang dapat memicu kancer.</p>
<p class="MsoNormal">Buah delima, merupakan sumber antioksidan, diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung, baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa buah tersebut juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Penelitian terbaru juga menunjukkan sebuah peran dalam memelihara kesehatan sendi dengan menghambat hilangnya cartilage.</p>
<p class="MsoNormal">Antioksidan yang ada dalam delima pada umumnya masuk pada kelompok ellagitannin seperti puncicalagin dan punicalin, yang memberikan setengah dari kemampuan antioksidan buah tersebut. Senyawa tersebut dilaporkan ada di belakang keuntungan kesehatan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam <em>Journal of Agricultural and Food Chemistry </em><span>disebutkan bahwa senyawa ellagitannin di dalam delima dapat menghambat aktivitas sitokrom P450 1B1, yang merupakan ensim yang biasa diekspresikan dengan jumlah yang sangat banyak pada kanker manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a href="http://www.nutraingredients-usa.com/Research/Pomegranate-s-prostate-protection-potential-grows" title="sumber" > Sumber</a></span></p>
<div style="width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page WordSection1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.WordSection1 	{page:WordSection1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">Efek anti kanker prostat dari buah delima dan ekstraknya dihubungkan dengan penghentian enzim yang ada dalam hati yang dapat memicu kancer.</p>
<p class="MsoNormal">Buah delima, merupakan sumber antioksidan, diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung, baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa buah tersebut juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Penelitian terbaru juga menunjukkan sebuah peran dalam memelihara kesehatan sendi dengan menghambat hilangnya cartilage.</p>
<p class="MsoNormal">Antioksidan yang ada dalam delima pada umumnya masuk pada kelompok ellagitannin seperti puncicalagin dan punicalin, yang memberikan setengah dari kemampuan antioksidan buah tersebut. Senyawa tersebut dilaporkan ada di belakang keuntungan kesehatan tersebut.</p>
<p class="MsoNormal">Dalam <em>Journal of Agricultural and Food Chemistry </em><span>disebutkan bahwa senyawa ellagitannin di dalam delima dapat menghambat aktivitas sitokrom P450 1B1, yang merupakan ensim yang biasa diekspresikan dengan jumlah yang sangat banyak pada kanker manusia.</span></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/07/14/buah-delima-berpotensi-untuk-mengurangi-resiko-kanker-prostat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kopi dapat menurunkan resiko kanker kepala dan leher</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/07/10/kopi-dapat-menurunkan-resiko-kanker-kepala-dan-leher/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/07/10/kopi-dapat-menurunkan-resiko-kanker-kepala-dan-leher/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Jul 2010 04:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[kanker kepala]]></category>
		<category><![CDATA[kanker leher]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1343</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com-Dalam sebuah penelitian yang dipulikasikan di dalam Cancer Epidemiology, Biomarkers &#38; Prevention menunjukkan bahwa orang yang minum kopi akan memiliki peluang yang lebih rendah untuk terkena kanker kepala dan leher. Peneliti memeriksa hasil dari Sembilan penelitian sebelumnya mengenai  kanker kepala dan leher, yang juga menyertakan informasi mengenai peminuman kopi atau teh. Pada setiap penelitian, pasien [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >Doktersehat.com</a>-Dalam sebuah penelitian yang dipulikasikan di dalam <em>Cancer Epidemiology, Biomarkers &amp; Prevention </em>menunjukkan bahwa orang yang minum kopi akan memiliki peluang yang lebih rendah untuk terkena kanker kepala dan leher. Peneliti memeriksa hasil dari Sembilan penelitian sebelumnya mengenai  kanker kepala dan leher, yang juga menyertakan informasi mengenai peminuman kopi atau teh. Pada setiap penelitian, pasien kanker telah dibandingkan dengan populasi umum atau dengan pasien rumah sakit yang tidak memiliki kanker.</p>
<p>Pada umumnya, resiko perkembangan kanker menurun 12% pada orang yang minum kopi dibandingkan dengan orang yang tidak, setelah memperhatikan beberapa faktor lainnya, termasuk kebiasaan merokok. Dan apabila lebih banyak kopi dikonsumsi, resiko kanker akan lebih rendah. Sebagai ontoh pada orang yang minum empat cangkir kopi resiko tersebut akan berkurang lebih dari sepertiga. FAN</p>
<p><a href="http://cebp.aacrjournals.org/content/early/2010/06/18/1055-9965.EPI-10-0191.abstract" title="sumber" >Abstrak</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/07/10/kopi-dapat-menurunkan-resiko-kanker-kepala-dan-leher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konsumsi beras pecah kulit (PK) dapat menurunkan resiko diabetes</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/07/05/konsumsi-beras-pecah-kulit-pk-dapat-menurunkan-resiko-diabetes/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/07/05/konsumsi-beras-pecah-kulit-pk-dapat-menurunkan-resiko-diabetes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2010 03:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[beras pecah kulit]]></category>
		<category><![CDATA[beras PK]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes tipe 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1329</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com-Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa mengkonsumsi beras PK dua porsi atau lebih dalam satu minggu dapat mengurangi resiko perkembangan diabetes tipe 2. Penelitian dilakukan terhadap 39765 laki-laki dan 57463 wanita yang ikut serta dalam Health Professionals Follow-up Study and the Nurses’ Health Study I and II. Peserta telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat.com</a>-Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Internal Medicine menunjukkan bahwa mengkonsumsi beras PK dua porsi atau lebih dalam satu minggu dapat mengurangi resiko perkembangan diabetes tipe 2. Penelitian dilakukan terhadap 39765 laki-laki dan 57463 wanita yang ikut serta dalam Health Professionals Follow-up Study and the Nurses’ Health Study I and II.</p>
<p>Peserta telah mengisi kuisioner asupan harian pada saat penelitian dimulai pada tahun 1986, 1984, dan 1991, kemudian memperbaharuinya setiap empat tahun hingga tahun 2005 dan 2006. Mereka juga ditanyai mengenai rekam medisnya. Selama penelitian lebih dari 10000 terkena diabetes tipe 2.</p>
<p>Peneliti menemukan bahwa responden yang mengkonsumsi beras PK dua porsi atau lebih dalam satu minggu resiko terkena diabetes tipe 2 nya berkurang 10% dibanding dengan orang yang mengkonsumsinya kurang dari satu porsi sebulan. Sedangkan responden yang mengkonsumsi beras PK lima porsi atau lebih dalam satu minggu memiliki resiko 20% lebih rendah terkena diabetes tipe2 dibanding resonden yang mengkonsumsinya kurang dari satu porsi setiap bulan. Dengan mengganti sepertiga beras sosoh dengan beras PK setiap hari dapat mengurangi resiko diabetes tipe 2 sebanyak 16%.</p>
<p><a href="http://archinte.ama-assn.org/cgi/content/short/170/11/961" title="sumber" >Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/07/05/konsumsi-beras-pecah-kulit-pk-dapat-menurunkan-resiko-diabetes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Minum teh dapat mengurangi resiko kanker ovarium</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/06/18/minum-teh-dapat-mengurangi-resiko-kanker-ovarium/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/06/18/minum-teh-dapat-mengurangi-resiko-kanker-ovarium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 07:57:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[ovarium]]></category>
		<category><![CDATA[teh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1281</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com-Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Cancer Causes Control menunjukkan bahwa meminum teh setiap hari dapat menurunkan resiko wanita untuk terkena kanker ovarium. The Queensland Institute of Medical Research (QIMR) di Australia mempelajari makanan dan gaya hidup 2700 wanita, setengah dari mereka memiliki sejarah kanker ovarium. Total asupan the menjadi kunci perbedaan kedua kelompok tersebut. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat.com</a>-Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Cancer Causes Control menunjukkan bahwa meminum teh setiap hari dapat menurunkan resiko wanita untuk terkena kanker ovarium. The Queensland Institute of Medical Research (QIMR) di Australia mempelajari makanan dan gaya hidup 2700 wanita, setengah dari mereka memiliki sejarah kanker ovarium. Total asupan the menjadi kunci perbedaan kedua kelompok tersebut.</p>
<p>Penemuan utama dari penelitian ini adalah wanita yang meminum lebih dari empat cangkir teh atau lebih, dari berbagai jenis teh, hitam, hijau, atau herbal, dapat mengurangi resiko kanker ovarium sebanyak 30%. Peneliti mengatakan bahwa penelitian tersebut menemukan bahwa teh sangat luas manfaatnya, dan tidak ada keuntungan tambahan untuk meminum teh hijau, walaupun saat ini dipromosikan sebagai “jenis teh yang paling sehat” FAN.</p>
<p><a href="http://www.springerlink.com/content/863679331566272j/?p=9cebe9974f8b4d1ca919a1c17402afde&amp;pi=5" title="sumber" >Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/06/18/minum-teh-dapat-mengurangi-resiko-kanker-ovarium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Kanker Darah</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/05/19/seputar-kanker-darah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/05/19/seputar-kanker-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 17:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[gejala kanker darah]]></category>
		<category><![CDATA[informasi kanker darah]]></category>
		<category><![CDATA[kanker darah]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan kanker darah]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab kanker darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1230</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com - Kanker darah atau sering disebut sebagai leukemia merupakan jenis kanker yang dimulai di sumsum tulang, yang merupakan jaringan lunak di tulang yang bertanggung jawab untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan platelets. Beberapa sel dapat mengubah menjadi leukemia sel, yang selanjutnya membagi menjadi lebih sehat sel. Sebagai kanker tulang sumsum menciptakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com " >DokterSehat.com </a>- Kanker darah atau sering disebut sebagai leukemia merupakan jenis kanker yang dimulai di sumsum tulang, yang merupakan jaringan lunak di tulang yang bertanggung jawab untuk memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan platelets. Beberapa sel dapat mengubah menjadi leukemia sel, yang selanjutnya membagi menjadi lebih sehat sel. Sebagai kanker tulang sumsum menciptakan lebih banyak sel-sel leukemia, sel-sel sehat mendorong mereka keluar dan menggantikan mereka, sehingga sulit untuk darah berfungsi dengan baik, dan yang mengarah ke masalah medis serius.</p>
<p>Terdapat empat jenis utama leukemia menjadi dua kategori tergantung bagaimana leukemia berlangsung dan perbedaan antara normal dan abnormal sel.<br />
<strong><br />
Leukemia Akut</strong><br />
Akut Myelogenous leukemia (AML) merupakan kanker yang menyebar dengan cepat di dalam darah dan sumsum tulang. Karena yang asli leukemic sel, sumsum tulang yang memproduksi berbagai blasts, atau belum, nonfunctional sel. Di bawah keadaan sehat, sel-sel ini akan berkembang menjadi sel-sel darah putih yang memerangi infeksi, sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, atau platelets untuk membantu clotting. Namun, pada orang yang AML, blasts ini tidak mengalami perkembangan normal dan menghambat produksi sel-sel baru.</p>
<p>Akut Lymphocytic leukemia (ALL) adalah kanker yang mirip dengan leukemia akut myelogenous kecuali, daripada mempengaruhi semua jenis sel, dimulai di lymphocytes. Lymphocytes adalah sel darah putih yang mempertahankan tubuh terhadap infeksi. Sumsum tulang yang membuat sel belum banyak dikenal sebagai blasts, yang pada orang yang sehat akan menjadi lymphocytes. Dalam orang yang SEMUA Namun, ini tidak blasts mengembangkan biasanya menjadi sel darah putih. Sel-sel yang abnormal kemudian mengambil tempat di benak biasanya dikhususkan untuk sehat sel, dan menghambat penciptaan sel-sel baru. Proses ini dapat mengakibatkan pengurangan sel darah merah dan perkembangan anemia, serta pengurangan sel darah putih yang mengarah ke sistem kekebalan lemah.<br />
<strong><br />
Leukemia Kronis</strong></p>
<p><strong>Kronis Lymphocytic leukemia (CLL) / leukemia limfositik </strong>, seperti jenis leukemia, berkembang di dalam darah dan sumsum tulang. Leukemia kronis berlangsung pada lambat menilai dari akut leukemia, namun tetap mempengaruhi lymphocytes, yang biasanya memerangi infeksi. CLL membuat terlalu banyak nonfunctional lymphocytes yang mengambil tempat sel sehat. Sebagai sel kanker terus bertambah banyak, mereka menghambat efektivitas fungsional lymphocytes, yang mengarah ke sistem kekebalan lemah. Anemia penyembuhan lambat dan juga dapat terjadi dalam CLL pasien sebagai sel-sel darah merah dan platelets akan diganti dengan yang abnormal lymphocytes.<br />
<strong><br />
Kronis Myeloid leukemia (CML) / leukemia mielositik</strong> adalah lambat tumbuh-jenis leukemia yang membuat sumsum hampir-fungsional-sel darah merah, putih, dan di disproporsional platelets-angka. Banyak sel darah putih dan platelets yang dibuat, sementara jumlah sel darah merah yang dibentuk. Aliran darah dimulai untuk memperlambat sebagai jumlah sel darah putih meningkat dan pasien mungkin mengalami anemia parah karena penurunan dalam sel-sel darah merah.</p>
<p><strong>Penyebab Penyakit Leukemia<br />
</strong><br />
Sampai saat ini penyebab penyakit leukemia belum diketahui secara pasti, akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi frekuensi terjadinya leukemia.<br />
1. Radiasi. Hal ini ditunjang dengan beberapa laporan dari beberapa riset yang menangani kasus Leukemia bahwa Para pegawai radiologi lebih sering menderita leukemia, Penerita dengan radioterapi lebih sering menderita leukemia, Leukemia ditemukan pada korban hidup kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.</p>
<p>2. Leukemogenik. Beberapa zat kimia dilaporkan telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, misalnya racun lingkungan seperti benzena, bahan kimia inustri seperti insektisida, obat-obatan yang digunakan untuk kemoterapi.</p>
<p>3. Herediter. Penderita Down Syndrom memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.</p>
<p>4. Virus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan leukemia, seperti retrovirus, virus leukemia feline, HTLV-1 pada dewasa.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Tanda dan Gejala Kanker Darah / Leukimia</strong></p>
<p>Gejala-gejala untuk setiap jenis leukemia bervariasi, namun umum termasuk gejala demam dan panas dingin, kelelahan, sering infeksi, kehilangan nafsu makan dan berat, bengkak Kelenjar getah bening, mudah bruising atau pendarahan, sesak nafas, sakit tulang, malam sweats, dan perdarahan masuk ke kulit.</p>
<p>Hitung darah lengkap, atau CBC, adalah tes darah yang mengukur hitungan sel darah merah, sel darah putih dihitung, tingkat hemoglobin, dan platelet count, antara lain. Hal ini umumnya digunakan untuk mendiagnosa leukemia. Metode lain yang digunakan untuk diagnosing leukemia termasuk sumsum biopsies, cairan tulang belakang tes, ujian fisik, kromosom screenings, dan sinar-X dada.</p>
<p>Pengobatan untuk leukemia mungkin termasuk kemoterapi, radiasi, terapi biologi, terapi bertarget seperti kinase inhibitors, dan sumsum tulang dan sel batang-transplantations. Sistem Therapi yang sering digunakan dalam menangani penderita leukemia adalah kombinasi antara Chemotherapy (kemoterapi) dan pemberian obat-obatan yang berfokus pada pemberhentian produksi sel darah putih yang abnormal dalam bone marrow. Selanjutnya adalah penanganan terhadap beberapa gejala dan tanda yang telah ditampakkan oleh tubuh penderita dengan monitor yang komprehensive.</p>
<p>dari berbagai sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/05/19/seputar-kanker-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Parkinson?</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/05/04/apa-itu-parkinson/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/05/04/apa-itu-parkinson/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 May 2010 03:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Syaraf]]></category>
		<category><![CDATA[parkinson]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit otak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1213</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Apa itu parkinson? Nama penyakit parkinson diambil dari nama penemunya, James Parkinson. Menurut Ketua Yayasan Peduli Parkinson Indonesia, dr Banon Sukoandari, Sp.S., parkinson adalah penyakit degenerasi yang menyerang otak karena kurangnya dopamine dalam otak. &#8220;Gejala utamanya, gangguan pergerakan, dan gangguan non motorik. Pada banyak penyandang parkinson, ada gangguan kognitif dalam berbagai derajat,&#8221; kata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Apa itu parkinson? Nama penyakit parkinson diambil dari nama penemunya, James Parkinson. Menurut Ketua Yayasan Peduli Parkinson Indonesia, dr Banon Sukoandari, Sp.S., parkinson adalah penyakit degenerasi yang menyerang otak karena kurangnya dopamine dalam otak.</p>
<p>&#8220;Gejala utamanya, gangguan pergerakan, dan gangguan non motorik. Pada banyak penyandang parkinson, ada gangguan kognitif dalam berbagai derajat,&#8221; kata Banon yang ditemui dalam acara memperingati hari parkinson &#8220;Senada Seirama Bersama Parkinson: Yuk Main Angklung&#8221; di Jakarta, Minggu (2/5/2010).</p>
<p>Penyakit parkinson, menurut Banon, sulit dicegah dan disembuhkan karena penyebabnya sendiri sulit diketahui pasti. Yang jelas, ketika individu kehilangan lebih dari 80 suplai dopamine, zat penting dalam proses pengiriman sinyal antara sel-sel saraf otak untuk mengatur gerakan, maka individu akan mengalami beberapa gejala parkinson.</p>
<p>&#8220;Pertama, gemetar tak terkontrol di tangan atau kaki saat istirahat. Kedua, kaku anggota gerak. Ketiga, gerakan melambat, gangguan berjalan, dan gangguan keseimbangan,&#8221; kata Banon.</p>
<p>Untuk mengurangi gejala-gejala tersebut, dapat dilakukan dengan beberapa terapi seperti levodopa, carbidopa, dan entacapone yang membantu mengontrol gerakan tubuh penyandang parkinson. Selain itu, diperkenalkan pula terapi musik, yang membantu penyandang memulai gerakan berdasarkan ritme musik. &#8220;Di luar negeri sudah mulai dilakukan, musik disesuaikan dengan kesukaan pasien,&#8221; ujar Banon.</p>
<p>Adapun usia yang rentan terserang parkinson adalah 60 tahun meskipun 1 dari 20 kasus menyerang pasien usia 40. Prevelensi penyakit parkinson di dunia mencapai sekitar 6,3 juta. Sebanyak 1,6 per 100 orang di atas 65 tahun dan 1 per 50 orang di atas 80 tahun terserang parkinson. &#8220;Meski secara ilmu pengetahuan tidak bisa dicegah, ada baiknya dengan pendekatan lingkungan. Pelihara lingkungan dengan sebaik-baiknya, jangan buang batrai bekas atau pestisida sembarangan,&#8221; demikian dr Banon.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://id.news.yahoo.com/kmps/20100503/tls-mengenal-parkinson-lebih-dekat-8d16233.html" >sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/05/04/apa-itu-parkinson/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coklat dapat menurunkan tekanan darah</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/05/02/coklat-dapat-menurunkan-tekanan-darah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/05/02/coklat-dapat-menurunkan-tekanan-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 05:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[coklat]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[Doktersehat.com- Pada penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menunjukkan bahwa mengkonsumsi coklat dapat menurunkan tekanan darah. Disebutkan pula bahwa lebih dari 19000 orang yang mengkonsumsi setengah batang coklat setiap minggu memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Mereka juga memiliki resiko terkena serangan jantung dan stroke yang lebih rendah sebesar 39%. Penelitian ini dilakukan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >Doktersehat.com</a>- Pada penelitian yang dipublikasikan dalam European Heart Journal menunjukkan bahwa mengkonsumsi coklat dapat menurunkan tekanan darah. Disebutkan pula bahwa lebih dari 19000 orang yang mengkonsumsi setengah batang coklat setiap minggu memiliki tekanan darah yang lebih rendah. Mereka juga memiliki resiko terkena serangan jantung dan stroke yang lebih rendah sebesar 39%.</p>
<p>Penelitian ini dilakukan untuk melihat konsumsi laki- dan perempuan usia menengah selama delapan tahun. Penelitian ini membandingkan prang yang memakan coklat paling banyak dan yang paling sedikit. Perbedaan antara kedua kelompok ini hanya 6 gram setiap hari, sama dengan satu potong kecil berbentuk persegi pada satu hari.</p>
<p>Brian Buijsse, dari German Institute of Human Nutrition, Nuthetal menyatakan bahwa “pada mulanya kami memiliki hipotesis bahwa koklat memiliki efek pada ekanan darah, sehingga konsumsi coklat dapat menurunkan resiko stroke dan serangan jantung.”</p>
<p>Pada penelitian didapatkan bahwa orang yang makan coklat lebih banyak resiko serangan jantungnya berkurang setengah dan resiko serangan stroke berkurang hampir setengah, dibandingkan dengan orang yang makan coklat paling sedikit. Akan tetapi Buijsse memperingatkan bahwa dengan mengkonsumsi coklat orang tidak boleh meningkatkan total asupan kalorinya atau mengurangi konsumsi makanan sehat lainnya.</p>
<p>Peneliti tersebut percaya bahwa flavonol dari kokoa adalah alas an mengapa coklat baik untuk tekanan darah dan kesehatan jantung orang. Dan karena coklat hitam memiliki lebih banyak kokoa maka coklat tersebut memiliki pengaruh yang lebih besar. FAN</p>
<p><a href="http://eurheartj.oxfordjournals.org/content/early/2010/03/18/eurheartj.ehq068.abstract" title="sumber" >SUMBER</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/05/02/coklat-dapat-menurunkan-tekanan-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Gagal Ginjal Kronis</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/27/seputar-gagal-ginjal-kronis/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/27/seputar-gagal-ginjal-kronis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 18:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[dialisis]]></category>
		<category><![CDATA[ginjal kronis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1193</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Gagal Ginjal Kronis (CRF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) ( KMB, Vol 2 hal 1448). PENYEBAB GINJAL KRONIS Penyebab dari gagal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Gagal Ginjal Kronis (CRF) atau penyakit ginjal tahap akhir adalah gangguan fungsi ginjal yang menahun bersifat progresif dan irreversibel. Dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam darah) ( KMB, Vol 2 hal 1448).</p>
<p><strong>PENYEBAB GINJAL KRONIS</strong><br />
Penyebab dari gagal ginjal  kronis adalah:<br />
- Tekanan darah tinggi (<em>hipertensi</em>)<br />
- Penyumbatan saluran kemih<br />
- <em>Glomerulonefritis</em><br />
- Kelainan ginjal, misalnya <em>penyakit ginjal polikista</em><br />
- <em>Diabetes melitus</em> (kencing manis)<br />
- Kelainan autoimun, misalnya <em>lupus eritematosus sistemik</em>.<br />
Dua pendekatan teoritis yang biasanya diajukan untuk menjelaskan gangguan fungsi ginjal pada Gagal ginjal Kronis:</p>
<ol>
<li>Sudut pandang tradisional<br />
Mengatakan bahwa semua unit nefron telah terserang penyakit namun dalam stadium yang berbeda-beda, dan bagian spesifik dari nefron yang berkaitan dengan fungsi –fungsi tertentu dapat saja benar-benar rusak atau berubah strukturnya, misalnya lesi organic pada medulla akan merusak susunan anatomic dari lengkung henle.</li>
<li>Pendekatan Hipotesis Bricker atau hipotesis nefron yang utuh<br />
Berpendapat bahwa bila nefron terserang penyakit maka seluruh unitnya akan hancur, namun sisa nefron yang masih utuh tetap bekerja normal. Uremia akan timbul bila jumlah nefron yang sudah sedemikian berkurang sehingga keseimbangan cairan dan elektrolit tidak dapat dipertahankan lagi.</li>
</ol>
<p>Adaptasi penting dilakukan oleh ginjal sebagai respon terhadap ancaman ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Sisa nefron yang ada mengalami hipertrofi dalam usahanya untuk melaksanakan seluruh beban kerja ginjal, terjadi peningkatan percepatan filtrasi, beban solute dan reabsorpsi tubulus dalam setiap nefron yang terdapat dalam ginjal turun dibawab normal.</p>
<p>Mekanisme adaptasi ini cukup berhasil dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh hingga tingkat fungsi ginjal yang rendah. Namun akhirnya kalau 75 % massa nefron telah hancur, maka kecepatan filtrasi dan beban solute bagi tiap nefron sedemikian tinggi sehingga keseimbangan glomerolus-tubulus tidak dapat lagi dipertahankan. Fleksibilitas baik pada proses ekskresi maupun konsentrasi solute dan air menjadi berkurang.</p>
<p><strong>Perjalanan klinis</strong></p>
<p>Perjalanan umum gagal ginjal progresif dapat dibagi menjadi 3 atadium</p>
<p><strong>Stadium I</strong><br />
Penurunan cadangan ginjal (faal ginjal antar 40 % – 75 %). Tahap inilah yang paling ringan, dimana faal ginjal masih baik. Pada tahap ini penderita ini belum merasasakan gejala gejala dan pemeriksaan laboratorium faal ginjal masih dalam masih dalam batas normal. Selama tahap ini kreatinin serum dan kadar BUN (Blood Urea Nitrogen) dalam batas normal dan penderita asimtomatik. Gangguan fungsi ginjal mungkin hanya dapat diketahui dengan memberikan beban kerja yang berat, sepersti tes pemekatan kemih yang lama atau dengan mengadakan test GFR yang teliti.</p>
<p><strong>Stadium II</strong><br />
Insufiensi ginjal (faal ginjal antar 20 % – 50 %). Pada tahap ini penderita dapat melakukan tugas tugas seperti biasa padahal daya dan konsentrasi ginjaL menurun. Pada stadium ini pengobatan harus cepat daloam hal mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, gangguan jantung dan pencegahan pemberian obat obatan yang bersifat menggnggu faal ginjal. Bila langkah langkah ini dilakukan secepatnya dengan tepat dapat mencegah penderita masuk ketahap yang lebih berat. Pada tahap ini lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. Kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. Peningkatan konsentrasi BUN ini berbeda beda, tergantung dari kadar protein dalam diit.pada stadium ini kadar kreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal.</p>
<p>Insufiensi ginjal (faal ginjal antar 20 % – 50 %). Pada tahap ini penderita dapat melakukan tugas tugas seperti biasa padahal daya dan konsentrasi ginjaL menurun. Pada stadium ini pengobatan harus cepat daloam hal mengatasi kekurangan cairan, kekurangan garam, gangguan jantung dan pencegahan pemberian obat obatan yang bersifat menggnggu faal ginjal. Bila langkah langkah ini dilakukan secepatnya dengan tepat dapat mencegah penderita masuk ketahap yang lebih berat. Pada tahap ini lebih dari 75 % jaringan yang berfungsi telah rusak. Kadar BUN baru mulai meningkat diatas batas normal. Peningkatan konsentrasi BUN ini berbeda beda, tergantung dari kadar protein dalam diit.pada stadium ini kadar kreatinin serum mulai meningkat melebihi kadar normal.</p>
<p>Poliuria akibat gagal ginjal biasanya lebih besar pada penyakit yang terutama menyerang tubulus, meskipun poliuria bersifat sedang dan jarang lebih dari 3 liter / hari. Biasanya ditemukan anemia pada gagal ginjal dengan faal ginjal diantara 5 % – 25 % . faal ginjal jelas sangat menurun dan timbul gejala gejala kekurangan darah, tekanan darah akan naik, , aktifitas penderita mulai terganggu.</p>
<p><strong>Stadium III</strong><br />
Uremi gagal ginjal (faal ginjal kurang dari 10 %)<br />
Semua gejala sudah jelas dan penderita masuk dalam keadaan diman tak dapat melakukan tugas sehari hair sebaimana mestinya. Gejal gejal yang timbul antara lain mual, munta, nafsu makan berkurang., sesak nafas, pusing, sakit kepala, air kemih berkurang, kurang tidur, kejang kejang dan akhirnya terjadi penurunan kesadaran sampai koma. Stadum akhir timbul pada sekitar 90 % dari massa nefron telah hancur. Nilai GFR nya 10 % dari keadaan normal dan kadar kreatinin mungkin sebesar 5-10 ml / menit atau kurang.</p>
<p>Pada keadaan ini kreatinin serum dan kadar BUN akan meningkat dengan sangat mencolok sebagai penurunan. Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita mulai merasakan gejala yang cukup parah karena ginjal tidak sanggup lagi mempertahankan homeostatis caiaran dan elektrolit dalam tubuh. Penderita biasanya menjadi oliguri (pengeluaran kemih) kurang dari 500/ hari karena kegagalan glomerulus meskipun proses penyakit mula mula menyerang tubulus ginjal,</p>
<p>kompleks menyerang tubulus gijal, kompleks perubahan biokimia dan gejala gejala yang dinamakan sindrom uremik mempengaruhi setiap sistem dalam tubuh. Pada stadium akhir gagal ginjal, penderita pasti akan menggal kecuali ia mendapat pengobatan dalam bentuk transplantasi ginjal atau dialisis.</p>
<p><strong>Perawatan pada Ginjal Kronis<br />
</strong></p>
<p><strong>1. Dialisis</strong><br />
Dialisis dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi gagal ginjal akut yang serius, seperti hiperkalemia, perikarditis dan kejang. Perikarditis memperbaiki abnormalitas biokimia ; menyebabkan caiarn, protein dan natrium dapat dikonsumsi secara bebas ; menghilangkan kecendurungan perdarahan ; dan membantu penyembuhan luka.</p>
<p><strong>2. Penanganan hiperkalemia</strong><br />
Keseimbangan cairan dan elektrolit merupakan masalah utama pada gagal ginjal akut ; hiperkalemia merupakan kondisi yang paling mengancam jiwa pada gangguan ini. Oleh karena itu pasien dipantau akan adanya hiperkalemia melalui serangkaian pemeriksaan kadar elektrolit serum ( nilai kalium &gt; 5.5 mEq/L ; SI : 5.5 mmol/L), perubahan EKG (tinggi puncak gelombang T rendah atau sangat tinggi), dan perubahan status klinis. Pningkatan kadar kalium dapat dikurangi dengan pemberian ion pengganti resin (Natrium polistriren sulfonat [kayexalatel]), secara oral atau melalui retensi enema.</p>
<p><strong>3. Mempertahankan keseimbangan cairan</strong><br />
Penatalaksanaan keseimbanagan cairan didasarkan pada berat badan harian, pengukuran tekanan vena sentral, konsentrasi urin dan serum, cairan yang hilang, tekanan darah dan status klinis pasien. Masukkan dan haluaran oral dan parentral dari urine, drainase lambung, feses, drainase luka dan perspirasi dihitung dan digunakan sebagai dasar untuk terapi penggantia cairan.</p>
<p><strong>Studi Kasus</strong><br />
Nama klien Hj. H<br />
Umur 85 tahun.<br />
Masuk RS Tgl 30 April 2005 dengan keluhan Tidak bisa buang air kecil dan sakit pinggang sebelah kanan.. Keluhan ini berlangsung 3 hari dirumah. Awalnya klien tidak bisa buang air besar ? 2 hari lalu klien menggunakan dulcolax suppositoria selama 2 hari berturut-turut dan klien bisa BAB.</p>
<p>Sehari kemudian klien susah kencing, walau mengejan air kencing tidak bisa keluar, lalu keluarga membawanya ke Rumah Sakit. Sesampai di Rumah Sakit dipasang Kateter dan air kencing lancer keluar keluar berwarna agak merah kemudian yang keluar berwarna agak coklat seperti air teh.</p>
<p>Saat pengkajian klien telah dirawat selama 3 hari data focus yang diperoleh:<br />
Keadaan umum klien agak lemah, tungkai bawah lemas,tidak bertenaga, kulit keriput tidak elastis. odema pretibial. Tonus otot kurang. selalu berbaring ditempat tidur, ativitas sehari, hari dibantu oleh anaknya, terpasang kateter urine warna coklat seperti air teh, kain pengalas basah dan berbau.</p>
<p>TD 160/ 90 mmHg. Nadi 82 x/ menit, suhu Badan 36,2O C, sclera tampak pucat, secret mata ( + ). Mulut/ napas berbau amonia, bicara lirih kadang kurang jelas,<br />
Hasil pemeriksaan Laboratorium<br />
Tgl; 2/5 2005<br />
Ureum : 202,32<br />
Kreatinin : 3, 93<br />
SGOT : 19<br />
SGPT : 30<br />
WBC : 5,5 x 103 / ?l<br />
RBC : 3,90<br />
HGB : 10,7<br />
HCT : 32,5%<br />
GDS : 161</p>
<p>Pemeriksaan Penunjang<br />
Hasil USG:<br />
Ginjal : Tampak kedua ginjal mengecil dengan echodifferensiasi tidak jelas ( ginjal kanan 5,9 x 3,1 cm; ginjal kiri 5,8 x 2,5 cm ).<br />
Kesan : PNC bilateral.</p>
<p>TERAPI MEDIS<br />
Obat – obatan :<br />
IVFD NaCl 0,9 % 20 tts/ menit<br />
Allopurinol 300mg 1-0-0<br />
Zonidip 10mg 0-0-1<br />
Fibrat 300mg 0-0-1<br />
Inj. Neurosanbe 1 amp/ hari/ drips</p>
<p><strong>Berdasarkan pengkajian , diagnosa keperawatan yang didapat :</strong><br />
1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urin, retensi cairan dan natrium.<br />
2. Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik.<br />
3. Perubahan membrane mukosa oral berhubungan dengan iritasi kimia.<br />
4. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan aktivitas, gangguan status metabolic.</p>
<p><strong>Rencana tindakan :</strong><br />
<strong>1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan haluaran urin, retensi cairan dan natrium.</strong><br />
1. Kaji status cairan :<br />
Timbang berat badan harian<br />
Keseimbangan masukan dan haluaran<br />
Turgor kulit dan adanya oedema<br />
Tekanan darah, denyut dan irama nadi.</p>
<p>2. Batasi masukan cairan3. Identifikasi sumber potensial cairan<br />
Medikasi dan cairan yang digunakan untuk pengobatan, oral dan intra vena.<br />
Makanan<br />
4. Jelaskan rasional pembatasan cairan<br />
5. Bantu klien dalam mengatasi ketidaknyamanan akibat pembatasan cairan.<br />
6. Tingkatkan dan dorong hygiene oral.</p>
<p><strong>2. Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik.</strong><br />
Tentukan kemampuan klien untuk berpartyisipasi dalam aktifitas perawatan diri. ( skala 0 – 4 ).<br />
Berikan bantuan dengan aktifitas yang diperlukan<br />
Anjurkan keluarga untuk membantu pemenuhan ADL klien ditempat tidur.<br />
Bantu keluarga dalam perawatan diri klien ditempat tidur.<br />
Anjurkan keluarga untuk menganti alas bokong jika basah.<br />
Bantu dan motivasi keluarga untuk menjaga kebersihan tubuh klien,</p>
<p><strong>3. Perubahan membrane mukosa oral berhubungan dengan iritasi kimia.</strong><br />
1. Inspeksi rongga mulut perhatikan kelembapan, karakter saliva, adanya inflamasi, ulserasi.<br />
2. Berikan cairan sepanjang 24 jam dalam batas yang ditentukan.<br />
3. Berikan perawatan mulut sering.<br />
4. Anjurkan hygiene mulut setelah makan dan menjelang tidur.<br />
5. Anjurkan klien untuk menghindari pencuci mulut lemon/ bahan yang mengandung alcohol.</p>
<p><strong>4. Resiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan aktivitas, gangguan status metabolic.</strong><br />
1. Inspeksi kulit terhadap perubahan warna, kelembapan kulit, vaskuler.<br />
2. Ubah posisi dengan sering, gerakan klien dengan perlahan, beri bantalan kain yang lembut pada tonjolan tulang.<br />
3. Pertahankan linen kering bebas dari keriput.<br />
4. Pertahankan kuku tetap pendek.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/27/seputar-gagal-ginjal-kronis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Alasan Utama Berhenti Merokok</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/20/lima-alasan-utama-berhenti-merokok/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/20/lima-alasan-utama-berhenti-merokok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 19:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Jantung]]></category>
		<category><![CDATA[akibat]]></category>
		<category><![CDATA[cepat tua]]></category>
		<category><![CDATA[efek negatif]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[merokok]]></category>
		<category><![CDATA[paru-paru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Rokok telah menjadi benda kecil yang paling banyak digemari. Merokok telah menjadi gaya hidup bagi banyak pria dan wanita, bahkan termasuk anak-anak dan kaum remaja. Kebiasaan merokok telah mengakibatkan banyak penyakit dari gangguan pernapasan hingga kanker. Meski menyadari bahaya merokok, orang-orang di seluruh dunia masih terus mengisap belasan milyar batang rokok setiap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Rokok telah menjadi benda kecil yang paling banyak digemari. Merokok telah menjadi gaya hidup bagi banyak pria dan wanita, bahkan termasuk anak-anak dan kaum remaja. Kebiasaan merokok telah mengakibatkan banyak penyakit dari gangguan pernapasan hingga kanker. Meski menyadari bahaya merokok, orang-orang di seluruh dunia masih terus mengisap belasan milyar batang rokok setiap harinya.</p>
<p>Jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di dunia. Jumlah perokok di negara-negara berkembang jauh lebih banyak dibanding jumlah perokok di negara maju. Angka yang sangat memprihatinkan mengingat akibat buruk dari merokok baru akan dirasakan dalam jangka panjang.</p>
<p><strong>Kandungan Sebatang Rokok</strong><br />
Zat apa saja yang terdapat dalam sebatang rokok? Nikotin merupakan zat utama yang terdapat pada rokok. Namun, lebih dari 700 jenis bahan kimia tambahan kemungkinan digunakan oleh perusahaan rokok untuk menambah kenikmatan merokok. Beberapa bahan bahkan begitu beracun sehingga beberapa pabrik rokok besar biasanya akan memiliki standar yang tinggi untuk membuang bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya tersebut.</p>
<p>Perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.Selain itu, asap rokok mengandung 4.000 zat kimia, termasuk arsenik, aseton, butan, karbon monoksida, dan sianida. Asap rokok yang dihirup oleh perokok maupun perokok pasif akan menganduk 43 zat yang diketahui menyebabkan kanker. Itu sebabnya bagi perokok pasif bisa mendapat dampak negatif yang lebih mengerikan jika asap rokok dihirup mereka.</p>
<p><strong><br />
Bahaya Rokok</strong><br />
Apa saja akibat buruk dari gaya hidup yang merusak kesehatan ini? Apa saja penyakit yang disebabkan karena merokok? Berikut ini beberapa penyakit dan dampak negatif yang disebabkan karena merokok:</p>
<p><strong>1.Penyakit Jantung</strong><br />
Rokok juga merupakan salah satu penyebab utama serangan jantung. Kematian seorang perokok akibat penyakit jantung lebih banyak dibanding kematian akibat kanker paru-paru. Bahkan rokok rendah tar atau rendah nikotin tidak akan mengurangi risiko penyakit jantung. Karena beberapa dari rokok-rokok yang menggunakan filter meningkatkan jumlah karbon monoksida yang dihirup, yang membuat rokok tersebut bahkan lebih buruk untuk jantung daripada rokok yang tidak menggunakan filter.</p>
<p>Nikotin yang dikandung dalam sebatang rokok bisa membuat jantung Anda berdebar lebih cepat dan meningkatkan kebutuhan tubuh Anda akan oksigen. Asap rokok juga mengandung karbon monoksida yang beracun. Zat beracun ini berjalan menuju aliran darah dan sebenarnya menghalangi aliran oksigen ke jantung dan ke organ-organ penting lainnya. Nikotin dapat mempersempit pembuluh darah sehingga lebih memperlambat lagi aliran oksigen. Itu sebabnya para perokok memiliki risiko terkena penyakit jantung yang sangat tinggi.</p>
<p><strong>2. Kanker Paru-Paru</strong><br />
Asap rokok dari tembakau mengandung banyak zat kimia penyebab kanker. Asap yang diisap mengandung berbagai zat kimia yang dapat merusak paru-paru. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker khususnya pada paru-paru. Kanker paru-paru merupakan kanker yang paling umum yang diakibatkan oleh merokok. Penyebaran kanker paru-paru dalam tubuh terjadi secara senyap hingga menjadi stadium yang lebih tinggi. Dalam banyak kasus, kanker paru-paru membunuh dengan cepat.</p>
<p><strong>3. Emfisema</strong><br />
Perokok berat yang sudah bertahun-tahun akan mengalami emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang secara bertahap akan membuat paru-paru kehilangan elastisitasnya. Jika paru-paru kehilangan keelastikannya, maka akan sulit untuk mengeluarkan udara kotor. Tanda-tandanya adalah mulai mengalami kesulitan bernapas pada pagi dan malam hari. Lalu mudah terengah-engah. Tanda lainnya adalah sering mengalami flu berat, disertai dengan batuk yang berat, dan mungkin dengan bronkhitis kronis. Batuknya sering kali tidak berhenti dan menjadi kronis.</p>
<p><strong>4. Lebih Cepat Tua</strong><br />
Hasil penelitian terhadap para perokok menunjukkan bahwa wajah para perokok pria maupun wanita lebih cepat keriput dibandingkan mereka yang tidak merokok. Proses penuaan dini tersebut meningkat sesuai dengan kebiasaan dan jumlah batang rokok yang dihisap. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para perokok berat memiliki keriput pada kulit hampir lima kali lipat dibandingkan orang yang tidak merokok. Bahkan proses penuaan dini sudah dimulai bagi para remaja yang merokok seperti kulit keriput, gigi menguning, dan nafas tak sedap.</p>
<p><strong>5. Kerusakan Tubuh</strong><br />
Dampak negatif merokok tidak hanya membahayakan paru-paru, jantung, dan saluran pernapasan. Kebiasaan merokok menurut penelitian bisa merusak jaringan tubuh lainnya. Belasan penyakit yang berkaitan dengan penggunaan tembakau bahkan mencakup pneumonia (radang paru-paru), penyakit gusi, leukemia, katarak, kanker ginjal, kanker serviks, dan sakit pada pankreas. Penyebabnya karena racun dari asap rokok menyebar ke mana-mana melalui aliran darah. Merokok dapat mengakibatkan penyakit di hampir setiap organ tubuh.</p>
<p><strong>Mengapa Berhenti Merokok?</strong><br />
Apakah Anda menyadari bahaya merokok? Akibat merokok terhadap kesehatan tubuh benar-benar merugikan. Menurut statistik, di seluruh dunia, jumlah perokok yang meninggal karena penyakit akibat merokok berjumlah hampir tiga kali jumlah orang yang meninggal karena alkohol dan narkoba. Bahkan jumlah perokok yang meninggal karena penyakit tersebut berjumlah enam kali lipat dibandingkan karena kecelakaan mobil. Selain itu, usia perokok biasanya 13 hingga 14 tahun lebih pendek daripada orang yang tidak merokok.</p>
<p>Setelah membaca fakta-fakta ini, apakah Anda akan menjadi seperti perokok yang meskipun telah membaca begitu banyak fakta mengerikan sehubungan dengan merokok kemudian memutuskan untuk berhenti membaca artikel tersebut? Atau Anda berani mengatakan tidak kepada rokok?</p>
<p>sumber: kumpulan.info</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/20/lima-alasan-utama-berhenti-merokok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
