<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; Penyakit Lainnya</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/category/kesehatan-umum/seputar-penyakit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 08:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Apa itu Tengeng ?</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/06/22/apa-itu-tengeng/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/06/22/apa-itu-tengeng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2010 17:05:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[definisi tengeng]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan tengeng]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab tengeng]]></category>
		<category><![CDATA[tengeng pada balita]]></category>
		<category><![CDATA[tortikolis informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1286</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit ini biasanya terjadi saat orang bangun tidur. Penderita merasa lehernya kaku, tidak bisa menengok kesatu sisi, juga nyeri seperti disetrum bila dipaksakan bergerak. Saat mengalami tengeng rasanya sangat tidak enak dan mengganggu sekali dalam beraktifitas. Tengeng ini di dalam medis disebut dengan Tortikolis Spasmodik. DEFINISI Tortikolis Spasmodik adalah nyeri yang hilang timbul atau kejang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyakit ini biasanya terjadi saat orang bangun tidur. Penderita merasa lehernya kaku, tidak bisa menengok kesatu sisi, juga nyeri seperti disetrum bila dipaksakan bergerak. Saat mengalami tengeng rasanya sangat tidak enak dan mengganggu sekali dalam beraktifitas. Tengeng ini di dalam medis disebut dengan Tortikolis Spasmodik.</p>
<p><strong>DEFINISI </strong><br />
Tortikolis Spasmodik adalah nyeri yang hilang timbul atau kejang yang terus menerus pada otot-otot leher, sehingga mendorong kepala berputar dan miring ke depan, ke belakang atau ke samping. </p>
<p>Tortikolis terjadi pada 1 dari 10.000 orang dan sekitar 1,5 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur tetapi paling sering ditemukan pada usia antara 30-60 tahun. </p>
<p><strong>PENYEBAB </strong></p>
<p>Biasanya penyebabnya tidak diketahui. Kadang beberapa keadaan berikut bisa menyebabkan terjadinya tortikolis:<br />
- Hipertiroidisme<br />
- Infeksi sistem saraf<br />
- Diskinesia tardiv (gerakan wajah abnormal akibat obat anti-psikosa)<br />
- Tumor leher. </p>
<p>Bayi baru lahir bisa mengalami tortikolis (tortikolis kongenitalis) karena adanya kerusakan otot leher pada proses persalinan. </p>
<p>Ketidakseimbangan otot mata dan tulang atau kelainan bentuk otot tulang belakang bagian atas bisa menyebabkan tortikolis pada anak-anak. </p>
<p><strong>GEJALA </strong></p>
<p>Kejang otot leher disertai nyeri tajam bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa terjadi terus menerus atau hilang-timbul. Biasanya hanya satu sisi leher yang terkena. </p>
<p>Arah dari miring dan berputarnya kepala tergantung kepada otot leher mana yang terkena. </p>
<p>Sepertiga penderita juga mengalami kejang di daerah lainnya, yaitu biasanya di kelopak mata, wajah, rahang atau tangan. Kejang terjadi secara mendadak dan jarang timbul pada waktu tidur. </p>
<p>Tortikolis bisa menetap sepanjang hidup penderita dan menyebabkan nyeri berkepanjangan, terbatasnya gerakan leher serta kelainan bentuk sikap tubuh. </p>
<p><strong>DIAGNOSA </strong></p>
<p>Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan riwayat cedera  atau kelainan leher sebelumnya. </p>
<p>Kadang dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyebab dari kejang<br />
otot leher, seperti rontgen, CT scan dan MRI. </p>
<p><strong>PENGOBATAN </strong><br />
Kadang kejang bisa dikurangi untuk sementara waktu dengan menjalani terapi fisik dan pemijatan. </p>
<p>Obat berfungsi membantu mengurangi kejang otot dan pergerakan diluar sadar dan biasanya bisa membantu meringankan nyeri karena kejang. </p>
<p>Biasanya digunakan obat antikolinergik (menghambat rangsangan saraf tertentu) dan benzodiazepin (obat penenang). </p>
<p>Kadang diberikan obat pengendur otot (muscle relaxant) dan obat anti-depresi. </p>
<p>Kadang dilakukan pembedahan untuk mengangkat saraf dari otot yang mengalami<br />
kelainan. </p>
<p>Pembedahan dilakukan jika pengobatan lainnya tidak berhasil. </p>
<p>Jika penyebabnya adalah masalah emosional, maka dilakukan terapi psikis. </p>
<p>Pada tortikolis kongenitalis dilakukan terapi fisik yang intensif untuk meregangkan otot yang rusak, yang dimulai pada bulan-bulan pertama. Jika terapi fisik tidak berhasil dan dimulai terlalu lambat, maka otot harus<br />
diperbaiki melalui pembedahan. </p>
<p>sumber: </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/06/22/apa-itu-tengeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Informasi Kusta dan Gejalanya</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/06/11/informasi-kusta-dan-gejalanya/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/06/11/informasi-kusta-dan-gejalanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jun 2010 17:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[gejala kusta]]></category>
		<category><![CDATA[informasi kusta]]></category>
		<category><![CDATA[informasi lepra]]></category>
		<category><![CDATA[jenis penyakit kusta]]></category>
		<category><![CDATA[kusta lepra informasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kusta lepra pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[tanda penyakit kusta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1269</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Istilah kusta berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta atau lepra disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama yang menemukan kuman yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1874 sehingga penyakit ini disebut Morbus Hansen. Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Istilah kusta berasal dari bahasa Sansekerta, yakni kushtha berarti kumpulan gejala-gejala kulit secara umum. Penyakit kusta atau lepra disebut juga Morbus Hansen, sesuai dengan nama yang menemukan kuman yaitu Dr. Gerhard Armauwer Hansen pada tahun 1874 sehingga penyakit ini disebut Morbus Hansen.</p>
<p><strong>Penyakit Hansen</strong> adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas; dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata.</p>
<p><em>&#8220;Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath yang digambarkan dan sering disamakan dengan kusta.&#8221;</em></p>
<p>Kusta merupakan penyakit menahun yang menyerang syaraf tepi, kulit dan organ tubuh manusia yang dalam jangka panjang mengakibatkan sebagian anggota tubuh penderita tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Meskipun infeksius, tetapi derajat infektivitasnya rendah. Waktu inkubasinya panjang, mungkin beberapa tahun, dan tampaknya kebanyakan pasien mendapatkan infeksi sewaktu masa kanak-kanak.</p>
<p>Tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, ada bagian tubuh tidak berkeringat, rasa kesemutan pada anggota badan atau bagian raut muka, dan mati rasa karena kerusakan syaraf tepi. Gejalanya memang tidak selalu tampak. Justru sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit.</p>
<p><strong>Kelompok yang berisiko tinggi terkena kusta</strong> adalah yang tinggal di daerah endemik dengan kondisi yang buruk seperti tempat tidur yang tidak memadai, air yang tidak bersih, asupan gizi yang buruk, dan adanya penyertaan penyakit lain seperti HIV yang dapat menekan sistem imun. Pria memiliki tingkat terkena kusta dua kali lebih tinggi dari wanita.</p>
<p><strong>Kusta tipe Pausi Bacillary</strong> atau disebut juga kusta kering adalah bilamana ada bercak keputihan seperti panu dan mati rasa atau kurang merasa, permukaan bercak kering dan kasar serta tidak berkeringat, tidak tumbuh rambut/bulu, bercak pada kulit antara 1-5 tempat. Ada kerusakan saraf tepi pada satu tempat, hasil pemeriksaan bakteriologis negatif (-), Tipe kusta ini tidak menular.</p>
<p><strong>Sedangkan Kusta tipe Multi Bacillary</strong> atau disebut juga kusta basah adalah bilamana bercak putih kemerahan yang tersebar satu-satu atau merata diseluruh kulit badan, terjadi penebalan dan pembengkakan pada bercak, bercak pada kulit lebih dari 5 tempat, kerusakan banyak saraf tepi dan hasil pemeriksaan bakteriologi positif (+). Tipe seperti ini sangat mudah menular.</p>
<p><strong>Tanda Penyakit Kusta</strong></p>
<p>Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut yaitu:</p>
<ul>
<li>Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia.</li>
<li>Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.</li>
<li>Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta peroneus.</li>
<li>Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.</li>
<li>Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit.</li>
<li>Alis rambut rontok.</li>
<li>Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa).</li>
</ul>
<p><strong>Gejala Umum Kusta/Lepra</strong></p>
<p>Gejala-gejala umum pada kusta / lepra, reaksi :</p>
<ul>
<li>Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.</li>
<li>Noreksia.</li>
<li>Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.</li>
<li>Cephalgia.</li>
<li>Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.</li>
<li>Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.</li>
<li>Neuritis.</li>
<li>Penyebab Penyakit Kusta</li>
</ul>
<p><strong>Penyebab kusta</strong> adalah kuman mycobacterium leprae. Dimana microbacterium ini adalah kuman aerob, tidak membentuk spora, berbentuk batang, dikelilingi oleh membran sel lilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium, berukuran panjang 1 – 8 micro, lebar 0,2 – 0,5 micro biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel dan bersifat tahan asam (BTA) atau gram positif, tidak mudah diwarnai namun jika diwarnai akan tahan terhadap dekolorisasi oleh asam atau alkohol sehingga oleh karena itu dinamakan sebagai basil &#8220;tahan asam&#8221;. Selain banyak membentuk safrifit, terdapat juga golongan organisme patogen (misalnya Mycrobacterium tuberculosis, Mycrobakterium leprae) yang menyebabkan penyakit menahun dengan menimbulkan lesi jenis granuloma infeksion. Mycobacterium leprae belum dapat dikultur pada laboratorium.</p>
<p>Kuman Mycobacterium Leprae menular kepada manusia melalui kontak langsung dengan penderita dan melalui pernapasan, kemudian kuman membelah dalam jangka 14-21 hari dengan masa inkubasi rata-rata dua hingga lima tahun. Setelah lima tahun, tanda-tanda seseorang menderita penyakit kusta mulai muncul antara lain, kulit mengalami bercak putih, merah, rasa kesemutan bagian anggota tubuh hingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Cara Penularan</span></strong></p>
<p>Meskipun cara penularannya yang pasti belum diketahui dengan jelas, penularan di dalam rumah tangga dan kontak/hubungan dekat dalam waktu yang lama tampaknya sangat berperan dalam penularan kusta.</p>
<p>Cara-cara penularan penyakit kusta sampai saat ini masih merupakan tanda tanya. Yang diketahui hanya pintu keluar kuman kusta dari tubuh si penderita, yakni selaput lendir hidung. Tetapi ada yang mengatakan bahwa penularan penyakit kusta adalah:</p>
<p>Melalui sekresi hidung, basil yang berasal dari sekresi hidung penderita yang sudah mengering, diluar masih dapat hidup 2–7 x 24 jam.<br />
Kontak kulit dengan kulit. Syarat-syaratnya adalah harus dibawah umur 15 tahun, keduanya harus ada lesi baik mikoskopis maupun makroskopis, dan adanya kontak yang lama dan berulang-ulang.</p>
<p><strong>Timbulnya penyakit kusta bagi seseorang tidak mudah dan tidak perlu ditakuti tergantung dari beberapa faktor antara lain :</strong></p>
<p><strong>1. Faktor Kuman kusta</strong><br />
Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh (solid) bentuknya, lebih besar kemungkinan menyebabkan penularan daripada kuman yang tidak utuh lagi. Mycobacterium leprae bersifat tahan asam, berbentuk batang dengan panjang 1-8 mikron dan lebar 0,2-0,5 mikron, biasanya berkelompok dan ada yang tersebar satu-satu, hidup dalam sel terutama jaringan yang bersuhu dingin. Kuman kusta dapat hidup di luar tubuh manusia antara 1 sampai 9 hari tergantung suhu atau cuaca dan diketahui hanya kuman kusta  yang utuh (solid) saja dapat menimbulkan penularan (Depkes RI, 2002).</p>
<p><strong>2. Faktor Imunitas</strong><br />
Sebagian manusia kebal terhadap penyakit kusta (95%). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 orang yang terpapar, 95 orang yang tidak menjadi sakit, 3 orang sembuh sendiri tanpa obat dan 2 orang menjadi sakit. Hal ini belum lagi mempertimbangkan pengaruh pengobatan (Depkes RI, 2002).</p>
<p><strong>3. Keadaan Lingkungan</strong><br />
Keadaan rumah yang berjejal yang biasanya berkaitan dengan kemiskinan, merupakan faktor penyebab tingginya angka kusta. Sebaliknya dengan meningkatnya taraf hidup dan perbaikan imunitas merupakan faktor utama mencegah munculnya kusta.</p>
<p><strong>4. Faktor Umur</strong><br />
Penyakit kusta jarang ditemukan pada bayi. Incidence Rate penyakit ini meningkat sesuai umur dengan puncak pada umur 10 sampai 20 tahun dan kemudian menurun. Prevalensinya juga meningkat sesuai dengan umur dengan puncak umur 30 sampai 50 tahun dan kemudian secara perlahan-lahan menurun.</p>
<p><strong>5. Faktor Jenis Kelamin</strong><br />
Insiden maupun prevalensi pada laki-laki lebih banyak dari pada wanita, kecuali di Afrika dimana wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Faktor fisiologis seperti pubertas, monopause, Kehamilan, infeksi dan malnutrisi akan mengakibatkan perubahan klinis penyakit kusta.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><br />
Upaya Pencegahan Penyakit Kusta</span></strong></p>
<p>Hingga saat ini tidak ada vaksinasi untuk penyakit kusta. Faktor pengobatan adalah amat penting dimana kusta dapat dihancurkan, sehingga penularan dapat dicegah.</p>
<p>Pengobatan kepada penderita kusta adalah merupakan salah satu cara pemutusan mata rantai penularan. Kuman kusta diluar tubuh manusia dapat hidup 24-48 jam dan ada yang berpendapat sampai 7 hari, ini tergantung dari suhu dan cuaca diluar tubuh manusia tersebut. Makin panas cuaca makin cepatlah kuman kusta mati. Jadi dalam hal ini pentingnya sinar matahari masuk ke dalam rumah dan hindarkan terjadinya tempat-tempat yang lembab.</p>
<p>Penting sekali kita mengetahui atau mengerti beberapa hal tentang penyakit kusta ini, bahwa :</p>
<ul>
<li>Ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit kusta.</li>
<li>Sekurang-kurangnya 80 % dari semua orang tidak mungkin terkena kusta.</li>
<li>Enam dari tujuh kasus kusta tidaklah menular pada orang lain.</li>
<li>Kasus-kasus menular tidak akan menular setelah diobati kira-kira 6 bulan secara teratur.</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Penanggulangan Penyakit Kusta</span></strong></p>
<p>Penanggulangan penyakit kusta telah banyak dilakukan dimana-mana dengan maksud mengembalikan penderita kusta menjadi manusia yang berguna, mandiri, produktif dan percaya diri. Metode penanggulangan ini terdiri dari metode rehabilitasi yang terdiri dari rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, rehabilitasi karya dan metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan akhir dari rehabilitasi, dimana penderita dan masyarakat membaur sehingga tidak ada kelompok tersendiri. Ketiga metode tersebut merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Di Indonesia, upaya yang dilakukan untuk pemberantasan penyakit kusta melalui :</span></strong></p>
<ul>
<li>Penemuan penderita secara dini.</li>
<li>Pengobatan penderita.</li>
<li>Penyuluhan kesehatan di bidang kusta.</li>
<li>Peningkatan ketrampilan petugas kesehatan di bidang kusta.</li>
<li>Rehabilitasi penderita kusta.</li>
<li>Sementara itu di Shandong, Penyakit kusta atau lepra bisa jadi merupakan salah satu penyakit yang ditakuti karena bisa membuat orang tersebut menjadi terkucilkan.</li>
<li>Faktor gen kini bisa memberikan penjelasan mengapa ada orang yang lebih rentan terkena kusta sedangkan yang lain tidak.</li>
</ul>
<p>Studi yang dilakukan di China dan telah dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine menemukan tujuh mutasi gen yang bisa meningkatkan kerentanan seseorang terkena kusta. Hal ini bertentangan dengan apa yang selama ini dipercaya oleh para ahli bahwa kusta bukanlah penyakit yang diwariskan atau turunan.</p>
<p>&#8220;Selama ini orang mengira penyebaran penyakit kusta karena faktor penularannya, tapi studi kami membuktikan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetika. Jika orangtuanya memiliki penyakit kusta, maka sangat mungkin si anak juga kena,&#8221; ujar peneliti Zhang Furen dari Institute of Dermatology and Venereology, Provinsi Shandong di timur laut China, seperti diberitakan dari Reuters.</p>
<p>Selain itu didapatkan pula dalam satu pasangan yang seseorang menderita kusta tetapi pasangannya tidak terinfeksi meskipun sudah hidup bersama puluhan tahun. Ini membuktikan bahwa kusta bukanlah penyakit yang menular, tapi berhubungan dengan sesuatu yang diwariskan.</p>
<p>&#8220;Apa yang kami temukan adalah adanya alasan internal. Kami menemukan tujuh gen yang membuat seseorang rentan terhadap penyakit kusta, karenanya banyak hal yang harus dilakukan dengan genetika ini,&#8221; ungkap Zhang.</p>
<p>Peneliti menganalisis gen dari 706 penderita kusta dan 1.225 orang yang tidak mengidap kusta. Didapatkan tujuh versi mutasi gen yang muncul pada orang-orang penderita kusta. Lima diantara gen tersebut terlibat dalam pengaturan sistem kekebalan tubuh.</p>
<p>Zhang menuturkan penyakit kusta memiliki masa inkubasi yang panjang yaitu antara 8 hingga 10 tahun, setelah terjadi gejala di permukaan maka penyakit ini akan menyebabkan kerusakan permanen. Nantinya jika seseorang sudah diketahui memiliki kerentanan terhadap penyakit kusta, maka bisa segera dilakukan tindakan pencegahan.</p>
<p>Kusta atau biasa disebut dengan penyakit Hansen disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penyakit ini bisa memberikan efek pada kulit, selaput lendir, saraf perifer dan mata.</p>
<p>Efek yang diakibatkan menimbulkan kerusakan saraf permanen, jadi bagi orang yang sudah sembuh nantinya tidak bisa merasakan sakit. Sedangkan luka yang kecil atau lecet pada jari tangan dan kaki bisa berubah menjadi radang yang parah dan membuat kondisi hidup tidak sehat.</p>
<p>Meskipun kusta sudah tidak menjadi masalah yang serius di beberapa negara maju, tapi penemuan ini sangat penting bagi negara berkembang. Menurut Organisasi kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2007 ada sekitar 254.525 kasus kusta baru di daerah tropis dan sub tropis, sedangkan di China sendiri tiap tahunnya ada 2.000 kasus baru.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Jenis Cacat Kusta</span></strong></p>
<p>Kelompok pada cacat primer, ialah kelompok cacat yang disebabkan langsung oleh aktivitas penyakit, terutama kerusakan akibat respons jaringan terhadap kuman Kusta.<br />
Kelompok cacat sekunder, cacat sekunder ini terjadi akibat cacat primer, terutama akibat adanya kerusakan saraf (sensorik, motorik, otonom). Kelumpuhan motorik menyebabkan kontraktur sehingga dapat menimbulkan gangguan mengenggam atau berjalan, juga memudahkan terjadinya luka. Kelumpuhan saraf otonom menyebabkan kulit kering dan elastisitas berkurang. Akibatnya kulit mudah retak-retak dan dapat terjadi infeksi sekunder.</p>
<p>sumber : suaramedia.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/06/11/informasi-kusta-dan-gejalanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perawatan Nyeri Punggung dan Leher</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/05/12/perawatan-nyeri-punggung-dan-leher/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/05/12/perawatan-nyeri-punggung-dan-leher/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 May 2010 01:47:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[batuk]]></category>
		<category><![CDATA[bersin]]></category>
		<category><![CDATA[leher]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri]]></category>
		<category><![CDATA[nyeri punggung]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1218</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Ketika mengalami rasa sakit pada punggung dan leher, aktivitas ringan sehari-hari seperti berjalan, makan, batuk dan bersin menjadi sangat menyiksa. Meskipun berbagai hal telah dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit, namun kadang rasa nyeri itu datang lagi. Sering pula, para spesialis memberi penjelasan berbeda-beda mengenai apa yang menyebabkan nyeri dan lebih lagi, mengenai bagaimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Ketika mengalami rasa sakit pada punggung dan leher, aktivitas ringan sehari-hari seperti berjalan, makan, batuk dan bersin menjadi sangat menyiksa. Meskipun berbagai hal telah dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit, namun kadang rasa nyeri itu datang lagi.</p>
<p>Sering pula, para spesialis memberi penjelasan berbeda-beda mengenai apa yang menyebabkan nyeri dan lebih lagi, mengenai bagaimana cara mengatasinya. Ketika seseorang mengunjungi dokter, penting untuk mengumpulkan riwayat medis dan menjalani pemeriksaan fisik dan syaraf. </p>
<p>Hal ini untuk memastikan bahwa nyeri bukanlah disebabkan oleh kanker ataupun kerusakan tulang belakang. Tergantung dari hasil pemeriksaannya nanti, pemeriksaan lebih lanjut seperti tes laboratorium atau radiologis dapat juga dilakukan.</p>
<p>Terdapat berbagai jenis perawatan medis untuk sakit punggung dan leher, mulai dari perawatan konservatif hingga invasif. Terapi pembentukan di antaranya termasuk penggunaan kerah servikal atau penyokong lumbal. Fisioterapi sering dicoba dengan penggunaan terapi pijat, ultrasound, terapi es dan panas dan traksi khususnya untuk sakit leher. </p>
<p>Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid misalnya aspirin, ibuprofen, naproxen, celecoxib dan etoricoxib sering digunakan dalam hal ini. Jika terapi konservatif gagal, pemeriksaan lebih invasif dapat dilakukan misalnya dengan suntikan titik picu myofascial, suntikan permukaan sendi, blok saraf dan injeksi steroid yang dapat meredakan rasa sakit.</p>
<p>Melalui Nucleoplasti, diskus dikecilkan oleh sebuah alat probe yang dipandu dengan sinar x  masuk ke dalam diskus dan kemudian mengeluarkan kelebihan diskus. IntraDiscal Electrothermal Therapy (IDET) menggunakan energi panas melalui jarum khusus yang dimasukkan ke dalam diskus yang bersingunggan dan dipanaskan sampai suhu tinggi selama 20 menit. </p>
<p>Panas mengental dan menutup dinding diskus dan mengurangi benjolan diskusi bagian dalam dan iritasi syaraf tulang belakang. Ablasi radiofrekuensi dari saraf ke sendi juga memungkinkan kita untuk menghentikan rasa sakit akibat peradangan sendi. Di spektrum akhir perawatan, prosedur pembedahan misalnya fusi tulang belakang, laminektomi dan penggantian diskus digunakan untuk penyakit tulang belakang yang sudah terlalu parah.</p>
<p>Dr Charles Siow<br />
Consultant Neurologist and Pain Specialist<br />
di Siow Neurology Headache and Pain Centre, Singapura<br />
Artikel dimuat pada kompas sebelumnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/05/12/perawatan-nyeri-punggung-dan-leher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menghilangkan Kantung Mata</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/12/cara-menghilangkan-kantung-mata/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/12/cara-menghilangkan-kantung-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 20:48:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[awet muda]]></category>
		<category><![CDATA[kantung mata]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mengobati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1165</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Kantung mata yang sering disebut sebagai mata panda memang menyebalkan. Mata berkantung, lingkaran hitam, kerutan halus di bawah mata, atau mata yang turun, merupakan tanda kulit sedang mengalami proses penuaan. Karena itu, tak heran bila seseorang bisa terlihat lebih tua dibanding usia sebenarnya gara-gara problem di sekitar mata tadi. &#8220;Saya sangat terganggu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Kantung mata yang sering disebut sebagai mata panda memang menyebalkan. Mata berkantung, lingkaran hitam, kerutan halus di bawah mata, atau mata yang turun, merupakan tanda kulit sedang mengalami proses penuaan. Karena itu, tak heran bila seseorang bisa terlihat lebih tua dibanding usia sebenarnya gara-gara problem di sekitar mata tadi. </p>
<p>&#8220;Saya sangat terganggu setiap kali orang bertanya kenapa saya terlihat sangat lelah, padahal saya sudah tidur cukup. Karenanya saya memilih operasi plastik untuk mengoreksi kulit di sekitar mata,&#8221; kata Darrick E.Antell, MD, menceritakan pengalamannya saat ia berusia 32 tahun.</p>
<p>Anda tidak perlu melakukan operasi seperti Antell untuk mempercantik mata Anda. Menurut ketua dermatolog dan cosmetic surgery dari Sinai Medical Center, New York, AS, Ellen Marmur, MD, problem kulit di seputar mata sebenarnya berawal dari noda kecil yang tidak dirawat.</p>
<p>&#8220;Kantung mata di bawah kelopak yang semula tak begitu terlihat, tapi bila tak segera diatasi lama-lama akan makin jelas terlihat,&#8221; kata Marmur. Karena itu, di usia 20-an sebaiknya Anda mulai rajin mengoleskan eye cream di sekitar mata untuk menjaga kekenyalan kulit.</p>
<p>Kantung mata, menurut Marmur, merupakan bagian dari proses penuaan. &#8220;Secara alami ada lemak di bagian bawah mata yang diikat oleh ligamen. Nah, makin lama ligamen ini akan melemah sehingga lemak terdorong dan menumpuk di bawah mata, sehingga terlihat seperti kantung,&#8221; paparnya.</p>
<p>Selain faktor penuaan, masalah di sekitar mata juga bisa disebabkan karena faktor keturunan dan gaya hidup. &#8220;Sering begadang, terlalu banyak makanan yang asin, kurang minum, dan jarang berolahraga akan membuat kulit kehilangan elastisitas, termasuk di sekitar mata,&#8221; kata Marmur.</p>
<p><strong>Resep alami</strong></p>
<p>Selain kosmetik modern, sebenarnya banyak resep kecantikan alami untuk mengatasi problem kulit di mata. Yang paling popular adalah mengompres area mata dengan kantong teh celup yang dibekukan, irisan timun, atau es batu. &#8220;Untuk sementara, bahan-bahan itu memang bisa mengatasi bengkak di bawah mata,&#8221; kata Marmur.</p>
<p>Ahli dermatologi Audry Kunin, dalam bukunya The DERMAdoctor Skinstruction Manual, mengatakan teh hijau bisa jadi solusi untuk menyingkirkan kantung mata. Kandungan senyawa anti inflamasi, yang disebut EGCG, yang terdapat dalam teh hijau bisa mengurangi cairan yang menyebabkan mata terlihat sembab.</p>
<p>Sementara itu untuk hasil yang bertahan agak lama, Anda juga bisa mencoba suntik botox yang efektif mengurangi kerutan dan meningkatkan kekenyalan kulit.</p>
<p>sumber dechacare</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/12/cara-menghilangkan-kantung-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan flu</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/03/27/kekurangan-vitamin-d-dapat-menyebabkan-flu/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/03/27/kekurangan-vitamin-d-dapat-menyebabkan-flu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 04:13:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[flu]]></category>
		<category><![CDATA[sinar matahari]]></category>
		<category><![CDATA[vitamin D]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat &#8211; Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vitamin D memiliki peran penting untuk mengaktivasi pertahanan me;awan penyakit infeksi seperti flu. Kekurangan vitamin D telah dihubungkan pada banyak penyakit termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, depresi dan penakit lainnya. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa aktivasi sel T untuk melawan infeksi memerlukan bantuan vitamin D. Saat sel T mengenali adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat</a> &#8211; Penelitian terbaru menunjukkan bahwa vitamin D memiliki peran penting untuk mengaktivasi pertahanan me;awan penyakit infeksi seperti flu.<br />
Kekurangan vitamin D telah dihubungkan pada banyak penyakit termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, depresi dan penakit lainnya.<br />
Penelitian terakhir menunjukkan bahwa aktivasi sel T untuk melawan infeksi memerlukan bantuan vitamin D. Saat sel T mengenali adanya bahan asing seperti bakteria atau virus, sel tersebut akan mengirimkan sinyal kepada gen vitamin D. Gen tersebut kemudian akan memproduksi protein DVR yang mengikat vitamin D di dalam sel D. Kemudian vitamin D akan mengikat dan mengaktivasi DVR untuk memproduksi protein PLC-gama1. Protein tersebut kemudian mengaktivkan sel T untuk mencegah infeksi.<br />
Disebutkan pula bahwa vitamin D membantu memproduksi peptida antibakteri yang dapat membantu melawan flu.<br />
Hal ini menjelaskan fenomena pada saat musim dingin, dimana sinar matahari sebagai sumber vitamin D sangat jarang, orang-orang akan mudah kekurangan vitamin D dan mudah terserang virus flu.</p>
<p><a href="http://www.whale.to/a/cannell.html" title="sumber" >sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/03/27/kekurangan-vitamin-d-dapat-menyebabkan-flu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berolahragalah untuk Gula Darah</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/03/17/berolahragalah-untuk-gula-darah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/03/17/berolahragalah-untuk-gula-darah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 19:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1079</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat &#8211; Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Sebab, olahraga membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi, bukankah olahraga juga memicu ekskresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga? &#8220;Jangan selalu mengidentikkan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat</a> &#8211; Selain mengatur pola makan, pengidap diabetes juga harus rajin berolahraga. Sebab, olahraga membantu tubuh untuk maksimal menyerap semua gula yang beredar di dalam tubuh. Tapi, bukankah olahraga juga memicu ekskresi keringat sehingga cepat membuat haus? Terlebih ketika puasa, bolehkah pengidap diabetes berolahraga?</p>
<p>&#8220;Jangan selalu mengidentikkan olahraga dengan cucuran keringat berlebihan, khususnya bagi pengidap diabetes,” ucap Dr Michael Triangto,SpOK, spesialis kedokteran olahraga dari Slim+Health Sports Therapy. </p>
<p>Maka, olahraga yang cocok adalah yang bersifat aerobik dan bukan senam aerobik. Sebab, senam aerobik memiliki gerakan yang berulang-ulang dengan waktu yang pendek, maka terasa lebih berat. Alhasil, pengidap diabetes akan mudah terengah-engah dan mempercepat terjadinya penurunan darah.</p>
<p>Lalu, olahraga seperti apa yang bersifat aerobik? Michael menyebutkan, jalan cepat atau bersepeda santai bisa menjadi pilihan. Tapi, sebelum melakukan olahraga tersebut, Michael mengingatkan untuk melihat apakah ada penyakit lain yang menyertai diabetes. Sebab, bisa saja olahraga yang dilakukan baik untuk diabetesnya, tapi tidak untuk komplikasi penyakit lain yang dialami.</p>
<p>Itu mengapa sebelum berolahraga harus didefinisikan tujuannya apa dan karena goal yang ingin dicapai adalah agar tetap sehat sepanjang puasa dan setelah puasa, maka harus dilakukan sesuai nilai kesehatan. Parameter untuk ini, ujar Michael, adalah pengukuran denyut jantung dengan rumus 220 dikurang usia dalam tahun. Hasil dari rumus itu adalah 100% dari denyut jantung dan untuk pengidap diabetes, batasannya adalah 50-70% dari denyut jantung maksimal.</p>
<p>Misalnya, pengidap diabetes yang berusia 30 tahun, maka denyut maksimalnya adalah 190 per menit. Maka, batasan denyut jantung ketika berjalan atau bersepeda santai adalah 80-133 per menit. Artinya, Michael menjelaskan, kurang dari 80 maka latihan yang dilakukan kurang bermanfaat, tapi kalau lebih dari 133 itu berbahaya.</p>
<p>Jika berbicara mengenai manfaatnya, olahraga yang dilakukan dengan teratur dan untuk jangka waktu panjang dapat membantu otot menyerap gula atau glukosa yang beredar di dalam tubuh. Sebab, pengidap diabetes sulit menyerap gula, maka butuh insulin yang lebih tinggi agar glukosa yang ditumpuk mampu diserap.</p>
<p>&#8220;Dan dengan melatih otot yang bersifat aerobik, sensitivitas tubuh terhadap glukosa menjadi lebih besar&#8221;. Alhasil, kadar gula dalam darah dapat lebih stabil dan bagi pengidap diabetes awal, olahraga teratur mampu melepaskan diri dari ketergantungan obat. (Kompas&#038;Prevention-online/Siagian Priska)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/03/17/berolahragalah-untuk-gula-darah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merebus udang dapat mengurangi alergi karena udang</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/03/14/merebus-udang-dapat-mengurangi-alergi-karena-udang/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/03/14/merebus-udang-dapat-mengurangi-alergi-karena-udang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 22:47:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[kerang]]></category>
		<category><![CDATA[rebus]]></category>
		<category><![CDATA[udang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1055</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat-Pada penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Food Science menunjukkan bahwa merebus udang selama 10 menit dapat mengurangi bahan alergenik pada ekstrak udang. Alergi makanan, terutama alergi pangan bercangkang seperti udang dan kerang dapat menyebabkan reksi yang serius, termasuk anaphylaxis yang dapat menyebabkan kematian. Kerang dan udang merupakan penyebab utama alergi pangan pada orang dewasa di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com/" title="doktersehat.com" >DokterSehat</a>-Pada penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Food Science menunjukkan bahwa merebus udang selama 10 menit dapat mengurangi bahan alergenik pada ekstrak udang. Alergi makanan, terutama alergi pangan bercangkang seperti udang dan kerang dapat menyebabkan reksi yang serius, termasuk anaphylaxis yang dapat menyebabkan kematian. Kerang dan udang merupakan penyebab utama alergi pangan pada orang dewasa di USA dan bertanggung jawab atas mayoritas pasien UGD. Lebih dari 1 dari 50 orang amerika didiagnosa memiliki alergi udang dan kerang, sehingga mereka cenderung menghindari mengkonsumsinya. Tropomyosin (TM), adalah alergen utama pada seafood yang memicu reaksi alergi.</p>
<p>Peneliti dari Universitas Jimei, Fujian, China dan Agricultural Reasarch Service, New Orlens, Louisiana memeriksa ekstrak udang dari udang yang direbus dan udang mentah. Peneliti menemukan bahwa merebus udang dapat menurunkan antibodi yang menyebabkan reaksi alergi.</p>
<p><a href="http://www3.interscience.wiley.com/journal/122684276/abstract" title="sumber" >Sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/03/14/merebus-udang-dapat-mengurangi-alergi-karena-udang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Usus Buntu / Apendistis</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/30/mengenal-usus-buntu-apendistis/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/30/mengenal-usus-buntu-apendistis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 06:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[apendistis]]></category>
		<category><![CDATA[buntu]]></category>
		<category><![CDATA[demam]]></category>
		<category><![CDATA[diagnosa]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[usus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=881</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Apendisitis adalah merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks) atau di kalangan masyarakan dikenal dengan penyakit usus buntu. Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun. Usus buntu sendiri mungkin memiliki beberapa fungsi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Apendisitis adalah merupakan peradangan pada usus buntu (apendiks) atau di kalangan masyarakan dikenal dengan penyakit usus buntu.</p>
<p>Usus buntu merupakan penonjolan kecil yang berbentuk seperti jari, yang terdapat di usus besar, tepatnya di daerah perbatasan dengan usus halus. Apendisitis sering terjadi pada usia antara 10-30 tahun. Usus buntu sendiri mungkin memiliki beberapa fungsi pertahanan tubuh, tapi bukan merupakan organ yang penting.</p>
<p><strong>PENYEBAB</strong></p>
<p>Penyebab apendisitis belum sepenuhnya dimengerti.<br />
Pada kebanyakan kasus, peradangan dan infeksi usus buntu mungkin didahului oleh adanya penyumbatan di dalam usus buntu. Bila peradangan berlanjut tanpa pengobatan, usus buntu bisa pecah.</p>
<p>Usus buntu yang pecah bisa menyebabkan :<br />
- masuknya kuman usus ke dalam perut, menyebabkan peritonitis, yang bisa berakibat fatal<br />
- terbentuknya abses<br />
- pada wanita, indung telur dan salurannya bisa terinfeksi dan menyebabkan penyumbatan pada saluran yang bisa menyebabkan kemandulan<br />
- masuknya kuman ke dalam pembuluh darah (septikemia), yang bisa berakibat fatal.</p>
<p><strong>GEJALA</strong></p>
<p>Apendisitis memiliki gejala kombinasi yang khas, yang terdiri dari mual, muntah dan nyeri yang hebat di perut kanan bagian bawah.<br />
Nyeri bisa secara mendadak dimulai di perut sebelah atas atau di sekitar pusar, lalu timbul mual dan muntah.</p>
<p>Setelah beberapa jam, rasa mual hilang dan nyeri berpindah ke perut kanan bagian bawah. Jika dokter menekan daerah ini, penderita merasakan nyeri tumpul dan jika penekanan ini dilepaskan, nyeri bisa bertambah tajam.</p>
<p>Demam bisa mencapai 37,8-38,8 derajat Celsius.</p>
<p>Pada bayi dan anak-anak, nyerinya bersifat menyeluruh, di semua bagian perut.<br />
Pada orang tua dan wanita hamil, nyerinya tidak terlalu berat dan di daerah ini nyeri tumpulnya tidak terlalu terasa.</p>
<p>Bila usus buntu pecah, nyeri dan demam bisa menjadi berat.<br />
Infeksi yang bertambah buruk bisa menyebabkan syok.</p>
<p><strong>DIAGNOSA</strong></p>
<p>Pemeriksaan darah menunjukan jumlah sel darah putih agak meningkat, sebagai respon terhadap infeksi.</p>
<p>Biasanya, pada stadium awal apendisitis, pemeriksaan-pemeeriksaan seperti foto rontgen, CT scan, dan USG kurang bermanfaat.</p>
<p>Diagnosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan gejalanya.</p>
<p><strong>PENGOBATAN</strong></p>
<p>Pembedahan segera dilakukan, untuk mencegah terjadinya ruptur (peca), terbentuknya abses atau peradangan pada selaput rongga perut (peritonitis).</p>
<p>Pada hampir 15% pembedahan usus buntu, usus buntunya ditemukan normal. Tetapi penundaan pembedahan sampai ditemukan penyebab nyeri perutnya, dapat berakibat fatal. Usus buntu yang terinfeksi bisa pecah dalam waktu kurang dari 24 jam setelah gejalanya timbul. Bahkan meskipun apendisitis bukan penyebabnya, usus buntu tetap diangkat. Lalu dokter bedah akan memeriksa perut dan mencoba menentukan penyebab nyeri yang sebenarnya.</p>
<p>Pembedahan yang segera dilakukan bisa mengurangi angka kematian pada apendisitis.<br />
Penderita dapat pulang dari rumah sakit dalam waktu 2-3 hari dan penyembuhan biasanya cepat dan sempurna.</p>
<p>Usus buntu yang pecah, prognosisnya lebih serius. 50 tahun yang lalu, kasus yang ruptur sering berakhir fatal. Dengan pemberian antibiotik, angka kematian mendekati nol.</p>
<p>sumber:  medicastore</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/30/mengenal-usus-buntu-apendistis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Faktor Penyebab Keguguran dan Tanda Keguguran</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/22/faktor-penyebab-tanda-keguguran/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/22/faktor-penyebab-tanda-keguguran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 18:52:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[keguguran]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Keguguran adalah salah satu hal yang paling banyak dikahawatirkan dan ditakutkan oleh para ibu hamil. Bayangan akan hadirnya buah hati, lucunya bayi mungil sirna sudah ketika keguguran menghampiri. Ditambah lagi oleh rasa sakit, stress, dan bahkan trauma menghantui para ibu hamil yang mengalami keguguran. Oleh karena itu, mari kita ketahui mengenai apa itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com"  target="_blank">DokterSehat.com</a> &#8211; Keguguran adalah salah satu hal yang paling banyak dikahawatirkan dan ditakutkan oleh para ibu hamil. Bayangan akan hadirnya buah hati, lucunya bayi mungil sirna sudah ketika keguguran menghampiri. Ditambah lagi oleh rasa sakit, stress, dan bahkan trauma menghantui para ibu hamil yang mengalami keguguran.</p>
<p>Oleh karena itu, mari kita ketahui mengenai apa itu keguguran, apa penyebabnya dan bagaimana tanda-tanda dari keguguran ini. Agar dengan diketahui mengenai seluk beluk keguguran, diharapkan keguguran dapat terhindarkan.<br />
Keguguran diartikan sebagai keluarnya janin atau persalinan prematur sebelum mampu untuk hidup. Resiko keguguran memiliki persentase sebesar 15% &#8211; 40% dari ibu hamil, dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan. Namun jumlah kejadian atau resiko keguguran akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan.<br />
Penyebab Terjadinya Keguguran</p>
<p><strong>Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya keguguran adalah:</strong></p>
<ul>
<li>Adanya kelainan pada janin yang disebabkan kelainan kromosom, yang terjadi saat berlangsungnya proses pembuahan. Akibatnya, embrio yang terbentuk cacat dan dikeluarkan tubuh.</li>
<li>Adanya kelainan pada ibu, seperti kelainan pada sisterm hormonal (bisa hormon prolaktin yang terlalu tinggi atau progesteron yang terlalu rendah), sistem kekebalan tubuh, infeksi menahun, dan penyakit berat yang diderita si ibu hamil.</li>
<li>Adanya kelainan pada rahim. Kelainan yang paling umum terjadi adalah adanya miom (tumor jaringan otot) yang dapat mengganggu pertumbuhan embrio. kelainan lain yaitu rahim terlalu lemah sehingga tidak mampu menahan berat janin yang sedang berkembang. Kehamilan dalam rahim yang terlalu lemah biasanya hanya mampu bertahan hingga akhir trimester pertama.</li>
<li>Penyebab lain adalah infeksi, seperti terkena virus TORCH, HIV, Hepatitis dll.</li>
<li>Keguguran juga dapat diakibatkan oleh gaya hidup. Wanita yang cenderung merokok, mengkonsumsi minuman keras, obesitas atau berat badan kurang dapat memiliki gangguan hormon yang berakibat gangguan kehamilan.</li>
</ul>
<p><strong>Tanda-Tanda Keguguran</strong></p>
<p>Sebelum keguguran benar-benar terjadi, biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang tidak betul pada proses kehamilan. Tanda-tanda terjadinya keguguran yaitu:</p>
<p><strong>Perdarahan<br />
</strong>Perdarahan adalah tanda yang paling umum. Perdarahan yang terjadi bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat. Kadang-kadang terdapat bagian jaringan yang robek yang ikut keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak atau kantung ketuban yang robek.</p>
<p><strong>Kram atau Kejang Perut</strong><br />
Tanda ini rasanya mirip seperti kram perut pada awal datang bulan. Biasana kram ini berlangsung berulang-ulang dalam periode waktu yang lama. Kram atau kejang juga dapat terjadi di daerah panggul</p>
<p><strong> Nyeri Pada Bagian Bawah Perut<br />
</strong>Rasa nyeri pada bagian bawah perut terjadi dalam waktu cukup lama. Selain di sekitar perut, rasa sakit juga dapat terjadi di bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Nyeri ini terjadi dalam beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.</p>
<p>sumber: bidanku.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/22/faktor-penyebab-tanda-keguguran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 Mitos Salah Seputar Mata</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/18/mitos-salah-mata/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/18/mitos-salah-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jan 2010 17:45:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[mata]]></category>
		<category><![CDATA[mitos]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=583</guid>
		<description><![CDATA[Banyak mitos menyesatkan tentang penyakit mata yang tak jarang menjerumuskan pasien. Mengobati sendiri penyakit mata tak selalu aman dan perlu diwaspadai, karena tidak semua kelainan dan penyakit mata sama obatnya. 1. Penyakit mata merah disebabkan oleh debu Tidak selalu benar. Lebih sering mata merah disebabkan oleh bibit penyakit. Kita mencurigai mata merah sebagai infeksi jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak mitos menyesatkan tentang penyakit mata yang tak jarang menjerumuskan pasien. Mengobati sendiri penyakit mata tak selalu aman dan perlu diwaspadai, karena tidak semua kelainan dan penyakit mata sama obatnya.</p>
<p><strong>1. Penyakit mata merah disebabkan oleh debu</strong></p>
<p>Tidak selalu benar. Lebih sering mata merah disebabkan oleh bibit penyakit. Kita mencurigai mata merah sebagai infeksi jika terjadi dalam musim-musim tertentu dimana banyak orang yang terkena mata merah. Bisa jadi sudah terjadi wabah mata merah di suatu kota atau wilayah.</p>
<p>Namun, bisa juga mata merah disebabkan oleh debu. Debu, pasir, kotoran, sabun mandi, dapat menimbulkan mata merah. Namun perlu dibedakan dengan mata merah sebab infeksi.</p>
<p>Pada mata merah infeksi, selain gatal, rasa tidak enak mengganjal seperti ada pasir, banyak mengeluarkan airmata, dan merahnya mata semakin hari semakin bertambah. Mungkin disertai pembengkakan kelopak mata, dan waktu bangun tidur mata rapat, banyak kotoran mata (belekan).</p>
<p>Mata merah sebab debu biasanya tidak belekan, jarang membengkak, dan merahnya semakin hari cenderung semakin pudar dan bisa mereda sendiri. Mata merah infeksi sukar menyembuh sendiri tanpa obat. Penyakit infeksi mata bisa saja tidak harus menimbulkan mata merah. Orang-orang menyebutnya penyakit infeksi mata putih. Yang merah bagian dalam kelopak matanya (conjunctiva palpebra), bukan putih matanya. Penyebabnya juga infeksi bibit pernyakit, mulai dari virus, kuman, sampai jamur.</p>
<p><strong>2. Bintitan sebab sering mengintip</strong></p>
<p>Tidak benar. Bukan sebab sering mengintip orang jadi bintitan. Ini juga tergolong infeksi mata. Bedanya dengan penyakit mata merah, bibit penyakitnya bersarang bukan di bola mata atau selaput lendir kelopak mata, melainkan di kelenjar-kelenjar yang ada di kelopak mata. Kita tahu di kelopak mata terdapat beberapa kelenjar, seperti kelenjar airmata, kelenjar minyak pembasah bulu mata. Jika kelenjar ini dimasuki bibit penyakit, maka akan terbentuk bisul. Bisul kelenjar ini yang menimbulkan penyakit bintit (hordeolum).</p>
<p>Bintit tidak boleh dibiarkan berlama-lama tanpa pengobatan. Kenapa? Oleh karena jika bisulnya sudah telanjur membatu, sukar mengempis kembali kendati diobati. Terlambat mengobati bintit, memerlukan tindakan operasi untuk membuang batu bisulnya.</p>
<p><strong>3. Penyakit rabun jauh dapat diobati dengan banyak makan wortel</strong></p>
<p>Salah. Kita tahu, penyakit rabun jauh disebabkan oleh tidak tepatnya bayangan jatuh pada retina (layar bola mata). Pada kelainan mata myopia begini, bayangan yang kita lihat jatuhnya di depan retina. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kelainan kornea (hitam mata), gangguan lensa, atau sumbu bola mata.</p>
<p>Bola mata yang kelewat besar (seperti anak-anak sekarang), menjadikan sumbu bola mata lebih panjang dari normal. Itu yang membuat bayangan yang kita lihat selalu jatuh di depan retina, sehingga bayangan tidak tampak jelas, melainkan samar-samar ketika sedang melihat jauh. Tidak soal ketika melihat dekat.</p>
<p>Wortel dan sumber vitamin A lainnya bermanfaat untuk sel-sel di layar retina (bagian belakang bola mata), tempat bayangan yang kita lihat ditangkap lalu dikirimkan ke otak untuk ditafsirkan.</p>
<p>Sel-sel retina, selain untuk menangkap penglihatan terang-gelap, juga untuk warna. Jika penyebab kelainan mata adalah gangguan sel-sel saraf retina, masuk akal wortel bisa membantu. Namun, rabun jauh lebih sering disebabkan oleh berubahnya sumbu bola mata. Sebagian sebab keturunan.</p>
<p>Kelainan sumbu bola mata hanya mungkin dinormalkan dengan mengoreksi sumbu bola mata yang kelewat panjang, agar bayangan tepat jatuh di retina.</p>
<p>Caranya dengan memberi lensa pembantu (lensa minus) sebesar yang memberikan hasil bayangan yang kita lihat menjadi tepat jatuh di retina. Semakin terlalu panjang sumbu bola mata, sehingga semakin jauh bayangan jatuhnya di depan retina, semakin besar minus lensa bantuan yang perlu diberikan.</p>
<p><strong>4. Tidak semua orang dalam hidupnya perlu berkacamata</strong></p>
<p>Juga tidak benar. Orang yang matanya sehat dan normal pun setelah berumur lewat 40 tahun, akan memerlukan kacamata baca untuk rabun dekat (presbyopia). Rabun dekat bukan penyakit, melainkan bagian dari proses menua. Suka tidak suka, setiap orang akan mengalami rabun dekat. Untuk itu perlu dibantu dengan kacamata baca (lensa positif). Semakin bertambah tua, semakin besar kacamata baca yang diperlukan, agar pada jarak baca sehat (33 cm) orang bisa jelas membaca.</p>
<p>Pada orang dengan mata sakit, mungkin sudah sejak kecil memerlukan kacamata. Mata minus keturunan umumnya sudah dialami sejak masih sekolah dasar. Kasus ini tidak bisa diobati tanpa kacamata. Jika myopia dibiarkan, minusnya akan cepat bertambah. Penyakit mata rabun jauh myopia tidak bisa berkurang, apalagi kembali seperti mata normal lagi, kendati sudah memakai kacamata.</p>
<p><strong>5. Rabun senja dapat dikoreksi dengan memakai kacamat</strong>a</p>
<p>Keliru. Penyakit rabun senja, yaitu mereka yang terganggu melihat gelap (setelah matahari terbenam), tidak bisa dikoreksi dengan kacamata. Penyakit rabun senja terjadi jika sel-sel saraf pembeda terang-gelap di retina terganggu. Ini umumnya terjadi sebab kekurangan vitamin A untuk waktu lama. Anak kurang gizi, yang umumnya kurang makan sumber vitamin A yang yang banyak dalam ikan, susu, sayur-mayur, dan buah, banyak mengidap rabun senja. Maka, cara koreksinya bukan dengan kacamata, melainkan dengan memberi ekstra vitamin A dosis tinggi.</p>
<p><strong>6. Mata buta sebab dibawa sejak lahir</strong></p>
<p>Tidak selalu. Hanya sedikit kelainan mata yang berakibat kebutaan yang dibawa sejak lahir. Penyakit yang diidap ibu selama hamil ada beberapa yang bisa mengganggu mata, seperti toxoplasma. Namun, kebutaan lebih banyak disebabkan oleh kekurangan vitamin A, glaucoma, dan katarak.</p>
<p>Di Indonesia, angka kebutaan sebab kekurangan vitamin A masih banyak. Jika rabun senja sebagai gejala awal kekurangan vitamin A dibiarkan tanpa koreksi dengan memberi vitamin A dosis tinggi, kerusakan mata akan berlanjut. Tampak bercak putih pualam pada putih mata (bitot spot), yang jika masih tidak dikoreksi juga, akan merusak bola mata, menjadi bisul di putih mata, dan akhirnya bola mata akan mengempis, lalu menciut. Pada stadium lanjut ini, mata sudah tak mungkin diselamatkan lagi, dan akhirnya buta sama sekali.</p>
<p><strong>7. Obat tetes mata bisa untuk mengobati semua mata merah</strong></p>
<p>Tidak benar. Ada banyak jenis obat tetes mata. Kita mengenal obat tetes mata merah yang disebabkan oleh infeksi. Jenis ini bukan yang dijual di warung-warung. Mata merah sebab infeksi tidak bisa disembuhkan dengan obat tetes warung. Bahkan, memakai obat tetes warung malah bisa membuat penyakit mata merah bertambah parah, alih-alih menyembuh.</p>
<p>Obat tetes mata untuk infeksi mata juga dibedakan pula, ada yang untuk kuman, ada pula untuk virus, jamur, dan jenis infeksi mata yang tanpa luka (tukak) mata. Pada kasus infeksi mata tanpa luka, boleh diberikan tetes mata yang ditambahkan obat corticostreroid sebagai antiradangnya, namun tidak untuk kasus yang ada luka atau tukaknya.</p>
<p>Sudah disebut di atas, mata merah sendiri bukan melulu disebabkan oleh infeksi. Bisa juga sebab debu atau alergi, dan sebab penyakit mata glaucoma. Pada penyakit ini, tekanan bola mata meninggi, dengan salah satu gejalanya mata merah.</p>
<p>Sudah barang tentu, mata merah sebab glaucoma tidak mempan diobati dengan tetes mata infeksi atau tetes mata yang dibeli di warung, melainkan harus dengan obat khusus penurun tekanan bola mata. Membiarkan glaucoma berkepanjangan bisa berakhir dengan kebutaan.</p>
<p>Mata merah sebab virus herpes tak mempan diobati dengan tetes mata biasa, melainkan dengan tetes mata antivirus. Demikian pula jika mata merah sebab alergi, yang hanya mereda jika diobati dengan tetes mata yang mengandung obat antialergi.</p>
<p>Apa makna semua itu? Tidak semua mata merah boleh sembarang diberi tetes mata. Selain tidak selalu berhasil menyembuhkan, ada bahaya terselubung jika memakai sendiri obat tetes mata secara serampangan. Melihat mata merah tetangga, lalu berniat baik langsung memberikan obat tetes mata bekas ketika pernah sakit mata merah. Ini tidak arif. Niat baik bisa berujung petaka kalau berakibat buruk. Dan ingat, obat tetes mata yang masih tersisa untuk infeksi sebaiknya tidak dipakai lagi. Selain mungkin sudah tidak ampuh, berubah kepekatannya, obat mungkin sudah tercemar bibit penyakit dari mata saat memakainya.</p>
<p><strong>8. Penyakit mata glaucoma disebabkan oleh tekanan darah tinggi</strong></p>
<p>Salah. Penyakit glaucoma disebabkan oleh meningkatnya tekanan di dalam bola mata. Penyebabnya banyak. Ada yang turunan, sehingga sistem saluran cairan mata di dalam bola mata tersumbat, atau menyempit.</p>
<p>Yang bukan turunan bisa disebabkan oleh gangguan lensa, katarak yang sudah matang atau pecah, pasca-bedah mata, penyakit pada bagian dalam bola mata (iris mata), yang berakibat terganggunya sistem aliran cairan mata, dan berakhir dengan meningginya tekanan bola mata.</p>
<p>Meningginya tekanan bola mata tidak ada hubungannya dengan tekanan darah tinggi. Orang yang darah tinggi tidak harus tekanan bola matanya juga tinggi. Sebaliknya, orang yang darah rendah belum tentu tidak glaucoma.</p>
<p><strong>9. Katarak hanya pada orang berusia lanjut</strong></p>
<p>Tidak selalu benar. Memang lebih banyak katarak terjadi pada usia lanjut, sebagai bagian dari proses menua. Namun, usia bayi pun bisa katarak juga. Katarak sejak lahir dibawa bayi sejak dalam kandungan mula. Jenis katarak bayi berbeda dengan katarak dewasa dan usia lanjut.</p>
<p>Katarak sebagai komplikasi penyakit lain bisa diderita sebelum usia lanjut, termasuk komplikasi kencing manis, akibat radiasi, cahaya matahari, atau kerusakan lensa mata oleh radikal bebas, yang akan terjadi jauh hari sebelum usia lanjut.</p>
<p><strong>10. Mata bayi baru lahir tak mungkin tertular penyakit kelamin ibunya</strong></p>
<p>Salah. Justru perlu diwaspadai jika ibu melahirkan bayi sebelum keputihannya disembuhkan. Sebab, bisa jadi keputihannya disebabkan oleh penyakit kelamin kencing nanah (gonorrhoea). Mata bayi bisa tertular kencing nanah pada saat persalinan berlangsung. Seminggu setelah lahir, mata bayi membengkak, lengket penuh nanah, dan meradang, tanda tertular kencing nanah dari kemaluan ibunya.</p>
<p>Selain kencing nanah, ibu juga bisa keputihan oleh bibit penyakit lain. Itu sebab setiap bayi baru lahir secara rutin diberi tetes mata antibiotika, untuk jaga-jaga kalau-kalau matanya tercemar bibit penyakit dari jalan lahir ibu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/18/mitos-salah-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
