<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; Penyakit Tulang</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/category/kesehatan-umum/penyakit-tulang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 08:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Apa itu Encok?</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/07/08/apa-itu-encok/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/07/08/apa-itu-encok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jul 2010 03:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[encok]]></category>
		<category><![CDATA[gejala]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1332</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Nyeri, sendi kaku, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada pangkal ibu jari kaki, tumit, lutut, pergelangan kaki, tangan dan siku adalah ciri-ciri terkena encok. Kenali 5 penyebabnya agar terhindar dari encok. Encok merupakan penyakit yang disebabkan penumpukan kristal asam urat di dalam jaringan ikat, yaitu ruang antara dua tulang atau di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Nyeri, sendi kaku, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada pangkal ibu jari kaki, tumit, lutut, pergelangan kaki, tangan dan siku adalah ciri-ciri terkena encok. Kenali 5 penyebabnya agar terhindar dari encok.</p>
<p>Encok merupakan penyakit yang disebabkan penumpukan kristal asam urat di dalam jaringan ikat, yaitu ruang antara dua tulang atau di dalam tulang itu sendiri.</p>
<p>Penumpukan kristal ini menyebabkan peradangan artritis yang memicu pembengkakan, kemerahan, rasa panas, nyeri serta kekakuan di sendi.</p>
<p>Asam urat yang menumpuk tersebut merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan purin, zat ini merupakan bagian dari semua jaringan manusia dan ditemukan pada berbagai jenis makanan.</p>
<p>Seharusnya asam urat ini terlarut dalam darah dan melewati ginjal hingga akhirnya dikeluarkan melalui urin. Tapi jika produksi asam urat di tubuh meningkat dan ginjal tidak cukup kuat menghilangkan asam urat, maka kondisi ini memicu terjadinya hyperuricemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah).</p>
<p>Seperti dikutip dari Medic8.com, Kamis (27/5/2010) ada faktor penyebab encok yaitu:</p>
<ol>
<li>Kelebihan berat badan. Hal ini karena terdapat lebih banyak jaringan yang bisa pecah atau berganti sehingga memicu meningkatnya produksi asam urat.</li>
<li>Terlalu banyak minum alkohol, sehingga mengganggu perjalanan asam urat untuk keluar dari tubuh.</li>
<li>Adanya gangguan pada salah satu enzim yang membantu pemecahan senyawa purin yang membuat seseorang kena encok jika makanan makanan yang mengandung purin.</li>
<li>Mengonsumsi obat tertentu seperti salisilat, cyclosporine, levodopa atau obat diuretik.</li>
<li>Genetik kemungkinan memainkan peran, meskipun tidak terlalu besar. Karena diperkirakan sekitar 18 persen orang yang encok memiliki riwayat penyakit ini.</li>
</ol>
<p>Jika tubuh rentan terkena encok maka yang harus dilakukan:</p>
<ul>
<li>Minum banyak cairan terutama air putih, karena cairan bisa membantu menghilangkan asam urat berlebih dari dalam tubuh.</li>
<li>Menghindari makanan yang mengandung banyak purin seperti bir, minuman alkohol, teri, ikan sardin, telur ikan, ragi, hati, ginjal, kacang-kacangan (kacang polong, melinjo), ekstrak daging, kaldu, jamur, asparagus, bayam dan kembang kol.</li>
<li>Menjaga berat badan dengan berolahraga secara teratur.</li>
<li>Jangan melakukan diet secara ekstrim, karena hal ini juga bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah.</li>
</ul>
<p>Memberitahu dokter semua obat dan vitamin yang dikonsumsi untuk mencegah peningkatan risiko hyperuricemia dari obat-obatan yang diminum.<br />
Encok sering disebut asam urat, tapi penyakit ini berbeda dengan rematik. Karena encok terkait dengan gangguan metabolisme pengeluaran kadar asam urat dalam darah yang tersumbat menjadi kristal. Sedangkan rematik adalah penyakit sendi karena adanya gangguan autoimun yang berlangsung lama.</p>
<p>ditulis oleh Vera Farah Bararah ( detikHealth )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/07/08/apa-itu-encok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Mandi Malam dan Rematik</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/05/29/seputar-mandi-malam-dan-rematik/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/05/29/seputar-mandi-malam-dan-rematik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 19:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[informasi rematik]]></category>
		<category><![CDATA[mandi malam]]></category>
		<category><![CDATA[mitos kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1245</guid>
		<description><![CDATA[“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.” DokterSehat.com &#8211; Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang telah lebih dahulu mengalaminya. Mereka pun membandingkan mana yang sering mandi malam dan mana yang tidak. Kesimpulan saat ini adalah mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>“Hey, jangan suka mandi malam-malam. Nanti kena rematik, lho.”</em></p>
<p><em></em><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Begitulah pesan yang sering disampaikan oleh orang-orang tua terdahulu. Keyakinan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik didasarkan pengalaman dan testimoni banyak orang yang telah lebih dahulu mengalaminya. Mereka pun membandingkan mana yang sering mandi malam dan mana yang tidak. Kesimpulan saat ini adalah mereka yang suka mandi malam akan lebih cepat terkena rematik ketimbang yang tidak.</p>
<p>Beberapa keluhan seputar rematik ini memang selalu dikait-kaitkan dengan kebiasaan seseorang yang kebetulan ‘suka’ mandi malam. Lewat artikel singkat ini, kita akan coba mencari tahu kebenaran tentang fakta-fakta ini. Mudah-mudahan sedikit banyak mampu menambah wawasan kita. Soal sepele tidak lagi sepele jika sudah merebut keyakinan seseorang. Bagaimana Anda bisa disembuhkan jika Anda sendiri tidak peduli dengan kesehatan Anda? Jika mandi malam ternyata menyebabkan rematik, apakah Anda masih nekad melakukannya?</p>
<p>Para ahli meyakini bahwa biang keroknya nyeri sendi pada usia lanjut adalah asam urat. Jika kita mau jujur, asam urat itu tidak terdapat pada air mandi. Lagipula, dengan menyiramkan air ke tubuh pada malam hari, Anda tidak akan mendapat apapun, kecuali basah dan dingin. Apakah kedua hal ini memicu rematik suatu hari nanti?</p>
<p>Kebanyakan dari mereka yang berusia lanjut (disebut juga lansia) mengalami rematik. Perbedaannya adalah pada waktu, ada yang cepat, ada yang lama. Tapi, tidak dipungkiri masing-masing kita akan mengalami hal tersebut. Faktor asupan makanan memegang peranan penting munculnya keluhan sendi. Hampir semua produk makanan, kecuali buah-buahan, beresiko meningkatkan level asam urat dalam darah.</p>
<p>Mandi malam tidak menyebabkan nyeri rematik, tapi mandi malam jelas memperberat keluhan nyeri rematik. Artinya, bagi mereka yang ternyata sudah menderita rematik, tidak dianjurkan mandi malam. Kalaupun memang ingin mandi, utamakan dengan air hangat. Rasa dingin akan memperberat nyeri sendi, dan ini tentu bukan sesuatu yang diharapkan. Bagi mereka yang belum mengalami nyeri rematik, sebaiknya mulailah menjaga asupan makanan dan memperbanyak minum. Kita tentu sulit menghindari kandungan purin dalam makanan, padahal semua produk makanan yang mengandung protein sudah pasti mengandung purin. Jika kita kurang mengkonsumsi protein, maka tubuh akan terasa lemas dan kurang sehat. Jika kita terlalu banyak mengkonsumsi protein, akan lebih banyak terdapat asam urat dalam darah kita. Saat usia muda, hal itu tidak terlalu mengganggu. Tapi, saat usia tua, hal itu tentu sangat mengganggu.</p>
<p>Mandi malam dapat memicu penuaan dini. Ini dikarenakan saat dingin, tubuh akan masuk ke keadaan <em>stress</em>. Ia akan meningkatkan metabolismenya agar temperatur tubuh tetap normal dan meningkatkan aliran darahnya (<em>vasokonstriksi</em>) untuk mensuplai oksigen ke seluruh tubuhnya. Akibatnya, tubuh membutuhkan lebih banyak kalori dan oksigen. Untuk mencukupi kebutuhan kalori, maka dibutuhkan asupan kalori lebih banyak dengan cara menimbulkan rasa lapar dan lapar. Untuk mencukupi kebutuhan oksigen, orang tersebut akan bernafas lebih cepat. Makanan dan hasil metabolisme, walaupun menghasilkan energi yang dibutuhkan, cenderung menumpuk hasil metabolit berupa oksidan dalam tubuhnya. Jika hal itu terjadi bertahun-tahun lamanya, maka orang tersebut akan mengalami gejala seperti layaknya orang yang sudah tua. Gejala yang paling umum adalah nyeri sendi.  Tapi, ini bukanlah satu-satunya kemungkinan penyebab karena harus memperhatikan apa pekerjaan, kebiasaan lainnya, penyakit lain, faktor keturunan, kondisi psikologis, faktor eksternal (polusi, makanan, radiasi, tingkat kelembaban), dan sebagainya.</p>
<p>Ada beberapa langkah yang mungkin kita bisa aplikasikan sehari-hari.</p>
<ol>
<li>Hindari mandi malam. Kalaupun memang harus mandi di malam hari, utamakan dengan air hangat. Prinsipnya hindari kondisi kedinginan. Kalau tubuh Anda mampu melawan rasa dingin (karena ada latihan sebelumnya), mungkin dapat dikecualikan. Pada dasarnya mandi dengan air dingin tidak dianjurkan, kecuali bagi mereka yang berusia muda, karena air dingin cocok untuk mengusir rasa malas.</li>
<li>Utamakan makan banyak sayuran dan buah-buahan yang kaya dengan antioksidan. Ini akan membantu mencegah penuaan dini. Anda bisa mengkonsumsinya dengan cara memasak terlebih dahulu, atau dalam bentuk jus (<em>juice</em>).</li>
<li>Konsumsi Vitamin C 1000 mg per hari. Lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan Vitamin E 600-800 mg per hari.</li>
<li>Untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat, utamakan sumber dari padi-padian, gandum, ubi, jagung, dan sagu. Untuk kebutuhan protein, Anda bisa mengkonsumsi telur dan susu.</li>
<li>Untuk mengontrol asupan makanan, sangat dianjurkan untuk berpuasa.</li>
<li>Memperbanyak minum. Hasil metabolisme purin berupa asam urat akan disekresikan melalui urin.</li>
<li>Hindari minuman-minuman bersoda. Minuman bersoda akan meningkatkan pelepasan calcium dari tulang. Pada gilirannya akan memperberat kerja ginjal dan membuat tulang rapuh.</li>
</ol>
<p>Ingat, kesehatan itu mahal harganya. Semoga bermanfaat dan tetap hidup sehat.</p>
<p><a href="http://careandhealed.com/2009/12/mandi-malam-menyebabkan-rematik/" >sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/05/29/seputar-mandi-malam-dan-rematik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Asam Urat</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/16/seputar-asam-urat/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/16/seputar-asam-urat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 21:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[asam urat]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan]]></category>
		<category><![CDATA[solusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1175</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Apa itu sebenarnya asam urat? Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://doktersehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Apa itu sebenarnya asam urat?<br />
</strong><br />
Yang dimaksud dengan asam urat adalah sisa metabolisme zat purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Ini juga merupakan hasil samping dari pemecahan sel dalam darah.</p>
<p>Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu.</p>
<p>Normalnya, asam urat ini akan dikeluarkan dalam tubuh melalui feses (kotoran) dan urin, tetapi karena ginjal tidak mampu mengeluarkan asam urat yang ada menyebabkan kadarnya meningkat dalam tubuh. Hal lain yang dapat meningkatkan kadar asam urat adalah kita terlalu banyak mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung banyak purin. Asam urat yang berlebih selanjutnya akan terkumpul pada persendian sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bengkak.</p>
<p>Penderita asam urat setelah menjalani pengobatan yang tepat dapat diobati sehingga kadar asam urat dalam tubuhnya kembali normal. Tapi karena dalam tubuhnya ada potensi penumpukan asam urat, maka disarankan agar mengontrol makanan yang dikonsumsi sehingga dapat menghindari makanan yang banyak mengandung purin.</p>
<p><strong>Gejala Asam Urat</strong></p>
<ul>
<li>Kesemutan dan linu</li>
<li>Nyeri terutama malam hari atau pagi hari saat bangun tidur</li>
<li>Sendi yang terkena asam urat terlihat bengkak, kemerahan, panas dan nyeri luar biasa pada malam dan pagi.</li>
</ul>
<p><strong> Solusi Mengatasi Asam Urat</strong></p>
<p><strong></p>
<ul>
<li><span style="font-weight: normal;">Melakukan pengobatan hingga kadar asam urat kembali normal. Kadar normalnya adalah 2.4 hingga 6 untuk wanita dan 3.0 hingga 7 untuk pria.</span></li>
<li><span style="font-weight: normal;">Kontrol makanan yang dikonsumsi.</span></li>
<li><span style="font-weight: normal;">Banyak minum air putih. Dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.</span></li>
</ul>
<p></strong></p>
<p><strong>Makanan yang Dihindari (mengandung banyak purin)</strong></p>
<ul>
<li>Lauk pauk seperti jeroan, hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak.</li>
<li>Makanan laut seperti udang, kerang, cumi, kepiting.</li>
<li>Makanan kaleng seperi kornet dan sarden.</li>
<li>Daging, telur, kaldu atau kuah daging yang kental.</li>
<li>Kacang-kacangan seperti kacang kedelai (termasuk hasil olahannya seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.</li>
<li>Sayuran seperti daun bayam, kangkung, daun singkong, asparagus, kembang kol, buncis.</li>
<li>Buah-buahan seperti durian, alpukat, nanas, air kelapa.</li>
<li>Minuman dan makanan yang mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, tuak.</li>
</ul>
<p>sumber: kumpulan.info</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/16/seputar-asam-urat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pola Makan Bagi Penderita Asam Urat</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/24/pola-makan-asam-urat/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/24/pola-makan-asam-urat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jan 2010 04:42:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[asam urat]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sendi]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Penderita asam urat tinggi, memang harus hati-hati terhadap makanan. Diet yang dilakukan, harus memenuhi syarat sebagai berikut : 1. Pembatasan purin Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com"  target="_blank">DokterSehat.com</a> &#8211; Penderita asam urat tinggi, memang harus hati-hati terhadap makanan. Diet yang dilakukan, harus memenuhi syarat sebagai berikut :</p>
<p><strong>1. Pembatasan purin</strong></p>
<p>Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).<br />
<strong><br />
2. Kalori sesuai kebutuhan</strong></p>
<p>Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkannn dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya keton bodies yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin.<br />
<strong><br />
3. Tinggi karbohidrat</strong></p>
<p>Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.</p>
<p><strong>4. Rendah protein</strong></p>
<p>Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.</p>
<p><strong>5. Rendah lemak</strong></p>
<p>Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.</p>
<p><strong>6. Tinggi cairan</strong></p>
<p>Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.</p>
<p><strong>7. Tanpa alkohol</strong></p>
<p>Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.</p>
<p>sumber: dechacare</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/24/pola-makan-asam-urat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Osteoporosis dan Pencegahannya</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/20/seputar-osteoporosis-pencegahan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/20/seputar-osteoporosis-pencegahan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Jan 2010 17:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[kalsium]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>
		<category><![CDATA[vitamin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=795</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang menjadi keropos dan rapuh. “Osteo” artinya tulang, sedangkan “porosis” artinya keropos. Tulang yang mudah patah akibat osteoporosis adalah tulang belakang, tulang paha dan pergelangan tangan. Agar kepadatan tulang tetap terjaga, tubuh memerlukan kalsium dan mineral lainnya dalam jumlah yang cukup dan produksi beberapa macam hormon dalam jumlah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang menjadi keropos dan rapuh. “Osteo” artinya tulang, sedangkan “porosis” artinya keropos.</p>
<p>Tulang yang mudah patah akibat osteoporosis adalah tulang belakang, tulang paha dan pergelangan tangan.<br />
Agar kepadatan tulang tetap terjaga, tubuh memerlukan kalsium dan mineral lainnya dalam jumlah yang cukup dan produksi beberapa macam hormon dalam jumlah yang tepat, antara lain estrogen pada wanita dan testosteron pada laki-laki. Selain itu, asupan vitamin D yang cukup dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium dari makanan dan menghantarkannya ke tulang.</p>
<p><strong>Apa penyebab osteoporosis?</strong></p>
<p>Tulang kita sebenarnya tidak pernah diam. Setiap saat terjadi pembentukan sel tulang baru, sedangkan sel tulang yang sudah tua dibuang dari tubuh. Pada masa anak-anak, kecepatan pembentukan jauh lebih besar ketimbang hilangnya sel-sel tulang yang sudah tua. Akibatnya tulang pada anak-anak akan bertambah panjang dan besar.</p>
<p>Pada dewasa muda kecepatan pembentukan dan hilangnya sel tulang hampir seimbang. Namun mulai usia 30 sampai 40 tahun, kecepatan pembentukan tulang semakin menurun, akibatnya jumlah sel tulang semakin sedikit, sehingga rawan terjadi osteoporosis.</p>
<p><strong>Siapa saja yang beresiko terkena Osteoporosis?</strong></p>
<p>Berikut beberapa keadaan yang meningkatkan resiko terkena osteoporosis :</p>
<ul>
<li> <strong>Menopause.</strong> Resiko terkena osteoporosis lebih besar setelah wanita mengalami menopause, karena setelah menopause, kadar estrogen yang diproduksi ovarium turun drastis. Sebagaimana diketahui, estrogen berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dengan cara membantu kerja sel pembentuk tulang. Pada kenyataannya, semakin cepat menopause terjadi, semakin besar resiko timbulnya osteoporosis. Umumnya wanita mulai mengalami menopause pada umur 45 sampai 55 tahun.</li>
<li><strong>Pengangkatan kandungan yang diikuti dengan pengangkatan kedua ovarium</strong>. Jika hanya satu ovarium yang diangkat, tidak meningkatkan resiko osteoporosis.</li>
<li><strong>Setelah umur 30 sampai 40 tahun</strong>. Karena setelah umur ini, pembentukan tulang lebih sedikit ketimbang hilangnya sel tulang.</li>
<li><strong>Merokok</strong>. Resiko terkena osteoporosis pada perokok dua kali lebih besar dibanding bukan perokok. Hal ini terjadi karena rokok menurunkan kadar estrogen di dalam darah.</li>
<li><strong>Mempunyai keluarga yang osteoporosis</strong>. Wanita yang mempunyai ibu osteoporosis mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan osteoporosis.</li>
<li><strong>Wanita dengan berat badan kurang</strong>. Wanita kurus lebih cepat terkena osteoporosis dibandingkan dengan wanita gemuk. Hal ini dikaitkan dengan perbedaan tingkat produksi estrogen, dimana wanita gemuk cenderung lebih banyak.</li>
<li><strong>Kurang olah raga teratur</strong>. Latihan yang teratur membantu memperlambat timbulnya osteoporosis. Sebaliknya, kurang olah raga menyebabkan osteoporosis lebih mudah timbul. Olah raga misalnya jalan atau lari, memicu sel tulang untuk lebih aktif sehingga terbentuk tulang yang kuat.</li>
<li><strong>Obat-obat tertentu</strong>. Beberapa obat tertentu dapat meningkatkan resiko terkena osteoporosis. Obat tersebut tampaknya meningkatkan kehilangan tulang dan menurunkan laju pembentukan tulang. Obat tersebut antara lain kortison (digunakan untuk asma, penyakit paru, radang sendi, dan alergi). Tetapi efek ini hanya terjadi jika obat tersebut digunakan dalam dosis tinggi, atau diberikan selama 3 bulan atau lebih. Penggunaan obat ini selama beberapa hari, atau beberapa minggu, biasanya tidak meningkatkan resiko timbulnya osteoporosis. Pengobatan tiroid juga berperan terhadap timbulnya osteoporosis.</li>
<li><strong>Penyakit tertentu</strong>. Beberapa penyakit yang meningkatkan resiko osteoporosis : arthritis reumatoid, bronkhitis kronis dan emfisema, hipertiroidisme, malnutrisi, penyakit hati kronik, dan penyakit-penyakit usus.</li>
<li><strong>Asupan kalsium atau vitamin D rendah</strong>. Jika makanan kita kurang mengandung kalisum selama bertahun-tahun, terutama pada masa pertumbuhan, resiko untuk mengalami osteoporosis juga meningkat. Kurangnya kalsium menyebabkan kurangnya pembentukan tulang. Vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium dan menghantarkannya ke tulang.</li>
</ul>
<p><strong>Apa yang terjadi pada remaja?</strong></p>
<p>Pada masa remaja, tulang berkembang dengan cepat. Jika asupan kalsium cukup, tulang akan mengalami perkembangan maksimal dan menjadi lebih kuat.</p>
<p>Tetapi makanan yang kaya kalsium (misalnya susu dan keju), juga mengandung kalori yang tinggi. Sehingga, remaja yang takut gemuk menghindari makanan ini. Akibatnya mereka kekurangan kalsium dan jika berlangsung terus menerus akan menimbulkan osteoporosis dikemudian hari. Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah konsumsi suplemen kalsium.</p>
<p>Soft drink, minuman yang sangat populer di kalangan remaja ini, beberapa di antaranya mengandung fosfat dengan kadar yang tinggi. Fosfat menarik kalsium dari tulang. Jadi ada baiknya para remaja mengurangi konsumsi minuman bersoda ini.</p>
<p><strong>Osteoporosis dan Patah Tulang</strong></p>
<p>Osteoporosis sendiri tidak menimbulkan gejala. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa tulangnya semakin rapuh sampai mereka mengalami patah tulang.</p>
<p>Jika tulang sudah rapuh, patah tulang dapat terjadi akibat hal-hal yang kecil saja, misalnya terjatuh, setelah mengangkat beban yang agak berat, atau bahkan akibat berjalan kaki.</p>
<p>Jika patah tulang terjadi pada tulang belakang, ruas tulang belakang menjadi lebih pendek. Pada osteoporosis yang berat, beberapa ruas tulang belakang dapat mengalami patah tulang. Kejadian inilah yang paling banyak menyebabkan turunnya tinggi badan dan bungkuk pada orang tua</p>
<p>Akibat kepatahan ini, posisi sendi tulang belakang berubah. Perubahan ini dapat menimbulkan radang sendi dan rasa nyeri.</p>
<p>Pembedahan untuk memperbaiki patah tulang pada osteoporosis sangat sulit dilakukan, karena tulang tersebut sangat lemah untuk dipasangi sekrup dan batang logam penahan.</p>
<p><strong>Bagaimana mencegah osteoporosis?</strong></p>
<p>Pengetahuan merupakan kunci utama. Semakin banyak anda tahu mengenai pencegahan dan pengobatan, semakin besar kesempatan anda untuk tetap aktif. Kunci penanganan osteoporosis adalah mencegah kehilangan sel tulang dengan makanan yang cukup, kebiasaan yang sehat dan olahraga yang tepat.</p>
<p>Pencegahan dapat mengurangi atau menghentikan sama sekali kehilangan sel tulang. Semakin cepat melakukan langkah pencegahan, semakin baik hasilnya. Jadi, jika anda masuk kategori orang bersiko tinggi terkena osteoporosis, saatnyalah untuk melakukan tindakan pencegahan, sebelum anda mengalami patah tulang.</p>
<p>Langkah pencegahan osteoporosis adalah memperhatikan makanan anda, cukup olahraga, dan mempertimbangkan penggunaan obat-obatan yang cocok.</p>
<p><strong>Calcium</strong></p>
<p>Salah satu cara terpenting untuk mencegah osteoporosis adalah konsumsi kalsium yang cukup. Berikut disajikan dosis kalsium yang diperlukan oleh tubuh menurut kelompok umur :</p>
<p>* Anak-anak, umur 1-10 tahun : 800 mg kalsium/hari<br />
* Remaja, umur 11-18 tahun : 1.200 mg kalsium/hari<br />
* Remaja yang hamil : 1.600 mg kalsium/hari<br />
* Wanita hamil, umur 19 tahun ke atas : 1.200 mg kalsium/hari<br />
* Wanita menyusui : 1.200 mg kalsium/hari<br />
* Laki-laki dewasa, di bawah 65 tahun : 1.000 mg kalsium/hari<br />
* Laki-laki dewasa, d iatas 65 tahun : 1.500 mg kalsium/hari<br />
* Perempuan dewasa, sebelum menopause: 1.200 mg kalsium/hari<br />
* Perempuan dewasa, sebelum setelah : 1.500 mg kalsium/hari</p>
<p><strong>Vitamin D</strong></p>
<p>Salah satu fungsi vitamin D adalah membantu penyerapan kalsium dari usus. Sebagian penderita osteoporosis mempunyai kadar vitamin D yang rendah di tubuhnya sehingga absorbsi kalsium dari usus juga kurang. Vitamin D dibentuk di dalam tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari atau didapatkan langsung dari makanan.<br />
Dosis harian vitamin d adalah 400 IU. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 800 IU, terutama jika anda tidak cukup mendapat vitamin D dari makanan atau kurang terpapar sinar matahari. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi lebih dari angka ini, kecuali dokter anda menganjurkannya.</p>
<p><strong>Olahraga</strong></p>
<p>Olahraga beban yang teratur sangat baik untuk mencegah osteoporosis. Mulailah dengan intensitas ringan kemudian ditingkatkan hingga 30 sampai 40 menit per sesi beberapa kali dalam seminggu.</p>
<p>Walaupun berenang tidak termasuk olah raga beban, tetapi sangat baik untuk memperkuat otot punggung. Semakin kuat otot punggung, maka semakin kuat dan padat pula tulang belakang. Olah raga air ini juga merupakan pilihan yang bagus bagi penderita radang sendi atau orang yang mengalami rasa nyeri jika melakukan olah raga beban.</p>
<p>Beberapa manfaat olahraga :</p>
<ul>
<li>Memelihara tulang. Otot yang kuat membuat tulang semakin kuat dan padat.</li>
<li>Memperbaiki bentuk tubuh. Otot punggung yang terlatih membantu menjaga tubuh agar tetap tegap dan mencegah bungkuk</li>
</ul>
<p>Bagaimana cara agar asupan kalsium cukup?</p>
<p>Salah satu cara terbaik untuk memperlambat kehilangan sel tulang adalah dengan asupan kalsium yang cukup. Berikut beberapa contoh cara untuk mendapatkan kalsium :</p>
<ul>
<li> Usahakan dalam sehari anda mengkonsumsi 3 – 4 porsi makanan yang kaya kalsium. Susu dan keju merupakan makanan yang banyak mengandung laktulosa yang meningkatkan absorpsi kalsium.</li>
<li>Jika anda melakukan diet, tetaplah mengkonsumsi susu yang rendah lemak.</li>
<li>Minumlah susu yang diperkaya vitamin D dan usahakan mendapat paparan sinar matahari yang cukup.</li>
<li>Hindari makanan dengan kadar lemak dan protein yang tinggi, karena lemak dan protein yang berlebihan dapat mengganggu absorbsi kalsium di usus.</li>
<li>Kofein dalam kopi juga berperan dalam kehilangan kalsium, jadi jangan minum kopi terlalu banyak.</li>
</ul>
<p>Bagaimana mengatasi nyeri?</p>
<p>Jika terjadi patah tulang, akan timbul nyeri ringan sampai berat. Pereda nyeri seperti parasetamol, aspirin, ibuprofen, atau naproxen dapat membantu. Jika nyeri masih tetap timbul, anda perlu ke dokter untuk mendapatkan pereda nyeri yang lebih kuat.</p>
<p>Untuk patah tulang belakang, bersama dengan pengobatan, uap panas yang di berikan pada punggung dua kali setiap hari selama 10 – 15 menit sangat membantu penyembuhan nyeri.</p>
<p>Metode lain untuk mengontrol nyeri meliputi stimulasi elektrik pada kulit diatas bagian yang sakit. Metode ini dinamakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS).</p>
<p>sumber : wartamedika.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/20/seputar-osteoporosis-pencegahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kesehatan Tulang dengan Karoten</title>
		<link>http://doktersehat.com/2009/01/30/menjaga-kesehatan-tulang-dengan-karoten/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2009/01/30/menjaga-kesehatan-tulang-dengan-karoten/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 01:19:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fitriyono Ayustaningwarno STp MSi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Diet]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[karoten]]></category>
		<category><![CDATA[osteoporosis]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[oleh Rosalie Marion Bliss DokterSehat &#8211; Pada penelitian terbaru diketahui bahwa pewarna alami yang terdapat dalam tumbuhan dapat membantu menghindari kehilangan tulang pada pria dan wanita lanjut usia. penelitian yang dilakukan oleh ARS (Agricultural Research Service) yang dipublikasikan dalam jurnal online di The American Jurnal of Clinical Nutrition. Penelitian yang dilakukan oleh epidemiologist Katherine Tucker [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal">oleh Rosalie Marion Bliss</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://doktersehat.com"  target="_self">DokterSehat</a> &#8211; Pada penelitian terbaru diketahui bahwa pewarna alami yang terdapat dalam tumbuhan dapat membantu menghindari kehilangan tulang pada pria dan wanita lanjut usia. penelitian yang dilakukan oleh ARS (<a rel="nofollow" href="http://www.ars.usda.gov/" >Agricultural Research Service</a>) yang dipublikasikan dalam jurnal on<span>lin</span>e di <a href="http://www.ajcn.org/" >The American Jurnal of Clinical Nutrition</a>.</p>
<p class="MsoNormal">Penelitian yang dilakukan oleh epidemiologist <a rel="nofollow" href="http://www.ars.usda.gov/pandp/people/people.htm?personid=38217" >Katherine Tucker</a> <span>dan</span> Jean Mayer <span>dari </span>USDA <a rel="nofollow" href="http://www.ars.usda.gov/main/site_main.htm?modecode=19-50-00-00" >Human Nutrition Research Center on Aging</a> (HNRCA) pada <a href="http://www.tufts.edu/" >Tufts Unifersity</a> di Boston, USA.</p>
<p class="MsoNormal"><span>P</span>enelitian-penelitian yang telah dilakukan secara konsisten menunjukan bahwa asupan buah dan sayuran baik untuk tulang. antioksidan biologis dalam buah dan sayur seperti karotenoid, melindungi sel dan jaringan dari kerusakan karena adanya radikal bebas yang ada dalam tubuh. Nutrisi tertentu dari tumbuhan dapat melindungi tulang dengan mengurangi paparan oksidasi dan mencegak penghancuran tulang atau penyerapan kalsium tulang oleh darah.</p>
<p class="MsoNormal">Peleliti tersebut memeriksa <span>potensi pengaruh asupan beberapa senyawa karoten termasuk alpha karoten, beta karoten, beta cryptoxantin, lycopene dan lutein beserta zeaxantin secara individu atau gabungan terhadap kepadatan minerat yang terdapat pada tulang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Penelitian dilakukan dengan pengamatan perubahan kepadatan mineral tulang pada tulang panggul dan tulang pinggang milik sukarelawan berumur rata-rata 75 tahun yang mengikuti program Framingham Osteoporosis study. Diantara sukarelawan tersebut 213 laki-laki dan 390 wanita dipelajari selama 4 tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selama pengamatan 4 tahun tersebut, karoten dihubungkan dengan pencegahan kehilangan kepadatan mineral tulang pada tulang panggul pria dan tudalng pinggang pada manusia. Tidak ada pengaruh yang cukup signifikan pada tulang-tlang lainnya yang teramati.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Hasil penelitian ini mengungkapkan pengaruh protektif dari karoten terutama lycopene terhadap kerusakan tulang pada lanjut usia. Peneliti tersebut menyimpulkan bahwa ada karoten berpengaruh dalam perlindungan derhadap kerusakan tulang. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Untuk melihat kandungan karoten pada bahan pangan, dapat dilihat di </span><a rel="nofollow" href="http://www.ars.usda.gov/Main/docs.htm?docid=15869" ><span>ARS Nutrient Data Laboratory</span></a><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><a rel="nofollow" href="http://www.ars.usda.gov/is/pr/2009/090114.htm" >Source</a></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2009/01/30/menjaga-kesehatan-tulang-dengan-karoten/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ankylosing spondylitis (rematik sistemik)</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/11/18/ankylosing-spondylitis-rematik-sistemik/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2008/11/18/ankylosing-spondylitis-rematik-sistemik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2008 10:20:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[ankylosing]]></category>
		<category><![CDATA[berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[rematik]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat &#8211; Ankylosing spondylitis adalah suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang (spine) dan sendi-sendi tulang sacroiliac (sacroiliac joints). Sacroiliac joints berlokasi pada belakang bawah dimana sakrum (tulang kelangkang, tulang yang tepat berada diatas tulag ekor) bertemu tulang-tulang ilium (tulang-tulang yang berada di kedua sisi dari bokong atas). Peradangan kronis pada area-area ini menyebabkan nyeri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat</a> &#8211; Ankylosing spondylitis adalah suatu bentuk peradangan kronis dari tulang belakang (spine) dan sendi-sendi tulang sacroiliac (sacroiliac joints). Sacroiliac joints berlokasi pada belakang bawah dimana sakrum (tulang kelangkang, tulang yang tepat berada diatas tulag ekor) bertemu tulang-tulang ilium (tulang-tulang yang berada di kedua sisi dari bokong atas). Peradangan kronis pada area-area ini menyebabkan nyeri dan kekakuan dalam dan sekitar tulang belakang (spine). Dengan berjalannya waktu, peradangan spine yang kronis (spondylitis) dapat menjurus pada suatu penyatuan bersama sepenuhnya (fusion) dari vertebra-vertebra, suatu proses yang dirujuk sebagai ankylosis. Ankylosis menjurus pada kehilangan mobilitas dari tulang belakang (spine).</p>
<p>Ankylosing spondylitis adalah juga suatu penyakit rematik sistemik, yang berarti ia dapat mempengaruhi jaringan-jaringan lain diseluruh tubuh. Karena itu, ia dapat menyebabkan peradangan atau luka pada sendi-sendi tulang lain yang jauh dari spine, begitu juga pada organ-organ lain, seperti mata-mata, jantung, paru-paru, dan ginjal-ginjal.</p>
<p>Ankylosing spondylitis berbagi banyak ciri-ciri dengan beberapa kondisi-kondisi arthritis lain, seperti psoriatic arthritis, reactive arthritis, dan arthritis yang berhubungan dengan penyakit Crohn dan radang borok usus besar (ulcerative colitis). Setiap dari kondisi-kondisi arthritis ini dapat menyebabkan penyakit dan peradangan pada spine, sendi-sendi tulang lain, mata-mata, kulit, mulut, dan beragam organ-organ. Mengingat bahwa persamaan dan kecenderungan mereka menyebabka peradangan dari spine, kondisi-kondisi ini secara kolektif dirujuk sebagai &#8220;spondyloarthropathies&#8221;.</p>
<p>Ankylosing spondylitis adalah dua sampai tiga kali lebih umum pada pria-pria daripada pada wanita-wanita. Pada wanita-wanita, tulang-tulang sendi yang berjauhan dari spine lebih sering dipengaruhi daripada pada pria-pria. Ankylosing spondylitis mempengaruhi semua kelompok umur, termasuk anak-anak. Umur yang paling umum timbulnya gejala-gejala adalah di dekade kedua dan ketiga dari kehidupan.</p>
<h3><strong>Gejala &#8211; gejala dan Efek dari Penyakit ini:</strong></h3>
<ul>
<li>Timbulnya gejala secara insidentil/ tiba-tiba, dapat berupa: nyeri atau kekakuan pada tulang belakang. Yang pertama kali dirasakan biasanya daerah sendi panggul kemudian menjalar keatas, berturut-turut ke daerah tulang punggung bawah (daerah lumbal), daerah tulang punggung atas (thoracal), dan daerah tulang leher (cervical).</li>
<li>Peradangn spine menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang bawah , area bokong atas, leher, dan sisanya spine. Timbulnya nyeri dan kekakuan biasanya secara berangsur-angsur dan memburuk secara progresif melalui waktu berbulan-bulan</li>
<li>Hati-hati sering terjadi patah tulang pada daerah tulang punggung bawah (lumbal) dan tulang leher bagian bawah (lower cervical)</li>
<li>Jika proses penyakit berlanjut terus dapat mempengaruhi pernafasan karena ekspansi dada terganggu. Ankylosing spondylitis dapat menyebabkan peradangan dan luka goresan pada paru-paru, menyebabkan batuk dan sesak napas, terutama dengan latihan dan infeksi-infeksi. Oleh karenanya, kesulitan bernapas dapat menjadi suatu komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis.</li>
<li>Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat juga mempunyai arthritis pada sendi-sendi tulang yang lain daripada tulang belakang (spine). Pasien-pasien mugkin merasakan nyeri, kekakuan, panas, bengkak, kehangatan, dan/atau kemerahan pada tulang-tulang sendi seperti pinggul-pinggul, lutut-lutut, dan pergelangan-pergelangan. Adakalanya, tulang-tulang sendi yang kecil dari jari-jari kaki dapat meradang, atau berbentuk &#8220;sosis&#8221;. Beberapa pasien-pasien dengan penyakit ini mengembangkan <strong>Achilles tendinitis</strong>, menyebabkan nyeri dan kekakuan pada belakang tumit, terutama jika bertolak dengan kaki ketika naik tangga-tangga. Peradangan jaringan-jaringan dari alas kaki, <strong>plantar fasciitis</strong>, terjadi lebih sering pada orang-orang dengan ankylosing spondylitis.</li>
<li>Area-area lain dari tubuh yang dipengaruhi oleh ankylosing spondylitis termasuk mata-mata, jantung, dan ginjal-ginjal. Pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dapat mengembangkan peradangan pada iris, disebut <strong>iritis</strong>. </li>
<blockquote><p>Iritis dikarakteristikan dengan kemerahan dan nyeri pada mata, terutama ketika melihat pada sinar-sinar yang terang. Serangan-serangan yang terjadi kembali dari iritis dapat mempengaruhi kedua mata. Sebagai tambahan pada iris, badan siliari (ciliary body) dan koroid (choroid) dari mata dapat meradang dan ini dirujuk sebagai <strong>uveitis</strong>. Iritis dan uveitis dapat menjadi komplikasi-komplikasi yang serius dari ankylosing spondylitis yang dapat merusak mata dan mengganggu penglihatan, dan mungkin memerlukan suatu pelayanan yang mendesak dari seorang spesialis mata (<strong>ophthalmologist</strong>). </p></blockquote>
<li>Suatu komplikasi yang jarang dari ankylosing spondylitis melibatkan luka parut dari sistim elektrik jantung, menyebabkan suatu denyut jantung yang abnormal rendah. Suatu alat pemacu jantung mungkin perlu pada pasien-pasien ini untuk mempertahankan denyut jantung dan hasil (output) yang memadai. Bagian aorta yang paling dekat dengan jantung dapat meradang, berakibat pada kebocoran dari klep aorta. Pasien-pasien ini dapat mengembangkan sesak napas, kepeningan, dan gagal jantung.</li>
<li>Spondylitis yang lanjut dapat menjurus pada endapan-endapan yang disebut <strong>amyloid</strong> kedalam ginjal-ginjal dan berakibat pada kegagalan ginjal. Penyakit ginjal yang progresif dapat menjurus pada kelelahan kronis dan mual dan dapat memerlukan pembuangan racun-racun darah yang terakumulasi dengan suatu mesin penyaringan (<strong>dialysis</strong>).</li>
</ul>
<p> </p>
<h2><strong>Penyebab-Penyebab Ankylosing Spondylitis</strong></h2>
<p>Kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis dipercayai adalah diwariskan secara genetik, dan mayoritas (hampir 90%) dari pasien-pasien dengan ankylosing spondylitis dilahirkan dengan <strong>gen HLA-B27</strong>. Tes-tes darah telah dikembangkan untuk mendeteksi marker gen HLA-B27 dan telah memajukan pengertian kita tentang hubungan antara HLA-B27 dan ankylosing spondylitis.</p>
<p>Gen HLA-B27 tampaknya hanya meningkatkan kecenderungan mengembangkan ankylosing spondylitis, dimana beberap faktor-faktor tambahan, mungkin lingkungan, adalah perlu untuk timbulnya penyakit atau menjadi jelas.</p>
<p>Contohnya, ketika 7% dari populasi Amerika mempunyai gen HLA-B27, hanya 1% dari populasi yang benar-benar mempunyai penyakit ankylosing spondylitis. Di bagian utara Skandinavia (Lapland), 1.8% dari populasi mepunyai ankylosing spondylitis sedangkan 24% dari populasi umum mempunyai gen HLA-B27. Bahkan diantara individu-individu yang positif HLA-B27, risiko mengembangkan ankylosing spondylitis tampaknya lebih jauh berhubungan dengan keturunan. Pada individu-individu yang positif HLA-B27 yang mempunyai saudara-saudara dengan penyakit ini, risiko mereka mengembangkan ankylosing spondylitis adalah 12% (enam kali lebih besar daripada mereka yang saudara-saudaranya tidak mempunyai ankylosing spondylitis).</p>
<p>Akhir-akhir ini, dua lagi gen-gen telah diidentifikasikan yang berkaitan dengan ankylosing spondylitis. Gen-gen ini disebut <strong>ARTS1</strong> dan <strong>IL23R</strong>. Gen-gen ini tampaknya memainkan suatu peran dalam mempengaruhi fungsi imun. Diantisipasikan bahwa dengan mengerti efek-efek dari setiap dari gen-gen yang diketahui ini, peneliti-peneliti akan membuat kemajuan-kemajuan yang signifikan dalam menemukan suatu penyembuhan untuk ankylosing spondylitis.</p>
<p>Bagaimana peradangan terjadi dan menetap pada organ-organ dan sendi-sendi tulang yang berbeda pada ankylosing spondylitis adalah suatu persoalan dari penelitian yang aktif. Setiap individu cenderung mempunyai pola unik kehadiran dan aktivitas dari penyakit mereka sendiri.</p>
<p>Peradangan awal mungkin adalah suatu akibat dari aktivitas dari sistim imun tubuh oleh suatu infeksi bakteri atau suatu kombinasi dari kuman-kuman infeksi. Sekali diaktifkan, sistim imun tubuh menjadi tidak mampu untuk memadamkannya sendiri, meskipun infeksi bakteri awal mungkin telah hilang lama. Peradangan jaringan yang kronis yang berakibat dari aktivitas yang terus menerus dari sistim imun tubuh pada ketidakhadiran dari infeksi yang aktif adalah tanda dari suatu penyakit peradangan autoimun.</p>
<p>by totalkesehatananda.com and <a href="http://doktersehat.com" >doktersehat.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2008/11/18/ankylosing-spondylitis-rematik-sistemik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekilas Mengenai Kanker Tulang</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/11/13/sekilas-mengenai-kanker-tulang/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2008/11/13/sekilas-mengenai-kanker-tulang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2008 16:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kanker]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[definisi]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa. Angka kejadian tumor tulang bila dibandingkan dengan jenis tumor lain adalah kecil, yaitu kurang lebih 1% dari seluruh tumor tubuh manusia. Tumor bersifat ganas bila tumor berkemampuan untuk menyebar ke tempat lain (mampu bermetastasis) dan dikatakan jinak bila tidak mampu untuk bermetastasis. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-selnya tidak pernah menjadi dewasa. Angka kejadian tumor tulang bila dibandingkan dengan jenis tumor lain adalah kecil, yaitu kurang lebih 1% dari seluruh tumor tubuh manusia. Tumor bersifat ganas bila tumor berkemampuan untuk menyebar ke tempat lain (mampu bermetastasis) dan dikatakan jinak bila tidak mampu untuk bermetastasis. Paru-paru merupakan organ yang paling sering dihinggapi oleh anak sebar tumor ganas.</p>
<p>Tumor tulang primer merupakan tumor tulang dimana sel tumornya berasal dari sel-sel yang membentuk jaringan tulang, sedangkan tumor tulang sekunder merupakan anak sebar tumor ganas organ non-tulang yang bermetastasis ke tulang.</p>
<p>Berdasarkan penilaian klinis, radiologis dan histopatologis yang cermat dari masing-masing tumor tulang, maka dapat ditentukan staging tumor tersebut. Staging berlaku untuk tumor jinak dan tumor ganas tulang. Sistem staging yang dipakai untuk tumor tulang ialah Surgical Staging System dari Enneking.<br />
Untuk tumor ganas ada 3 tingkat stadium, yaitu:<br />
1. Stadium I, bila derajat keganasannya rendah.<br />
2. Stadium II, artinya tumor mempunyai derajat keganasan tinggi.<br />
3. Stadium III, yang berarti tumor sudah menyebar.</p>
<p>Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik) adalah tumor tulang ganas primer, dimana tumor ganas ini memproduksi tulang dan sel-selnya berasal dari sel mesenkimal primitif. Berdasarkan WHO definisi osteosarkoma adalah:<br />
Primary high grade malignant tumour in which the neoplastic cells produce osteoid (Christopher D.M., 2002: 264).</p>
<p>Osteosarkoma merupakan tumor ganas yang paling sering ditemukan pada anak-anak. Rata-rata penyakit ini terdiagnosis pada umur 15 tahun. Angka kejadian pada anak laki-laki dan anak perempuan adalah sama, tetapi pada akhir masa remaja penyakit ini lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki. Penyebab yang pasti tidak diketahui. Karena belum diketahui penyebabnya, maka sulit kita mencegah. Untuk diketahui, kanker tulang tidak ada kaitannya dengan makanan. Ada orang menduga akibat radioaktif yang terdapat di lingkungan masyarakat.</p>
<p>Osteosarkoma cenderung tumbuh di tulang paha (ujung bawah), tulang lengan atas (ujung atas) dan tulang kering (ujung atas).Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Meskipun demikian, osteosarkoma juga bisa tumbuh di tulang lainnya.</p>
<p>Osteosarkoma dibagi menjadi dua tipe :<br />
1. Tipe sentral yaitu tumor yang tumbuhnya di dalam tulang.<br />
2. Tipe perifer yaitu tumor yang tumbuhnya di permukaan tulang.<br />
Di Indonesia belum ada pusat data mengenai kanker tulang secara menyeluruh. Memang ada rencana RS Kanker Dharmais dengan RS Cipto Mangunkusumo mendirikan pusat data ini. Kalau ini terwujud nanti pasti prevalansinya diketahui.</p>
<p><strong>Gejala dan Tanda</strong><br />
Gejala yang paling sering ditemukan adalah nyeri. Sejalan dengan pertumbuhan tumor, juga bisa terjadi pembengkakan dan pergerakan yang terbatas. Tumor di tungkai menyebabkan penderita berjalan timpang, sedangkan tumor di lengan menimbulkan nyeri ketika lengan dipakai untuk mengangkat sesuatu benda. Pembengkakan pada tumor mungkin teraba hangat dan agak memerah.<br />
Tanda awal dari penyakit ini bisa merupakan patah tulang karena tumor bisa menyebabkan tulang menjadi lemah. Patah tulang di tempat tumbuhnya tumor disebut fraktur patologis dan seringkali terjadi setelah suatu gerakan rutin. Berdasarkan Jess H. Lonner, tanda osteosarkoma adalah :<br />
Paint and swelling, decreased range of motion, localized warmth and pathological fracture. (Jess H. Lonner, 1999: 243).</p>
<p><strong>Pemeriksaan yang biasa dilakukan:<br />
</strong>- Rontgen tulang yang terkena untuk melihat luasnya kerusakan tulang<br />
- Rontgen dada untuk melihat adanya penyebaran ke paru-paru<br />
- Bone Scan tulang untuk melacak penyebaran ke tulang yang lain<br />
- Pemeriksaan darah yaitu alkaline phosphatase serum<br />
- Pemeriksaan histopatologi dengan biopsi jarum dan biopsi terbuka</p>
<p>C. Penanganan<br />
Hampir setiap kanker tulang ganas dengan segala kondisi apapun, dahulu selalu dilakukan amputasi untuk menghindari kematian. Sekarang dengan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dilakukan cara lain yang lebih “terhormat” yaitu menggunakan metode teknik baru limb salvage, dimana teknik terapi baru ini telah dikembangkan di hampir semua pusat penyembuhan kanker di seluruh dunia. Tujuan operasi adalah untuk menghilangkan tumor lokal pada tulang yang terkena.<br />
Menurut Prof. Errol, operasi ini dibagi menjadi dua:<br />
1. Limb salvage yaitu tulang yang terkena tumor ganas disambung dengan bekas kaki pasien lain yang baru saja meninggal dunia atau tulang yang terkena tumor pada stadium dini dimatikan dulu dengan radiasi kemudian dipasang lagi.<br />
2. Limb ablation yaitu tulang yang terkena tumor ganas di amputasi.<br />
(Errol, 2005: 29).</p>
<p>Sekarang sebelum dilakukan pembedahan, diberikan kemoterapi yang biasanya akan menyebabkan tumor mengecil. Kemoterapi juga penting karena akan membunuh setiap sel tumor yang sudah mulai menyebar.<br />
Kemoterapi yang sekarang dianut adalah neo ajuvant therapy, pada metode ini diberikan terlebih dahulu 3 siklus kemoterapi pra operasi dan kemudian diberikan lagi kemoterapi pasca bedah 3 siklus. Kemoterapi yang biasa diberikan adalah metotreksat dosis tinggi dengan leukovorin, Doxorubicin (adriamisin), Cisplatin, Cyclophosphamide (sitoksan), dan Bleomycin.</p>
<p><strong>Prognosis (Ramalan Hasil Akhir Perjalanan Penyakit)<br />
</strong>Pada permulaannya prognosis osteosarkoma adalah buruk, five years survival rate-nya hanya berkisar antara 10-20%, belakangan ini dengan terapi ajuvan berupa kemoterapi yang intensif, maka five years survival rate menjadi lebih baik, mencapai 60-70%, bahkan ada yang mencapai 100%.<br />
Berkat kemoterapi pra bedah maka tindakan amputasi juga sudah jauh berkurang. Sekarang di pusat-pusat pengobatan kanker tulang yang lengkap, lebih sering dilakukan tindakan limb salvage.</p>
<p><strong>Akibat Ketidaktahuan dalam Pengobatan<br />
</strong>Masyarakat sering mengganggap kanker tulang hal yang sepele, misalnya penderita yang mengeluh benjolan di paha atau patah tulang spontan yang disebabkan benturan ringan yang sebelumnya penderita memang sudah memiliki tumor terlebih dahulu dibawa ke pengobatan alternatif. Jika dalam kondisi seperti ini dilakukan pengurutan bisa mengakibatkan tumor tadi pecah dan menyebar, maka tindakan mengurut itu sangat berbahaya.</p>
<p><a href="http://doktersehat.com" >dokter sehat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2008/11/13/sekilas-mengenai-kanker-tulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cedera Tulang Penyebab Badan Bungkuk</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/07/31/cedera-tulang-penyebab-badan-bungkuk/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2008/07/31/cedera-tulang-penyebab-badan-bungkuk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 17:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Tulang]]></category>
		<category><![CDATA[bungkuk]]></category>
		<category><![CDATA[cedera]]></category>
		<category><![CDATA[tulang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Jika cedera tulang datang menyerang, jangan lantas main gampang. Misalnya dengan lari ke tukang pijat atau dukun tulang. Awas, bisa-bisa malah tulang Anda mengkerut. Jangan abaikan pula TBC tulang, yang terbukti bisa bikin punggung bungkuk. Tulang, memang harus disayang. Penyebab terbanyak tulang cedera adalah kecelakaan. Di jalan raya, kebanyakan korban adalah pengendara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" href="http://klipingut.wordpress.com/2007/12/20/badan-bungkuk-gara-gara-cedera-tulang/realview%28%27MNew-viewImage.asp?path=artikel/2007/530/majalah/foto/terapi0101/terapi0101-W400.jpg&amp;kata=%3Cbr%3EIlustrasi:%20Anton%20%20%27,%27view%27,%27100%27,%27100%27%29;" > </a></p>
<p align="justify"><span class="lead"><a href="http://doktersehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Jika cedera tulang datang menyerang, jangan lantas main gampang. Misalnya dengan lari ke tukang pijat atau dukun tulang. Awas, bisa-bisa malah tulang Anda mengkerut. Jangan abaikan pula TBC tulang, yang terbukti bisa bikin punggung bungkuk. Tulang, memang harus disayang.</span></p>
<p align="justify">Penyebab terbanyak tulang cedera adalah kecelakaan. Di jalan raya, kebanyakan korban adalah pengendara sepeda motor. Sementara di rumah, menurut dr. Luthfi Gatam SpOT (K-spine) dari Klinik DBC (Documentation Based Care), RS. Internasional Bintaro, Tangerang ternyata, akibat jatuh dari loteng!</p>
<p>Yang perlu diketahui, tak semua cedera itu berupa patah tulang.                  “Hanya <em>sprain, </em>keseleo, salah urat, ligamen alias jaringan                  ikat antartulang tertarik, robek sedikit hingga tampak luar membengkak, bukan patah.” Tambahan lagi, pascakecelakaan ada usaha dari tubuh kita untuk membekukan darah agar tak terjadi bengkak. Itulah sebabnya, saat atlet sepakbola cedera, tindakan pertama yang dilakukan tim medis adalah mengompres dengan es atau air dingin. Ini prinsip <em>do no harm</em>, jangan memperparah yang sudah parah. Jangan                  menciptakan masalah baru. Setelah itu temui dokter.</p>
<p>Yang umum dilakukan, banyak orang yang pergi ke tukang pijat atau dukun tulang. Mereka berprasangka kalau ditangani medis akan lebih lama pulih. Padahal cara ini justru mengundang bahaya. Bayangkan, jaringan tulang yang sebenarnya sudah “membeku” itu diurai lagi akibat dipijat atau ditarik. Alhasil, tubuh pun tak memiliki kesempatan memulihkan diri sendiri.</p>
<p align="justify"><span class="subjudul">Sembuh tanpa luka parut</span><br />
Pada cedera ringan, bagian <em>sprain </em>diistirahatkan dulu dengan dibidai, biasanya dengan kain pembalut coklat. Jadi, tak mesti digips (sering menjadi momok bagi sebagian orang). Bila tulang patah, secara alami sebenarnya bisa bersambung lagi. “Tulang dan usus adalah dua organ tubuh istimewa yang bisa pulih tanpa luka parut,” tutur Luthfi.Masalahnya, kita menginginkan sambungan yang baik dan bisa berfungsi seperti semula dalam waktu relatif cepat. Dokter akan membius pasien hingga tenang dan lemas, supaya mudah mengembalikan tulang ke posisi yang benar. Inilah bedanya dengan tukang pijat atau dukun tulang yang melakukan tindakan tanpa bius pemati rasa. Pasien yang memberontak karena kesakitan malah dapat memperparah kondisi tulang. Bisa saja tulang tersambung, namun dalam posisi tak normal.</p>
<p>Tak sedikit kejadian, gara-gara keseleo lalu diurut ke dukun tulang, penderitanya malah menjadi timpang karena tungkainya “pendek sebelah”. Kadang terjadi cedera parah yang disebut dislokasi, tulang-tulang keluar dari tempurungnya. Biasanya terjadi pada pergelangan tungkai bawah atau lutut. Terjadi nyeri hebat, harus ditangani dokter kurang dari delapan jam. Bila terlambat, akan ada jaringan mati karena terputus dari aliran darah. Akibat akhirnya adalah tulang mati, terjadi pengapuran bahkan bisa diamputasi.</p>
<p>Bila terjadi dislokasi, dukun tulang pun biasanya langsung mengenali dan menolak menangani, menyarankan harus segera dibawa ke rumah sakit. Dislokasi mudah ditandai. Korban biasanya tak bisa berjalan sama sekali, bahkan tak bisa dipapah, sehingga harus digotong. Terjadi bengkak hebat sampai kebas di ujung kaki. Ujung-ujung dislokasi bila terjadi di pergelangan kaki, telapak dan jemari biasanya berwarna pucat, tanda darah tak lagi mengalir.</p>
<p>Bila patah dipicu osteoporosis (keropos tulang), bisa dilakukan                  <em>kyphoplasty. </em>Dokter melakukan pembedahan kecil dengan bius lokal untuk pembalonan dan pemakaian semen khusus tulang untuk memperbaiki strukturnya. Saat tulang patah, tubuh butuh kalsium lebih dari biasanya untuk memulihkan diri. Jadi, lebihkan asupan dari susu, teri, ceker ayam, pepaya, daun singkong. Bila perlu, dokter akan memberikan obat penguat tulang. Tak kalah penting, istirahatkan tulang dari kerja berat untuk sementara.</p>
<p align="justify"><span class="subjudul">Waspadai TBC tulang</span><br />
Tampak luar, pasien dokter ahli tulang sekilas tak bermasalah.                  Kebanyakan mengalami <em>cummulative trauma disease</em> yang mengenai bantalan tulang belakang, yang memicu terjadinya deformitas, kelainan bentuk sosok tubuh. Gejala awalnya adalah perkaratan &#8211; umumnya disebut pengapuran &#8211; tulang belakang, sendi-sendi bahu, lutut, panggul. Para pekerja perlu memperhatikan postur tubuh saat bekerja, sebab bisa memicu terjadinya deformitas ini.Perkaratan intinya adalah kerusakan pada tulang rawan sendi, pelapis ujung tulang yang berfungsi sebagai bantalan dan peredam kejut bila dua ruang tulang berbenturan saat sendi digerakkan. Bila tekanan terlalu berat, tuang rawan ini akan terkikis menipis hingga tak lagi berfungsi. Persendian terasa kaku dan nyeri. Gangguan ini bisa diatasi dengan fisioterapi, dibantu dengan pengurangan bobot tubuh dan penggunaan pelindung lutut.</p>
<p>Deformitas yang paling berat adalah kifosis (berasal dari bahasa                  Yunani,<em> kyphos </em>yang berarti punuk). Kifosis sering dihubungkan dengan skoliois, tulang belakang melengkung menyamping. Baru disebut kifosis bila lengkungnya lebih dari 40o. Jika lebih dari 50o dianggap tak normal. Kifosis ringan mungkin belum disadari karena nyaris tak menimbulkan keluhan kecuali rasa lelah, punggung nyeri, serta kaku yang awalnya dianggap wajar akibat kegiatan harian.</p>
<p>Secara umum dikenal tiga jenis kifosis. Pertama, <em>congenital                  kyphosis</em>, kelainan bawaan sejak di rahim ibu yang harus diatasi                  sedini mungkin, sebelum berusia 10 tahun.</p>
<p>Kedua, <em>postural kyphosis</em> yang paling banyak ditemui (pada remaja putri) dan biasa disebut “bungkuk udang”. Jarang menyebabkan nyeri dan tak menimbulkan gangguan saat dewasa. Mengatasinya dengan memperkuat otot perut dan lutut yang membuat tubuh lebih nyaman.</p>
<p>Ketiga,<em> Scheuermann’s khyphosis</em> (diambil dari nama radiolog Denmark yang pertama kali menandainya). Banyak terjadi di usia belasan tahun terutama pada remaja pria yang terlalu kurus. Bisa mempengaruhi tulang punggung atas dan bawah (panggul). Gerak tertentu bisa memicu nyeri dan akhirnya tak kuat duduk atau berdiri lama. Bisa diatasi dengan memakai <em>brace </em>(rompi penyangga batang tubuh), latihan memperkuat tulang belakang, dan pemberian obat antiradang pereda nyeri.</p>
<p>Ada banyak pemicu kifosis. Di Indonesia, pemicu terbanyak adalah infeksi, terjangkit virus atau bakteri, terutama <em>Mycobacterium                  tuberculosis </em>(TBC) yang menyerang tulang belakang. “Di rumah                  sakit umum, terutama ditemui pasien TBC tulang belakang (<em>Spondylitis                  tuberculosa</em> alias <em>pott’s paraplegia</em>) dengan rentang                  usia 2 &#8211; 70 tahun,” ujar Luthfi yang juga bertugas di RSU Fatmawati,                  Jakarta.</p>
<p>TBC tulang bisa dialami mantan pasien TBC paru yang tak menuntaskan pengobatannya, atau terinfeksi bakteri TBC tanpa menunjukkan gejala. Bakteri TBC yang “tertidur” itu mengikuti aliran darah dan menyerang dengan tenaga berlebih saat daya tahan tubuh melemah. Bakteri berkembang biak umumnya di ujung pembuluh, terutama di tulang belakang, menggerogoti badan tulang belakang, membentuk kantung nanah yang bisa menyebar sepanjang otot pinggang sampai daerah lipat paha.</p>
<p>Kantung nanah dan badan tulang belakang yang hancur memicu tulang belakang “jatuh”, condong ke depan. Kedua hal ini bisa menyebabkan penekanan saraf-saraf sekitar tulang belakang yang mengurus tungkai bawah, sehingga gejalanya bisa kesemutan, kebas, bahkan lumpuh. Badan tulang belakang condong ke depan menyebabkan tulang belakang dapat diraba dan menonjol di belakang, nyeri bila tertekan. Inilah yang disebut <em>gibbus</em> (punuk). Bahaya terberat adalah kelumpuhan                  tungkai bawah, karena penekanan batang saraf di tulang belakang.</p>
<p align="justify"><span class="subjudul">Tak menular</span><br />
Kabar baiknya, TBC tulang tak menular seperti TBC paru. Namun, Luthfi Gatam mengingatkan, “Kini, semua bisa terkena TBC, termasuk kalangan sosial ekonomi dan berpendidikan tinggi. Penyebab pastinya belum diketahui, tapi diperkirakan karena hidup yang serba <em>instant</em>, dari makanan cepat saji yang banyak mengandung hormon pertumbuhan juga pencemaran.”Luthi memberi contoh dua pasien wanitanya yang berasal dari latar belakang berbeda. “Dokter, saya mau diapakan saja asal punggung saya kembali normal. Suami telah mengancam akan menceraikan saya,” tutur dr. Lutfi Gatam menirukan keluhan pasiennya, wanita berusia 27 tahun dari masyarakat menengah bawah. Punuk di punggung membuat si wanita “mengkerut” dari tinggi 160 cm menjadi 150 com. Dari pemeriksaan ketahuan bahwa ia telah berpunuk selama dua tahun, dengan 90o kebungkukan. Pemicunya TBC tulang. Satu-satunya pilihan pemulihan adalah bedah.</p>
<p>Akan tetapi, risiko terberat dari pembedahan adalah lumpuh. Luthfi berkonsultasi dengan sejumlah dokter bedah tulang dari berbagai negara. Semuanya tak menyarankan tindakan pembedahan. Tapi dengan keyakinan dan keahliannya, Luthfi menempuh jalan berisiko itu. “Mau?” begitu ia bertanya ke pasiennya yang dijawab dengan mantap, “Mau!” Bedah pun dilaksanakan. Besi penyangga tulang belakang ditanam. Lumpuhkah wanita tadi? Tidak. Sang suami pun menerima kembali sang istri yang kini pulih ke tinggi normalnya.</p>
<p>Untuk menjaga kondisi, si pasien tadi mesti patuh minum obat penguat daya tahan tubuh agar, TBC-nya tak kambuh, dan menghindari mengangkat barang berat untuk menjaga keadaan tulang punggungnya. Prestasi ini disajikan dalam konferensi internasional dokter ahli tulang beberapa waktu lalu di Bali.</p>
<p>Pasien lainnya adalah direktris bank usia 40-an tahun yang datang setelah dua minggu lumpuh. Riwayatnya, tiga bulan pertama ia sulit berjalan, dalam enam bulan penyakitnya bertambah parah hingga lumpuh. Keluhan awalnya adalah nyeri pinggang, lalu menyebar ke dada, kesemutan dari tungkai atas sampai telapak, akhirnya kebas. Sosoknya gemuk, jauh dari kesan penderita TBC yang dulu kita kenal &#8211; kurus kering berpunggung melengkung.</p>
<p>Di tahap awal, dokter melakukan pemeriksaan dan diagnosis. Pada pemeriksaan fisik, pasien diminta membungkuk mulai batas pinggang. Jika memang menderita kifosis, lengkung punggung atas akan makin jelas. Berikutnya, pemeriksaan persarafan untuk melihat kemungkinan gangguan seperti kelemahan, kelumpuhan, perubahan kepekaan penginderaan di bawah garis kebungkukan. Lalu dirontgen untuk memperjelas pengamatan dan pengukuran tingkat keparahan kebungkukan untuk memastikan jenis kifosis.</p>
<p>Bila lengkung berkisar 45 &#8211; 75o, biasanya dokter menyarankan penggunaan brace. Jika lebih dari 75o, disarankan tindakan bedah. Tujuannya untuk mengurangi derajat kebungkukan dengan memperkuat dan mempertaut ruas tulang belakang yang tak normal, menjaga gerak dan kegiatan yang tak memperberat beban tulang belakang selamanya, dan meredakan keluhan di punggung yang muncul sebelum bedah dilakukan.</p>
<p>Bila perlu, dilakukan uji kemampuan paru-paru untuk memastikan adanya gangguan pernapasan. Jika diduga ada gangguan tumor, infeksi, atau saraf, dilakukan juga pemeriksaan MRI. Pada pasien kedua ini Luthfi melakukan pembedahan untuk menyedot nanah yang mengisi ruas tulang belakangnya. Untuk mencegah kekambuhan, diberi obat dan disarankan untuk mengubah gaya hidup, termasuk mengurangi bobot tubuh dan menyantap menu bergizi sehat dan seimbang. Makanan untuk penyakit infeksi tak ada pantangan karena justru ia harus menjaga asupan makanan bergizi untuk mempertahankan daya tahan tubuh melawan virus.</p>
<p>Alhasil, dalam setahun, kondisi si pasien memulih. [<span class="Penulis">Christantiowati-</span>intisari]</p>
<p><a href="http://doktersehat.com" >dokter sehat</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2008/07/31/cedera-tulang-penyebab-badan-bungkuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
