<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; Gigi dan Mulut</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/category/kesehatan-umum/gigi-dan-mulut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 08:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kenapa Gigi Bisa Ngilu?</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/07/01/kenapa-gigi-bisa-ngilu/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/07/01/kenapa-gigi-bisa-ngilu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jul 2010 09:56:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[gigi dan gusi]]></category>
		<category><![CDATA[gigi ngilu]]></category>
		<category><![CDATA[gigi sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab gigi ngilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1326</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Ngilu pada gigi memang merupakan salah satu hal paling menyebalkan dan mengganggu. Kenapa sebenarnya gigi kita bisa merasakan ngilu khususnya setelah makan sesuatu yang dingin? Penyebab gigi linu bisa disebabkan oleh banyak faktor: - Lubang Gigi Yang Dalam Segera kunjungi dokter gigi Anda. Saat tingkat rasa ngilu adalah rendah, hal itu biasanya (tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Ngilu pada gigi memang merupakan salah satu hal paling menyebalkan dan mengganggu. Kenapa sebenarnya gigi kita bisa merasakan ngilu khususnya setelah makan sesuatu yang dingin?  Penyebab gigi linu bisa disebabkan oleh banyak faktor:</p>
<p>- <strong>Lubang Gigi Yang Dalam </strong><br />
Segera kunjungi dokter gigi Anda. Saat tingkat rasa ngilu adalah rendah, hal itu biasanya (tapi tidak selalu) dapat diatasi dengan melakukan penambalan. Bila tingkat rasa ngilu terasa sedang saat terkena dingin, mungkin Anda mengalami infeksi pada gigi, dan perbaikan karang gigi diperlukan untuk menyelamatkan gigi.</p>
<p>- <strong>Sedang Perawatan pada Gigi</strong><br />
Perawatan apapun untuk gigi pasti terasa tidak nyaman, terutama sensitifitas yang bertambah karena gigi Anda baru saja ditambal. Hal itu tak perlu dirisaukan jika sensitifitas berangsur-angsur membaik. Namun jika hal itu memburuk, ini adalah tanda peringatan bahwa Anda perlu untuk kembali ke dokter gigi Anda untuk melakukan pemeriksaan. Bisa jadi penyakit telah bersarang di gigi Anda, dan dengan adanya iritasi pada gigi karena perawatan, kondisi ini memburuk dan membutuhkan perawatan.</p>
<p>- Terbukanya Akar Pada Gigi<br />
Bila gusi turun atau enamel gigi menipis hingga ke bagian sensitif gigi yang terbuka, hal itu dapat menyebabkan sakit pada gigi saat terkena dingin. Tambalan atau pelapisan ekstra pada gigi bisa menyebabkan sakit. Jika ini masalahnya, maka gigi juga sensitif terhadap udara. Pasta gigi khusus untuk pemilik gigi sensitif dapat membantu masalah ini.</p>
<p>Semoga membantu ^^</p>
<p>sumber: tanyapepsodent</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/07/01/kenapa-gigi-bisa-ngilu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gigi Sensitif Penyebab dan Pengobatannya</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/06/29/gigi-sensitif-penyebab-pengobatan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/06/29/gigi-sensitif-penyebab-pengobatan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jun 2010 18:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[gigi dan gusi]]></category>
		<category><![CDATA[gigi sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[penyebab]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1319</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Sebagian dari kita tentunya pernah mengalami gigi sensitif atau sambil baca artikel ini anda sedang mengalami sensitivitas pada gigi anda. Nah disini saya akan membahas sedikit ilmu saya tentang sensitivitas pada gigi. Beberapa pertanyaan mungkin muncul dalam pukiran anda sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan gigi sensitif? apa penyebab gigi sensitif? bagai mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Sebagian dari kita tentunya pernah mengalami gigi sensitif atau sambil baca artikel ini anda sedang mengalami sensitivitas pada gigi anda. Nah disini saya akan membahas sedikit ilmu saya tentang sensitivitas pada gigi. Beberapa pertanyaan mungkin muncul dalam pukiran anda sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan gigi sensitif? apa penyebab gigi sensitif? bagai mana pencegahannya? lalu kalo udah terlanjur gigi sensitif gimana cara penanggulangannya? saya akan menjawab semua pertanyaan tersebut.</p>
<p><strong>Apa itu Gigi Sensitif ?</strong></p>
<p>Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive akibat menipisnya enamel, penurunan gusi dan terbukanya dentin, sebuah lapisan di bawah enamel. Nyeri yang berkaitan dengan sensitivitas terjadi dalam saraf gigi, nyeri dari gigi sensitif tidak selamanya tetap; ada yang sementara dan sementara namun berkala. Nyeri yang tidak henti-henti mungkin merupakan satu tanda masalah yang lebih serius. Bagaimanapun, adalah penting bagi anda membincangkan<br />
gejala tersebut dengan dokter gigi anda untuk menentukan penyebab dan perawatan selanjutnya, karena masalah ini akan sangat mengganggu kalau tidak ditindak lanjuti.</p>
<p><strong>Penyebab Gigi Sensitif</strong></p>
<p>Dari hasil penelitian para ahli di USA, sebanyak 50-90%, penderita memberikan tekanan besar/berlebih pada saat menggosok gigi. Kebiasaan menggosok gigi dengan tekanan berlebih dapat membuat gusi mengalami iritasi atau gusi menurun dari leher gigi, lama kelamaan akar gigi akan terbuka (resesi gingiva), leher gigi berlubang, lapisan email pun akan berkurang ketebalannya sehingga bila minum air dingin, asam/manis atau bahkan tersentuh bulu sikat gigi pun akan terasa ngilu. Oral hygiene/keadaan rongga mulut yang buruk, penumpukan plak/karang gigi, yang merupakan &#8220;rumah&#8221; tinggalnya berjuta-juta kuman dalam rongga mulut. Lambat laun karang gigi pun dapat mengiritasi gusi sehingga gusi akan mudah berdarah, timbul pula bau mulut yang tidak &#8220;segar&#8221;. Pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia) dapat pula terjadi pada individu-individu tertentu. Keadaan ini pun akan menjadikan gigi menjadi sensitif. Food impaksi/penumpukan sisa-sisa makanan di daerah pertemuan gigi dengan gigi/kontak gigi. Sisa makanan ini menyusup masuk melalui leher gigi dan sulit terjangkau sikat gigi sehingga akan sulit dibersihkan, lama kelamaan penumpukannya akan semakin banyak, menekan saku gusi semakin dalam dari keadaan normal. Secara garis besar penyebab sensitivitas gigi adalah :<br />
1. Penurunan Gusi.<br />
2. Buruknya Orah Hygiene (OH -).<br />
3. Bleaching ( Pemutihan permukaan gigi).<br />
4. Terkikisnya Email.<br />
5. penyikatan gigi terlalu kuat.</p>
<p><strong>Pencegahan Gigi Sensitif</strong></p>
<p>Untuk mencegah gigi menjadi sensitif, kuncinya adalah mengurangi tekanan berlebih saat menggosok gigi, memakai sikat gigi dengan jenis bulu sikat yang tidak keras dan menggosok gigi dengan cara yang benar. Menggunakan pasta gig yang khusus untuk gigi sensitif, Rutin memeriksakan gigi ke dokter gigi, usahakan jangan minum/makan panas dan dingin dalam waktu bersamaan.</p>
<p><strong>Pengobatan Gigi sensitif<br />
</strong><br />
Langkah-langkah yang perlu diperhatikan bagi penderita yang memunyai gigi sensitif adalah;</p>
<p>1. Menghilangkan kebiasaan buruk menggosok gigi dengan tekanan berlebih.</p>
<p>2. Menggosok gigi dengan cara dan waktu yang tepat.</p>
<p>3. Memakai jenis bulu sikat gigi yang lunak/soft tidak menggunakan bulu sikat yang sudah rusak.</p>
<p>4. Menggunakan pasta gigi yang mengandung zat strontium chloride/ potassium nitrate/ fluoride atau berkumur-kumur dengan obat kumur yang mengandung zat-zat di atas. Menurut para peneliti zat ini mampu membentuk ikatan kristalisasi serta menutupi porus-porus pada permukaan mahkota gigi yang banyak pembuluh syaraf (tubuli dentin)/ permukaan akar gigi yang terbuka, sehingga dapat menghilangkan keluhan-keluhan gigi sensitif.</p>
<p>5. Pada keadaan akar gigi yang terbuka/sudah timbul lubang pada leher gigi seyogianya dilakukan penambalan.</p>
<p>6. Pada kasus mahkota gigi/email gigi tipis (hypoplasia enamel) biasa dibuatkan mahkota jaket.</p>
<p>7. Menggunakan compound oxalate atau dengan bonding agent untuk menutupi porus-porus/tubuli dentin.</p>
<p>Dengan banyaknya kasus-kasus di atas sudah selayaknya pasien yang memunyai keluhan yang sama, senantiasa memerhatikan langkah-langkah yang telah diterangkan. Insya Allah dengan menegakkan disiplin dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut segala keluhan Anda akan berkurang atau hilang, aktivitas pun akan lancar.</p>
<p><a rel="nofollow" href="http://kesehatangigi.blogspot.com/2008/01/gigi-sensitif-permasalahan-dan-solusi.html" >sumber</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/06/29/gigi-sensitif-penyebab-pengobatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Gusi Berdarah</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/16/tips-mengatasi-gusi-berdarah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/16/tips-mengatasi-gusi-berdarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 21:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[gusi berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1173</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Apabila terjadi peradangan gusi, maka gusi berwarna merah tua, bengkak dan mudah berdarah karena meradang. Apa penyebab gusi berdarah? • Berkumpulnya bakteri dalam ruang-ruang antara gusi dan gigi yang disebut kantong • Gusi wanita hamil dan penderita yang minum obat tertentu, memang mudah berdarah Apa yang sebaiknya dilakukan pada gusi berdarah? • [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Apabila terjadi peradangan gusi, maka gusi berwarna merah tua, bengkak dan mudah berdarah karena meradang.</p>
<p><strong>Apa penyebab gusi berdarah?</strong><br />
• Berkumpulnya bakteri dalam ruang-ruang antara gusi dan gigi yang disebut kantong<br />
• Gusi wanita hamil dan penderita yang minum obat tertentu, memang mudah berdarah</p>
<p><strong>Apa yang sebaiknya dilakukan pada gusi berdarah?</strong><br />
• Sikat gigi yang benar<br />
• Bila setelah beberapa hari gusi tetap berdarah, mungkin ada bagian yang belum dibersihkan dengan baik<br />
• Plak gigi lama kelamaan dapat mengeras seperti karang, yang disebut calculus. Oleh karena itu rajin-rajinlah ke dokter gigi dan menyikat gigi secara teratur</p>
<p><strong>Apa yang dokter biasa lakukan?</strong><br />
• Membersihkan karang gigi, kemudian memoles permukaan gigi sampai licin. Termasuk karang gigi yang melekat di bawah gusi dalam pocket</p>
<p>Disadur dari f-buzz.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/16/tips-mengatasi-gusi-berdarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadikan Cabut Gigi Sebagai Pilihan Terakhir</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/13/jadikan-cabut-gigi-sebagai-pilihan-terakhir/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/13/jadikan-cabut-gigi-sebagai-pilihan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 20:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Benarkah cabut gigi itu berbahaya dan bisa berakibat fatal? &#8220;Prinsipnya, cabut gigi itu aman dan tidak berbahaya, kok,&#8221; kata drg Benny Poliman, MKes, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Sebagai ilustrasi, setiap hari, di seluruh dunia, ribuan kali dilakukan pencabutan gigi, dan buktinya aman-aman saja. Kalaupun ada yang kemudian menjadi fatal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >Dokter Sehat</a> &#8211; Benarkah cabut gigi itu berbahaya dan bisa berakibat fatal? &#8220;Prinsipnya, cabut gigi itu aman dan tidak berbahaya, kok,&#8221; kata drg Benny Poliman, MKes, dari RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta. Sebagai ilustrasi, setiap hari, di seluruh dunia, ribuan kali dilakukan pencabutan gigi, dan buktinya aman-aman saja. Kalaupun ada yang kemudian menjadi fatal, bisa jadi itu hanya kasus. Misalnya, ternyata pasien punya penyakit berat tertentu sebelumnya.</p>
<p>Gigi memiliki beberapa bagian, antara lain email sebagai bagian terluar, lalu di bawahnya ada dentin, dan bagian paling dalam adalah pulpa. Jika yang rusak email-nya, masih bisa ditambal. Begitu pula bila yang rusak bagian dentin, masih bisa dirawat.</p>
<p>Namun, jika yang rusak adalah bagian pulpa, maka harus dilakukan perawatan saraf. Pulpa adalah suatu rongga di bawah dentin, di mana di dalamnya terdapat berbagai elemen jaringan seperti pembuluh darah dan persarafan.</p>
<p>&#8220;Masih belum dicabut, tapi harus dilakukan perawatan saraf. Sebetulnya, meskipun tinggal akar dan dalam kondisi mati, gigi masih bisa dipertahankan. Cuma, biaya perawatannya memang mahal. Semuanya tergantung pasien. Dokter memberi informasi, pasien sendiri yang menentukan,&#8221; lanjut Benny.</p>
<p><strong>Dibereskan dulu</strong></p>
<p>Gigi harus dicabut karena berbagai alasan. Pada beberapa kasus, jika gigi tidak dicabut, maka bisa terjadi focal infection. &#8220;Bakteri dari gigi busuk bisa terbawa peredaran darah ke mana-mana, ke organ tubuh vital seperti jantung atau ginjal dan organ-organ lainnya,&#8221; kata Benny.</p>
<p>Namun, gigi juga tak boleh dicabut sembarangan. &#8220;Harus sesuai prosedur. Pasien harus ditanya terlebih dulu, apakah memiliki riwayat penyakit dalam seperti diabetes atau darah tinggi. Penyakit diabetes, misalnya, akan memengaruhi penyembuhan luka, selain ditakutkan bisa menyebabkan infeksi. Contoh lain, pada penderita hipertensi, yang bisa menyebabkan perdarahan,&#8221; kata Benny.</p>
<p>Sering kali pasien tidak menyampaikan atau bahkan tidak tahu riwayat penyakit yang ia punya. &#8220;Ini yang kadang-kadang membuat dokter kecolongan dan bahkan berakibat fatal. Cabut gigi, kan, termasuk operasi juga. Jadi, sebaiknya standar prosedurnya dilakukan dengan benar,&#8221; jelas dokter gigi yang juga praktik di RS Royal Trauma, Jakarta Barat, ini.</p>
<p>Pasien yang baru saja menjalani operasi besar seperti jantung, atau pasien yang tengah menjalani perawatan kanker, juga tak bisa sembarangan mencabut gigi. Jika pasien ternyata memiliki penyakit-penyakit &#8220;berat&#8221; seperti di atas, atau baru saja menjalani operasi besar (misalnya operasi by pass), maka pencabutan gigi harus dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam yang merawatnya, atau malah ditunda. &#8220;Biasanya, sih, sebelum operasi besar, seperti operasi by pass, dilakukan check up menyeluruh, termasuk gigi. Kalau tidak, bisa repot,&#8221; kata Benny.</p>
<p>Prinsipnya, sebelum menjalani operasi yang besar, sebaiknya giginya dibenarkan terlebih dulu. &#8220;Pasalnya, setelah operasi, pasien harus beristirahat lama untuk perawatan pasca-operasi. Jika terjadi apa-apa dengan gigi pada masa perawatan ini, maka tidak bisa dilakukan perawatan gigi.&#8221;</p>
<p>Atau pada pasien kanker yang harus menjalani perawatan dengan penyinaran. &#8220;Setelah penyinaran,­ maka selama 5 tahun tidak boleh dicabut giginya. Kalau ada gigi yang bolong atau jelek, sebaiknya dibereskan dulu sebelum penyinaran. Jika tidak, bisa terjadi osteoradionekrose. Pada pasien penyakit jantung yang diberi obat pengencer darah, jika ada gigi yang harus dicabut, maka 5 hari sebelum dan sesudah pencabutan, ia harus berhenti minum obat pengencer darah. Dan harus dikonsultasikan dengan dokter jantung,&#8221; papar Benny lagi.</p>
<p><strong>Pilihan terakhir</strong></p>
<p>Pergi ke dokter gigi, bagi kebanyakan orang, memang masih merupakan &#8220;momok&#8221;. &#8220;Kebanyakan orang jarang ke dokter gigi, kecuali giginya sudah sangat mengganggu dan sakitnya tidak hilang-hilang. Biasanya, mereka sudah mencoba minum obat painkiller (penghilang rasa sakit) lebih dulu. Kalau tidak sembuh juga, barulah dia ke dokter gigi,&#8221; kata Benny.</p>
<p>Meminum obat-obatan painkiller memang boleh-boleh saja. &#8220;Sebetulnya enggak apa-apa. Obat-obat painkiller itu, kan, dijual bebas di apotek dan bukan hanya untuk sakit gigi saja. Tapi, minum obat-obatan painkiller tidak akan menyembuhkan sakit giginya. Mengurangi rasa sakit iya, tapi tidak menyembuhkan. Jika terjadi infeksi pada gigi, maka gigi harus dibersihkan kumannya, yang busuk dibuang, lalu diberi antibiotik, dan sebagainya.&#8221;</p>
<p>Prinsipnya, gigi harus dipertahankan karena dengan berkurangnya gigi, fungsi pencernaan akan terganggu. &#8220;Pencabutan gigi sebetulnya merupakan pilihan terakhir,&#8221; pungkas Benny. (Nova/Hasto Prianggoro @ Kompas)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/13/jadikan-cabut-gigi-sebagai-pilihan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Makan Buah Naga, Mencegah Sariawan</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/02/16/makan-buah-naga-mencegah-sariawan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/02/16/makan-buah-naga-mencegah-sariawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 03:42:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[buah naga]]></category>
		<category><![CDATA[dragon fruit]]></category>
		<category><![CDATA[sariawanm]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=946</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Buah naga (Dragon Fruit) kini makin akrab telinga kita. Padahal hingga tahun 2001, buah ini hanya bisa dijumpai di Israel, Australia, Thailand, dan Vietnam. Sekarang, buah ini mudah dijumpai di pasar swalayan di Indonesia. Anton Mulyadi (40 tahun), tenaga pendidik di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta, setahun lalu sering mengalami gangguan panas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Buah naga (Dragon Fruit) kini makin akrab telinga kita. Padahal hingga tahun 2001, buah ini hanya bisa dijumpai di Israel, Australia, Thailand, dan Vietnam. Sekarang, buah ini mudah dijumpai di pasar swalayan di Indonesia.</p>
<p>Anton Mulyadi (40 tahun), tenaga pendidik di sebuah sekolah menengah pertama di Jakarta, setahun lalu sering mengalami gangguan panas dalam. Bila gangguan itu datang, pada langit-langit mulut dan lidahnya timbul seriawan atau sariawan.<br />
Meski mengganggu, Anton tak terbiasa minum obat sebagai penawar. Ia percaya, seminggu lagi sariawan itu akan hilang dengan sendirinya. “Tentu, saya tetap merasa tak nyaman ketika harus mengajar murid-murid,” tuturnya.</p>
<p>Beruntung Anton punya kerabat seorang sinse yang berpraktik di daerah Cikini, Jakarta. Anton disarankan mengunyah sebutir buah naga daging putih masak. Ia melakukan hal yang sama keesokan harinya. Ajaib, luka-luka kecil di lidah maupun di langit-langit mulutnya langsung sembuh.</p>
<p>Sebenarnya buah naga telah lama dikenal oleh masyarakat Cina kuno sebagai buah yang membawa berkah, sehingga sering diletakkan di dekat patung naga di altar klenteng. Buah bernama Cina Feuy Long Kwa ini di Vietnam dikenal sebagai Thang Loy, Keaw Mang Kheon (Thailand), Shien Mie Kuo (Taiwan), Pitahaya (Meksiko), Melano (Hawaii), Rhino Fruit (Australia), di Inggris disebut Dragon Fruit. Di Indonesia, buah ini dikenal dengan nama Bum Naga.</p>
<p>Tanaman ini asli Meksiko, Amerika Selatan bagian utara, dan menyebar ke negara-negara di sekitarnya, termasuk Guyama. Pada awalnya, buah naga dibawa ke kawasan Indocina oleh seseorang berkebangsaan Perancis pada sekitar tahun 1870, dari Guyama, sebagai hiasan. Alasannya sederhana, sosoknya unik dan bunganya cantik berwarna putih. Waktu mekar pada malam tanggal 1 dan 15 kalender Komariah, ia mengeluarkan bau harum.</p>
<p>Suku Aztek, penduduk asli Amerika Tengah dan Amerika Selatan, sudah lama memetik buah naga liar dari hutan sebagai sumber pangan. Sekarang buah naga sudah menjadi komoditas ekspor negara Vietnam. Bahkan, maskapai penerbangan Vietnam Airlines menghidangkan buah ini sebagai pencuci mulut dalam setiap penerbangan ke Eropa.</p>
<p>Empat Jenis<br />
Jenis buah naga ada empat macam. Pertama, buah naga daging putih (Hylocereus undatus). Kulit merah buah ini amat kontras dengan daging putih di dalamnya. Di dalam daging itu bertebaran biji hitam. Jenis ini mudah dijumpai di pasar lokal maupun mancanegara. Bobot rata-rata per buah 400-500 gram, ada juga yang hingga 650 gram.</p>
<p>Buah jenis ini bercita rasa manis bercampur masam segar, mempunyai sisik atau jumbai kehijauan di sisi luar, serta kadar kemanisannya tergolong rendah dibandingkan dengan buah naga jenis lain. Kadar kemanisan 10-13 brik. Tanaman ini sangat cocok ditanam di lahan kering, dan dalam sekali tanam usianya bisa bertahan sampai 20 tahun.</p>
<p>Kedua, buah naga daging merah (Hylocereus polyrhizus). Sosok tanaman jenis ini lebih kekar. Di bagian batang dan cabang, jarak antarduri tampak lebih rapat. Bobot buahnya rata-rata 400-500 gram. Dagingnya berwarna merah keunguan. Kadar kemanisan 13-15 brik.</p>
<p>Ketiga, buah naga daging super merah (Hylocereus costaricensis). Batangnya lebih besar dan berwarna loreng ketika tua. Kulit buah merah dan berjumbai. Ukuran buahnya rata-rata 400-500 gram. Tingkat kemanisan 13-15 brik.</p>
<p>Keempat, buah naga kulit kuning daging putih (Selenicerius megalanthus). Penampilannya khas dengan kulit kuning dan tanpa sisik atau jumbai. Tekstur kulit cenderung halus, seperti apel, sehingga dijuluki kaktus apel. Kadar kemanisan 15-18 brik. Ukuran buah 80-100 gram.</p>
<p>Menurut Djoko Raino Sigit, pengembang tanaman buah naga daging putih di Malang, Jawa Timur, dan Delanggu, Jawa Tengah, untuk menanam buah naga, kita terlebih dahulu menyiapkan tiang penopang karena tumbuhan ini tidak punya batang primer yang kokoh. Dapat digunakan tiang dari kayu atau beton dengan ukuran 10 x 10 cm dengan tinggi 2 meter, yang ditancapkan ke tanah sedalam 50 cm. Ujung bagian atas dari tiang penyangga diberi besi berbentuk lingkaran untuk penopang dari cabang tanaman.</p>
<p>Sebulan sebelum tanam, terlebih dulu dibuat lubang dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak tanam antara 2 hingga 2,5 m. Dalam 1 hektare ada sekitar 2.000 lubang tanam penyangga. Pada setiap tiang atau pohon penyangga itu dibuat 3 hingga 4 lubang tanah dengan jarak sekitar 30 cm dari tiang penyangga. Lubang tanam tersebut kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 5-10 kg dicampur dengan tanah.<br />
Tanaman ini bisa diperbanyak dengan cara stek dan biji. Namun, pada umumnya ditanam dengan cara stek. Dibutuhkan bahan batang tanaman dengan panjang 25-30 cm yang ditanam dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.</p>
<p>Setelah bibit berumur kurang lebih 3 bulan, bibit siap dipindahkan atau ditanam di lahan. Dalam 2 tahun pertama, setiap tiang penyangga mampu menghasilkan buah 8-10 buah. Musim panen terbesar buah ini terjadi pada bulan September hingga Maret.</p>
<p>Tiap pohon berumur satu tahun minimal bisa menghasilkan buah sebanyak tiga kilogram. Bila dijual di tempat harganya Rp 27.000 per kg, dan kalau sudah sampai toko buah atau pasar swalayan antara Rp 35.000-400.000 per kg. Tanaman ini mampu berbuah 3 kali setahun.</p>
<p>Persyaratan tumbuh adalah ditanam di dataran rendah, pada ketinggian 20-500 m di atas permukaan laut. Kondisi tanahnya gembur, banyak mengandung bahan organik dan unsur hara, pH tanah 5-7. Sediaan airnya harus cukup karena tanaman ini peka terhadap kekeringan, meski akan membusuk bila kelebihan air. Tanaman ini juga membutuhkan penyinaran cahaya matahari penuh untuk mempercepat proses pembungaan.</p>
<p>Aneka Khasiat<br />
Tanaman yang buahnya berbentuk bulat lonjong mirip buah nanas ini, kaya akan vitamin dan mineral dengan kandungan serat cukup banyak sehingga cocok untuk diet. Dijelaskan Sinse David dari Klinik Cikini, Jakarta, buah naga selain mempunyai nilai ekonomis tinggi, juga berkhasiat. Masyarakat Eropa mempercayai buah naga ini mampu menurunkan kolesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, mencegah kanker usus, menguatkan fungsi ginjal, tulang, dan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mengobati keputihan, dan sebagai pelindung kesehatan mulut, termasuk sariawan.</p>
<p>Cara sederhana, buah naga dimakan segar, setelah masak dan empuk. Buah dibelah jadi dua, lalu daging buahnya yang putih bertabur biji hitam kecil diambil menggunakan sendok. Biji buah ini dapat langsung dimakan, seperti biji selasih. Buah naga segar dikonsumsi sebagai penghilang dahaga karena kandungan airnya sangat tinggi, sekitar 90,2 persen dari berat buah.</p>
<p>Pemanfaatan buah ini tak melulu segar. Hasil uji Research Institute of Fruits and Vegetables (RIFAV) di Gia Lam, Ha Noi, Vietnam, buah naga layak dikalengkan. Di California, bunganya dijadikan salad.</p>
<p>Dari beberapa literatur disebutkan, prajurit Spanyol yang menyerbu Amerika Latin meyakini bahwa memakan buah ini dapat mencegah kulit busik. Daging buahnya dapat difermentasi untuk menghasilkan minuman beralkohol.</p>
<p>Buah yang unik ini juga pantas dijadikan buah tangan. Holtikulturis Dr. Elaine Solowey dari Natural Medicine Research Unit (NMRU) di Hebrew University Hadassah Medical Center di Jerusalem, menghadiahi Dalai Lama buah ini usai belajar pengobatan tradisional di Tibet. </p>
<p>sumber Kompas@ Hendra Priantono</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/02/16/makan-buah-naga-mencegah-sariawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biasakan Anak Anda Sikat Gigi Sejak Bayi!</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/24/anak-sikat-gigi-sejak-bayi/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/24/anak-sikat-gigi-sejak-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 17:19:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunda & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gigi]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[sikat gigi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Bayi menyikat gigi? Tentu tidak bisa dibayangkan. Apalagi membayangkan bayi memegang sikat giginya sendiri, menaruh odol pada sikat giginya, lalu pergi ke depan cermin untuk menyikat giginya. Kerusakan gigi memang sering dialami oleh anak-anak. Terutama mulai di usia balita, gigi depan mulai menghitam karena lubang. Proses terjadinya kerusakan gigi itu sendiri berlangsung cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Bayi menyikat gigi? Tentu tidak bisa dibayangkan. Apalagi membayangkan bayi memegang sikat giginya sendiri, menaruh odol pada sikat giginya, lalu pergi ke depan cermin untuk menyikat giginya.</p>
<p>Kerusakan gigi memang sering dialami oleh anak-anak. Terutama mulai di usia balita, gigi depan mulai menghitam karena lubang. Proses terjadinya kerusakan gigi itu sendiri berlangsung cukup lama, bahkan mungkin dimulai saat gigi si kecil akan tumbuh.</p>
<p>Bagaimana itu terjadi? Jawaban yang sangat sederhana. Hal ini ada hubungannya dengan rendahnya kepedulian orangtua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, dalam hal ini termasuk kesehatan rongga mulutnya. Padahal kesehatan rongga mulut yang tidak diperhatikan, akan sangat berdampak kepada perkembangan kemampuan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, kesehatan rongga mulut tidak boleh dianggap remeh.</p>
<p>Anak dengan gigi yang bermasalah, akan membuat dia sulit makan dan mengunyah. Akibatnya, si anak cenderung memilih makanan yang kurang bergizi. Secara tidak langsung, akan mempengaruhi kesehatan perkembangan dan pertumbuhan anak secara keseluruhan.</p>
<p>Pertama Kali Menyikat Gigi</p>
<p>Perlukah membersihkan gigi dan rongga mulut bayi? PERLU!!! Bahkan sebelum gigi susu tumbuh, sebaiknya dibiasakan untuk membersihkan rongga mulut si bayi. Dalam hal ini gusi dan pipi bagian dalam, serta punggung lidah.</p>
<p>Caranya sangat sederhana, yakni dengan menggosoknya secara lembut dengan kasa yang dibasahi dengan air hangat. Yang digosok adalah gusi, pipi bagian dalam, serta lidah bayi. Pembersihan rongga mulut bayi ini sebaiknya setelah minum air susu ibu. Sebab penumpukan sisa-sisa air susu yang tertinggal di mukosa rongga mulut akan menyebabkan infeksi jamur, khususnya pada lidah. Lidah seringkali menjadi bagian yang diabaikan pada saat membersihkan rongga mulut. Pada bayi, lidah perlu dibersihkan dari sisa-sisa susu yang mengumpul di lidah. Memang pada awalnya bayi mungkin mempunyai refleks rasa mual, namun apabila dibiasakan maka akan makin terbiasa.</p>
<p>Setelah gigi mulai tumbuh, gunakan sikat gigi kecil dengan bulu sikat yang lembut. Lebih disarankan lagi untuk menggunakan sikat gigi kecil yang terbuat dari karet yang lunak dan tidak mengandung racun (toksik). Mudah kok menemukan sikat gigi karet ini. Bisa dibeli di supermarket terdekat. Beberapa merek lokal sudah memproduksi sikat gigi jenis ini, jadi tidak perlu bingung dan bimbang.</p>
<p>Sebagai tahap awal, jangan menggunakan pasta gigi terlebih dahulu. Sebab apapun yang masuk ke mulut, anak cenderung untuk menelannya. Kecuali anak sudah dapat berkumur. Untuk berkumur pun, gunakanlah air bersih.</p>
<p>Sedikit repot tidak apa. Yang penting si anak dapat terbiasa membersihkan rongga mulutnya. Dan kebiasaan ini harus dimulai sejak dini.</p>
<p><strong>Tips Sukses Menyikat Gigi si Kecil</strong></p>
<p>Orangtua sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<p>Cara menyikat gigi / membersihkan gusi dan pipi</p>
<ul>
<li> Bayi baru lahir (belum punya gigi). Pada posisi duduk, ibu memangku anak dengan tangan kiri. Sementara tangan kanannya menyiapkan kasa yang diberi air hangat. Lakukan pengusapan pada rongga mulut bagian dalam, terutama pada gusi, lidah, dan lipatan pipi bagian dalam.</li>
<li>Bayi sudah mulai bergigi. Dengan posisi duduk, gunakan sikat gigi berbulu paling halus, tanpa pasta gigi.</li>
</ul>
<p>Waktu. Sebagaimana orang dewasa, menyikat gigi sebaiknya setelah makan dan sebelum tidur malam.</p>
<p>Gunakan kasa bersih / steril yang dibasahi air hangat atau sikat gigi dengan kepala kecil dengan bulu sikat halus.</p>
<p>Salam gigi sehat! <img src='http://doktersehat.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' title="Biasakan Anak Anda Sikat Gigi Sejak Bayi!" /> </p>
<p>sumber: kompasiana</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/24/anak-sikat-gigi-sejak-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Penyebab Gusi Berdarah ?</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/10/apa-penyebab-gusi-berdarah/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/10/apa-penyebab-gusi-berdarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 18:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[berdarah]]></category>
		<category><![CDATA[gusi]]></category>
		<category><![CDATA[karang gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=553</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat &#8211; Masalah gusi berdarah bisa jadi pernah dialami sebagian besar orang. Umumnya masalah ini disadari saat menyikat gigi. Namun, mungkin belum semua orang tahu apa sebenarnya penyebab dari gusi berdarah dan bagaimana cara penanganan yang tepat. Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com"  target="_blank">Dokter Sehat</a> &#8211; Masalah gusi berdarah bisa jadi pernah dialami sebagian besar orang. Umumnya masalah ini disadari saat menyikat gigi. Namun, mungkin belum semua orang tahu apa sebenarnya penyebab dari gusi berdarah dan bagaimana cara penanganan yang tepat.</p>
<p>Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi. Gigi kita dilapisi oleh lapisan transparan licin yang disebut pellicle. Pellicle yang dikolonisasi oleh bakteri disebut plak. Selanjutnya, bila tidak dibersihkan maka plak dapat mengalami mineralisasi (pengerasan) sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. Biasanya karang gigi dijumpai pada leher gigi.</p>
<p>Karang gigi tidak hanya melekat pada permukaan gigi yang tampak (terletak di atas garis gusi) tapi juga dapat melekat pada permukaan gigi yang tertutup oleh gusi. Pada permukaan karang gigi biasanya juga terdapat koloni bakteri. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan penyangga gigi, yang dimulai dari gingiva (bagian gusi yang dapat kita lihat). Keadaan ini disebut gingivitis (radang gusi). Karena ada peradangan maka gusi menjadi mudah berdarah apabila terkena trauma mekanis, misalnya sikat gigi atau tusuk gigi. Jadi, gusi berdarah adalah tanda awal adanya kerusakan gusi.</p>
<p>Apabila tidak segera ditangani maka karang gigi dapat terus bertambah sehingga perlekatan gusi pada permukaaan gigi menjadi lepas dan terbentuk adanya kantung pada gusi (disebut periodontal pocket). Kondisi ini disertai juga dengan perdarahan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Akibatnya bila tidak segera ditangani gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Keadaan ini disebut periodontitis.</p>
<p>Karena penyebabnya adalah koloni bakteri pada plak dan karang gigi, maka solusi masalah ini adalah dengan melakukan pembersihan plak dan karang gigi. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi secara teratur dan benar. Frekuensi menyikat gigi minimal dua kali tiap hari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke arah gigi. Penyikatan gigi dalam arah horizontal tidak dibenarkan karena akan menyebabkan abrasi leher gigi dan resesi gingiva (gusi rahang atas tampak naik, gusi rahang bawah tampak turun, sehingga permukaan akar gigi terlihat).</p>
<p>Karang gigi tidak dapat dibersihkan dengan menyikat gigi. Jadi apabila terdapat karang gigi maka perlu datang ke dokter gigi untuk dilakukan scaling (pembersihan karang gigi). Selanjutnya dokter gigi akan melihat sampai mana kerusakan jaringan penyangga gigi yang terjadi. Apabila hanya terjadi gingivitis, maka tindakan scaling biasanya sudah mencukupi. Tapi bila sudah terjadi periodontitis, maka akan dilakukan perawatan periodontal lebih lanjut. Sebaiknya kita datang ke dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh sehingga masalah dapat ditangani sejak dini.</p>
<p>Selain karang gigi dan plak, perdarahan gusi juga berhubungan dengan beberapa penyakit, antara lain kekurangan vitamin C dan kelainan darah. Kekurangan vitamin C terjadi pada orang yang tidak makan sayur atau buah dalam jangka waktu lama. Gusi pada penderita kekurangan vitamin C menjadi bengkak, berwarna keunguan dan terjadi perdarahan. Keadaan kekurangan vitamin C ini dinamakan Scurvy. Cara penanganannya adalah dengan memberikan vitamin C.</p>
<p>Kelainan darah yang biasanya berkaitan dengan perdarahan gusi adalah leukemia dan trombositopenia. Leukemia adalah keganasan sel darah putih sedangkan trombositopenia adalah kondisi di mana terjadi penurunan jumlah trombosit dalam darah. Pada penderita leukemia, gusi terinfiltrasi oleh sel-sel darah putih ganas. Secara klinis gusi tampak membesar. Karena pada leukemia umumnya juga terjadi trombositopenia maka gusi penderita leukemia juga mudah berdarah. Trombosit adalah salah satu elemen darah yang diperlukan untuk pembekuan darah. Apabila jumlahnya menurun sampai di bawah batas normal maka kemungkinan terjadi perdarahan lebih besar. Trombositopenia dapat merupakan penyakit yang berdiri sendiri atau bagian dari penyakit lain, misalnya demam berdarah. Jadi apabila didapati gusi berdarah disertai gejala-gejala lain seperti badan mudah lelah, demam, penurunan berat badan, berkeringat di waktu malam dan lain-lain sebaiknya segera datang ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.<br />
<em><br />
sumber: drg. Nita Margaretha, SpPM – Staf Pengajar Ilmu Penyakit Gigi dan Mulut FKUAJ &#8211; tanyadokteranda.com</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/10/apa-penyebab-gusi-berdarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HALITOSIS / Bau Mulut</title>
		<link>http://doktersehat.com/2008/11/12/halitosis-bau-mulut/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2008/11/12/halitosis-bau-mulut/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 13:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gigi dan Mulut]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[bau mulut]]></category>
		<category><![CDATA[halitosis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Halitosis merupakan suatu keadaan di mana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium pada saat berbicara). Bau nafas yang bersifat akut, disebabkan kekeringan mulut, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas, seperti petai, durian, bawang merah, bawang putih dan makanan lain yang biasanya mengandung senyawa sulfur. Setelah makanan di cerna senyawa sulfur tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Halitosis merupakan suatu keadaan di mana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas (biasanya tercium pada saat berbicara). Bau nafas yang bersifat akut, disebabkan kekeringan mulut, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas, seperti petai, durian, bawang merah, bawang putih dan makanan lain yang biasanya mengandung senyawa sulfur. Setelah makanan di cerna senyawa sulfur tersebut diserap kedalam pembuluh darah dan di bawa oleh darah langsung ke paru-paru sehingga bau sulfur tersebut tercium pada saat mengeluarkan nafas.</div>
<p> </p>
<div>Selain itu juga kebersihan mulut yang sangat kurang sempurna karena kebanyakan kita menyikat gigi hanya sekitar 40 detik, menurut literature diperlukan sedikitnya 3 menit untuk membersihkan gigi dan meng eliminasi bakteri merugikan yang berperan dalam produksi senyawa sulfur. Bau nafas pagi hari hampir pada semua orang dewasa, merupakan contoh bau nafas yang bersifat sementara (karena kekeringan mulut selama tidur). Bau nafas khronis dilaporkan menimpa 25 % populasi penduduk di berbagai macam kalangan. Keadaan ini dapat berpengaruh dalam hubungan personal atau bahkan dapat menyebabkan bencana terhadap hubungan bisnis.</div>
<p> </p>
<div>Beberapa penelitian telah di lakukan untuk mengetahui bakteri-bakteri spesifik penyebab bau mulut tersebut. Di dalam mulut normal diperkirakan rata2 terdapat sekitar 400 macam bakteri dengan berbagai tipe. Meskipun penyebab bau mulut belum diketahui dengan jelas, kebanyakan dari bau tersebut berasal dari sisa makanan di dalam mulut. Masalah akan muncul bila sebagian bakteri berkembang biak atau bahkan bermutasi secara besar2an. Kebanyakan dari bakteri ini bermukim di leher gigi bersatu dengan plak dan karang gigi, juga di balik lidah karena daerah tersebut merupakan daerah yang aman dari kegiatan mulut sehari-hari. Bakteri tersebut memproduksi toxin atau racun, dengan cara menguraikan sisa makanan dan sel-sel mati yang terdapat di dalam mulut. Racun inilah yang menyebabkan bau mulut pada saat bernafas karena hasil metabolisme proses anaerob pada saat penguraian sisa makanan tersebut menghasilkan senyawa sulfide dan ammonia.</div>
<p> </p>
<div>Bau mulut juga dapat di sebabkan oleh penyakit diabetes, penyakit ginjal, sinusitis, tonsillitis, kelainan fungsi pencernaan, penyakit liver, alkohol dan juga berbagai macam obat-obatan yang dapat menyebabkan kekeringan mulut.Perawatan yang dilakukan, berdasarkan penyebab bau mulut tersebut, bila perlu dilakukan pemeriksaan mikrobiologi untuk melihat bakteri penyebab, sebaiknya hubungi dokter gigi untuk pemeriksaan lebih lanjut.</div>
<p> </p>
<div>Penggunaan penyegar nafas, permen karet dan obat kumur, biasanya bersifat asimptomatis dan sangat terbatas kerjanya hanya sementara saja, pada saat efek dari penyegar nafas hilang bau mulut akan kembali tercium.</div>
<p> </p>
<div><em>by : Evy Vyati, Doctor of Dental Surgery, OMFS Surgeon(United States)</em></div>
<div><a href="http://doktersehat.com" >dokter sehat</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2008/11/12/halitosis-bau-mulut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
