<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dokter Sehat &#187; Kehamilan</title>
	<atom:link href="http://doktersehat.com/category/kehamilan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://doktersehat.com</link>
	<description>Informasi Kesehatan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 08:44:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Seputar Alat Test Kehamilan</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/05/31/seputar-alat-test-kehamilan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/05/31/seputar-alat-test-kehamilan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 May 2010 11:34:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1248</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Artikel ini dimuat berhubungan dengan seorang teman saya menanyakan hal ini. Sudah lama sekali pertanyaan ini tidak saya didengar di jaman sekarang. Sebelumnya seperti yang kita ketahui alat tes kehamilan (test pack) adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh calon ibu yang sedang menanti calon bayi yang segera hadir untuk meramaikan rumah, terutama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Artikel ini dimuat berhubungan dengan seorang teman saya menanyakan hal ini. Sudah lama sekali pertanyaan ini tidak saya didengar di jaman sekarang.  Sebelumnya seperti yang kita ketahui alat tes kehamilan (test pack) adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh calon ibu yang sedang menanti calon bayi yang segera hadir untuk meramaikan rumah, terutama untuk yang baru pertama kali akan mengalami masa yang disebut hamil.</p>
<p>Hasil alat tes kehamilan (test pack) positif merupakan pertanda seseorang dinyatakan hamil, Jadi memilih alat tes kehamilan (test pack) yang baik dan cara menggunakan alat tes kehamilan yang benar bisa membantu anda untuk mendeteksi dini kehamilan dan tentunya berguna bagi keselamatan janin.</p>
<p><strong>Alat Tes Kehamilan / Test Pack</strong></p>
<p>Test pack ini adalah salah satu dari sekian banyak alat tes kehamilan yang PRAKTIS dan lebih pribadi, karena anda tidak perlu repot pergi ke laboratorium untuk memeriksa kehamilan. Alat yang biasa disebut home pregnancy test (atau test pack) ini banyak dijumpai di toko, supermarket, atau apotik dengan harga yang variatif. Mudahnya, kita sebagai kaum wanita bisa langsung menguji kehamilan sendiri dan mengetahui apakah sang buah hati akan hadir atau tidak melalui hasil test pack.</p>
<p><strong>Bentuk Alat Tes Kehamilan / Test Pack</strong></p>
<p>Bentuk alat tes kehamilan (test pack) ada dua macam, yaitu strip dan compact. Bedanya, bentuk strip harus dicelupkan ke urine yang telah ditampung atau disentuhkan pada urine waktu buang air kecil. Untuk compact sudah ada tempat untuk menampung urine yang akan diteteskan.</p>
<p>Bila Anda sudah menyentuhkan alat tes kehamilan (test pack) dengan urine, maka akan muncul hasil berupa garis merah. Kemunculan satu atau dua garis mengisyaratkan kalau test pack dilakukan dengan benar, karena test pack mendapatkan urine yang cukup. Sebaliknya, kalau tidak muncul garis merah bisa saja diakibatkan oleh kelalaian pemakai, oleh karena itu penting bagi seseorang yang baru pertama kali menggunakan alat tes kehamilan (test pack) untuk mengikuti petunjuk penggunaan.</p>
<p>Kalau garis pertama sudah muncul, kemunculan garis kedua menyatakan seseorang dikatakan hamil. Alat tes kehamilan (test pack) yang akurat mendeteksi hormon hCG (human Chorionic Gonadotropin), yaitu hormon yang diproduksi oleh plasenta yang terbentuk setelah adanya pembuahan.<br />
Kapan Harus Melakukan Tes Kehamilan ?</p>
<p>Kapan melakukan tes kehamilan? Secara umum, Anda bisa memakai alat tes kehamilan (test pack) dua hari sebelum datang bulan, atau 12 hari setelah berhubungan seks di masa subur. Ini dilakukan untuk memastikan alat tes kehamilan (test pack) memberikan hasil yang benar. Sebagai informasi, alat tes kehamilan pribadi (test pack) memiliki tingkat keakuratan yang sangat tinggi, yaitu antara 99,9% (dengan catatan bila dilakukan dengan prosedur yang benar).</p>
<p><strong>Apakah jumlah hCG menentukkan kepekaan dan deteksi dini kehamilan ?</strong></p>
<p>Jawabannya adalah YA. Karena semakin kecil tingkat kepekaan (HCG/ml urine), tanda seseorang hamil dapat diketahui dengan lebih cepat dan lebih dini untuk segera di lanjutkan ke penanganan selanjutnya misalnya mengurangi aktivitas ekstrim untuk menjaga kehamilan.<br />
Saat ini, produk-produk tes kehamilan (test pack) yang tersedia di pasaran menawarkan berbagai tingkat kepekaan. Alat tes kehamilan (test pack) yang baik adalah yang memiliki sedikit/kecil tingkat hCG/ml urinenya.</p>
<p><strong>Cara Memilih Alat Tes Kehamilan (Test Pack) Yang Baik</strong></p>
<p>Dari informasi di atas dapat disimpulkan bagaimana cara memilih alat tes kehamilan (test pack) yang baik sebagai berikut :<br />
Waktu beli alat tes kehamilan/test pack, cek tanggal kadaluarsanya. Sama seperti makanan, jangan membeli yang sudah lewat kadaluarsa karena hasil tidak akan efektif bila digunakan.<br />
Gunakan hanya alat tes kehamilan yang diatur oleh FDA. Anda dapat memeriksa database online FDA untuk mengetahui merek diatur oleh mereka. Tanyakan kepada apoteker Anda mengenai hal ini.<br />
Semakin kecil kadar hCG yang dibutuhkan alat semakin tinggi tingkat kepekaan/ akurat alat tes kehamilan (test pack).<br />
Memilih alat tes kehamilan (test pack) yang praktis misal disertai cawan penampung urine.<br />
Tips Menggunakan Alat tes kehamilan (test pack) yang benar</p>
<p>Agar tidak salah waktu menggunakan alat uji kehamilan ini, ada baiknya kalau anda melakukannya dengan benar.</p>
<p><strong>Berikut ada sedikit tips menggunakan alat uji kehamilan (test pack) yang benar secara umum :</strong></p>
<ul>
<li>Buat yang belum pernah menggunakan, baca dengan teliti keterangan dan petunjuk pemakaian yang ada di dalam kotak.</li>
<li>Sebaiknya jangan minum air berlebihan waktu akan menggunakan test pack, karena urine yang terlalu cair bisa mempengaruhi hasil test pack.</li>
<li>Lakukan test pada pagi hari setelah bangun tidur, karena kadar hCG terbanyak terdapat pada urin tersebut.</li>
<li>Setelah menyentuhkan urin ke test pack, diamkan selama1 menit. Setelah itu akan muncul garis-garis pada test pack sebagai tanda hamil atau tidak.</li>
<li>Bila didapat tanda positif kunjungi dokter kandungan untuk memastikan bahwa memang benar-benar hamil dan mendapat nasehatnya, karena perawatan yang benar sejak dini sangat penting buat calon buah hati dan calon ibu.</li>
<li>Kalau hasilnya negative coba lagi beberapa waktu (disarankan 3 minggu sampai 1 bulan).</li>
<li>Bila ternyata hasilnya tetap negatif dan kamu belum juga dapat mens, segera periksakan ke dokter kandungan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/05/31/seputar-alat-test-kehamilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Kehamilan Palsu / Pseudocysis</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/08/kehamilan-palsu-pseudocysis/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/08/kehamilan-palsu-pseudocysis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 19:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Couvade syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan kosong]]></category>
		<category><![CDATA[ngidam]]></category>
		<category><![CDATA[pria ngidam]]></category>
		<category><![CDATA[Pseudocysis]]></category>
		<category><![CDATA[psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[sympathetic pregnancy]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat - Sering kali saat seorang ibu sedang sangat berharap memperoleh buah hati akan merasa dirinya sedang mengandung. Pusing, mual, dan rasa lelah yang cepat hinggap, membuatnya teryakinkan bahwa sudah ada jabang bayi dalam rahimnya, apalagi haidnya pun sudah tak datang. Tapi, apa yang terjadi jika hal itu ternyata palsu? Kehamilan palsu atau Pseudocysis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >Dokter Sehat </a>- Sering kali saat seorang ibu sedang sangat berharap memperoleh buah hati akan merasa dirinya sedang mengandung. Pusing, mual, dan rasa lelah yang cepat hinggap, membuatnya teryakinkan bahwa sudah ada jabang bayi dalam rahimnya, apalagi haidnya pun sudah tak datang.</p>
<p>Tapi, apa yang terjadi jika hal itu ternyata palsu? Kehamilan palsu atau Pseudocysis ( berasal dari bahasa Yunani dimana pseudes = false  dan kyesis = pregnancy) adalah suatu kondisi dimana seorang perempuan merasa hamil, namun sebenarnya dia tidak hamil. Dalam keadaan ini, seorang perempuan akan merasakan gejala-gejala umum sama seperti yang dialami ibu hamil. Misalnya saja, tidak haid, perut semakin besar, mual, pusing dan payudara membesar. Tapi jika diperiksa secara medis, misalnya tes urin, akan diketahui bahwa anda tidak hamil. Adanya tiga hal yang tidak ditemukan dalam kehamilan palus: denyut jantung janin tidak terdengar, USG tidak memperlihatkan adanya bayi dan yang terakhir jelas saja nggak bakalan melahirkan bayi. biggrinbiggrinbiggrin Frekuensinya sangat jarang yaitu 1-6 per 22.000 persalinan.</p>
<p>Kejadian yang paling terkenal untuk contoh kehamilan palsu adalah Marie Tudor, anak perempuan Henry ke VII dan Isteri dari Louis ke XII . Merupakan kasus hamil palsu yang terkenal dalam sejarah. Hal ini terjadi karena Marie Tudor sangat ingin punya anak untuk menyelamatkan muka ayahnya yang memancung semua selirnya yang tidak dapat mempunyai anak.</p>
<p>Penyebabnya diduga gangguan psikologis, dimana seorang wanita mempunyai keinginan yang kuat untuk hamil, menterjemahkan perubahan2 kecil pada dirinya sebagai suatu kehamilan. Hebatnya lagi test kehamilan bisa positf (false positif=positif palsu). Air susu juga bisa keluar. Keduanya terjadi lewat jalur hypothalamus-hypofise. Perut membesar akibat penumpukan lemak didinding perut. Gerakan gas dalam perut disangka gerakan bayi. Karena secara fisik kondisinya normal maka tidak dibutukan obat2an kecuali jika ingin memancing haidnya muncul kembali. Pengobatan hanya dilakukan konseling dengan psikoterapist.</p>
<p>Hal ini disebabkan karena pseudocyesis bisa memicu kelenjar di dalam otak untuk menghasilkan hormon kehamilan, oxytocin. Meski penelitian mengenai masalah ini masih sangat sedikit, sejumlah pakar medis berkeyakinan, pseudocyesis akut bisa meningkatkan hormon estrogen dan prolactin yang dapat mempengaruhi perubahan fisik menjadi seolah wanita hamil seperti perut membuncit, dan payudara mengeras karena peningkatan hormon tersebut.</p>
<p>Wanita yang  memiliki risiko untuk mengalami kelainan ini :</p>
<ol>
<li> wanita yang belum dapat anak pada usia akhir 30 atau awal 40 tahun.</li>
<li>Wanita dengan kondisi emosi yang tidak stabil, terutama yang berhubungan dengan kehamilan.</li>
<li>Wanita dengan riwayat abortus ataupun kematian janin sebelumnya.</li>
</ol>
<p>Yang menarik mengenai kehamilan palsu ini dapat juga dialami oleh pria (penderita Couvade syndrome / sympathetic pregnancy), biasanya terjadi pada para suami yang sangat dekat dengan istrinya dan mempunyai simpati yang berlebihan sehingga mengalami tanda-tanda yang sama dengan kehamilan: morning sickness, emosi yang tidak menentu, NGIDAM, gangguan pencernaan, perubahan nafsu makan, berat badan, diare, sembelit, sakit kepala, sakit gigi, ketagihan, mual, pembesaran payudara, pengerasan puting dan insomnia . Dalam beberapa kasus ekstrim, ayah dapat tumbuh perut mirip dengan wanita hamil bulan-7.</p>
<p>[dari berbagai referensi medis]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/08/kehamilan-palsu-pseudocysis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Baby Blue Sindrom</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/04/06/informasi-baby-blue-sindrom/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/04/06/informasi-baby-blue-sindrom/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 09:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[baby blue sindrom]]></category>
		<category><![CDATA[baby blue syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[bayi]]></category>
		<category><![CDATA[doktersehat]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[postpartum distress syndrome]]></category>
		<category><![CDATA[sedih]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[setelah kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1152</guid>
		<description><![CDATA[Dokter Sehat - Baby Blue Sindrom / Baby Blues Syndrome, atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan bayinya. Aneh memang… perasaan senang menanti-nanti kelahiran sang buah hati, ternyata pada sebagian ibu bisa berubah menjadi depresi, setelah proses kelahiran bayi. Baby Blues Syndrome [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >Dokter Sehat </a>- Baby Blue Sindrom / Baby Blues Syndrome, atau sering juga disebut Postpartum Distress Syndrome adalah perasaan sedih dan gundah yang dialami oleh sekitar 50-80% wanita setelah melahirkan bayinya.</p>
<p>Aneh memang… perasaan senang menanti-nanti kelahiran sang buah hati, ternyata pada sebagian ibu bisa berubah menjadi depresi, setelah proses kelahiran bayi.</p>
<p>Baby Blues Syndrome masih tergolong ringan dan biasanya berlangsung hingga 2 minggu. Jika Anda mengalaminya lebih dari 2 minggu, bisa jadi itu adalah Postpartum Depression dan sebaiknya  Anda berkonsultasi dengan dokter Anda…<br />
<strong><br />
Beberapa Gejala Kasus Baby Blues Syndrome:</strong></p>
<p>1. Menangis tanpa sebab yang jelas<br />
2. Mudah kesal<br />
3. Lelah<br />
4. Cemas<br />
5. Tidak sabaran<br />
6. Enggan memperhatikan si bayi<br />
7. Tidak percaya diri<br />
8. Sulit beristirahat dengan tenang<br />
9. Mudah tersinggung</p>
<p>Jika setelah melahirkan Anda mengalami berbagai kondisi dan perasaan di atas, maka besar kemungkinan Anda sedang dilanda Baby Blues Syndrome…</p>
<p><strong>Apa Beda Baby Blues Syndrome dengan Postpartum Depression?</strong></p>
<p>Perbedaan keduanya terletak pada frekuensi, intensitas, serta durasi berlangsungnya gejala-gejala di atas. Pada Postpartum Depression, Anda akan merasakan berbagai gejala tersebut lebih sering, lebih hebat, serta lebih lama.</p>
<p><strong>Bagaimana cara membedakannya?</strong></p>
<p>Sebenarnya caranya mudah. Salah satunya adalah dengan memperhatikan pola tidur si ibu. Jika ketika ada orang lain menjaga bayi, si ibu bisa tertidur, maka besar kemungkinan si ibu hanya menderita Baby Blues Syndrome (BBS). Namun jika si ibu sangat sulit tertidur walaupun bayinya dijaga oleh orang lain, maka mungkin tingkat depresinya sudah termasuk ke dalam Postpartum Depression (PPD).</p>
<p><strong>Beberapa Gejala Postpartum Depression:</strong></p>
<p>1. Cepat marah<br />
2. Bingung<br />
3. Mudah panik<br />
4. Merasa putus asa<br />
5. Perubahan pola makan dan tidur<br />
6. Ada perasaan takut bisa menyakiti bayinya<br />
7. Ada perasaan khawatir tidak bisa merawat bayinya dengan baik<br />
8. Timbul perasaan bahwa ia tidak bisa menjadi ibu yang baik</p>
<p>PPD bisa berlangsung hingga 1 tahun setelah kelahiran bayi…</p>
<p><em> Pada kasus PPD akut, si ibu bisa saja bunuh diri atau menyakiti bayinya sendiri…</em></p>
<p><strong>Apa Penyebab PPD?</strong></p>
<p>Walaupun hingga artikel ini ditulis tidak ada yang tahu pasti penyebab timbulnya PPD, namun berbagai faktor berikut sepertinya sangat berpengaruh:</p>
<p>1. Perubahan hormon si ibu<br />
2. Tekanan menjadi ibu baru<br />
3. Ada sejarah keluarga terkait dengan depresi<br />
4. Kurangnya bantuan ketika melahirkan<br />
5. Merasa terisolasi<br />
6. Kelelahan</p>
<p><strong><br />
Berikut beberapa tips yang  berkaitan dengan baby blue syndrome sebelum proses melahirkan :</strong></p>
<p>1. Meminta bantuan dan dukungan keluarga besar sebelum  melahirkan.</p>
<p>2. Sang ibu harus banyak membaca tentang pengetahuan  perawatan bayi.</p>
<p>3. Siapkan mental sang ibu dengan sharing,  memperbanyak pengetahuan medis dan memperbanyak ibadah.</p>
<p><strong>Pengobatan Baby Blue Syndrome</strong></p>
<p>Setelah proses melahirkan dan didapati sang ibu mengealami gejala  baby blue syndrome, maka beberapa tips berikut dapat dilakukan untuk  mengatasi masalah baby blue syndrome pada ibu muda.</p>
<p>1. Meminta  bantuan keluarga besar untuk mengurus sang bayi.</p>
<p>2. Banyak tidur  untuk sang ibu.</p>
<p>3. Sang ibu harus sharing kesulitan dan masalah  pada suami atau keluarga.</p>
<p>4. Memanfaatkan waktu untuk  relaksasi.</p>
<p>5. Jangan lupa makan dan perhatikan pola gizi yang  masuk.<br />
<em>referensi: bundagaul.com, tipsbayi.com &amp; berbagai sumber lain</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/04/06/informasi-baby-blue-sindrom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa itu Kehamilan Sunsang dan Bagaimana Mengatasinya?</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/03/26/apa-itu-kehamilan-sunsang-cara-mengatasi/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/03/26/apa-itu-kehamilan-sunsang-cara-mengatasi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 05:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[bunda]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi]]></category>
		<category><![CDATA[sunsang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Posisi setiap bayi dalam rahim ibu bisa tidak bisa sama. Memang pada umumnya, posisi bayi dalam rahim adalah posisi terbaring telungkup denag punggung di bagian depan atau Left Occipito Anterior (LOA). Selain posisi tersebut, biasa pula jika bayi berbaring dengan punggung menghadap ke sisi kiri. Lalu, bagaimana jika posisi bayi sungsang? Menurut Richard [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Posisi setiap bayi dalam rahim ibu bisa tidak bisa sama. Memang pada umumnya, posisi bayi dalam rahim adalah posisi terbaring telungkup denag punggung di bagian depan atau Left Occipito Anterior  (LOA). Selain posisi tersebut, biasa pula jika bayi berbaring dengan punggung menghadap ke sisi kiri. Lalu, bagaimana jika posisi bayi sungsang?</p>
<p>Menurut Richard Fischer, MD, dari Departement of Obstetrics and Gynecology, Section of Maternal-Fetal Meidicine, Cooper Hospital/University Medical Center, ada beberapa posisi bayi sungsang. Posisi itu adalah presentasi bokong. Artinya, pada pemeriksaan dalam yang teraba hanya bokong bayi saja. Posisi itu terjadi karena janin meluruskan (ekstensi) kedua sendi lututnya, sehingga kedua kaki mengarah ke atas dan kedua ujungnya sejajar dengan bahu atau kepala. Posisi sungsang berikutnya adalah presentasi bokong teraba dengan satu kaki di sampingnya, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas. Posisi sungsang berikutnya adalah presentasi kaki. Saat pemeriksaan yang teraba lebih dulu adalah salah satu atau kedua kaki, karena posisi kaki berada di bagian paling rendah.</p>
<p><strong>Sebab Sungsang</strong><br />
Bisa dikatakan letak janin bergantung pada proses adaptasinya di dalam rahim. Tak perlu terburu khawatir bila posisi sungsang terjadi di bawah usia kehamilan 32 minggu. Sebab, pada usia kehamilan ini, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga janin masih dapat bergerak bebas. Artinya dari yang posisinya sungsang bisa berputar menjadi melintang lalu berputar lagi, sehingga posisi kepala di bagian bawah rahim. Jangan heran kalau pada kehamilan belum cukup bulan, frekuensi letak sungsang menjadi lebih tinggi.</p>
<p>Nah, ketika memasuki usia kehamilan 37 minggu ke atas, posisi sungsang sudah sulit untuk berubah karena bagian terendah janin sudah masuk ke pintu atas panggul. Namun semestinya di trimester ketiga, bokong janin dengan tungkai terlipat yang ukurannya lebih besar daripada kepala akan menempati ruangan yang lebih besar yakni di bagian atas rahim. Sedangkan kepala berada dalam ruangan yang lebih kecil, di segmen bawah rahim. Tetapi muncul masalah mengapa posisi sungsang kok, masih bisa hingga usia kehamilan cukup bulan?</p>
<p>Menurut Fischer, ada beberapa sebb, yakni hamil kembar. Artinya, adanya lebih dari satu janin dalam rahim menyebabkan terjadinya perebutan tempat. Setiap janin berusaha mencari tempat yang lebih nyaman, sehingga ada kemungkinan bagian tubuh yang lebih besar (yakni bokong janin) berada di bagian bawah rahim. Sebab lainnya adalah multiparitas, yaitu ibu telah melahirkan banyak anak sehingga rahimnya sudah sangat elastis dan membuat janin berpeluang besar untuk berputar hingga minggu ke 37 dan seterusnya.</p>
<p>Penyebab sungsang bisa pula karena hidramnion, itu loh jumlah air ketuban yang melebihi normal. Keadaan itu menyebabkan janin lebih leluasa bergerak walau sudah memasuki trimester ketiga. Selain itu, karena gangguan hidrosefalus bisa pula menyebabkan bayi sungsang. Hidrosefalus adalah besarnya ukuran kepala akibat kelebihan cairan yang membuat janin mencari tempat yang lebih luas, yakni di bagian atas rahim. Karena plasenta previa pun dapat mengakibatkan bayi sungsang. Plasenta previa adalah adanya plasenta yang menutupi jalan lahir, sehingga dapat mengurangi luas ruangan dalam rahim. Kemudian panggul sempit, yakni ruang panggul mendorong janin mengubah posisinya menjadi sungsang. Kelainan bawaan juga dapat mengakibatkan bayi sungsang. Jika bagian bawah rahim lebih besar daripada bagian atasnya, maka janin cenderung menngubah posisinya menjadi sungsang.</p>
<p><strong>Mengatasi Bayi Sungsang</strong><br />
Jika bayi Anda berada dalam posisi sungsang, dokter mungkin akan berkeinginan untuk memturanya. Hal ini dikenal dengan nama External Cephalic Version (ECV), dengan menempatkan tangannya pada perut ibu dan perlahan mencoba memutar janin sampai kepala di bawah, semuanya dilakukan dibantu dengan USG. Cara ini efektif pada sekitar 70% kasus, dan menghindari operasi cesar yang tidak perlu. Setelah posisi bayi diketahui dengan pasti, dokter akan berupaya memperbaiki letak bayi lewat perut Anda. Ini butuh waktu sekitar setengah jam dan mungkin terasa kurang nyaman, walaupun tidak sakit.</p>
<p>ECV sangat bergantung dengan keahlian dokter yang menangani. Dalam memperbaiki posisi ini, kepala bayi bisa teraba dan rahim Anda dalam keadaan rileks (sebelumnya Anda mungkin akan mendapatkan obat peregang terlebih dulu). Jika gagal memperbaiki untuk pertama kalinya, dokter mungkin akan mencobanya kembali dalam beberapa hari. Atau menyarankan lahir dengan operasi yang reltif lebih aman.</p>
<p>Berikut ini beberapa tips mempergunakan gravitasi untuk meningkatkan posisi bayi menjadi posisi anterior, yaitu posisi yang paling baik untuk persalinan. Jika bayi Anda telah menempati posisi terbaik, cara ini akan mempertahankan posisi janin. Tips ini intinya adalah meminta Anda untuk menyandarkan panggul saat berdiri, duduk dengan lutut melebar dan lebih rendah dad panggul, serta berbaring dengan posisi menghadap ke kiri.</p>
<ul>
<li>Bila duduk, duduklah di atas bantalan dan sandarkan panggul di meja</li>
<li>Seringlah berdiri di depan lemari atau dinding, dan sandarkan bagian depan dada Anda pada lemari atau dinding</li>
<li>Duduklah dengan menghadap sandaran sofa atau berlututlah di lantai.</li>
<li>Taruhlah bantal di belakang Anda dan bersandarlah di atasnya.</li>
<li>Bila tidur atau berbaring di kasur atau sofa, usahakan dalam posisi miring ke kiri.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/03/26/apa-itu-kehamilan-sunsang-cara-mengatasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Krim dan Susu Mengurangi Kesuburan Wanita</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/03/04/es-krim-dan-susu-mengurangi-kesuburan-wanita/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/03/04/es-krim-dan-susu-mengurangi-kesuburan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 09:16:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[es krim]]></category>
		<category><![CDATA[kesuburan]]></category>
		<category><![CDATA[wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=1025</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Di balik kelezatan es krim ada sebuah dampak buruk yang mungkin belum banyak orang tahu, yakni mengurangi kesuburan. Ah, masa sih? Meski agak sulit dipercaya, namun sebuah penelitian yang dibuat oleh peneliti dari Nurses Health Study Harvard School of Public Health, AS, ini menyebutkan bahwa terlalu banyak es krim dan produk makanan lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Di balik kelezatan es krim ada sebuah dampak buruk yang mungkin belum banyak orang tahu, yakni mengurangi kesuburan. Ah, masa sih? Meski agak sulit dipercaya, namun sebuah penelitian yang dibuat oleh peneliti dari Nurses Health Study Harvard School of Public Health, AS, ini menyebutkan bahwa terlalu banyak es krim dan produk makanan lain yang mengandung susu bisa meningkatkan risiko infertil.</p>
<p>Menurut para peneliti tersebut, perempuan yang mengonsumsi dua atau lebih makanan yang mengandung susu setiap hari, cenderung sulit hamil karena tidak adanya proses ovulasi. Sementara itu, mereka yang mengonsumsi makanan berlemak dan mengandung susu sekali tiap hari, hanya 27 persen yang mengalami masalah ini. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam jurnal European Human Reproduction minggu ini.</p>
<p>Namun para peneliti juga mengingatkan agar hasil riset ini jangan dipercaya seratus persen karena riset ini hanya didasarkan pada wawancara dengan responden perempuan, bukan riset ilmiah yang secara khusus meneliti es krim. &#8220;Inti dari publikasi hasil riset ini adalah agar perempuan tidak berlebihan mengkonsumsi es krim setiap harinya,&#8221; kata ketua peneliti, Dr Jorge Chavarro dari Harvard.</p>
<p>Hasil penelitian ini juga dipertanyakan oleh kalangan para peneliti sendiri. Menurut mereka, para periset itu tidak berhasil menemukan kaitan antara infertiliti dan produk olahan susu secara umum. &#8220;Berat badan yang terlalu ekstrem, baik itu terlalu kurus atau terlalu gemuk, yang akan meningkatkan risiko sulit hamil,&#8221; kata Dr.William Gibbons, presiden Society for Assisted Reproductive Technology. Menurutnya, makan berlebihan memang tak baik, tapi diet terlalu ketat juga sama buruknya untuk proses reproduksi</p>
<p>sumber : indonesiaindonesia</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/03/04/es-krim-dan-susu-mengurangi-kesuburan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hamil di Luar Kandungan Bisa Berujung Kematian</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/27/hamil-di-luar-kandungan-bisa-berujung-kematian/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/27/hamil-di-luar-kandungan-bisa-berujung-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 15:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[ektopik]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[rahim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Kehamilan yang terjadi di luar kandungan dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi bila telur yang dibuahi melekat dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri atau rahim. Kehamilan ini harus segera dihentikan agar tidak membahayakan nyawa sang ibu. Kehamilan ektopik berbeda dengan kehamilan ekstra uterin. Kehamilan ekstra uterin terjadi di luar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://DokterSehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Kehamilan yang terjadi di luar kandungan dalam istilah medis disebut kehamilan ektopik. Kondisi ini terjadi bila telur yang dibuahi melekat dan tumbuh di luar endometrium kavum uteri atau rahim. Kehamilan ini harus segera dihentikan agar tidak membahayakan nyawa sang ibu.</p>
<p>Kehamilan ektopik berbeda dengan kehamilan ekstra uterin. Kehamilan ekstra uterin terjadi di luar kavum uteri, tetapi masih di dalam rahim. Meski demikian, kehamilan ekstra uterin juga dikatakan bersifat ektopik.</p>
<p>Jika melihat lokasinya, sekitar 95-98 persen kehamilan ektopik berada di tuba. Sisanya terjadi di rahim, ovarium (indung telur), rongga perut primer dan sekunder, serta kehamilan kombinasi. Disebut kehamilan kombinasi kala kehamilan ektopik dan intra uterin terjadi secara bersamaan.</p>
<p>Kehamilan ektopik terutama terjadi akibat adanya gangguan transportasi sel telur yang telah dibuahi dari saluran tuba (tuba falopi) ke rongga rahim, selain juga adanya kelainan ovum yang dibuahi.</p>
<p>Kehamilan ektopik terjadi pada 1 dari 50 kehamilan dan merupakan salah satu penyebab terbesar kematian ibu pada triwulan pertama kehamilan. Minimnya deteksi dini dan pengobatan setelah diketahui adanya kehamilan ektopik menjadi penyumbang besarnya angka kematian ibu.</p>
<p>Karena itu, bila seorang ibu mengalami kehamilan ektopik, harus cepat diakhiri mengingat besarnya risiko yang harus ditanggung. Bila telur tetap tumbuh dan besar di saluran tuba, suatu saat tuba akan pecah dan bisa menyebabkan perdarahan hebat, dan berujung pada kematian.</p>
<p><strong>Mirip hamil normal</strong><br />
Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik, meskipun kehamilan ini bisa saja dialami wanita tanpa faktor risiko. Faktor tersebut di antaranya adalah gangguan transportasi hasil konsepsi, kelainan hormonal, dan penyebab yang masih diperdebatkan.</p>
<p>Gangguan transportasi hasil konsepsi bisa karena radang panggul, penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim, penyempitan lumen tuba akibat tumor, tindakan operasi pada tuba pasca bedah mikro, serta kejadian abortus maupun keguguran.</p>
<p>Kelainan hormon bisa muncul akibat induksi ovulasi, in vitro fertilisasi, masa subur yang telat, dan transportasi ovum. Sementara untuk penyebab yang masih diperdebatkan adalah endometriosis, cacat bawaan, kelainan kromosom, kualitas sperma yang tidak prima.</p>
<p>Gejala kehamilan ektopik yang belum terganggu bisa seperti kehamilan nomial, yaitu terlambat haid, mual, morning sickness, dan lainnya. Bila dilakukan pemeriksaan fisik akan didapati rahim yang rnernbesar dan tumor di perut. Juga muncul trias klasik, yakni tidak dapat haid, perdarahan per vaginam, dan nyeri perut.</p>
<p>Sementara pada kehamilan ektopik yang terganggu, gejala yang muncul bisa sama seperti kehamilan ektopik yang belum terganggu, tetapi disertai gejala akut pada perut akibat pecahnya kehamilan ektopik. Dan biasanya muncul gangguan hemodinamik berupa hipovolemik atau berkurangnya volume dalam peredaran darah akibat terjadinya perdarahan.<br />
<strong><br />
Sebaiknya dikeluarkan</strong><br />
Jika diketahui terjadi kehamilan ektopik, meski belum pecah (kehamilan ektopik belum terganggu), disarankan untuk dikeluarkan. Tidak ada gunanya janin tumbuh di tempat yang salah.</p>
<p>Janin tidak bakal bisa berkembang hingga usia sembilan bulan. Dalam usia beberapa minggu saja, tempat &#8220;bersarangnya&#8221; bisa pecah. Dan bila ini terjadi, bisa timbul perdarahan hebat di dalam perut. Kondisi ini tentu akan sangat membahayakan nyawa si ibu.</p>
<p>Umumnya penanganan kehamilan ektopik dilakukan dengan laparatomi (operasi). Pada kasus-kasus tertentu bisa menggunakan obatobatan methotrexate.</p>
<p>Mengingat risiko fatal yang bisa ditanggung ibu, jangan remehkan gejala pada wanita usia subur dengan keluhan terlambat haid (hasil tes urin positif), perdarahan melalui vagina, dan nyeri di daerah perut. Segera periksakan diri ke dokter kandungan.</p>
<p><em>Dr. Hendriks Sirait (Dokter Umum lulusan FK Universitas Trisakti, Praktik di Bekasi)   </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/27/hamil-di-luar-kandungan-bisa-berujung-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanda Bahaya Kehamilan Yang Perlu Diketahui</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/22/tanda-bahaya-kehamilan-yang-perlu-diketahui/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/22/tanda-bahaya-kehamilan-yang-perlu-diketahui/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 19:03:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bunda & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya]]></category>
		<category><![CDATA[melahirkan]]></category>
		<category><![CDATA[tanda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Ada beberapa hal yang perlu diketahui masalah kehamilan mengenai beberapa tanda yang perlu diwaspadai apabila sedang mengandung. Empat tanda bahaya kehamilan : Perdarahan dari jalan lahir Nyeri kepala yang sangat hebat Gangguan pada penglihatan Nyeri perut yang sangat hebat Selain itu ada 18 hal yang harus diwaspadai dan sebaiknya bagi yang mengandung mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Ada beberapa hal yang perlu diketahui masalah kehamilan mengenai beberapa tanda yang perlu diwaspadai apabila sedang mengandung.</p>
<p><strong>Empat tanda bahaya kehamilan :<br />
</strong></p>
<ul>
<li> Perdarahan dari jalan lahir</li>
<li>Nyeri kepala yang sangat hebat</li>
<li>Gangguan pada penglihatan</li>
<li>Nyeri perut yang sangat hebat</li>
</ul>
<p><strong>Selain itu ada 18 hal yang harus diwaspadai dan sebaiknya bagi yang mengandung mempunyai beberapa faktor di bawah diharuskan melahirkan di rumah sakit (bukan di bidan) yaitu:</strong></p>
<ul>
<li> Pernah di operasi seksio sesaria (operasi caesar)</li>
<li>Perdarahan dari jalan lahir selain lendir bercampur darah</li>
<li>Persalinan kurang dari 37 minggu (kurang bulan)</li>
<li>Ketuban pecah disertai dengan keluar mekonial kental (cairan warna keruh)</li>
<li>Ketuban pecah disertai tidak terasa gerakan janin</li>
<li>Ketuban telah pecah lebih dari 24 jam atau ketuban pecah pada kemanilan kurang bulan</li>
<li>Ada tanda gejala infeksi : Suhu tubuh tinggi, menggigil, nyeri perut dan cairan ketuban yang berbau</li>
<li>Tekanan darah lebih dari 160/110</li>
<li>Tinggi fundus 41 cm atau lebih kehamilan kembar</li>
<li>Ada tanda gerakan janin berkurang ( kurang lebih 10 gerakan dalam 1 hari)</li>
<li>Kepala janin belum masuk panggul pada masa persalinan</li>
<li>Letakk sungsang, lintang/malang</li>
<li>Bagian terendah bukan kepala saja, tapi ada bagian lain misalnya tangan/lengan</li>
<li>Tali pusat keluar sebelum bayi lahir</li>
<li>Adanya perasaan syok</li>
<li>Mempunyai anemia</li>
<li>Kuning</li>
<li>Kehamilan kembar</li>
</ul>
<p>Sumber: bidanku.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/22/tanda-bahaya-kehamilan-yang-perlu-diketahui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Emosi Saat Kehamilan</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/13/tips-emosi-kehamilan/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/13/tips-emosi-kehamilan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2010 18:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=575</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Saat kehamilan, hormon wanita akan mengalami pasang surut yang sangat tajam. Jika PMS (Pre Menstrual Syndrome) yang terjadi setiap sebelum wanita mendapatkan siklus menstruasi setiap bulan sudah bisa membuat emosi wanita berubah-ubah, apalagi ketika saat hamil? Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga agar emosi si ibu tidak terlalu mencolok dan meledak-ledak? Menurut Susan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Saat kehamilan, hormon wanita akan mengalami pasang surut yang sangat tajam. Jika PMS (Pre Menstrual Syndrome) yang terjadi setiap sebelum wanita mendapatkan siklus menstruasi setiap bulan sudah bisa membuat emosi wanita berubah-ubah, apalagi ketika saat hamil? Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga agar emosi si ibu tidak terlalu mencolok dan meledak-ledak?</p>
<p>Menurut Susan Warhus M.D., pengarang buku Darn Good Advice: Pregnancy mengatakan, dalam masa kehamilan, tubuh mengalami perubahan yang sangat signifikan, begitu pula emosi. Adalah hal yang umum saat hamil seorang ibu merasakan perubahan perasaan yang sangat beragam. Dari perasaan takut hingga sedih, hingga senang hanya dalam jarak waktu beberapa menit saja. Ketika keriaan kehamilan mulai mengena pada ibu hamil, hidup akan mulai terasa seperti wahana roller coaster.</p>
<p>Kenyataan bahwa si ibu akan membawa kehidupan baru ke dalam dunia membangunkan semacam kekhawatiran dan ketakutan tersendiri di dalam dirinya. Pertanyaan-pertanyaan pun mulai berkelebat di dalam benaknya; Apakah saya mampu menjadi seorang ibu yang baik? Apa yang akan terjadi pada hubungan saya dan pasangan? Bagaimana dengan kehidupan romantisme dan seksual nantinya? Apakah ukuran tubuh saya akan seperti ini terus? Bagaimana dengan karier saya? Apakah saya akan berubah menjadi seperti ibu saya atau ibu si dia?</p>
<p>Menurut Susan, memahami efek kehamilan dalam pola pikir seseorang akan membantu Anda mengatur perubahan emosi. Akan lebih baik pula jika si ibu mengetahui bahwa tekanan emosional tidak memiliki efek negatif pada kondisi kehamilan. Pertumbuhan janin di dalam rahim akan cukup kuat dan sehat asalkan terus dipantau, dijaga, dan dipenuhi kebutuhannya. Meski memang kalangan kesehatan mengetahui, bahwa stres bisa tetap mempengaruhi si ibu hamil dan janinnya, namun belum ada indikator pastinya. Kalangan kesehatan saat ini hanya mengetahui bahwa stres bisa meningkatkan detak jantung dan sang janin bisa merasakan perubahan ini.</p>
<p>Yang mesti diwaspadakan bukanlah stresnya, tapi apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi stres tersebut. Apakah Anda akan melakukan hal-hal yang tak sehat untuk si bayi, misal, mengkonsumsi makanan tidak sehat, dan sebagainya. Supaya tidak membahayakan diri dan kehamilannya, berikut adalah strategi-strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi rasa kegelisahan saat kehamilan:</p>
<p>Memahami bahwa apa yang Anda rasa adalah normal.</p>
<ul>
<li>Percaya pada emosi dan tingkatkan kepercayaan pada diri sendiri.</li>
<li>Usahakan untuk terus berkomunikasi dengan pasangan.</li>
<li>Dapatkan dukungan dari teman, keluarga, dokter, atau komunitas lainnya.</li>
<li>Jangan mencoba menjadi pahlawan dalam hal apa pun. Cukup lakukan yang terbaik, dan selalu prioritaskan kesehatan Anda dan janin.</li>
<li>Perbanyak pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tubuh Anda, dan persenjatai diri Anda dengan mengetahui kemungkinan apa yang akan terjadi di depan nanti.</li>
<li>Ikuti latihan-latihan relaksasi, seperti yoga dan meditasi.</li>
<li>Lepaskan tekanan dengan melakukan latihan yang aman tapi tetap enerjik, seperti berjalan, berenang, dan berdansa kecil.</li>
<li>Dengarkan lagu favorit atau membaca buku-buku inspiratif.</li>
<li>Jika memungkinkan, coba cari spa yang menawarkan pijatan khusus untuk ibu hamil.</li>
<li>Berendam dalam air hangat selama air ketuban belum pecah masih dianggap aman. Jika memungkinkan, cobalah untuk berendam dalam air hangat untuk melepaskan ketegangan.</li>
<li>Pelajari teknik relaksasi lewat buku atau dengan mengambil kelas-kelas khusus.</li>
<li>Konsumsi makanan seimbang dan bernutrisi.</li>
<li>Simpan dan catat kegiatan-kegiatan harian di dalam buku harian.</li>
<li>Manjakan diri dengan makanan-makanan yang menyenangkan, seperti es krim atau cokelat berkualitas tinggi.</li>
<li>Jika Anda masih merasakan rasa sendu tak menentu selama kehamilan, ada baiknya Anda menemui dokter khusus untuk mendapatkan perawatan tepat.</li>
</ul>
<p>Sumber Kompas Author: NAD Editor: NF</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/13/tips-emosi-kehamilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resiko Aborsi Secara Fisik dan Mental</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/10/resiko-aborsi-fisik-dan-mentalnya/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/10/resiko-aborsi-fisik-dan-mentalnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 09:37:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[aborsi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Ada 2 macam resiko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”.<br />
Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka  yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.</p>
<p>Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi:<br />
1.   Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik<br />
2.   Resiko gangguan psikologis</p>
<p><strong>Resiko kesehatan dan keselamatan fisik</strong></p>
<p>Pada saat melakukan aborsi  dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:<br />
 1.   Kematian mendadak karena pendarahan hebat<br />
 2.   Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal<br />
 3.   Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan<br />
 4.   Rahim yang sobek (Uterine Perforation)<br />
 5.   Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada<br />
      anak berikutnya<br />
 6.   Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita)<br />
 7.   Kanker indung telur (Ovarian Cancer)<br />
 8.   Kanker leher rahim (Cervical Cancer)<br />
 9.   Kanker hati (Liver Cancer)<br />
10.  Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat<br />
      pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya<br />
11.  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy)<br />
12.  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)<br />
13.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)</p>
<p><strong>Resiko kesehatan mental</strong></p>
<p>Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.</p>
<p>Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).</p>
<p>Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:<br />
1.    Kehilangan harga diri (82%)<br />
2.    Berteriak-teriak histeris (51%)<br />
3.    Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%)<br />
4.    Ingin melakukan bunuh diri (28%)<br />
5.    Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%)<br />
6.    Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)</p>
<p>Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.</p>
<p>Tetapi aborsi masih dapat dipertimbangkan apabila dilakukan karena alasan kesehatan dari ibu/bayi. Pastikan anda melakukan konsultansi dengan para ahli kesehatan yang tepat sebelum anda memutuskan untuk melakukan aborsi untuk memastikan kesehatan dan kesiapan anda!</p>
<p>sumber: aborsi.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/10/resiko-aborsi-fisik-dan-mentalnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deteksi Kelainan Genetik pada Janin</title>
		<link>http://doktersehat.com/2010/01/07/deteksi-kelainan-genetik-pada-janin/</link>
		<comments>http://doktersehat.com/2010/01/07/deteksi-kelainan-genetik-pada-janin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 17:56:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dokter Sehat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Bunda & Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[deteksi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[janin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://doktersehat.com/?p=530</guid>
		<description><![CDATA[DokterSehat.com &#8211; Ibu hamil seringkali didera rasa khawatir akan kesehatan calon bayinya. Untuk memupus kecemasan itu, kini sudah tersedia pemeriksaan untuk mendeteksi sejak dini apakah bayi yang akan dilahirkan memiliki cacat lahir atau kelainan bawaan. Pemeriksaan kelainan genetik pada umumnya dilakukan oleh ibu yang sebelumnya pernah melahirkan anak dengan cacat lahir atau memiliki riwayat penyakit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://doktersehat.com" >DokterSehat.com</a> &#8211; Ibu hamil seringkali didera rasa khawatir akan kesehatan calon bayinya. Untuk memupus kecemasan itu, kini sudah tersedia pemeriksaan untuk mendeteksi sejak dini apakah bayi yang akan dilahirkan memiliki cacat lahir atau kelainan bawaan.</p>
<p>Pemeriksaan kelainan genetik pada umumnya dilakukan oleh ibu yang sebelumnya pernah melahirkan anak dengan cacat lahir atau memiliki riwayat penyakit genetik pada keluarga mereka, seperti fibrosis, thalasemia dan kelainan sel lainnya. Dengan demikian, bisa diketahui apakah bayi mereka terkena penyakit atau tidak.</p>
<p><em>Apa saja tes penyakit genetik yang dapat dilakukan oleh para ibu hamil?</em></p>
<p><strong>Amniocentesis</strong><br />
Ini merupakan sebuah tes untuk mendeteksi kelainan kromosom, yang menyebabkan anak menderita down syndrom atau spina bifida. Amniocentesis biasanya dilakukan saat kehamilan memasuki trimester kedua (antara minggu ke-15 hingga minggu ke-20) atau menjelang kelahiran saat paru-paru bayi sudah terbentuk sempurna.</p>
<p>Pada tes ini dokter akan memasukkan jarum yang sangat kecil ke bagian dinding perut sampai masuk ke bagian rahim untuk mengambil contoh cairan ketuban dari kantong yang menyelimuti janin. Cairan ini kemudian dianalisa di laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya kelainan genetik atau kromosom. Hasil tes amniocentesis bisa diketahui dua minggu kemudian.<br />
<strong><br />
Chorionic villus sampling</strong><br />
Cara ini lebih akurat untuk mendeteksi ketidaknormalan kromosom, yang salah satunya mengakibatkan down syndrome. Metode tes ini dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah dengan menyuntikkan jarum yang sangat pipih dan kecil ke bagian perut ibu hamil untuk mengambil contoh sel dari plasenta yang disebut chorionic villi.</p>
<p>Cara kedua adalah dengan menggunakan kateter yang dimasukkan lewat vagina sampai ke dekat plasenta di rahim untuk mengambil contoh sel. Hasil sampel ini kemudian dianalisa di laboratorium. Chorionic villus sampling (CVS) biasanya dilakukan di awal kehamilan, yakni pada minggu ke-10 atau minggu ke-12. Hasil tes ini juga lebih akurat dan lebih cepat.</p>
<p><strong>Pemeriksaan darah</strong><br />
Belum lama ini para peneliti dari Universitas Hongkong, China, mengenalkan teknik pemeriksaan darah untuk mengidentifikasi sejumlah kelainan penyakit bawaan pada janin. Tes ini bekerja dengan cara memeriksa DNA janin dalam darah ibu.</p>
<p>Setiap metode tes memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan tes ini. Beberapa penelitian menyebutkan tes yang dilakukan pada janin bisa menyebabkan keguguran atau peningkatan risiko tidak lengkapnya anggota tubuh yang terbentuk. Oleh sebab itu carilah informasi sebanyak-banyaknya dari dokter Anda!</p>
<p>Author: AN<br />
Editor: acandra</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://doktersehat.com/2010/01/07/deteksi-kelainan-genetik-pada-janin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
