Cara Soda Memicu Obesitas

DokterSehat.Com – Soda termasuk dalam jenis minuman yang cukup banyak disukai oleh pemuda di tanah air. Rasanya yang segar, apalagi jika disajikan dalam bentuk dingin akan mengimbangi panasnya suhu di siang hari. Sayangnya, dibalik kesegaran minuman bersoda ini, terdapat banyak sekali resiko penyakit berbahaya yang mengintai jika kita termasuk sering mengintainya. Pakar kesehatan bahkan menyebutkan resiko terkena penyakit jantung bisa meningkat hingga 48 persen. Selain itu, konsumsi minuman bersoda juga diyakini mampu membuat kita beresiko terkena masalah obesitas.

doktersehat-minuman-soda-kaleng

Tahukah anda, minuman bersoda ternyata bisa memicu kita untuk menjadi lebih lapar daripada biasanya? Dalam satu botol minuman bersoda sendiri, terdapat banyak sekali kandungan gula buatan yang membuatnya menjadi lebih manis dan terasa lebih segar. Rasa manis inilah yang pada akhirnya akan memicu kita untuk mudah merasa lapar dan rasa lapar ini baru akan bisa terobati jika kita banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan kalori tinggi. Karena alasan inilah kita banyak menemui gerai makanan cepat saji yang menyajikan makanan berkalori tinggi dan juga minuman bersoda secara bersamaan. Jika kita mengkonsumsi makanan berkalori dan kemudian minuman bersoda, yang terjadi adalah semakin banyak kalori yang menumpuk dan berubah menjadi lemak yang akan tersimpan dalam tubuh. Kondisi ini tentu akan membuat tubuh kita rentan terkena obesitas.

Selain itu, minuman bersoda ternyata juga bisa memicu kondisi yang disebut sugar crush. Kondisi dimana tubuh akan mengalami efek samping dari minuman bersoda dan menginginkan asupan makanan yang manis-manis atau kaya akan gula secara terus menerus. Selain beresiko meningkatkan kadar gula darah dan penyakit diabetes, konsumsi makanan kaya gula jelas akan membuat tubuh mendapatkan tumpukan lemak yang sangat berlebihan dan pada akhirnya membuat obesitas. Melihat adanya fakta ini, anda yakin masih mau mengkonsumsi minuman bersoda?