Cara Oral Seks yang Aman

DokterSehat.com – Dalam organ seks terdapat banyak ujung-ujung syaraf sensitif bila menerima rangsangan. Sebagai variasi dalam bercinta Anda bisa mencoba oral seks sebagai alternatif lain. Anda bisa menggunakan lidah, bibir, dan gigi untuk merangsang area sensitif ini.



Sebenarnya oral seks sudah ada sejak zaman dahulu. Namun, tidak semua pasangan merasa nyaman melakukan oral seks. Meski begitu, banyak juga pasangan yang memasukan “menu” oral seks di setiap kegiatan intimnya.

Bila Anda senang melakukan oral seks maka sebaiknya lakukanlah dengan cara yang benar dan aman. Pastikan tubuh Anda bersih sebelum melakukan oral seks. Usahakan untuk mandi terlebih dahulu agar kuman di organ intim hilang. Bersihkan organ seks Anda sebersih mungkin dengan memakai sabun.

Penggunaan kondom juga bisa meminimalisir dampak negatif dari oral seks. Kondom dapat melindungi Anda dari penularan penyakit berbahaya seperti HIV. Meski penggunaan kondom dapat mengurangi kenyamanan hubungan intim Anda, tapi kebiasaan ini efektif mencegah penularan penyakit kelamin.

Pada saat melakukan oral seks sebaiknya lepaskan ejakulasi di luar mulut. Oral seks dapat dilakukan kedua pasangan baik pada organ intim pria maupun wanita. Oral seks pada organ intim wanita bisa Anda lakukan dengan menghisap klitoris dengan ringan tapi hindari bagian kepala yang memiliki sensivitas tinggi di saat-saat menggoda. Puaskan pasangan Anda dengan menjilat klitorisnya dan perhatikan bagaimana dia begitu menikmatinya.

Anda bisa melakukan oral seks secara bergantian. Namun, beberapa wanita masih merasa kikuk untuk melakukan oral seks pada kelamin pria. Bila hal itu terjadi sebaiknya bicarakan kepada pasangan tentang perasaan nikmat yang Anda rasakan saat organ intim masuk ke mulutnya.

Saat melakukan oral seks jangan memasukkan penis lebih dalam ke mulutnya karena bisa menyebabkan pasanga tersedak.

Baca Juga:  Bercinta Setelah Pernah Serangan Jantung, Amankah?

Sebaiknya jangan paksa pasangan untuk melakukan oral seks bila ia menolaknya. Anda juga perlu memahami alasan pasangan menolaknya.