Cara Menyimpan ASI Perahan Dengan Baik

DokterSehat.Com – Belakangan ini kesadaran ibu-ibu yang baru saja melahirkan bayi untuk memberikan ASI eksklusif bagi sang buah hati semakin meningkat. Selain bisa memberikan dampak pertumbuhan dan perkembangan yang terbaik bagi sang buah hati, ASI eksklusif juga diyakini bisa menjadi obat dari berbagai permasalahan kesehatan bagi sang bayi. Sayangnya, banyak ibu-ibu modern yang tidak selalu bisa menyusui sang bayi jika sedang dalam jam kerja. Untuk mengatasi hal ini, ibu-ibu pun membuat ASI perahan yang kerap kali disimpan di freezer sehingga bisa dikonsumsi sang bayi setiap saat. Berikut adalah beberapa cara menyimpan ASI perahan yang baik agar kadar gizinya tetap sama saat dikonsumsi sang buah hati.

doktersehat-asi-ibu-menyusui

Wadah yang dipakai untuk menampung ASI tentu saja adalah harus wadah yang telah disterilkan. Banyak wadah ASI perahan yang terbuat dari bahan kaca panas yang biasanya berbentuk botol yang bisa ditutup dengan rapat. Biasanya botol penyimpanan ASI perahan akan memiliki ukuran yang sesuai dengan kebutuhan bayi dalam sekali minum, yakni sekitar 100 hingga 125 ml.

Saat menyimpan ASI perahan, ingatlah bahwa kita tidak bisa mengisi ASI perahan hingga penuh ke dalam botol penyimpanan. Saat kita bekukan ASI perahan di kulkas atau freezer, ASI perahan justru akan memuai sehingga kita pun harus menyediakan tempat bagi pemuaian tersebut. Selain itu, ada baiknya untuk tidak menyimpan ASI pada area rak pintu kulkas mengingat area ini akan sering kita buka dan tutup sehingga mempengaruhi suhu yang didapatkan oleh ASI perahan.

Saat menyimpan ASI perahan, jangan lupa untuk memberikan label tanggal perahan sehingga kita bisa memberikan sang buah hati ASI perahan dengan tanggal yang paling lama. Selain itu, ingatlah bahwa ASI perahan yang sudah dibekukan ini sebaiknya hanya dihangatkan sekali saja dan tidak didinginkan kembali karena bisa membuat susu mengalami perubahan nutrisi yang tentu akan kurang baik bagi sang buah hati. Usahakan agar susu ASI perahan yang kita simpan juga tidak melampaui enam bulan penyimpanan mengingat waktu selama itu bisa membuat banyak perubahan pada komposisi kimia pada susu.

Baca Juga:  Sudah Merokok Sejak Usia Muda? Awas, Resiko Terkena Penyakit Jantung Naik 8 Kali Lipat!

ASI perahan bisa dikatakan adalah ASI cadangan yang akan diberikan oleh sang bayi saat sang ibu berhalangan. Andai ibu sudah berada di rumah, maka tentu akan lebih baik jika anak akan mendapatkan ASI langsung dari ibunya untuk pertumbuhan dan perkembangan sang buah hati yang jauh lebih baik.