Cara Mengoptimalkan Pernapasan Ketika Berlari

Dokter Sehat – Bernapas dengan benar adalah salah satu hal yang harus anda terapkan ketika sedang berlari, ini bertujuan agar anda tidak merasa sesak napas ketika berlari. Sistem pernapasan berperan penting dalam efektivitas seorang pelari, apabila dia bisa membawa oksigen lebih banyak, maka dia akan lebih kuat dibandingkan dengan pelari-pelari lain.

3

Secara alami seseorang akan kehabisan napas ketika berlari, hal ini dikarenakan otot-otot memerlukan oksigen lebih banyak ketika melakukan aktivitas fisik. Selain itu, paru-paru juga akan bekerja lebih keras agar bisa menyerap oksigen. Menerapkan pola pernapasan yang efisien ketika berlari akan membuat seseorang mendapatkan oksigen dengan lebih efektif dan efisien, hal ini pada akhirnya akan meningkatkan daya tahan tubuh dan memungkinkan untuk berlari lebih jauh dan nyaman.

Cara untuk mengoptimalkan pernafasan ketika ketika berlari :

1. Bernafas dari mulut
Bernafas dari mulut adalah salah satu cara yang benar dilakukan ketika berlari, asupan oksigen melalui mulut  akan lebih banyak begitu pun dengan karbondioksida yang keluar. Selain itu kondisi wajah dan rahang juga akan terasa santai, berbeda ketika kita bernafas melalui hidung. Maka wajah akan mengencang dan rahang cenderung mengeras selain itu akan mudah capek karena kurangnya asupan oksigen dalam tubuh.

2. Menggunakan pernapasan perut
Anda harus bisa membedakan mana itu pernapasan perut atau diafragma dan mana itu pernapasan dada, jika masih belum paham cobalah anda terlentang kemudian silahkan hebuskan nafas berkali kali. Perhatikanlah keadaan dada dan perut, jika dada naik turun maka itulah yang dinamakan dengan pernafasan dada dan jika yang mengembang maka itulah pernafasan perut atau diafragma. Bernapas melalui perut akan membuat aktifitas lari anda efektif.

Baca Juga:  Cara Mengobati Lemah Syahwat Secara Alami

3. Mengambil nafas pendek
Menarik nafas terlalu dalam dan panjang dapat menyulitkan anda untuk berlari dengan jauh atau lama. Oleh sebab itu, bernafaslah secara pendek dan tidak terlalu dalam sehingga memungkinkan anda untuk mengatur nafas.

4. Nafas yang berirama
Salah satu strategi yang sering digunakan oleh para atlet lari adalah salah satunya dengan mengatur ritme nafas yang konsisten, misalnya ada dua orang atlet, pelari yang kesatu mengambil nafas ketika 2 kali melangkah sedangkan pelari kedua mengambil nafas ketika 3 kali melangkah. Ini disesuaikan dengan kondisi tubuh.

5. Dengarkan nafas anda
Komunikasikan nafas anda, ketika bernafas dengarkan secara seksama menggunakan telinga anda. Ketika nafas mulai terengah-engah kurangi kecepatan lari, dan apabila kembali stabil tingkatkan secara bertahap.