Cara Mengobati Penyakit Komplikasi Secara Alami

Doktersehat-Cara-Mengobati-Penyakit-Komplikasi-Secara-Alami
Photo Credit: Flickr.com/Matt Saunders

DokterSehat – Penyakit komplikasi adalah jenis penyakit gabungan dari beberapa penyakit berat yang ada pada tubuh manusia. Komplikasi bukanlah nama dari suatu penyakit tetapi istilah dari beberapa penyakit yang bersarang di tubuh manusia secara bersamaan.

Penyakit komplikasi biasanya merupakan efek dari terlalu banyaknya mengonsumsi obat-obatan kimia, penyakit tertentu atau tindakan medis. Contoh penyakit komplikasi misalnya, penyakit diabetes bisa menimbulkan komplikasi pada jantung, ginjal dan mata.

Selain terjadi pada penyakit diabetes, penyakit komplikasi juga bisa terjadi pada penyakit lainnya seperti ginjal, jantung, hati dan lain-lain. Pengaruh konsumsi obat-obatan adalah salah satu faktor pemicu timbulnya penyakit komplikasi.

baca juga: Agar Tak Sampai Mengalami Komplikasi, Penderita Diabetes Melitus Harus Melakukan Ini

Perlu diketahui bahwa obat-obatan yang mengandung bahan kimia sifatnya hanya menekan gejala dan tidak benar-benar menyembuhkan suatu penyakit, akan tetapi justru penggunaan obat kimia lah yang akan menimbulkan penyakit tambahan.

Bahkan sejumlah dokter mengatakan, efek samping dari obat kimia yang dikonsumsi dapat membuat seluruh badan terasa sakit. Hal ini mengakibatkan penderita sangat tersiksa karena berbagai macam penyakit yang menyerang organ tubuh secara bersamaan.

Penyebab Lain Penyakit Komplikasi

  • Daya tahan tubuh yang rendah.
  • Adanya penyakit yang menjalar ke seluruh tubuh.
  • Ketidakmampuan pembuluh darah dalam menetralisir semua penyakit.

Gejala Penyakit Komplikasi

  • Adanya kelainan pada jantung.
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi).
  • Mengalami kebutaan.
  • Adanya gangguan pada pencernaan.
  • Adanya gangguan pada rongga mulut.
  • Mudah terinfeksi oleh virus, bakteri, dan jamur.
  • Hipoglikemia.

Berbagai Macam Penyakit Komplikasi

Sebagai contoh, diabetes merupakan sebuah penyakit komplikasi yang paling banyak memberikan dampak buruk seperti katarak dini, penyakit jantung, stroke, gangguan saraf, gangguan retina mata, hingga gangguan ginjal.

Sementara itu, jika terjadi gangguan pada ginjal, penyaringan menjadi terganggu sehingga cairan tertimbun di tubuh. Hal ini pada akhirnya akan memperberat kerja jantung sehingga jantung harus bekerja lebih keras.

Saat jantung bekerja lebih keras, lama kelamaan jantung akan kelelahan dan mengalami gangguan sehingga fungsinya akan menurun. Jantung yang tidak memompa dengan baik dapat  memperparah timbunan cairan. Cairan akan tertimbun di paru dapat menyebabkan sesak napas.

Sering kali diabetes adalah awal dari semua kerusakan ini. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah, terutama yang kecil seperti pada ginjal atau retina.

Biasanya kerusakan ginjal yang ditimbukan oleh diabetes sulit untuk dikembalikan seperti semula, yang bisa dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Pada stadium akhir, diperlukan cuci darah atau transplantasi ginjal.

Selain itu, salah satu penyakit yang banyak dikaitkan dengan obesitas yaitu diabetes tipe 2. Hubungan antara obesitas dengan diabetes terletak pada resistensi insulin, saat tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, hal itu mengakibatnya kadar gula darah meningkat.

Orang-orang yang mengalami obesitas lebih berisiko mengalami berbagai penyakit komplikasi sebagai berikut :

  • Hipertensi.
  • Periodontitis atau penyakit gusi.
  • Penumpukan lemak pada hati.
  • Penyakit jantung.
  • Stroke.
  • Osteoartritis.
  • Penyakit kandung empedu.
  • Sakit punggung bawah yang kronis.
  • Gangguan kulit seperti infeksi atau peradangan pada lipatan kulit.
  • Sindrom metabolik yaitu perpaduan hipertensi, kadar gula tinggi, trigliserida tinggi, dan kolesterol HDL rendah.

Pengobatan Penyakit Komplikasi

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas melawan sel kanker yang ditimbulkan dari penyakit komplikasi. Selain itu, ekstrak kulit manggis juga digunakan untuk kantihistamin, antiinflamasi, menekan sistem saraf pusat, dan tekanan darah, serta antiperadangan.

Kulit buah manggis mengandung antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside dan cyanidin-3-glucoside. Selain itu, manfaat lain ekstrak kulit manggis dapat digunakan sebagai peluruh dahak, mengobati sakit gigi dan sariawan, disentri, nyeri urat, hingga sembelit.

baca juga: Bahaya Inversia Uteri, Komplikasi Persalinan yang Membahayakan Ibu

Sementara buahnya bisa digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, dan luka. Meski terbuat dari bahan alami, obat herba tidak selalu aman dikonsumsi. Begitu pula dengan ekstrak kulit manggis.

Jika Anda ragu, konsultasi dengan dokter jika ingin mengonsumsi obat apa pun, termasuk obat herba yang sering dianggap obat alami.