Cara Mengobati Angioma (tumor jinak pembuluh darah/pembuluh getah bening)

DokterSehat.Com – Pada umumnya penyakit angioma ini merupakan suatu penyakit yang cukup banyak di derita di dalam masyarakat, walaupun demikian penyakit ini tergolong penyakit yang tidak menular, mebahayakan dan juga merupakan penyakit yang jinak bagi penderitanya.



Angioma yaitu sekumpulan tumor yang tergolong dalam kategori jinak yang berasal dari pembuluh darah dan pada umumnya ditemukan pada bagian dalam bagian bawah kulit yang dapat diketahui dengan adanya warna merah dan ungu bagi kulit yang terkena tumor ini. Penyakit ini dapat juga dikatakan sebagai penyakit keturunan dimana angioma merupakan bawaan dari lahir sehingga masyarakat kebayakan menyebutnya sebagai tanda lahir. Tanda ini bisa hilang dengan sendirinya dan juga dapat bertahan lama.

Penyebab

Secara medis penaykit ini belumlah diketahui apa penyebabnya karena kebayakan dari kasus penyakit ini merupakan penyakit yang memang sudah di bawa sejak lahir dan dalam masa kandungan. Angioma sendiri tidaklah menimbulkan rasa sakit dan juga bahaya bagi penderitanya namun demikian apabila mengalami luka darah akan keluar dengan deras.

Gejala

Angioma sendiri meupakan penyakit bawaan sejak lahir maka secara pasti apa gejalanya belumlah ditemukan, ketika gejala datang maka angioma akan menggantungkan pada daerah dan pada kekuatan dari dinding angioma. Mungkin penyakit angioma ini dapat diketahui dengan adanya tanda lahir pada penderitanya.

Diagnosa

Sama halnya dengan penyakit lain, diagnosis yang dilakukan terhadap penyakit ini juga bertujuan untuk melihat gejala yang dialami penderita yang memiliki kesusaian dengan pertanda khusus penyakit ini, adapun hal itu ditemukan melalui pemeriksaan fisik yang dilakukan pada bagian tubuh yang terkena. Selain itu diagnosis juga bertujuan untuk menemukan penyebab dan tingkatan penyakit yang juga penting sebagai bahan acuan untuk mngambil langkah pengobatan yang tepat untuk penyakit ini.

Baca Juga:  Batu Ginjal Mengintai Anak-Anak

Pengobatan

Penyakit ini biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus jika masih dikategorikan ringan, namun yang berbahaya jika lokasi terjadinya pada organ vital seperti mata atau prgan vital lainnya. Maka untuk memperkecil ukurannya, penderita dapat diberikan obat kortikosteroid secara oral atau intraverna.