Bagaimana Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Akurat?

Doktersehat - Usia Kehamilan
Photo Credit: Flickr.com/Barry Chung

DokterSehat.Com– Salah satu masalah yang kerap dihadapi oleh wanita yang sedang memasuki masa kehamilan adalah menghitung usia kehamilannya denga tepat. Hal ini banyak ditemui karena hingga kini belum ada metode yang pasti untuk mengetahui kapan tepatnya terjadi pembuahan di dalam rahim.

Untuk menghitung usia kehamilan seseorang, metode yang banyak digunakan saat ini adalah dengan berpatokan kepada tanggal menstruasi terakhir. Hari pertama haid terakhir dianggap sebagai hari pertama kehamilan seseorang. Selain orang awam, cara ini juga digunakan para pakar kesehatan profesional.

Anggapan bahwa hari pertama haid terakhir sebagai hari pertama kehamilan tetap dinilai aman meskipun tetap terdapat kemungkinan belum hamil hingga sekitar dua minggu kemudian. Namun, perlu diketahui bahwa pada seorang perempuan yang memiliki siklus haid teratur, pada 10-14 hari pertama haid hormon reproduksi bekerja mematangkan sel telur hingga siap dilepaskan dari kandung telur (ovulasi). Dengan demikian pembuahan baru mungkin terjadi setelah proses ovulasi tersebut hingga datang masa haid berikutnya.

Berikut ini adalah beberapa metode perhitungan usia kehamilan yang bisa Anda lakukan, diantaranya:

  • Metode hari pertama haid terakhir (HPHT)

Cara ini dianggap terbaik bagi para wanita yang memiliki siklus haid sekitar 28 hari. Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah menentukan tanggal menstruasi terakhir kemudian tambahkan 40 minggu dari tanggal tersebut untuk menentukan perkiraan hari persalinan.

Hal ini didasari kepada asumsi bahwa kehamilan biasanya dijalani selama 9 bulan alias 40 minggu atau 280 hari. Dengan mengetahui perkiraan hari kelahiran anak, maka usia janin bisa diketahui.

Meski begitu, metode ini agak sulit diterapkan pada seseorang yang mengalami kesulitan mengetahui kapan hari terakhir mengalami menstruasi atau bagi mereka yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur. Perkiraan kasar bisa dilakukan dengan didasari kepada prediksi masa ovulasi kebanyakan wanita, yaitu 14 hari sebelum menstruasi dimulai.

Jadi ketika seseorang mengalami siklus haid 40 hari, maka kemungkinan dia mengalami masa subur pada hari ke-26. Setelah itu, tambahkan 266 hari untuk mengetahui perkiraan kasar kapan kelahiran akan terjadi.

  • Tinggi puncak rahim

Metode ini dilakukan dengan menghitung jarak dari tulang kemaluan sampai dengan bagian puncak rahim (fundus uteri) yang menonjol di perut. Penghitungan dapat dilakukan menggunakan pita ukur (saat usia kehamilan melewati 22-24 minggu) atau pemeriksaan palpasi (perabaan).

Meski terkesan sederhana, namun, cara ini termasuk akurat bila dilakukan oleh dokter kandungan atau bidan untuk memperkirakan usia kehamilan.

Angka hasil penghitungan jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim juga menunjukkan usia kehamilan. Jika setelah diukur, jarak antara tulang kemaluan hingga puncak rahim sekitar 28 cm. Artinya, saat ini usia kehamilan sudah mencapai 28 minggu. Jarak yang semakin jauh menandakan usia kehamilan semakin lanjut dan kian dekat dengan hari perkiraan lahir.

  • Pemeriksaan USG

Menggunakan alat ultrasonografi (USG) untuk menentukan usia kehamilan adalah cara yang paling akurat dibanding cara-cara lainnya. Tingkat akurasi penghitungan dengan alat USG mencapai 95 persen. Saat ini pemeriksaan menggunakan alat USG pun semakin canggih, dan tersedia dalam pilihan 2, 3, dan 4 dimensi.

Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara, yakni USG transvaginal dan USG transabdominal. USG transvaginal biasanya dilakukan pada awal kehamilan melalui jalan lahir, untuk memastikan keberadaan kantong janin dan lokasi janin. Sementara, USG transabdominal dilakukan melalui dinding perut pada saat kandungan sudah membesar, untuk melihat gambaran maupun pergerakan janin secara lebih jelas.

Hasil USG menjadi lebih akurat jika dilakukan di masa-masa awal kehamilan. Jika dilakukan ketika usia janin sudah lebih dewasa, pemeriksaan USG tidak bisa memberikan informasi yang akurat mengenai penentuan usia janin. Meski begitu, pemeriksaan USG pada usia kehamilan yang lebih dewasa lebih bermanfaat untuk memantau apakah janin tumbuh dengan baik.

Menghitung usia kehamilan dengan tepat adalah sesuatu penting untuk dilakukan. Hal ini bertujuan untuk agar Anda lebih waspada mengenai kondisi tubuh Anda sendiri dan bisa melakukan persiapan persalinan dengan baik