Cara mengencangkan otot vagina dengan senam kegel

DokterSehat.Com – Perhatian utama dari seorang wanita setelah melahirkan tentunya tidak bisa memuaskan suaminya. Tentu saja, ini berarti romantisme daLam berhubungan intim. Sebuah keprihatinan yang masuk akal memang. Selain itu, tidak dapat dipungkiri bahwa otot-otot vagina setelah melahirkan mengalami pelebaran atau daya cengkramnya melemah seiring pertambahan usia, berat badan dan ketidaktahuan meLakukan upaya pengencangan.



Namun tidak perlu khawatir karena masih ada cara untuk meremajakan atau mengencangkan kembali otot vagina Anda. Bagaimana caranya? Yaitu dengan senam kegel, teknik pengencangan yang sangat sederhana namun sama manfaatnya dengan obat kuat herbal. Karena saking sederhananya senam kegel ini sehingga harus Anda lakukan setiap hari secara rutin.

Bagaimana Anda dapat melakukan senam kegel ini?

Caranya, coba seperti pada saat buang air kecil, Anda menahan kucuran si air seni, sesaat saja. Jika Anda merasakan ada gerakan otot, nah, itulah otot vagina Anda. Latihan kegel juga dimulai dengan cara seperti itu. Saat Anda buang air kecil, cobalah untuk menahan aliran airnya, kira-kira 1 menit saja untuk latihan pertama. Setelah itu, air seni bisa Anda keluarkan semuanya. Tapi, kalau Anda ingin berhasil dengan lebih cepat, cobalah untuk melakukan tiga kali penahanan selama buang air kecil, dengan waktu tahan yang terus ditambah.

Latihan senam kegel sangat fleksibel karena bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. ketika Anda di kursi meja, sambl duduk, saat mengendarai kendaraan bahkan saat di kamar mandi. senam ini dilakukan berdasarkan kemauan yang keras karena tidak semua wanita mampu melakukannya walau terlihat sangat mudah.

Dalam perkembangannya senam ini dapat dilakukan oleh para pria. pada pria kerja otot lebih mudah diamati dari luar daripada wanita. hal ini dapat dilihat dari gerakan penis naik-turun dalam keadaan ereksi. pria yang sudah terlatih akan mendapatkan orgasme yang lebih intens sehingga dapat mencegah ejakulasi dini dan memperpendek waktu untuk siap melakukan hubungan seks ulang.