Cara Mengatasi Ejakulasi Sebelum Waktunya

DokterSehat.Com – Ejakulasi dini sangat umum terjadi, penelitian terbaru menunjukan bahwa 1 dari 3 pria yang aktif secara seksual (36%) menderita ejakulasi dini. Masalah ejakulasi dini ini merupakan masalah seksual yang menjadi momok menakutkan bagi banyak pria didunia ini, ejakulasi ini dapat berakibat pada terganggunya hubungan seksual dan hubungan rumah tangga yang harmonis.



Banyak pria yang selalu mengeluhkan ejakulasi dini ini dan ejakulai dini yang terjadi sebagian besar pria didunia ini, ternyata juga dikeluhkan oleh wanita atau istri karena tidak mendapatkan kepuasan dalam berhubungan intim dan tidak mencapai puncak orgasme.

Penyebab

Kelainan ini sering terjadi pada remaja pria dan akan semakin kuat jika disertai perasaan bahwa seks adalah hal yang penuh dosa. Faktor lain yang mendukung timbulnya kelainan ini adalah :

  • Takut ketahuan
  • Takut teman wanitanya hamil
  • Takut menderita penyakit menular seksual
  • Kecemasan akan penampilan

Hal-hal tersebut bisa tetap ada sampai penderita mencapai usia dewasa dan diperhebat oleh adanya masalah dalam menjalin hubungan. Faktor fisik yang mungkin terlibat dalam terjadinya kelainan ini adalah peradangan kelenjar prostat atau kelainan sistem saraf.

Gejala

Ejakulasi terjadi sebelum penderita maupun pasangannya menginginkannya (terjadi sebelum atau segera setelah penetrasi).

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejalanya.

Pengobatan

Secara umum, yang perlu dilakukan untuk mengatasi kelainan ini adalah latihan dan relaksasi. Dengan tehnik berhenti dan mulai, penderita dilatih untuk mentolerir tingkat kepuasan yang tinggi, tanpa mengalami ejakulasi. Penis dirangsang, baik secara manual maupun melalui hubungan badan, sampai penderita merasa bahwa dia akan mengalami ejakulasi. Rangsangan kemudian dihentikan, dan kemudian dimulai lagi 20-30 detik kemudian.

Pada awalnya, mitra seksual penderita berlatih tehnik ini dengan perangsangan manual dan kemudian pada saat melakukan hubungan badan. Dengan melakukan latihan ini, lebih dari 95% penderita berhasil menngendalikan ejakulasinya selama 5-10 menit atau bahkan lebih lama. Tehnik tersebut juga membantu mengurangi kecemasan, yang seringkali menjadi penyebab timbulnya ejakulasi dini.

Baca Juga:  Siapa Sajakah Yang Beresiko Terkena Kanker Serviks?

Pemakaian kondom pada beberapa penderita, bisa membantu menunda ejakulasi. Kadang ejakulasi dini disebabkan oleh masalah psikis yang lebih serius, sehingga penderita perlu menjalani psikoterapi. Jika terapi perilaku (misalnya tehnik berhenti dan mulai) tidak berhasil mengatasi masalah atau penderita enggan melakukannnya, maka bisa diberikan reuptake inhibitor untuk menunda ejakulasi.

Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah serotonin di dalam tubuh. Contohnya adalah fluoksetin, paroksetin atau sertralin; diminum setiap hari atau 1 jam sebelum melakukan hubungan seksual.