Cara Mengatasi Aviophobia

DokterSehat.Com – Phobia adalah suatu ketakutan dengan intensitas berlebihan karena faktor tertentu, seperti trauma masa lalu, maupun pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Phobia dapat dialami siapa pun. Yang jelas, phobia sangat memengaruhi perilaku seseorang dalam bermasyarakat jika masuk dalam taraf serius.



Terdapat bermacam-macam jenis phobia, salah satunya adalah aviophobia, yaitu ketakutan ketika berada di dalam pesawat terbang. Seseorang dikatakan mengidap aviophobia berdasarkan intensitas waktu panik saat melakukan penerbangan. Jika rasa panik seseorang hilang kurang lebih selama 10 menit, itu tandanya orang tersebut hanya panik biasa sehingga tidak dikaregorikan sebagai aviophobia. Sebaliknya, jika ketakutan tadi terus berlanjut hingga lebih dari 10 menit, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengidap aviophobia.

Aviophobia dapat timbul karena beberapa hal. Hal ini dikarenakan pikiran yang datang dari dalam diri, seperti kekhawatiran terhadap pesawat yang akan menabrak, terpeleset saat mendarat, dan sebagainya. Anda dapat mengalami pusing mendadak, mual, dan gemetar. Bagi pengidap Aviophobia, bisa saja Anda merasa sangat tertekan, tidak nyaman, dan ingin segera keluar dari pesawat secara tiba-tiba. Banyak pengidap aviophobia yang mengalami kesulitan pekerjaan karena terbatasnya ruang gerak akibat takut naik pesawat. Selain itu, semua aktivitas yang melibatkan penerbangan pun menjadi terhambat.

Gejala yang dapat ditimbulkan apabila Anda mengidap Aviophobia, yaitu :

  • Merasa pusing secara mendadak.
  • Tidak nyaman.
  • Bahkan sebagian orang mengalami mual dan muntah.

Nah, bila Anda mengidap Aviophobia, berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasinya :

  • Lawan rasa takut anda
    Yang dapat menolong bila seseorang mengalami Aviophobia adalah diri sendiri, yaitu dengan berhenti mengingat kasus kecelakaan pesawat, kejadian buruk ketika terbang atau pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan dimasa lalu yang terkait dengan pesawat terbang, baik itu yang dialaminya oleh Anda sendiri atau yang dialami orang lain.
  • Lakukan kesibukan lain
    Alihkan perhatian Anda dengan melakukan kesibukan lain, misalnya mendengarkan musik atau membaca.
  • Makanan
    Beberapa jam sebelum penerbangan, hindari mengonsumsi alkohol, gula berlebihan dan kafein. Kafein yang mengandung stimulan akan membuat Anda terjaga selama perjalanan, kondisi ini dapat memicu tingkat stres dan rasa gelisah.
  • Lakukan teknik pernapasan
    Rasa takut yang muncul akan mempercepat frekuensi pernapasan. Untuk mengatasinya, ambil napas dalam-dalam, lalu tahan selama kurang lebih 3 detik, lalu mengembuskannya melalui mulut. Lakukan teknik pernapasan ini sampai Anda merasa tenang.