Cara Mendeteksi Gigi Anak yang Sudah Mulai Rusak

DokterSehat.Com – Menurut salah seorang praktisi kesehatan gigi dan mulut, dikatakan bahwa gigi yang sudah mengalami kerusakan, biasanya ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada gigi ataupun gusi. Rasa nyeri yang terjadi ini bisa saja mengakibatkan berbagai efek samping seperti rasa pusing, keengganan untuk mengkonsumsi makanan hingga mengganggu konsentrasi dan waktu istirahat. Lebih lanjut dikatakan bahwa gangguan kesehatan gigi yang terjadi pada usia anak-anak sebenarnya tidak dapat dibiarkan, karena dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya. Bagaimanakah jenis dan macam cara mendeteksi gigi anak yang sudah mulai rusak yang sebaiknya perlu diketahui?

15

Berikut beberapa jenis dan macam cara mendeteksi gigi anak yang sudah mulai rusak :

  • Bau mulut
    Menurut salah seorang praktisi kesehatan gigidan mulut, dikatakan bahwa deteksi dini terjadinya kerusakan gigi pada mulut anak bisa dilakukan dengan membaui aroma mulut anak. Gigi yang sudah mulai rusak ditandai dengan aroma bau mulut yang kurang sedap dan dipicu oleh timbulnya aktifitas bakteri pada rongga mulut dan bisa saja menyerang lapisan gusi.
  • Kerak atau plak
    Kerak atau timbulnya plak pada permukaan gigi dapat ditandai dengan timbulnya gigi yang berwarna kekuningan atau kecoklatan. Kerak pada gigi ini bisa diakibatkan karena kurang bersihnya proses menyikat gigi, sehingga sisa-sisa makanan masih menempel pada gusi atau antara celah gigi. Untuk mengecek bersih atau tidaknya proses menggosok gigi, dapat dilakukan dengan berkumur menggunakan air perasan daun suji. Gigi yang kurang bersih ditandai dengan warna hijau yang lebih gelap dibandingkan permukaan gigi yang lain.
  • Nyeri
    Nyeri pada gigi dan gusi yang lebih dikenal dengan sakit gigi, merupakan suatu pertanda nyata bahwa telah terjadi kerusakan pada gigi atau gusi dalam kedaan yang sudah parah. Apabila ini terjadi dan masih dimungkinkan untuk diambil tindakan penambalan gigi, maka dokter akan melakukan tindakan penambalan gigi apabila gigi sudah tidak terasa sakit lagi. Namun apabila kondisi tidak memungkinkan, maka tindakan pencabutan gigi akan dilakukan agar tidak menjalar dan menimbulkan infeksi pada organ vital seperti otak dan jantung.
Baca Juga:  Sindrom Baby Blues Ikut Membuat Produksi ASI Tersendat

Agar gigi anak tetap sehat dan kuat, drg Zaura memberikan tips sebagai berikut :

  • Ibu hamil harus memperhatikan kandungan gizi agar pertumbuhan tulang dan gigi bayi dalam kandungannya optimal.
  • Bersihkan gigi anak sejak mulai tumbuh 1 gigi dengan cotton bud, terutama usai diberi ASI ataupun susu.
  • Jangan membiarkan anak minum susu sampai tidur sebab seluruh giginya bisa gripis.
  • Kalau anak sudah bisa berdiri, mulai ajarkan menyikat gigi tapi tanpa pasta gigi, juga dicontohkan.
  • Biasakan menyikat gigi sebelum anak mengantuk dan setelah bangun pagi.
  • Ajak anak ke dokter gigi sejak dini saat dia tidak sakit gigi.