Cara Mencegah Sifilis

Dokter Sehat – Penyakit sifilis memang tidak bisa dianggap sepele, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali anak-anak. Penularan penyakit berbahaya ini adalah melalui kontak seksual, tidak hanya itu, seorang ibu yang terinfeksi penyakit ini pun dapat menularkannya pada sang janin. Jadi ada baiknya agar keluarga Anda tidak terinfeksi penyakit kelamin ini, kita harus mengetahui cara untuk mencegahnya.

19

Gejala penyakit sifilis berlangsung 3-4 minggu, kadang-kadang sampai 13 minggu. Kemudian timbul benjolan di sekitar alat kelamin, kadang-kadang disertai pusing-pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati. Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah hubungan seks, gejala ini akan hilang dengan sendirinya dan seringkali penderita tidak memperhatikan hal ini.

Selama 2-3 tahun pertama penyakit menular seksual ini tidak menunjukkan gejala apa-apa, atau disebut masa laten. Setelah 5-10 tahun penyakit sifilis akan menyerang susunan syaraf otak, pembuluh darah dan jantung. Pada perempuan hamil sifilis dapat ditularkan kepada bayi yang dikandungnya dan bisa lahir dengan kerusakan kulit, hati, limpa dan keterbelakangan mental.

Penyakit sifilis mempunyai beberapa stadium infeksi, setelah terinfeksi dengan sifilis, ada masa inkubasi, yaitu masa sampai sebelum timbulnya gejala luka terbuka yang disebut chancre sekitar 9-90 hari, umumnya rata-rata saat 21 hari sudah terlihat.

Stadium pertama sifilis bisa ada sebuah luka terbuka yang disebut chancre di daerah genital, rektal, atau mulut. Stadium kedua muncul sekitar 1-6 bulan (rata-rata sekitar 6-8 minggu). Stadium laten adalah stadium di mana jika diperiksa dengan tes laboratorium, hasilnya positif, tetapi gejala dan tanda bisa ada ataupun tidak. Karena ternyata penyakit sifilis memiliki berbagai macam stadium jika telah ditular, maka Pencegahan Sifilis perlu dilakukan agar tidak tertular.

Baca Juga:  Mengenal Kista Epididimis

Cara mencegah penyakit sifilis :

1.Berhenti melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama.

2.Memiliki satu pasangan tetap untuk melakukan hubungan seksual.

3.Menghindari Alkohol dan obat-obat terlarang.

4.Membicarakan secara terbuka mengenai riwayat penyakit kelamin yang dialami bersama pasangan.

5.Biasakan menggunakan kondom bila harus berhubungan seksual dengan orang yang tidak dikenal.