Cara Mencegah Keputihan yang Perlu Dicermati

DokterSehat.Com – Keputihan merupakan masalah yang memang pasti melanda setiap wanita, muda, tua ataupun wanita yang sedang hamil. Hal ini bisa saja terjadi, pada saat sebelum masa menstrusi, sesudah masa menstruasi, pada saat stress, kecapean dan pada saat keadaan terangsang ketika sedang berhubungan intim. Keputihan ini tentu akan menggangu aktifitas wanita setiap harinya, karena pasti akan merasa tidak nyaman dan pasti akan merasa tidak percaya diri sepanjang hari.



Memang terkadang masalah keputihan ini sering disepelekan wanita, karena pasti nantinya akan berhenti sendiri walaupun tidak diobati. Namun berbeda dengan keputihan yang tidak normal, msialnya saja cairan yang keluar berbau tidak sedap, warnanya kuning, membuat gatal, bahkan ada yang merasakan panas dan pedih. Hal ini tentu harus dicermati lebih lanjut dengan bekonsultasi dengan dokter kandungan. Dan masalah keputihan ini juga jangan disepelekan, karena ternyata bisa menyebabkan kanker atau kemandulan.

Beriku ini beberapa cara mencegah keputihan  yang bisa Anda lakukan :

  1. Menggunakan cairan pembersih alias feminine wash  (FW) boleh saja bila vagina dalam keadaan sehat. Asal, digunakan hanya di bagian luar agar bakteri tak masuk ke vagina. Sebagai catatan, pemakaian cairan pembersih vagina juga bisa mematikan bakteri baik. Padahal jika bakteri baik hilang, maka bakteri, jamur, dan parasit jahat akan mudah masuk ke dalam vagina. Lebih lanjut, konsumsi probiotik bisa dilakukan untuk mengembalikan bakteri baik.
  1. Waspada jika suka menggunakan douche  (pembersih vagina semprot). Kalau ternyata cairan keputihan menumpuk di dalam vagina, cairan itu bisa naik masuk ke rahim karena disemprot dengan tekanan tinggi.
  1. Penggunaan pantyliners  juga harus cermat. Jangan memakainya terlalu lama tanpa diganti. Saat kondisi vagina lembap, di situlah bakteri atau jamur berkembang biak dan masuk ke vagina.
  1. Saat menggunakan toilet umum, air seni bisa saja menimpa air di kloset dan memantul kembali ke vagina. Padahal, bisa saja air di dalam kloset mengandung bakteri.

    Maka, penting dibiasakan untuk mengarahkan air seni pada dinding kloset, bukan pada air di lubangnya. Gunakan air mengalir untuk membersihkan vagina, caranya pun mulai dari atas alias bagian klitoris.

  1. Buang air kecil di keramik lantai juga harus diperhatikan. Pasalnya, bakteri bisa saja ngendon di lantai keramik tersebut, apalagi di tempat-tempat umum. Nah, air seni yang sudah mengandung bakteri bisa saja memercik ke atas dan masuk ke dalam vagina.
  1. Untuk mencegah masuknya bakteri, sebaiknya tanggalkan celana dalam pada malam hari untuk memusnahkan bakteri yang takut pada udara.