Cara Mencegah Difteri Pada Bayi

DokterSehat.com – Difteri merupakan penyakit akut yang disebabkan kuman Corynebacterium diphteriae yang banyak menyerang balita. Penyakit ini ditandai dengan terbentuknya lapisan yang khas di selaput lendir saluran napas serta adanya kerusakan otot-otot jantung dan jaringan saraf.



Difteri bisa menular jika terjadi kontak langsung dengan penderita atau pembawa kuman sebab Corynebacterium diphteriae dapat keluar melalui air ludah penderita saat berbicara, batuk, dan bersin.

Gejala awal penyakit yang masa inkubasinya umumnya antara 2-5 hari ini adalah sakit tenggorokan yang ringan dan demam (antara 37,838,9°C). Selain itu, anak-anak yang menderita difteri akan menunjukkan gejala lain seperti menggigil, sakit kepala, mual dan muntah. Terdapat pula lapisan tipis yang khas di daerah tonsil, biasanya berwarna putih keabu-abuan kotor, kasar dan melekat erat sehingga bisa meinmbulkan perdarahan jika diambil paksa.

Penyakit ini bisa tetap ringan namun sering bertambah parah dengan keluhan sakit ketika menelan dan tubuh melemah.  Kerongkongan dan sluran napas juga membengkak hingga menyumbat jalan pernapasan serta kerap muncul suara serak ketika anak menrik napas. Biasanya dokter akan melubangi bagian tenggorokan (trakeotomi) untuk membantu melancarkan pernapasan.

Anak akan mengalami kelumpuhan pada langit-langit lunak, napas bau busuk, dan kelenjar limfe di leher membengkak. Meski kuman difteri paling sering menyerang saluran napas bagian atas seperti hidung, tonsil, dan tenggorokan, namun kuman ini bisa juga menyerang pusar, vagina, dan selaput putih mata.

Komplikasi lain yang bisa terjadi pada penderita difteri adalah kuman difteri menyerang ginjal, atau otot-otot jantung (myocarditis). Parahnya penyakit ini juga bisa menyebabkan kematian mendadak dan kelumpuhan saraf-saraf tepi. Karena itu, segeralah bawa anak ke dokter jika mengalami tanda-tanda munculnya difteri.

Baca Juga:  Gula Darah yang Timbul Akibat Kurang Tidur

Penyakit ini sangat menular, penderita harus dirawat di rumah sakit dan ditempatkan di ruang tersendiri. Perawatan yang baik, istirahat total di tempat tidur, serta makanan dalam bentuk cairan atau lunak yang cukup gizi sangat membantu mengatasi difteri.