Cara Mandi yang Salah Bisa Bikin Penuaan Dini

Doktersehat.com – Mandi merupakan kegiatan yang wajib dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh. Para ahli kesehatan menganjurkan untuk mandi 2 kali sehari agar badan tetap segar setelah sehari penuh beraktivitas.

Mandi tidak hanya sekedar menyirami tubuh dengan air. Untuk mendapatkan hasil yang optimal sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan yang kerap dilakukan saat mandi. Beberapa penelitian awal telah menunjukkan bahwa kesalahan-kesalahan saat mandi bisa berbahaya karena bisa memicu kanker maupun infeksi serius. Berikut daftar kesalahan-kesalahan yang patut diwaspadai seperti dikutip dari Sixwise:

1. Sembarangan pakai gel dan sabun mandi

Meski belum konklusif atau menjadi kesimpulan final, beberapa hasil penelitian menunjukkan ada banyak bahan berbahaya yang sering ditemukan dalam produk-produk perawatan tubuh seperti Bisphenol A (BPA) dan triclosan. Bahan-bahan itu sering dikaitkan dengan kanker, diabetes bahkan kegemukan. Untuk lebih amannya, sebisa mungkin pilih sabun atau gel mandi dengan sesedikit mungkin bahan tambahannya.

2. Tidak pernah membersihkan tirai kamar mandi

Penelitian menunjukkan, 80 persen kuman yang ditemukan di tirai kamar mandi adalah keluarga sphingomonads dan methylobacteia yang bisa memicu infeksi saluran kemih, pneumonia atau radang paru dan abses atau luka di usus. Tidak ada pilihan lain, tirai harus sering-sering dibersihkan mengingat kamar mandi cenderung lembab sehingga sangat disukai mikroba.

3. Membersihkan bak mandi dengan bahan beracun

Bahan-bahan kimia memang bisa membersihkan bak mandi dari lumut maupun jamur dengan sangat cepat. Tapi bahan-bahan yang tinggal disemprot lalu bilas tanpa perlu digosok, umumnya mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa memicu kanker. Gunakan vinegar atau cuka apel, baking soda atau sejenisnya kalau mau lebih aman.

4. Selalu pakai air panas

Air yang terlalu panas bisa membuat kulit kering sehingga mudah kena iritasi. Kalau tidak ingin kedinginan, pakai air yang suam-suam kuku saja dan sesekali dianjurkan pakai air biasa supaya tidak terus-terusan.

5. Berendam dalam air kaporit

Biar lebih jernih, air mandi sering diberi kaporit atau klorin seperti di kolam renang. Padahal, penambahan kaporit ke dalam air akan menghasilkan senyawa kimia sampingan yang bernama Trihalometana (THM). Senyawa ini banyak diklaim oleh para pakar air di luar negeri sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh (mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik).Penelitian lain di Hartford, Connecticut, AS menemukan “Wanita dengan kanker payudara mempunyai kadar organochlorines (zat sampingan klorinasi) lebih tinggi hingga 50-60% lebih tinggi di dalam jaringan payudaranya dibanding mereka yang tidak mempunyai kanker. Kaporit dalam air hangat faktanya lebih mengejutkan adalah bahwa efek negatif kaporit terhadap tubuh manusia sebanyak 70% bukan masuk melalui air yang diminum, melainkan dari uap klor (kloroform) dalam kaporit yang terhirup saat mandi, ditambah dengan penyerapan kaporit melalui kulit.

Saat berendam dengan air panas yang mengandung kaporit pori-pori kulit akan melebar, uap klorin bisa masuk dan terserap dalam jumlah lebih banyak. Mengingat permukaan kulit yang terlibat kontak dengan air saat mandi sangat luas, konon klorin yang terserap tubuh bisa 100 kali lebih banyak dibandingkan kalau airnya terminum.

Kulit dan rambut sebagai organ pertama yang bersentuhan dengan air yang mengandung kaporit  akan menunjukkan reaksinya terlebih dahulu dengan menunjukkan tanda-tanda penuaan dini.

  • Kaporit merusak lapisan kolagen pada kulit, terjadi proses penuaan melalui perusakan sel, menyebabkan kulit terlihat kusam dan tampak tua sebelum waktunya.
  • Kaporit merusak lapisan pelindung kulit, menyebabkan kulit terasa ketat dan kering. Pada bayi, anak-anak seringkali terjadi iritasi kulit dan biang keringat, atau sering dikatakan sebagai “alergi”. Hal ini terjadi karena lapisan terluar pada epidermis kulit yang berfungsi sebagai penahan debu dan kotoran mengalami kerusakan dan tak mampu menjalankan fungsinya lagi.
  • Kaporit merupakan salah satu pemicu terjadinya Keratinisasi kulit yaitu penumpukan sel kulit mati pada epidermis kulit di mana sel kulit mengeras, gepeng dan kehilangan inti selnya. Akibatnya kulit wajah terasa tebal dan tak segar, membuat bedak tak mau menempel sempurna. Jerawat dan komedo mudah muncul karena minyak hasil produksi sebum tidak dapat keluar ke permukaan kulit dan tersumbat.
  • ¬†Pada rambut, kaporit merusak batang rambut dan mengiritasi kulit kepala dan memperburuk kondisi ketombe dan rambut rontok. Rambut yang mengalami proses kimia seperti pewarnaan, pengeritingan dan pelurusan (rebonding) akan semakin kering dan mudah patah akibat kaporit. Rambut menjadi susah diatur, tampak kusam dan kasar.

Dari berbagai sumber