Cara Efektif Pengelolaan Diabetes lewat Program “4 Sehat 5 Teratur”

Menurut Kementerian Kesehatan pada tahun 2013, penduduk Indonesia dengan usia lebih dari usia 15 tahun yang mengidap diabetes adalah sebanyak 6,9%. Sementara, menurut Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) pada tahun 2011 Indonesia telah memasuki epidemi Diabetes Mellitus tipe 2. Tingkat prevalensi diabetes tertinggi yang terdiagnosis oleh dokter di Indonesia adalah Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%), Sulawesi Utara (2,4%), dan Kalimantan Timur (2,3%) dengan kecenderungan pada wanita di perkotaan yang berusia 45 – 52 tahun.



Berlatar belakang dari fenomena diatas, untuk meminimalisir perkembangan epidemi Diabetes Melitus, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM) mengatakan bahwa, hal yang efektif dalam pengelolaaan diabetes adalah melalui program “4 Sehat 5 Teratur” yang bertujuan untuk menormalkan kembali aktivitas insulin dan kadar glukosa darah sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya komplikasi.

4 Sehat 5 Teratur terdiri dari:

  1.  Edukasi diabetes, agar penderita diabetes terus mencari informasi dan mengetahui perkembangan diabetes, sehingga dapat memahami seluk beluk diabetes beserta cara pengendaliannya
  2. Melakukan aktivitas fisik secara teratur selama 3 sampai 4 kali dalam seminggu, selama 30 menit
  3. Pengaturan pola makan penderita diabetes perlu dijaga dengan konsumsi rendah gula dan tinggi serat agar gula darah menjadi seimbang
  4. Terapi obat atau insulin dengan anjuran dari dokter sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes, apakah memerlukan obat oral atau insulin?
  5. Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD) terstruktur yaitu pemeriksaan gula darah secara mandiri untuk memantau kadar gula darah dalam waktu tertentu.

Jopie Leksmana, Business Unit Head Diabetes Care PT Roche Indonesia mengemukakan bahwa, PT. Roche Indonesia – Diabetes Care mendukung penuh terhadap program pemerintah “4 Sehat 5 Teratur” dengan turut mensosialisasikan pentingnya melakukan monitor gula darah secara rutin sehingga kadar gula darah dapat tetap terkontrol dengan baik dan diharapkan dapat menghindari terjadinya komplikasi diabetes berkelanjutan. Dengan sosialisasi program “4 Sehat 5 Teratur” ini diharapkan dalam jangka panjang dapat menekan pertambahan penderita Diabetes di Indonesia.

Sementara itu, Dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD, KEMD (Staff divisi Metabolik Endokrin, Departemen IPD FKUI/RSCM), menyampaikan, saat ini kebiasaan dari mayoritas pengidap diabetes adalah tidak melakukan kontrol secara rutin, karena mereka menganggap asupan terapi obat yang dilakukan sehari-hari akan efektif secara terus menerus. Padahal perkembangan kadar gula darah seseorang secara berkala dapat berubah dalam kurun waktu tertentu, sehingga diperlukan SMGD terstruktur.

“SMGD terstruktur memiliki peran yang sangat penting bagi penderita diabetes, yaitu tidak hanya memantau kadar gula darah saja tetapi dapat memudahkan penderita maupun dokter dalam menyesuaikan asupan obat dan juga dapat membantu dalam program terapi pengelolaan diabetes. Sehingga kadar gula darah dalam tubuh dapat tetap terkontrol dengan baik untuk menghindari terjadinya komplikasi diabetes” jelasnya lebih lanjut.

Hal yang samapun disampaikan oleh Jopie Leksmana, Business Unit Head Diabetes Care PT. Roche Indonesia, melihat pertumbuhan diabetes di Indonesia semakin tinggi dan kesadaran masyarakat Indonesia khususnya penderita Diabetes untuk melakukan SMGD terstruktur secara rutin perlu ditingkatkan sehingga diharapkan terapi pengelolaan diabetes dapat lebih optimum lagi.

Baca Juga:  Akupuntur Sehat untuk Tubuh

Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) atau Swa-Monitoring Glukosa Darah (SMGD)

Active Meter lamaBerdasarkan International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2008, Swa-Monitoring Glukosa Darah juga disarankan bagi penderita diabetes tipe II, baik bagi penderita yang menggunakan insulin maupun OAD (Oral Anti Diabetic). Tujuan dari Swa-Monitoring Glukosa Darah terstruktur supaya hasilnya bisa dibaca (interpretasi), sehingga bermanfaat untuk penyesuaian dosis obat.

International Diabetes Federation (IDF) memiliki beberapa panduan bagi penderita diabetes tipe II yang tidak menggunakan insulin untuk melakukan SMBG. SMBG sebaiknya dilakukan oleh penderita diabetes yang sudah diedukasi, SMBG harus dipertimbangkan sejak awal pasien baru terdiagnosa, SMBG harus dipertimbangkan sebagai bagian dari modul edukasi tentang kemampuan pengaturan pemantuan diabetes oleh masing-masing pasien, Pengaturan Jadwal dan frekuensi SMBG disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, Sebelum dilakukan SMBG perlu adanya kesepakatan antara penderita diabetes dengan dokternya mengenai tujuan SMBG, Penggunaan SMBG membutuhkan prosedur yang mudah untuk memantau kinerja dan akurasi alat tes gula darah

Pemeriksaan gula darah secara mandiri dapat dilakukan dengan beberapa jangka waktu ideal yaitu 2 – 3 hari sekali sesuai kebutuhan penderita diabetes, dilakukan pada saat sebelum dan sesudah makan. Tes kombinasi tersebut, merupakan contoh paling sederhana dari SMBG yang dilakukan secara terstruktur.


Target hasil tes gula darah adalah:

  • Gula darah puasa / sebelum makan ? Dibawah 100 mg/dL
  • Gula darah setelah makan ? Dibawah 140 mg/dL


Tentang Accu–Chek®

Accu Chek ActiveAccu–Chek® adalah alat monitor untuk mendeteksi kadar gula darah dalam tubuh bagi diabetesi dan non diabetesi yang dapat digunakan sehari – hari dimana saja dan kapan saja dengan hasil akhir akurat yang setara dengan hasil laboratorium. Accu–Chek® memiliki seperangkat alat yang berisi meter untuk menampilkan hasil, strip untuk mengukur kadar gula darah, dan softclix sebagai alat tembak dari jarum untuk mengeluarkan darah.

test1Accu – Chek® memiliki beberapa keunggulan yaitu mampu menyimpan memori hingga 500 memori, memiliki alarm pengingat tes, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan hasil tes dapat disimpan dan dipindahkan ke dalam perangkat komputer. Accu–Chek® sudah tersedia di Indonesia dengan beragam varian yaitu Accu–Chek® Active, Accu–Chek® Performa, dan Accu–Chek® Performa Nano.

Tentang PT. Roche Indonesia

PT. Roche Indonesia adalah afiliasi dari Roche Group sebagai perusahaan pelayanan kesehatan yang berpusat di Basel, Swiss. Roche menyediakan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang berbeda – beda. Misi PT. Roche Indonesia adalah menciptakan nilai tambah dalam bidang perawatan kesehatan dengan fokus pada bidang yang menjadi keahliannya yaitu diagnostik dan farmasi.