Cara-Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan

DokterSehat.Com – Agar kehamilan Anda terjaga perkembangannya, maka mengetahui berapa usia kehamilan secara tepat adalah suatu kewajiban bagi Anda sebab ada fase-fase perkembangan janin dalam perut yang setiap minggunya memerlukan perlakuan yang berbeda, serta dengan menghitung usia kehamilan akan sangat menentukan kapan proses kelahiran dilakukan.



Ada beberapa cara menghitung usia kehamilan yaitu :

1. Metode kalender

Penggunaan metode ini mutlak membutuhkan pengetahuan lebih mengenai siklus haid seseorang, sebab penghitungannya didasarkan pada tanggal berapa haid anda yang terakhir. Kemudian tanggal itu akan diolah dengan menggunakan rumus Naegele yaitu tanggal terakhir haid +7, kemudian bulan haid – 3 serta tahun ditambah dengan angka 1. Meski cara ini sering digunakan namun sesungguhnya penggunaannya terbatas pada wanita yang memiliki siklus menstruasi yang memang teratur yaitu setiap 28 atau 30 hari sekali. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) Untuk dapat menghitung usia kehamilan anda berdasar HPHT hanya dapat dilakukan oleh ibu hamil yang memiliki siklus haid normal dan teratur (28-30 hari). Untuk taksiran usia kehamilan berdasar HPHT dapat menggunakan rumus Neagele, selain dapat menghitung usia kehamilan, rumus ini juga dapat digunakan untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL). Penggunaan rumus ini adalah dengan menambahkan 7 pada tanggal pertama dari haid terakhir, kemudian mengurangi bulan dengan 3 dan menambahkan 1 pada tahunnnya, sedangkan untuk bulan yang tidak bisa dikurangi 3, misalnya Januari, Februari, dan Maret, maka bulannya ditambah 9, tapi tahunnya tetap tidak ditambah atau dikurangi. contoh: Jika HPHT anda adalah 16 nov 2008, maka: 16 -11 – 08 + – + 7 3 1 23 – 8 – 09 (ini tanggal HPL). Jadi taksiran waktu kelahiran anda adalah tanggal 23 agustus 2009, sedangkan untuk usia kehamilan tinggal menghitungnya setiap tanggal 23, jadi pada saat tgl 23 desember , berarti usia kehamilan anda menginjak satu bulan, 23 januari usia kehamilan 2 bulan. Untuk Hari Perkiraan Lahir sebaiknya ditambah tenggang waktu plus atau minus 7 hari.

2. Kalkulator Masa Subur

Kalkulator ini didesain khusus berfungsi menghitung usia kehamilan. Caranya begitu mudah sekali, tinggal mengklik area lingkaran yang ada lalu gerakkan mouse untuk memutar lingkaran sesuai dengan kondisi masa mengandung ibu hamil. Sehingga bisa diperkirakan kondisi janin serta menghitung tanggal lahir bayi. Yang perlu diingat, fasilitas jam kalkulator ini hanya memberikan gambaran umum dalam perhitungan standar dalam menentukan usia kehamilan seseorang.

3. Mendeteksi gerakan janin

JIka Anda merasakan gerakan janin dalam perut maka Anda dipastikan sudah ada dalam usia 18 sampai 20 minggu. Hal ini berlaku bagi mereka yang baru pertama kali hamil. Sementara pada kehamilan selanjutnya, biasanya janin mulai bergerak saat usia kehamilan memasuki minggu ke 16 sampai 18.

Baca Juga:  Mengenal Masalah Keputihan Lengket Bagi Wanita

4. Sistem Fundus Uteri atau puncak rahim

Fundus Uteri atau puncak rahim dapat diraba bagian fundus uteri atau rahim Anda terutama pada wilayah yang menonjol di area dinding perut, sistem penghitungan dimulai dari tulang kemaluan sang ibu. Apabila jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim berkisar 28 cm berarti usia janin sudah sampai pada angka 28 minggu. Sedangkan jika mencapai angka 36 cm maka usia janin sudah 36 minggu, jika berat badan ibu normal, maka sistem penghitungan usia janin bisa dilaukan dengan menggunakan teknik dua jari. Biasanya tenaga medis akan meletakkan dua jarinya di antara tulag kemaluan dan perut Anda. Apabila jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim masih ada di bawah pusar, dengan demikian setiap dua jari mewakili usia 2 minggu.

5. Metode ultrasonografi (USG)

Cara ini paling mudah juga yang terpopuler dipakai oleh dokter, akurasinya bahkan mencapai angka 95%. Selain bisa digunakna untuk menghitung usia janin, USG ini juga bisa menampilkan gambar 3 dimensi janin dalam perut ibu. pada usia kehamilan muda (4-6 minggu) kadang kehamilan sudah dapat dilihat dengan USG, dimana yang dilihat awalnya adalah kantong kehamilan (gestational sac) dimana untuk menilai kantong kehamilan ini juga dipengaruhi oleh persiapan dan jenis pemeriksaan USG yang dilakukan. Ada dua macam pemeriksaan USG yang dapat dilakukan, USG transvaginal dimana pemeriksaan dilakukan melalui jalan lahir (dapat menilai kehamilan pada usia kehamilan yang lebih awal) dan USG transabdominal dimana pemeriksaan dilakukan melalui dinding perut (memberikan gambaran yang lebih jelas saat kandung kemih terisi atau menahan berkemih). Selain itu kemampuan alat USG yang digunakan juga menentukan apakah kehamilan sudah dapat terlihat atau belum pada kehamilan muda. Dari pemaparan di atas, saya harap dapat memberi gambaran bahwa tampak atau tidaknya kantong kehamilan dengan  USG pada awal kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor dan tidak selalu disebabkan gangguan pada kehamilan. Jika pada pemeriksaan USG transabdominal  kantong kehamilan belum tampak pada  kehamilan muda dengan hasil tes urin positif hamil tanpa keluhan maka sebaiknya pemeriksaan USG diulang kembali 2 minggu kemudian. Pada kehamilan normal, saat itu kantong kehamilan pasti sudah tampak. Jika dengan USG transabdominal tidak tampak kantong kehamilan disertai hasil test urin positif hamil dan tanda-tanda gangguan kehamilan seperti bercak darah, kontraksi rahim atau nyeri perut bagian bawah maka dokter biasanya menyarankan pemeriksaan USG transvaginal untuk menilai keadaan kehamilan saat itu. Tentu saja USG transvaginal dapat saja dilakukan pada kondisi kehamilan tanpa keluhan dan jika kantong kehamilan tetap belum tampak juga maka pemeriksaan ulang dilakukan 2 minggu kemudian.