Cara Agar Anak Lepas Dari Botol Susu

Dokter Sehat – Menghentikan atau mengganti suatu kebiasaan tidaklah mudah, anak perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Jadi, sangatlah mungkin ia menolak, mengangis dan bahkan marah ketiak ia tidak bisa lagi minum susu dari botol. Lakukanlah secara bertahap untuk membantunya menyesuaikan diri minum susu dari gelas dengan :



1.Mulailah sedini mungkin
Para dokter merekomendasikan agar menawarkan bayi Anda minum dari cangkir mulai usia enam bulan, ini bisa memberikannya lebih banyak waktu untuk terbiasa. Para dokter anak Amerika menyarankan untuk menghentikan pemakaian botol pada anak di ulang tahun pertamanya dan tidak lebih dari usia 18 bulan. Untuk melatihnya, mulailah dengan cangkir antitumpah.

Tapi hati-hati juga. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal Dentistry for Children tahun lalu menunjukkan, cangkir antitumpah bisa juga menyebabkan masalah pada gigi seperti halnya botol. Ini jika Anda membiarkan anak meminum cairan manis terus-menerus. Untuk mencegahnya, sediakan susu atau jus hanya pada saat makan. Selebihnya air putih.

2.Jadikan cangkir sebagai benda yang menarik
Biarkan ia minum dari cangkir untuk memuaskan dahaganya, waktu makan siang biasanya merupakan sebuah awalan yang baik. Pada siang hari, anak-anak lebih aktif dan mandiri, sehingga mereka cenderung melupakan botolnya. Strategi lainnya adalah dengan menawarkan air pada botol anak, sedangkan cangkir diisi minuman favoritnya. Air tidak akan menyebabkan kerusakan gigi. Jika diberikan pilihan seperti ini, bahkan bayi yang paling keras kepala sekali pun akan memilih cangkir yang diisi susu atau jus ketimbang botol yang berisi air tawar.

3.Timbulkan rasa ingin tahu
Apabila bayi meminta botol, cobalah untuk menarik perhatiannya dengan mainan, aktivitas lain atau bahkan makanan ringan. Biarkan bayi yang berusia satu tahun melihat Anda atau saudara kandungnya yang lebih tua, minum dari cangkir. Jika ia tertarik, itu kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.

Baca Juga:  Jeruk "Grapefruit" Bantu Penyerapan Obat

4.Bujuklah
Membuang semua botol adalah usaha terakhir, jika cara bertahap tidak berjalan, Dr Goldberg memberikan saran bagi anak dengan usia di atas 18 bulan, pujilah anak Anda bahwa ia sudah besar dan jelaskan bahwa manusia botol akan mengumpulkan semua botol untuk bayi-bayi yang baru lahir. Beberapa hari kemudian, sebelum sarapan, tempatkan beberapa botol pada tas di pintu depan. Lalu cek kembali setelah sarapan dan pastikan botol sudah Anda ganti dengan benda lain seperti mainan atau binatang lucu. Jika anak menanyakan ke mana botolnya, katakan bahwa manusia botol mengambilnya. Biasanya, si kecil akan mengeluh selama dua hingga tiga hari, tapi selebihnya tidak.

5.Tetap fleksibel
Anak Anda mungkin belum siap untuk menjalani perubahan, terutama jika ia sedang menghadapi saat-saat khusus. Seperti memiliki saudara baru atau ada perubahan perhatian, jika Anda sudah mencoba selama lebih dari seminggu dan, ia masih menolak, biarkan selama beberapa waktu. Lalu tawarkan lagi cangkir sebulan kemudian. Sabarlah dan berikan dorongan yang positif.

6.Kurangi rasa lapar di malam hari
Bayi biasanya lebih menginginkan botol di saat tidur malam, Bayi lebih membutuhkannya di malam hari karena ia tahu akan terpisah dari orang tuanya. Untuk memgubah kebiasaan ini, Anda bisa memulainya dengan mengurangi rasa lapar anak di malam hari. Cobalah dengan memberikan makanan ringan sebelum tidur, sehingga bayi tidak tergantung pada susu botol saat tidur.

Jika ia ingin menghisap susu dari botol sambil tidur, cobalah sambil duduk di sofa. Kalau ia ingin tetap di kasur, tawarkan padanya cangkir anti-tumpah. Kurangi satu ons susu per minggunya. Bisa juga dengan menambahkan air sehingga menjadi kurang menarik bagi Anak. Menurut Dr Robert, jika Anda melakukan ini, bayi akan menjauhi botol dengan sendirinya.