Cahaya Artifisial Dari Lampu Bisa Menurunkan Kepadatan Tulang

DokterSehat.Com – Salah satu tonggak kemajuan peradaban manusia adalah saat ditemukannya bola lampu. Semenjak ditemukan, manusia kini mendapatkan cahaya buatan yang membuat kita bisa beraktifitas di malam hari. Dengan adanya lampu, rumah tinggal dan berbagai bangunan lainnya terlihat lebih terang. Namun sayangnya, sebuah penelitian kesehatan menunjukkan sebuah fakta mengejutkan dimana paparan cahaya artifisial lampu ditengarai memiliki efek buruk bagi kesehatan tubuh, khususnya dalam menurunkan kepadatan tulang. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

doktersehat-ispa-infeksi-saluran-pernafasan-akut

Penelitian yang dilakukan di Belanda dan dipublikasikan dalam jurnal Current Biology ini menunjukkan fakta mengejutkan dimana cahaya lampu artifisial yang banyak kita gunakan di rumah dan berbagai bangunan ternyata bisa membuat kepadatan tulang menurun, hal ini tentu adalah kabar yang tidak baik karena tentu akan membuat kita semakin beresiko terkena osteoporosis, bukan? Pakar kesehatan yang terlibat dalam penelitian ini, Johanna Meijer menyebutkan jika penelitian ini dilakukan pada tikus percobaan yang terus dipapar sinar artifisial lampu, siang dan malam selama enam bulan. Di otak tikus percobaan ini sendiri telah tertanam semacam elektroda yang bisa dipakai untuk mengecek ritma sirkadian tubuh dan juga aktivitas neuron dari tikus.

Dari penelitian ini, diketahui bahwa terangnya cahaya artifisial membuat tikus leluasa beraktifitas dan membuat sarang. Namun, sel-sel tubuh tikus justru bekerja dengan tidak teratur dan kekuatan pada otot dan kepadatan tulangnya lambat laun ikut menurun. Karena paparan cahaya artifisial ini mencapai 20 jam setiap harinya, lama-lama tubuh tikus menjadi semakin lemah. Uniknya, begitu paparan cahaya artifisial ini dihentikan dimana tikus mendapatkan cahaya alami di siang hari dan di malam hari tidak mendapatkan cahaya apapun, sistem tubuhnya berangsur kembali normal.

Baca Juga:  Bagaimana Jika Ibu Hamil Mengidam Makanan Mentah?

Mengingat anatomi tubuh tikus mirip dengan manusia, Meijer beranggapan jika ada kemungkinan jika kita kerap terpapar cahaya arfitisial dikala malam hari, apalagi jika kita tidur dengan cahaya lampu, akan membuat kita terkena masalah penurunan kepadatan tulang. Tak hanya itu, para pekerja yang hanya mendapatkan cahaya lampu di kantornya setiap hari juga akan mengalami resiko yang sama.