Bulimia Nervosa

Doktersehat.com – Bulimia nervosa adalah kelainan cara makan yang terlihat dari kebiasaan makan berlebihan yang terjadi secara terus menerus. Kelainan pola makan ini sering terjadi pada wanita. Kelainan tersebut biasanya merupakan suatu bentuk penyiksaan terhadap diri sendiri.



Orang dengan bulimia nervosa mungkin minum minuman keras dan obat pencahar, makan makanan dalam jumlah yang banyak dan kemudian mencoba menghilangkan ekstra kalori dengan cara yang tidak benar. Sebagai contoh, seseorang dengan bulimia memaksakan dirinya untuk muntah atau berolahraga secara berlebihan.

Jika Anda mengalami bulimia nervosa, Anda mungkin akan tidak puas dengan bentuk dan berat badan Anda dan menilai diri Anda secara berlebihan akan kekurangan Anda.

Karena ini terkait dengan pAndangan terhadap diri sendiri –tidak hanya mengenai makanan- bulimia nervosa sulit diatasi. Tetapi pengobatan bulimia nervosa secara efektif dapat membantu Anda merasa lebih percaya diri, mengggunakan pola makan yang sehat dan menghilangkan komplikasi serius.

GEJALA

Gejala bulimia antara lain:

•    Merasa Anda tidak dapat mengendalikan kebiasaan makan Anda

•    Makan sampai titik Anda merasakan rasa nyeri atau tidak nyaman

•    Memaksa diri Anda untuk muntah setelah makan

•    Berolahraga secara berlebihan

•    Penyalahgunaan laxative, diuretic atau enema

•    Merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badan

•    MemAndang negatif bentuk tubuh Anda secara berlebihan

•    Pergi ke kamar kecil setelah makan

•    Fungsi usus yang tidak normal

•    Kerusakan gigi dan gusi

•    Bengkak pada kelenjar ludah di pipi

•    Radang tenggorokan dan mulut

•    Dehidrasi

•    Detak jantung yang tidak teratur

•    Radang, luka atau kulit kering pada pergelangan atau tangan

•    Menstruasi tidak teratur atau hilang menstruasi (amenorrhea)

•    Depresi

•    Gelisah

Ketika Anda mengalami bulimia, Anda mungkin secara rutin akan muntah atau berolahraga secara berlebihan setelah makan. Terkadang mereka dengan bulimia merasa butuh untuk mengeluarkan makanan bahkan setelah hanya makan makanan ringan.

Baca Juga:  5 Hal Yang Dapat Mengganggu Fungsi Ginjal

PENYEBAB

Penyebab pasti bulimia tidak diketahui. Sama seperti gangguan mental lain, ada banyak faktor yang mungkin memainkan peran terjadinya gangguan makan, seperti gen, kebiasaan tertentu, gangguan psikologis serta pengaruh keluarga dan lingkungan:

• Biologis

Gen mungkin membuat beberapa orang lebih rentan mengalami gangguan makan. Mereka dengan hubungan keluarga tingkat pertama –saudara atau orang tua- yang mengalami gangguan makan dapat mungkin mengalaminya juga. Hal lain yang juga memungkinkan adalah kurangnya zat kimia di dalam otak serotonin memainkan peran di sini.

• Kebiasaan tertentu, seperti diet atau berolahraga secara berlebihan dapat berkontribusi mengalami bulimia. Sebagai contoh, diet adalah faktor primer sebagai pemicunya.

• Kesehatan emosional

Mereka dengan gangguan makan mungkin memiliki masalah emosional yang berkontribusi pada masalah ini. Mereka yang memiliki kepercayaan diri rendah, perfeksionis, impulsive, sulit mengatur kemarahan, konflik dalam keluarga dan masalah dalam hubungan menjadi rentan mengalami masalah ini.

• Lingkungan

Kultur budaya barat sering menghubungkan kesuksesan dengan tubuh yang kurus. Hal ini juga di dukung dengan adanya anggapan tersebut yang berkembang pada teman sebaya dan media massa. Hal ini rentan terjadi khususnya pada gadis berusia muda.

PENCEGAHAN

Tidak ada cara pasti untuk mencegah bulimia. Sebagai tambahan, orang tua dapat memberikan contoh hidup sehat pada anak tanpa mempedulikan bentuk atau berat badan. Pastikan tidak Anda sindiran atau lelucon yang berkenaan dengan ukuran tubuh, bentuk atau berat badan anak Anda.

Jika Anda menemukan anggota keluarga atau teman dengan kepercayaan diri yang rendah, diet yang parah, kebiasaan makan yang salah atau tidak puas dengan penampilan mereka maka bicarakan pada mereka mengenai masalah ini. Meskipun Anda mungkin tidak memiiki kemampuan untuk mencegah masalah ini terjadi, pendapat Anda dapat diikuti seseorang dengan hidup sehat atau bersedia menjalani pengobatan sebelum situasi memburuk.

Dari berbagai sumber