Bulan Puasa Berarti Kita Harus Berhenti Berolahraga?

DokterSehat.Com – Umat Islam di negeri ini tentu sedang berbahagia karena menyambut bulan suci Ramadhan tahun ini. Selama setidaknya sebulan penuh, pria maupun wanita akan melakukan kegiatan berpuasa seharian penuh. Karena tubuh tidak diberi asupan makanan ataupun minuman seharian, banyak orang yang pada bulan-bulan lain rutin berolahraga, kini berhenti melakukannya. Alasannya? Olahraga dikhawatirkan akan membuat kita menjadi merasa dahaga dan beresiko bisa memberikan masalah kesehatan jika dilakukan di bulan puasa. Uniknya, pakar kesehatan justru berpikir sebaliknya.

doktersehat-olahraga-gym-sehat

Salah seorang pakar gizi dari Institut Pertanian Bogor bernama Hardiansyah, Olahraga ternyata masih bisa dilakukan meskipun di bulan puasa. Menurut beliau, olahraga justru bisa membuat orang yang berpuasa menjadi semakin bugar. Kekhawatiran banyak orang dimana olahraga yang dilakukan di bulan puasa akan membuat tubuh lemas atau dehidrasi sehingga puasa tidak bisa berlangsung hingga waktu berbuka ternyata tidak beralasan sama sekali. Hardiansyah menyebutkan jika sistem metabolisme tubuh cukup kuat untuk membuat seseorang tetap berpuasa namun melakukan berbagai aktifitas harian layaknya saat mereka makan dan minum seperti biasa di bulan-bulan lainnya. Tubuh sendiri masih memiliki cukup banyak cadangan lemak yang bisa dikonversi menjadi energi untuk aktivitas tubuh selama puasa.

Hanya saja, Hardiansyah juga menekankan bahwa berolahraga di bulan puasa juga harus dilakukan dengan penuh perhitungan. Ia menyarankan kita untuk tidak melakukannya dengan berlebihan mengingat olahraga jenis inilah yang bisa memicu kelelahan parah. Cobalah untuk melakukan olahraga-olahraga yang cenderung ringan dan tidak menguras keringat yang bisa memicu dehidrasi. Selain itu, olahraga di sore hari juga akan cenderung lebih cocok untuk dilakukan di bulan puasa karena kita bisa segera meminum air begitu waktu berbuka tiba sehingga tidak mengalami dehidrasi.