Bukannya Mendapatkan Kehamilan, Wanita Pengantin Baru Ini Justru Mendapatkan Kanker Ganas!

DokterSehat.Com – Sebagaimana pasangan yang baru saja menikah pada umumnya, Michael dan Stephanie Theobald dari Manchester, Inggris, tentu akan mengharapkan adanya kehamilan. Setelah 12 pekan, pasangan ini mendapati ada yang berbeda dari perut sang istri dan berpikir jika mereka sudah dikaruniai kehamilan. Begitu antusiasnya, mereka bahkan sudah memberitahukan hal ini pada orang tua dan kerabat terdekat. Sayangnya, apa yang diharapkan tiba-tiba saja sirna. Begitu memeriksakan kondisi kehamilan sang istri, yang didapatkan justru bukan kabar baik mengenai kondisi kesehatan janin, namun berupa kabar adanya tumor ganas yang sudah tumbuh di perut Stephanie.

doktersehat-muntah-mual-pusing-hamil

Sang perawat yang memeriksa kondisi kesehatan Stephanie heran karena sama sekali tidak menemukan detak jantung bayi yang seharusnya sudah mulai terdengar. Perawat ini pun bertanya apakah Michael dan Stephanie sudah benar-benar memastikan jika Ia hamil. Begitu mendengar jawaban mereka berdua yang berkata jika mereka tidak benar-benar tahu dan hanya berpikir jika Stephanie sudah mengandung, sang perawat pun melaporkan kondisi ini ke dokter.

Dokter pun melakukan pemeriksaan lebih dalam dengan melakukan biopsi. Barulah diketahui jika di dalam perut Stephanie ternyata muncul kasus kehamilan langka yang disebut sebagai kehamilan molar lengkap atau terkenal dengan sebutan hamil anggur. Pada kondisi ini, telur yang sudah berhasil dibuahi justru mengalami pertumbuhan plasenta yang abnormal dan pada akhirnya berubah menjadi gumpalan kista. Kondisi hamil anggur sendiri diketahui hanya terjadi 1 pada seribu wanita di seluruh dunia.

Biasanya, masalah hamil anggur ini hanya menyebabkan tumor jinak dan bersifat non-kanker. Namun, pada kasus Stephanie, hamil anggur ini menyebabkan trofoblastik gestasional, sebuah komplikasi yang ditandai dengan adanya pendarahan. Penyakit ini pun harus diobati dengan kemoterapi beberapa kali dan sayangnya, terapi ini tidak terlalu berjalan dengan mulus bagi Stephanie.

Baca Juga:  Beberapa Mitos Mengenai Depresi

Meskipun dilanda kebingungan, kekecewaan, dan ketakutan luar biasa, Stephanie berkata jika dokter berusaha keras untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya dan berharap semoga pada usia yang ke 37 nantinya, Ia bisa kembali hamil dan mendapatkan keturunan.