Bukan Lebay, Ini Alasan Mengapa Patah Hati Bisa Bikin Nafsu Makan Menurun

doktersehat-patah-hati-cinta-sedih
pic credit: emran

DokterSehat.Com– Saat mengalami patah hati, kebanyakan orang akan mengalami rasa sedih yang luar biasa. Bahkan, nafsu makan mereka juga akan menurun dengan drastis. Bukannya lebay, menurut pakar kesehatan, patah hati memang bisa memicu penurunan nafsu makan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Fakta ini terungkap setelah para ahli melakukan penelitian di Rutgers University. Dalam penelitian ini, para partisipan yang sedang mengalami patah hati dipindai aktifitas otaknya. Hasilnya adalah, ada bagian otak yang bisa merespons dengan kuat kondisi patah hati dan hal ini akhirnya mempengaruhi denyut jantung sekaligus menurunkan selera makan dengan signifikan.

Marina Person yang merupakan pakar di bidang asmara menyebutkan bahwa saat patah hati, tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dengan jumlah yang lebih besar. Hal ini ternyata bisa berpengaruh pada semakin menurunnya proses pencernaan dan membuat tubuh kita menjadi kehilangan nafsu makan dan tidak mudah lapar.

Yang menjadi masalah adalah, melonjaknya jumlah hormon adrenalin di dalam tubuh ternyata juga bisa memberikan banyak dampak kesehatan lainnya seperti membuat hormon kortisol ikut meningkat dan akhirnya berimbas pada meningkatnya kadar gula darah, menurunnya kadar kalsium dalam tulang, meningkatkan tekanan darah, otot yang semakin kehilangan massanya, meningkatnya kadar lemak, dan membuat fungsi kognitif otak menurun.

Melihat banyaknya dampak buruk dari patah hati, mereka yang patah hati sebaiknya harus sering curhat pada orang yang tepat atau setidaknya mencari cara agar bisa segera mengatasi patah hati ini agar bisa menjaga kesehatan tubuhnya.

ikuti-kontes-sehatitubaik-menangkan-berbagai-hadiah-menarik