Buah delima berpotensi untuk mengurangi resiko kanker prostat



DokterSehat.com-Efek anti kanker prostat dari buah delima dan ekstraknya dihubungkan dengan penghentian enzim yang ada dalam hati yang dapat memicu kancer.

Buah delima, merupakan sumber antioksidan, diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung, baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa buah tersebut juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Penelitian terbaru juga menunjukkan sebuah peran dalam memelihara kesehatan sendi dengan menghambat hilangnya cartilage.

Antioksidan yang ada dalam delima pada umumnya masuk pada kelompok ellagitannin seperti puncicalagin dan punicalin, yang memberikan setengah dari kemampuan antioksidan buah tersebut. Senyawa tersebut dilaporkan ada di belakang keuntungan kesehatan tersebut.

Dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry disebutkan bahwa senyawa ellagitannin di dalam delima dapat menghambat aktivitas sitokrom P450 1B1, yang merupakan ensim yang biasa diekspresikan dengan jumlah yang sangat banyak pada kanker manusia.

Sumber

Efek anti kanker prostat dari buah delima dan ekstraknya dihubungkan dengan penghentian enzim yang ada dalam hati yang dapat memicu kancer.

Buah delima, merupakan sumber antioksidan, diketahui dapat meningkatkan kesehatan jantung, baru-baru ini penelitian menunjukkan bahwa buah tersebut juga dapat mengurangi resiko kanker prostat. Penelitian terbaru juga menunjukkan sebuah peran dalam memelihara kesehatan sendi dengan menghambat hilangnya cartilage.

Antioksidan yang ada dalam delima pada umumnya masuk pada kelompok ellagitannin seperti puncicalagin dan punicalin, yang memberikan setengah dari kemampuan antioksidan buah tersebut. Senyawa tersebut dilaporkan ada di belakang keuntungan kesehatan tersebut.

Dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry disebutkan bahwa senyawa ellagitannin di dalam delima dapat menghambat aktivitas sitokrom P450 1B1, yang merupakan ensim yang biasa diekspresikan dengan jumlah yang sangat banyak pada kanker manusia.

Baca Juga:  Sekilas Mengenai Kanker Tulang